Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Akibat Kuda - kudaan


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Tap... tap... tap...


Suara tapakan dari langkah seseorang yang bersepatu nampak terdengar begitu jelas dalam indera pendengaran Firly, Putri serta si kecil Aida.


Mereka mendengarnya semakin jelas, hingga pada akhirnya muncullah sesosok pria yang sudah cukup berumur yang sangat Aida dan Firly kenali siapa orangnya.


Pria itu datang dengan membawa sebuah tas khusus yang sudah menjadi tas khasnya yang di mana di dalamnya terdapat perlengkapan alat - alat medis serta beberapa obat khusus yang biasa dibawanya.


" Pagi tuan Firly, nona muda Aida ". Seru sapa dokter Budi kala dirinya memasuki ruangan tamu.


" Pagi dokter, tumben pagi - pagi begini dokter sudah datang?, memangnya siapa yang sakit dok? ". Tanya Firly.


" Saya dihubungi oleh tuan Andra jika nona sedang sakit, saya datang kemari untuk memeriksa beliau tuan ". Sahut dokter Budi yang menjelaskan.


" Doktel, doktel jangan bohong, maksud doktel bundanya Aida sakit?, iya begitu?, bundanya Aida sedang tidul doktel ". Terang Aida.


" Maafkan saya nona muda Aida, tapi saya disuruh oleh tuan datang kemari karena untuk memeriksa nona Nadira bundanya nona muda Aida, bisa tolong antarkan saya ke ruangan kamarnya tuan sekarang nona ". Terang dokter Budi.


" Apa?, jadi bundanya Aida benal sakit?, bunda benal sakit? ". Aida sangat tak menyangka jika bundanya sakit.


Jadi yang dirinya kira jika bundanya sedang tidur ternyata tidaklah tidur, melainkan karena bundanya sedang sakit.


" Aida mau lihat bunda ". Dan dengan gerakan cepat bak seekor belut Aida pun langsung memerosotkan tubuh mungilnya itu dari pangkuan Firly.


Jujur Firly merasa bingung dengan keadaan ini. Sebenarnya Nadira sakit atau masih tidur. Jika Nadira bisa sakit sampai harus memanggil dokter karena akibat dari melayani Andra, rasanya sangat tidak mungkin.


" Tuan Firly, bisa tolong antarkan saya ke kamar tuan Andra? ". Seru dokter Budi.


" Baik dok akan aku antar, ayo baby kita ke atas, kita lihat keadaan Dira ". Sahut Firly.


Sementara di lantai atas sendiri, si kecil Aida sudah berhasil menaiki susunan anak tangga dan kini sudah akan masuk ke kamar di mana sang daddy dan juga bundanya tidur bersama. Sungguh tak disangka, sepasang kaki mungilnya berjalan dengan sangat cepat, mungkin karena rasa khawatirnya yang teramat sangat pada sang bunda, membuat gadis kecil itu tak memikirkan apa - apa lagi sehingga seperti inilah jadinya, Aida bergerak dengan sangat cepat untuk memastikan apa yang ingin diketahuinya.


Ceklek....


" Bunda, bunda ". Serunya dengan penuh rasa khawatir.


Andra yang mendengar seruan dari putri mungilnya itu menjadi beralih pandangan memperhatikan putrinya.


" Bunda ". Lalu si kecil Aida pun ingin menaiki ranjang kasur bundanya.


" Aida, Aida mau kemana sayang?, bunda sedang tidur, kalau Aida naik yang ada bunda bisa terganggu sayang ". Seru Andra yang mencoba menahan putrinya.


" Ih, daddy jangan bohong, bundanya Aida sedang sakit, dan itu pasti gala - gala daddy ".


Deg...


" Ayo daddy gesel, jangan duduk di dekat bunda, Aida mau naik, Aida mau temani bunda ". Jelas Aida.


Andra tak memiliki jalan lain selain harus mengikuti keinginan putrinya. Andra cukup tertegun dengan pernyataan putri kecilnya ini. Dari mana Aida tahu jika bunda Nadira nya sakit karena perbuatannya.

__ADS_1


Namun apapun itu, apa yang dikatakan oleh putri kecilnya ini memanglah benar. Nadira istrinya bisa sakit seperti ini karena perbuatannya semalam. Jadi sangatlah wajar jika dirinya disalahkan seperti ini.


Tapi tunggu dulu, apa jangan - jangan dokter Budi sudah tiba di rumahnya, sehingga dari itu putrinya Aida sampai tahu jika bundanya sedang sakit.


Andra menepuk jidatnya sendiri kala baru menyadarinya. Seharusnya dirinya menyambut kedatangan dokter kepercayaannya itu, dan terlebih dirinya harus menggiring dokter Budi agar tidak bertemu dengan putri kecilnya.


" Dasar bodoh kamu Andra ". Batin Andra.


