
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Andra menatap dengan begitu lekat wajah cantik wanita pujaannya ini.
" Sayang... aku mencintaimu ". Seru Andra lirih dengan kedua pandangannya yang nampak sendu.
Nadira hanya diam tak berkutik, hingga...
Cup...
Sebuah ciuman hangat, telah berhasil Andra sematkan di kening wanita yang dicintainya itu.
Deg...
Dalam seketika tubuh Nadira seolah menjadi membeku. Nadira begitu sangat terkejut karena perlakuan tak terduga dari Andra. Nadira menatap Andra dengan tatapan tak percaya nya. Bahkan deru nafas yang dirasakan oleh dirinya pun seolah naik turun dengan begitu cepat namun tubuhnya tetap terasa seolah membeku dan tak mampu mengikuti alunan nafasnya yang terasa begitu memburu.
Nadira menatap tak percaya pada Andra, ciuman yang diberikan Andra padanya adalah ciuman pertama yang dirinya dapatkan dari seorang pria yang mengaku mencintainya sebagai seorang wanita.
Nadira merasa gugup bahkan detak jantungnya pun seolah berdetak tak karuan, bagaimana bisa Andra melakukan hal semacam ini. Nadira merasa malu, sungguh merasa sangat malu, hingga sesaat setelah itu terdengar...
Pok... pok... pok... pok...
Suara riuhan tepuk tangan di tengah - tengah pesta itu terdengar begitu nyaring memenuhi ke hampir setiap sudut ruangan pesta mewah itu. Semua tamu undangan yang berada di sana begitu terkagum dengan hal yang begitu romantis yang dilakukan oleh sang tuan rumah.
Mendengar adanya respon positif dari para tamu undangannya membuat Andra pun kembali mengajak Nadira berdansa.
" Itu bunda ku, itu bunda ku yang dicium sama daddy ". Teriak si kecil Aida kegirangan dengan rasa bahagianya.
Aida sangat bahagia melihat keromantisan daddy dan juga bunda nya, apalagi semua orang di sana nampak mendukung keromantisan yang dilakukan oleh sang daddy dan juga bunda nya itu.
Sementara di posisi yang sama, Firly hanya bisa menggeleng sekaligus tersenyum jahil karena ulah dari sahabatnya Andra, ia tersenyum jahil karena menurutnya Andra sangatlah pintar memanfaatkan situasi.
" Andra - Andra, rupanya kamu menggunakan kesempatan dalam kesempitan, bisa - bisanya kamu mencium Dira di tempat ini, dasar Andra, malam ini kamu sudah menang banyak ". Batin Firly yang terus tersenyum.
Melihat semua momen yang begitu membahagiakan ini, membuat si kecil Aida menjadi teringat akan kameranya, Aida teringat akan kamera yang ada di kamarnya, menyadari hal itu, Aida pun berinisiatif untuk mengabadikan momen romantis dari sang daddy dan juga bunda nya, akhirnya dengan sigap gadis kecil itupun berlari menuju ke arah bibi asuh nya.
" Bi Sali - bi Sali ". Panggil Aida dengan berlari menuju ke arah bi Sari.
" Aduh non, jangan lari - lari, iya ada apa?, bibi ada di sini ". Sahut bi Sari yang merasa khawatir dengan tingkah nona kecilnya.
" Bi, tolong bibi ambil kamelanya Aida ya di kamal, Aida mau foto - foto juga lekam daddy dan bunda ". Sahut Aida.
" Baiklah non baik, tapi jangan lari - lari lagi ya, sepertinya dari tadi nona Aida lari - lari terus ". Sahut bi Sari yang masih khawatir.
__ADS_1
" Iyalah bibi Aida lali - lali telus, kan Aida senang, hali ulang tahun ini sudah ada bunda, jadi Aida senang sekali ". Sahut Aida dengan senyuman menggemaskan nya.
Mendengar sahutan dari nona kecilnya, membuat bi Sari hanya bisa menghela nafas, seharusnya dirinya paham mengapa Aida bertingkah hingga seperti ini, ini semua karena di pesta ulang tahunnya kali ini, sudah ada kehadiran sosok ibu yang ikut menghadiri, bi Sari merasa kasihan dengan nona kecilnya, namun ia pun juga bahagia karena di pesta ulang tahun nona Aida nya kali ini, sudah di penuhi dengan tawa dan senyuman.
