
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Malam memang masih menyelimuti. Namun pria berusia matang ini masih tak kehilangan semangatnya untuk melakukan apa yang diinginkannya.
Setelah mendapatkan penolakan dari sang kekasih, kini Andra langsung bergerak menuju ke apartemen pribadi milik Celine.
Karena drama yang dilakukannya lah hubungannya dengan kekasihnya menjadi berantakan seperti ini.
Kali ini Andra tidak akan memaafkan Celine. Celine harus mendapatkan hukuman atas apa yang sudah dilakukannya. Adalah suatu kebodohan bagi siapapun yang sudah mencoba bermain - main api dengan seorang Andra.
Karena Andra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di depan apartemen pribadi milik Celine.
Namun kali ini Andra merasa begitu sangat aneh. Mengapa apartemen milik Celine terlihat lampunya tidak menyala seperti biasanya. Tidak mungkin kan jika Celine tidak ada di apartemen nya, atau mungkin Celine sudah pindah ke hotel.
" Di mana orang pemilik apartemen ini? ". Tanya Andra pada dua orang security setelah dirinya keluar dari dalam mobilnya.
" Maaf tuan, apa yang tuan maksud tuan adalah nona Celine? ". Tanya salah satu dari security itu.
" Ya siapa lagi jika bukan dia? ". Sahut Andra dengan ketus.
Andra sungguh merasa begitu sangat kesal, namun sebisa mungkin dirinya menahan rasa kesalnya ini.
" Anu tuan, sudah semenjak satu bulan yang lalu nona Celine sudah pergi ke luar negeri dan kembali ke rumah kedua orang tuanya ".
" Apa? ".
" Sial...". Sentak Andra.
" Beraninya dia kabur, breng*sek ". Marah Andra.
Sontak kedua security itu pun mejadi sangat terkejut dengan sikap Andra. Meski mereka tidak bekerja pada Andra, namun dua security ini sangat tahu akan siapakah sosok tuan Andra itu.
Ada apa dengan tuan Andra. Mengapa tuan Andra terlihat sangat kesal seperti ini. Apakah nona Celine telah membuat kesalahan besar sehingga membuat tuan Andra menjadi seperti ini, itulah pertanyaan yang ada dalam benak mereka.
" Kurang ajar kamu Celine, setelah menipu ku, kamu main kabur begitu saja, dasar wanita ula*r ". Batin Andra yang begitu sangat kesal.
Setelah semua kebohongan yang Celine lakukan, Andra tidak akan melepaskannya begitu saja. Akan Andra pastikan jika Celine menerima balasan dari perbuatannya ini.
Entah apa yang diinginkan oleh Andra, namun yang pasti, Celine akan menerima balasan dari perbuatannya ini.
" Silakan saja kamu pergi Celine, tapi akan aku pastikan setelah ini, kamu akan kehilangan perusahaan mu dan juga perusahaan kedua orang tuamu ". Batin Andra.
Mungkin inilah yang Celine lupa dari seorang Andra. Hanya karena demi mendapatkan perhatian dari seorang Andra, Celine sampai melakukan hal konyol yang begitu sangat berbahaya. Hanya karena demi mendapatkan perhatian dari seorang Andra, sebuah kebohongan yang sangat tidak masuk akal sudah dirinya lakukan tanpa ia sendiri merasa khawatir akan bahaya apa yang akan dirinya dapatkan setelah Andra mengetahui semuanya.
*****
Perasaan lelah begitu sangat terasa di hatinya. Setelah drama permohonan yang dilakukannya hanya demi ingin bertemu dengan sang kekasih yang nahasnya telah di tolak, kini dengan langkahnya yang terlihat tak bersemangat, Andra pun menuju ke kamar putri kecilnya Aida.
Dengan perlahan Andra membuka pintu kamar putrinya. Bisa Andra lihat jika putrinya sudah tidur terlelap.
Andra mendekati putri kecilnya itu yang sudah tidur, namun disaat ia memperhatikan putri kecilnya itu, ada sesuatu yang menurutnya cukup menjadi perhatian dari sepasang bola mata biru miliknya.
__ADS_1
Dan dengan perlahan Andra mulai duduk di bibir ranjang kasur Aida. Kasihan sekali putrinya ini, akibat dari keegoisan nya, putrinya harus menahan rasa rindu yang terus berlarut - larut.