Andra merasa telah melakukan kecerobohan, kecerobohan yang akan membuat putrinya tahu semuanya, semoga saja nanti dokter Budi tidak memberikan jawaban yang aneh yang dapat memancing semuanya.


" Maafkan aku sayang ". Lirih Andra dengan menatap istrinya yang masih tidur dengan pulas.


Entah kalimat itu sudah yang ke berapa kalinya Andra sematkan.


Tok... tok... rok...


Terdengar adanya suara ketukan pintu yang sudah terbuka.


" Selamat pagi tuan Andra ". Sapa dokter Budi.


" Pagi Dra ". Sapa Firly.


" Firly, kamu ke sini? ". Kaget Andra.


" Iya, kenapa?, kamu tidak suka aku datang kemari? ". Sahut Firly.


Andra cukup terkejut dengan kedatangan Firly, apalagi Firly datang dengan membawa kekasihnya Putri. Istrinya Nadira sedang sakit akibat dari ulahnya sendiri, entah apa yang akan dipikirkan oleh Firly dan juga Putri ketika mengetahui jika istrinya Nadira bisa sakit seperti ini karena ulahnya semalam. Nampaknya tak lama lagi, dirinya akan merasakan rasa malu yang teramat sangat.


" Ya cepat periksa istriku, sudah semenjak subuh istriku ini sudah demam, sepertinya istriku masuk angin ". Jelas Andra.


Nampaknya Andra ingin memberikan pernyataan lain tentang sakitnya Nadira. Andra mengatakan jika Nadira sakit karena masuk angin, padahal kenyataan yang sebenarnya tidaklah sepenuhnya benar seperti itu.


Dengan penuh ketelitian dan kehati - hatian, dokter Budi pun mulai melakukan pemeriksaan pada tubuh dari istri tuannya ini. Dokter Budi memeriksanya dengan sangat baik agar tak ada satupun gejala maupun penyebab dari sakitnya istri dari tuannya jika sampai ada yang terlewatkan.


" Bunda, cepat sembuh ya bunda, Aida mau lihat bunda sembuh, Aida sedih lihat bunda sakit sepelti ini ". Seru Aida dengan mengelus - elus tangan bundanya.


Dokter Budi bahkan memeriksanya untuk yang kedua kalinya. Rasanya ada yang aneh dari hasil pemeriksaannya. Istri tuannya ini bisa sakit bukan karena masuk angin, melainkan seperti disebabkan oleh kelelahan yang teramat berat akibat karena berhubungan badan.


Di sela - sela pemeriksaannya dokter Budi pun hanya bisa menggeleng samar. Namun meski begitu, penglihatan Andra yang begitu sangat jeli masih tetap bisa menangkap gelengan itu dengan sangat jelas di pandangannya.


Dokter Budi sudah bisa memastikan jika istri tuannya ini tidak sakit karena masuk angin, dan dokter Budi sangat mengenali gejala ini, dan ini sudah sangat pasti.


" Bagaimana keadaan istriku?, kapan istriku bisa sembuh? ". Tanya Andra.


" Ya Tuhan, Andra, tadi kamu mengatakan jika Dira sakit dari subuh, dan sekarang kamu bertanya kapan Dira akan sembuh, kamu ini bagaimana sih Dra, di mana - mana orang kalau sakit membutuhkan waktu untuk bisa sembuh, baru mulai sakit dari subuh saja sudah ditanya kapan akan sembuh, dasar Andra, sukanya semaunya sendiri ". Oceh Firly.


Andra tak menggubris ocehan dari sahabatnya Firly, yang dirinya inginkan apapun itu saat ini adalah kesembuhan akan istrinya Nadira.


" Dok, bagaimana keadaan istriku?, cepat katakan saja ". Ujar Andra lagi.


" Begini tuan, dari hasil pemeriksaan yang saya dapatkan, nona bisa sakit seperti ini bukan karena masuk angin, akan tetapi... ". Dokter Budi menjadi tak mampu untuk melanjutkan kalimatnya.


" Tetapi apa dok?, jawab sajalah ". Andra malah menjadi agak kesal sendiri karena sang dokter kepercayaannya tak kunjung memberikan jawaban yang jelas.

__ADS_1


" Nona bisa sakit bukan karena masuk angin, melainkan karena nona sangat kelelahan ".


" Emm... sebaiknya, tuan istirahat dulu dari bermainnya kasihan nona tuan, tuan jangan main kuda - kudaan dulu dengan nona untuk beberapa hari ke depan, kasihan nona tuan, nona sangat kelelahan ". Jelas dokter Budi.


" Ya Tuhan, Dra, jadi memang benar jika Dira bisa sakit seperti ini karena kamunya yang terlalu doyan main kuda - kudaan?, dasar Andra ".