" Bi Sali, bibi kok malah diam sih, cepat ambil kamelanya, Aida sudah tidak sabal ini foto - foto sama lekam ". Suruh Aida lagi.
" Eh, iya non baiklah, akan segera bibi ambil ". Sahut bi Sari, lalu dengan sigap wanita yang sudah lanjut usia itu meluncur pergi menuju kamar Aida yang berada di lantai atas.
Sementara di posisi di mana sepasang anak manusia yang saat ini masih menjadi sorotan oleh setiap pasang mata yang ada di sana, nampak masih begitu menikmati kegiatan dansa mereka, lebih tepatnya sang pria lah yang menikmati dansa itu.
" Sayang, kenapa kamu masih menunduk hem, apa di matamu aku ini terlihat menakutkan? ". Seru Andra di tengah - tengah dansa nya.
Sontak pertanyaan dari Andra itupun membuat Nadira langsung mengangkat wajahnya, lalu dengan gerakan samarnya Nadira menggeleng.
" Nah, kalau begini kan jadi bagus, aku bisa melihat wajahmu dengan jelas sayang ". Sahut Andra dengan sebuah senyuman kecil yang terukir di kedua sudut bibirnya.
Dengan tanpa menghentikan dansa nya, Andra meraih dagu mungil milik Nadira, ia benar - benar mengarahkan wajah Nadira agar bisa memandang wajahnya, dan kini, di tengah - tengah meriahnya pesta ini, dua sosok yang pernah menjalin kasih itu saling memandang dengan begitu lekat.
Andra memandang kedua manik mata sendu Nadira yang terlihat begitu menenangkan dalam benaknya.
" Sayang, aku mencintaimu, aku benar - benar mencintaimu, maukah kamu merajut kembali hubungan kita, aku ingin kembali menjalani hubungan kita lagi sayang ". Seru Andra pada akhirnya.
Ya, kalimat yang menyatakan jika dirinya ingin kembali melanjutkan hubungannya dengan Nadira, telah kembali Andra lontarkan, semenjak kejadian di mana Nadira telah mengakhiri hubungan mereka berdua, Andra memang sudah bersungguh - sungguh ingin memperjuangkan cintanya kembali, dan ternyata sekarang inilah ia kembali memperjuangkan nya.
Nadira tidak tahu harus bagaimana, ingin kembali melanjutkan hubungannya dengan Andra, namun dirinya juga merasa takut jika, bagaimana ketika suatu hari nanti Andra menjadi berubah pikiran dan kembali menyakitinya, dan Nadira tidak menginginkan hal itu.
" Sayang, kenapa kamu tidak menjawabnya hem?, aku ingin kembali melanjutkan hubungan kita lagi, dan aku berharap, kamu mau memberikan kesempatan itu ". Seru Andra lagi karena Nadira masih tak kunjung menyahuti nya.
" Aku tidak tahu mas, aku masih takut, aku tidak ingin terluka untuk yang kedua kalinya ". Sahut Nadira pada akhirnya dengan segala kejujurannya.
Mengetahui sahutan ini dari Nadira, sontak membuat Andra menghentikan dansa nya. Andra baru mengetahuinya jika yang membuat Nadira masih terus menolak dirinya adalah karena Nadira tidak ingin terluka lagi.
Rasa bersalah itu kini telah kembali menyeruak hebat di relung hatinya, Andra benar - benar merasa sangat bersalah, ternyata luka Nadira yang disebabkan olehnya begitu sangat dalam.
Dengan perasaannya yang bersalah itu, Andra mulai menarik tubuh mungil Nadira dan membawanya ke dalam pelukannya.
" Maafkan aku sayang ". Tiga kata itulah yang Andra ucapkan tulus dari lubuk hatinya.
Andra memeluk wanita yang dicintainya itu dengan begitu erat, Andra merasa sangat menyesal karena sudah pernah melontarkan kalimat itu disaat bersama sahabatnya Firly, andai jika waktu bisa diulang, tidak akan dirinya mengatakan hal bodoh itu.