Cup...
" Maafkan daddy sayang ". Seru Andra kala dirinya mencium kening sang putri.
Lalu dengan perlahan Andra mulai mengambil kamera milik putrinya yang sampai dibawa tidur. Dan kamera inilah yang cukup menyita perhatian Andra. Mengapa putri kecilnya ini bisa tidur dengan memeluk kamera, sebegitu pentingkah kameranya ini sampai - sampai putrinya ini tidur dalam keadaan memeluk kameranya.
" Daddy jadi heran, sebenarnya apa sih isi dari kamera mu ini, apa di sini banyak foto - foto berharga? ". Gumam Andra.
Sudah sangat begitu penasaran, Andra pun akhirnya mulai menyalakan kamera milik putri kecilnya itu. Awal mula Andra mulai melihat isi foto - foto yang sudah tersimpan.
Ternyata cukup banyak gambar - gambar yang diambil oleh putri kecilnya ini. Andra akui jika Aida sangat pandai dalam mengambil sebuah gambar yang terlihat menarik.
Mulai dari gambar rerumahan, tanaman, serangga, hingga indahnya jalan raya sudah berhasil putri kecilnya ini potret.
Namun sesaat setelah itu, tatapan Andra malah menjadi tertahan pada sebuah gambar yang menurutnya sangat tidak asing.
Kampus, itulah hasil gambar yang tersimpan dalam memori kamera putrinya.
" Ini kampus milikku, Aida datang lagi ke sana? ". Gumam Andra yang nampak heran.
Andra merasa sangat heran mengapa putrinya datang ke kampusnya, apalagi putri kecilnya ini tidak akan mungkin datang ke sana jika tidak bersama dengan dirinya.
" Jika dilihat dari tanggalnya, ini sudah dua bulan lebih gambar ini diambil, humm... ada - ada saja kamu sayang ". Gumam Andra.
Kemungkinan putri kecilnya ini datang ke kampusnya dengan diantar oleh pak Rahman, jika tidak, tidak mungkin putrinya sampai datang ke sana.
Merasa semakin penasaran dengan apa yang tersimpan dalam kamera putrinya. Andra pun mencoba membuka salah satu icon yang berisi tentang penyimpanan video.
Hingga kini, pandangan dari sepasang bola mata birunya itu sedang mengarah pada banyaknya tampilan video yang tersimpan.
Ternyata memang benar jika putri kecilnya ini banyak sekali membuat rekaman video.
" Video rekaman milikmu banyak sekali sayang, daddy harus liha... ".
Deg...
Seketika itu kalimat Andra menjadi terhenti. Andra menjadi terhenti berucap kala dirinya secara tidak sengaja melihat sebuah tampilan capture video dari sesosok yang memiliki tempat istimewa di hatinya.
" Dira... ". Lirih nya.
Ya, tampilan dari capture video yang dirinya lihat adalah Nadira. Terlihat di capture itu Nadira sedang duduk memangku putrinya Aida, sedangkan Aida sendiri memeluk Nadira.
Merasa begitu sangat penasaran, Andra pun akhirnya mulai memutar rekaman video hasil karya putrinya.
Video rekaman itu nampak terus berjalan. Andra memperhatikan rekaman video itu dengan begitu seksama.
" Sayang... ". Seru Andra lirih.
Dalam rekaman video itu nampak Nadira dan juga putri kecilnya Aida sedang duduk tenang dengan pandangan mereka yang mengarah ke depan.
Hati Andra merasa begitu sangat terharu kala dirinya bisa melihat kembali wajah dari sosok wanita yang dicintainya ini.
__ADS_1
Jadi, tanpa sepengetahuannya putri kecilnya ini diam - diam ikut dengan Nadira ke kampus. Bahkan putri kecilnya ini juga ikut mendengarkan penjelasan dari dosen.
" Putriku ini memang benar - benar nakal ya, tapi sangat pintar ". Batin Andra yang menjadi tersenyum.
Andra masih terus menonton tayangan dari rekaman video itu. Seolah tak pernah bosan, Andra terus memandangi wajah cantik kekasihnya.
Dalam rekaman video itu terlihat dengan jelas di mana Nadira sedang mengusap kepala putrinya. Sangat terlihat jelas jika Nadira melakukannya dengan penuh rasa sayang.
