Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Sesak


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Di bawah pancaran sinar mentari yang sudah mulai terik, mobil mewah dengan warna silver itu membelah jalanan di ibu kota dengan kecepatan tinggi.


Sang pemilik dari mobil mewah itu benar - benar mengebut dengan menyalib berbagai kendaraan yang lainnya lantaran suatu alasan. Ia teringat akan kekasihnya yang sudah biasa dirinya antar untuk menuju kampus, namun kali ini dirinya sampai melupakan hal itu bahkan sampai tak memberinya kabar lantaran adanya sebuah kejadian yang begitu menimbulkan rasa panik yang sempat terjadi di pagi hari tadi.


Saat berada di rumah sakitnya, Andra menjadi teringat akan kekasihnya Nadira, Andra teringat jika dirinya tak mengantar Nadira ke kampusnya, di mana hal itu sudah menjadi rutinitasnya untuk mengantar sang kekasih.


Bahkan nahasnya dirinya tak membawa handphonenya yang ternyata malah tertinggal di rumahnya, padahal handphone itu satu - satunya alat yang bisa digunakan untuk menghubungi kekasihnya.


Dalam perasaan yang penuh dengan rasa bersalah, akhirnya Andra pun memutuskan untuk pergi ke kampus miliknya agar bisa menemui dan melihat kekasihnya, karena hanya dengan cara itulah dirinya bisa meluapkan segala perasaan bersalahnya.


Bremmm... ckiiittt...


Mobil mewah yang dikendarai nya pun akhirnya telah sampai di depan halaman kampus miliknya.


" Selamat datang tuan Andra ". Seru sapa seorang security pria yang saat ini sedang bertugas.


Namun sangat disayangkan, Andra sama sekali tak menyahuti sapaan ramah dari security nya itu, pria yang bertubuh tinggi dan gagah itu melenggang masuk menuju lorong kampus dengan tergesa - gesa dan tidak mempedulikan siapapun yang ada di sekitarnya.


Hingga setelah dirinya tepat berada di depan pintu ruangan kelas Nadira, Andra pun menghentikan langkahnya.


Ceklek...


Tanpa mengetuk pintu dan tanpa mengucap salam Andra langsung membuka pintu itu begitu saja.


Dan akibat dari perbuatannya ini sang dosen dan juga semua mahasiswa yang ada di ruangan itu langsung menoleh ke arahnya.


" Tuan Andra ". Gumam semuanya yang ada di ruangan kelas itu.


" Mas Andra ". Gumam Nadira.


Melihat kedatangan kekasihnya yang tidak disangka sangka ini membuat Nadira merasa heran dan juga bertanya - tanya, mengapa kekasihnya Andra tiba - tiba datang ke kelasnya.


Dengan tanpa mempedulikan semua pasang mata yang saat ini sedang tertuju ke arahnya, Andra pun kembali melangkah, ia melangkah tanpa sedikitpun menurunkan pandangannya dari tempat di mana posisi kekasihnya Nadira berada.


" Sayang ". Lalu dengan perasaannya yang tak menentu Andra memeluk kekasihnya itu dengan begitu erat.


" Sayang, maafkan aku, aku tadi tidak datang untuk mengantarmu ". Serunya dengan meminta maaf.


Andra sangat tahu dan bisa merasakan jika kekasihnya Nadira merasa sangat kecewa lantaran telah diabaikan.


Cup... cup... cup... ciuman bertubi - tubi itupun memang selalu tak lupa Andra lakukan, beruntung Andra mencium kening dan juga pelipis Nadira sehingga tak membuat Nadira menjadi terlalu begitu khawatir.


Apa yang dilakukan oleh Andra sudah pasti tak luput dari pandangan dosen dan semua mahasiswa yang ada di sana.


Mereka menatap dengan penuh rasa ketakjuban. Apa yang mereka lihat kali ini benar - benar terlihat lebih intim dari yang biasa mereka lihat.


Sangat terlihat jelas jika tuan Andra mereka seolah tak ingin kehilangan Nadira. Tuan Andra mereka memperlakukan kekasihnya seperti seorang kekasih yang telah berbuat salah pada kekasihnya, jika memang tak salah menilai, itulah yang bisa mereka pahami dari sikap tuan Andra.


" M-mas... lepas... malu dilihat yang lain ". Seru Nadira yang berbisik pada Andra.