Pok... pok... pok... pok...
Suara tepukan tangan dari para tamu undangan itu telah terdengar kembali, mereka semua merasa terhibur dengan adegan romantis yang dilakukan oleh tuan Andra dan juga kekasihnya, para tamu undangan itu sama sekali tidak tahu jika yang membuat Andra bersikap demikian adalah karena rasa bersalahnya.
" Yeay, aku dapat gambal yang bagus - bagus ". Seru si kecil Aida senang karena dirinya berhasil memotret daddy dan juga bunda nya yang sedang terlihat bermesraan.
__ADS_1
Putri yang sedari tadi merasa selalu mendapatkan kejutan di pesta ulang tahun ini, kali ini benar - benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
" Apa aku tidak salah lihat, Dira dengan tuan Andra sudah kembali? ". Gumam Putri yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.
Andra sama sekali tak mempedulikan akan semua pasang mata yang melihatnya, meski sebenarnya semua dari rekan kerjanya bertepuk tangan ria karena sikapnya.
" Mas, lepaskan aku, malu dilihat orang mas ". Bisik Nadira.
Namun Andra masih tak melepasnya.
" Mas, tolong lepaskan aku, aku tidak enak hati dengan yang lain ". Seru Nadira lagi.
Dan akhirnya, setelah seruan yang kesekian kalinya, barulah secara perlahan Andra mulai meregangkan pelukannya.
" Sayang, tolong maafkan aku, apa kamu mau memaafkanku? ". Sahut Andra lagi.
" Mas, aku sudah memaafkanmu, jauh sebelum kamu meminta maaf ". Sahut Nadira dengan sedikit tersenyum.
" Kamu sudah memaafkanku, apa itu artinya kamu sudah mau kembali melanjutkan hubungan kita sayang?, aku harap kamu mau memberikan kesempatan kedua ". Sahut Andra.
" Aku tidak bisa menjawabnya sekarang mas, aku masih butuh waktu ". Sahut Nadira.
Mendengar sahutan Nadira kali ini, dalam seketika membuat hati Andra menjadi merasa lebih tenang, meski Nadira belum memberikan jawabannya secara pasti, namun setidaknya jawaban Nadira kali ini sudah menjadi bukti jika Nadira telah memberikannya kesempatan kedua.
Andra begitu sangat bahagia, benar - benar sangat bahagia, akhirnya setelah sekian lama berjuang, ada celah juga baginya untuk meraih kembali wanita yang dicintainya.
" Terima kasih sayang ". Seru Andra dengan langsung memeluk Nadira.
" Terima kasih sayang, meski kamu belum menjawab iya, tapi aku akan tetap setia menunggu jawaban itu sayang ". Lanjutnya lagi dengan perasaan bahagianya.
Andra benar - benar sangat bahagia, bahkan jawaban Nadira masih belum menunjukkan kepastian apapun, namun dirinya sudah berkeyakinan jika dirinya memiliki peluang mendapatkan kesempatan kedua untuk hubungannya dengan Nadira, entah itu benar adanya, atau memang Andra lah yang terlalu percaya diri, namun yang pasti, Andra begitu sangat senang dengan semua ini.
Cup... cup... cup...
Ciuman hangat bertubi - tubi itupun terus Andra berikan di pucuk kepala Nadira, tak peduli meski banyak pasang mata yang melihatnya, yang pasti Andra begitu sangat senang bisa melakukannya, bahkan hingga sepuas hatinya.
" Mas, lepaskan, malu dilihat orang ". Bisik Nadira dengan berusaha menjauhkan kepalanya dari dada bidang Andra.
Naas, bukannya bisa terlepas, Andra malah semakin mengeratkan pelukannya. Andra benar - benar sudah tenggelam dalam perasaan senangnya, senang karena akhirnya dirinya mendapatkan jalan untuk bisa kembali bersama dengan wanita yang dicintainya.
Bersambung..........
πππππβ€β€β€β€β€
πΏπΏπΏπΏπΏ
__ADS_1