Tayangan ini, tayangan yang memperlihatkan rasa kasih sayang seorang Nadira kepada putrinya, telah membuat hati seorang Andra menjadi semakin merasa bersalah.
Bahkan rasa bersalah ini semakin bertambah dan bertambah lagi. Andra sungguh sangat menyesali perbuatannya. Mengapa dirinya tidak memikirkannya dengan baik jika wanita yang lemah lembut dan penuh dengan rasa kasih sayang seperti kekasihnya bisa sampai hati menyakiti seseorang. Rasanya itu sungguh sangat tidak mungkin jika sampai tega ia lakukan.
Dan dengan tanpa mendapatkan izin darinya, Andra menjadi menjatuhkan air matanya. Entah semenjak kapan air mata itu beranak pinak sehingga kedua kelopak mata Andra tak mampu menahannya.
Dengan perasaan bersalahnya yang masih terus menguasai hatinya, Andra masih terus menatap tayangan video itu. Hingga setelah cukup lama video itu berputar, nampak kekasihnya Nadira membawa tubuh mungil putrinya hingga masuk ke dalam pangkuannya.
Nampaknya putrinya sudah merasa jenuh sehingga Nadira pun berinisiatif untuk memangku putrinya saja.
Aida menyandarkan kepalanya di dada Nadira dengan sepasang tangan mungilnya yang merengkuh tubuh Nadira. Nampaknya putrinya ini sedang mengantuk.
Dengan sikapnya yang penuh kelemahlembutan, Nadira kembali mengelus kepala putrinya, bahkan ia pun menciumnya dengan penuh kelembutan.
Akibat dari perbuatan Nadira ini, semakin membuat hati Andra menjadi merasa bersalah. Nadira benar - benar menyayangi putrinya layaknya putri kandungnya sendiri.
Andra sungguh sangat menyesali perbuatannya. Bagaimana bisa dirinya menyakiti hati seorang wanita yang sudah jelas - jelas sangat menyayangi putrinya layaknya putri kandungnya sendiri, apalagi hal itu karena dirinya lebih mempercayai drama seorang wanita licik.
" Maafkan aku sayang ". Hanya kalimat itulah yang bisa Andra ucapkan.
Sudah tidak bisa digambarkan lagi akan bagaimana rasa bersalah dan penyesalan Andra. Jika memang dengan cara bersimpuh di hadapan Nadira akan dapat membuat hubungannya dengannya menjadi membaik, sungguh Andra akan benar - benar melakukannya.
" Firly... iya, Firly ". Tiba - tiba saja Andra pun menjadi teringat dengan sahabatnya itu.
Dan dengan gerakan cepat Andra pun mulai menyeka lelehan air mata yang sempat membasahi kedua pipinya itu.
Teringat akan sahabatnya Firly, seolah membuat Andra seperti mendapatkan jalan jitu untuk permasalahan yang dihadapinya saat ini.
" Besok Firly sudah datang dari luar negeri, aku bisa meminta bantuannya, iya benar, masih ada Firly yang bisa membantuku ". Gumam Andra.
Seolah seperti mendapatkan secerca harapan, mungkin Andra akan menggunakan bantuan sahabatnya agar dirinya bisa dekat kembali dengan Nadira.
Hal ini memang belum tentu berhasil, namun setidaknya dengan melalui Firly sebagai perantaranya, bisa menjadi jalan baginya agar bisa kembali menjalin hubungan dengan Nadira.
Mungkin apa yang dilakukannya terkesan kurang pemberani karena telah memanfaatkan orang lain. Namun setidaknya apa yang dilakukannya bukanlah hal yang buruk.
Dengan adanya Firly sebagai perantaranya, akan menjadi jalan yang lebih mudah untuk bisa ditempuh dalam meraih cinta kekasihnya itu.
" Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hatimu kembali sayang, maafkan aku sayang ". Batin Andra.
Andra tidak akan tinggal diam. Apapun yang terjadi, dirinya akan tetap berjuang untuk mendapatkan hati dan cinta kekasihnya kembali. Mendapatkan hati dan cinta seorang wanita yang sudah dirinya lukai dengan luka yang begitu dalam.
Bersambung..........
πππππ
__ADS_1
β€β€β€β€β€