" Kenapa?, terlalu lama menduda ya, terlalu lama puasa, dan disaat sudah mendapatkan menu buka puasa jadi nambah - nambah terus?, dasar si Andra ". Firly tak habis pikir dengan Andra.


Jujur Firly merasa tak habis pikir dan tak menyangka dengan Andra. Ternyata sahabatnya Andra bisa seganas itu pada Nadira, hingga membuat Nadira sakit seperti ini.


Sementara Putri sendiri yang mendengar pernyataan dari dokter Budi menjadi begitu sangat terkejut dan membekap mulutnya. Sampai sebegitu parahnya kah yang dialami oleh sahabatnya. Memangnya apa yang dilakukan oleh Andra pada Nadira hingga menjadi seperti ini.


" Ya Tuhan, kasihan sekali kamu Dira, kuda - kudaan?, kuda - kudaan yang bagaimana? ". Batin Putri.


Putri merasa miris dan juga ngeri sendiri mengetahui kabar ini.


" Kasihan sekali kamu Dira, setelah menikah dengan tuan Andra, kamu jadi sekarat seperti ini ". Batinnya lagi.


" Uncle Filly, kuda - kuda apa uncle?, daddy main kuda - kudaan?, mana kuda nya uncle?, mana kuda nya daddy? ". Dengan begitu polosnya Aida menanyakan hal absurd yang dibicarakan oleh para orang dewasa itu.


Bukan Aida namanya jika tak pernah penasaran pada hal - hal yang menurutnya menjadi tanda tanya dalam otak kecilnya.


Andra kembali menepuk jidatnya sendiri. Sungguh tidak disangka jika putri kecilnya ini malah menjadi penasaran dengan istilah kuda - kudaan, padahal dokter Budi sudah menggunakan rangkaian kata yang semestinya tidak menimbulkan tanda tanya bagi seorang anak kecil seperti putrinya Aida.


" Doktel, doktel mengatakan agal daddy istilahat dulu dali kuda - kudaan, kalna kasihan sama bunda, memangnya kuda - kudaan nya nyelang bunda sama daddy?, tapi mana kuda nya? ". Dokter Budi pun juga Aida tanyakan.


Dokter Budi merasa kebingungan harus menjawab bagaimana. Dokter Budi merasa khawatir jika dirinya menjawab pertanyaan dari putri tuannya nanti yang ada dirinya malah salah bicara sehingga menyebabkan nona mudanya ini malah menjadi semakin penasaran.


" Nona muda Aida, pemikirannya kritis sekali, bahaya - bahaya, ini benar - benar bahaya. Masih kecil saja sudah mudah penasaran dan selalu ingin tahun dengan hal - hal yang sifatnya absurd, lalu bagaimana kalau sudah besar? ". Batin dokter Budi.


" Doktel Budi kenapa jadi diam sih?, kenapa semua olang tidak ada yang menjawab peltanyaan Aida?, Aida kan hanya beltanya tentang kuda - kudaan, mana kuda nya?, tapi tidak ada yang menyahut ". Semakin lama Aida menjadi semakin kesal saja.


Menurutnya orang - orang yang ada di dekatnya tidak bisa diajak bicara, semuanya menjadi terdiam karena pertanyaan yang sebenarnya tidak sulit untuk dijawab.


" Aida - Aida, untung kamu masih polos, apa kamu tahu yang dimaksud dengan kuda - kudaan itu apa?, kuda itu sendiri adalah daddy mu, dan daddy suka main kuda - kudaan ". Batin Putri.


" Daddy, kenapa daddy hanya diam saja?, doktel Budi sudah mengatakan jika daddy halus istilahat dali kuda - kudaan kalna kasihan sama bunda, ayo katakan mana kuda nya daddy, belaninya dia sudah buat bundanya Aida sakit sepelti ini?, lihat saja kalau nanti Aida beltemu sama kuda nya, akan Aida ikat dan Aida pecut habis - habisan kuda nya, bial kuda nya tahu lasa ". Sangat nampak jelas dari raut wajah Aida yang terlihat begitu dendam.


Glegg...


Andra menelan ludahnya dengan begitu alot seolah seperti menelan makanan yang belum halus dikunyah saja.


Mendadak mental Andra menjadi agak menciut kala putrinya sudah membuat pernyataan yang begitu mencengangkan ini. Jika Aida sampai tahu yang sebenarnya, entah balasan apa yang akan putri kecilnya ini berikan pada dirinya.


" Hihihihi... matilah dirimu Andra, sepertinya akan sangat seru jika aku memanfaatkan situasi ini ". Batin Firly.


Entah rencana jahil apa yang akan dilakukan oleh Firly, namun yang pasti posisi Andra saat ini sedang tidak aman. Sepertinya Andra akan menjadi bulan - bulanan putrinya sendiri.


Bersambung.........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2