Namun Andra tak melakukannya, Andra tak melepaskan pelukan eratnya itu dari tubuh mungil Nadira, bahkan Andra masih belum mendaratkan tubuhnya di atas kursi.


Mendapat perlakuan seperti ini benar - benar membuat Nadira merasa malu, bagaimana tidak, lagi - lagi kekasihnya Andra malah melakukan hal yang selalu menjadi sorot perhatian, bahkan ini lebih dari biasanya.

__ADS_1


" Mas Andra, lepaskan, aku sesak mas ". Seru Nadira lagi.


Mendengar keluhan dari sang kekasih tentang ini, reflek Andra pun langsung merenggangkan pelukannya, Andra baru menyadarinya jika pelukannya pada Nadira sangatlah erat, sehingga tanpa sengaja membuat Nadira malah menjadi sesak.


" Maafkan aku sayang ". Seru Andra lagi yang meminta maaf, rupanya Andra memang tak pernah bosan untuk meminta maaf.


Puk... puk... puk...


" Mas... duduklah di sini ". Sahut Nadira dengan menepuk kursi kayu yang ada di sebelah kirinya.


Andra baru menyadarinya jika di sebelah kiri Nadira ada tempat duduk yang kosong, mengapa dirinya harus berdiri dengan menunduk dan memeluk Nadira, bukankah duduk dengan sambil lalu memeluk akan lebih baik.


" Kenapa semuanya malah diam?, ayo lanjutkan lagi pembelajarannya ". Seru Andra setelah dirinya duduk di kursi itu.


Dan dosen itu dengan semua mahasiswanya menjadi kembali fokus, seolah tak pernah terjadi hal apapun, padahal kesunyian yang sempat terjadi di ruangan mereka adalah karena kedatangan tuan Andra dengan segala drama yang dilakukannya.


Sang dosen kembali melanjutkan penjelasannya, setelah tadi sempat terjeda, akhirnya semua mahasiswanya kembali memperhatikannya.


Sementara Andra sendiri sudah pasti akan menggunakan momen ini dengan baik, Andra kembali menggunakan lengan kekarnya untuk merengkuh tubuh Nadira, ya memang seperti itulah Andra.


" Sayang... ". Seru Andra namun Nadira tak menyahutnya.


" Sayang, kamu marah padaku? ". Tanya Andra.


" Tidak, aku tidak marah ". Sahut Nadira tanpa ada sedikitpun melirik pada Andra.


" Maafkan aku ya, yang tadi pagi tidak sempat mengantarmu ". Sahut Andra.


" Ya kan setidaknya mas Andra memberitahu ku jika mas tidak ingin mengantar ". Sahut Nadira.


Ya, hingga saat ini Nadira masih merasa kecewa karena sikap Andra yang tadi pagi, bahkan Andra sama sekali tak menghubungi nya.


Sontak Nadira pun langsung menoleh pada Andra, Nadira cukup menatap heran pada kekasihnya ini, sebenarnya apa yang sudah terjadi.


*****


Sesuai dengan janji Andra jika dirinya akan memperlihatkan jawaban tentang mengapa dirinya sampai tak datang untuk mengantar Nadira ke kampus, ya sudah pasti berkaitan dengan Celine.


Karena Celine tak sadarkan diri sehingga mengharuskan dirinya untuk membawanya ke rumah sakit. Dan kini, seusai Nadira selesai dari jam kuliahnya, Andra pun mengajaknya ke rumah sakit untuk melihat kondisi Celine.


" Mas, mbak Celine dirawat di ruangan perawatan khusus VVIP? ". Tanya Nadira di sela - sela langkahnya.


" Iya sayang ". Sahut Andra.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di ruangan Celine, hingga Andra pun mulai akan membuka pintu kamar rawat itu.


Ceklek...


Dengan mengikuti Andra, Nadira pun juga ikut masuk ke ruangan perawatan itu.


" Andra... kamu datang ". Seru Celine yang terdengar lirih.


" Iya, aku datang ke sini dengan kekasihku Dira, Dira ingin tahu bagaimana keadaan mu ". Sahut Andra.


" Selamat sore mbak Celine, maaf saya baru datang ke mari, karena saya baru tahu tadi kalau mbak Celine sedang dirawat di rumah sakit ". Sahut Nadira.


" Iya, tidak apa - apa ". Sahut Celine.

__ADS_1


" Huuh, dasar wanita pengganggu, kamu tidak datang menjenguk pun akan jauh lebih baik, kenapa juga kamu harus datang, membuat ku tidak mood saja ". Batin Celine yang merasa kesal.


Celine tidak suka dengan kehadiran Nadira, kehadirannya seolah selalu memancing kekesalannya, bahkan lebih parahnya, kehadiran Nadira di sini akan menjadi penghalang untuk dirinya bisa bermanja pada Andra.


" Sayang, kemarilah duduk di sini denganku ". Ajak Andra agar Nadira mau duduk di sofa yang sama dengannya.


Nadira sama sekali tak merasa keberatan dengan permintaan kekasihnya, toh dirinya juga ingin duduk.


Celine yang menyaksikan kedekatan Nadira dengan Andra benar - benar sungguh muak, hatinya sungguh muak dengan kebersamaan keduanya.


" Ini hanya sementara Dira, tidak lama lagi Andra pasti akan membencimu ". Batin Celine.


Entah rencana licik apa yang akan dilakukan oleh Celine, namun yang pasti, memisahkan Andra dengan Nadira adalah tujuan utamanya saat ini.


" Celine, kamu mau ke mana? ". Tanya Andra pasalnya Celine sudah mulai berdiri dari posisi berbaring nya.


" Aku mau ke toilet Dra, tapi kepala ku agak pusing ini ". Sahut Celine dengan memegangi kepalanya.


" Kalau begitu, saya akan bantu mbak Celine, saya akan antar mbak ke kamar kecil ". Seru Nadira dengan hendak berdiri.


" Jangan Dira, badanku berat, kamu tidak akan sanggup untuk menuntunku ke sana, biar Andra saja yang menuntunku, nanti setelah aku sampai di sana Andra baru bisa keluar ". Sahut Celine yang menolak.


Setelah dipikir - pikir, apa yang diucapkan oleh Celine ada benarnya juga, Celine memang memiliki tubuh yang tinggi semampai jika dibandingkan dengan dirinya yang bertubuh lebih mungil pastilah sangat beresiko untuk membantu Celine yang sedang sakit, karena itu akan sangat berpotensi jatuh.


Celine sudah mulai benar - benar berdiri dari posisinya sehingga membuat Andra ingin mendekatinya.


" Aakh... ".


" Celine... ".


" Mbak Celine... ".


Dengan sigapnya Andra pun menangkap tubuh Celine yang sudah hampir terjatuh ke lantai, dan akibat dari kejadian ini, membuat tubuh Celine masuk ke dalam dekapan Andra.


" Celine, kamu tidak apa - apa? ". Andra begitu khawatir dengan Celine.


" Dra, kepala ku pusing, dan aku mau ke kamar mandi, tapi... aku kesulitan Dra ". Lirih Celine.


Menyadari kondisi Celine yang tak memungkinkan untuk berjalan, dengan penuh rasa kasihan Andra pun berinisiatif untuk menggendong Celine saja, dan Andra pun benar - benar melakukannya.


Deg...


Andra menggendong tubuh Celine dan membawanya ke kamar kecil sebelum akhirnya setelah memastikan Celine berada di sana barulah Andra akan keluar.


Apa yang sudah terjadi di depan kedua matanya, bagaikan sebuah mimpi buruk yang begitu menyayat hati.


Hati Nadira menjadi terasa begitu sesak karena apa yang dilihatnya, Nadira melihat dengan jelas bagaimana Celine bertingkah pada Andra, semua itu benar - benar telah melukai hatinya.


Apa yang terjadi pada Celine tentu tak membuat Andra menjadi lepas tangan karena Celine sedang sakit, namun mengapa setelah menyaksikan itu semua hatinya terasa begitu sakit, ini sangat menyakiti hatinya.


Nadira merasa tidak sanggup melihat kedekatan Celine dengan kekasihnya Andra, apakah seperti ini yang harus dirinya saksikan.


Memang benar jika Andra melakukannya karena ingin menolongnya, namun adakah terlintas dalam benak Andra jika apa yang dilakukannya pada Celine sudah sangat melukai hatinya.


Bersambung..........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


❀❀❀❀❀


__ADS_2