Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Kenapa Sempit? (21+)


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Sepasang anak manusia yang akan terus melanjutkan kemesraan dalam menuju kenikmatan surgawi semakin membuat mereka tenggelam. Seolah tak puas dan menginginkan yang lebih, sang pria masih terus saja memagutkan kedua belah bibirnya pada bibir sang istri. Mencium dan menciumnya dengan semakin dalam itulah yang terus dirinya lakukan.


Andra terus memagutkan bibirnya pada bibir istrinya. Posisi tubuhnya yang berada di atas tubuh sang istri membuatnya memiliki kendali penuh di atasnya.


Hingga pada akhirnya, dengan tanpa melepaskan pagutan bibirnya itu, Andra pun mulai membuka ikatan pada kimono istrinya. Menyadari dengan apa yang dilakukan oleh sang suami, reflek membuat Nadira sedikit meremas punggung kekar suaminya. Nadira merasa cukup terkejut lantaran suaminya Andra sudah ingin membuka bajunya.


" Hah... ada apa sayang? ". Seru Andra dengan nadanya yang sudah terdengar berat.


" Aku malu mas ". Sahut Nadira.


Cup...


" Jangan malu sayang, kita ini sudah menjadi suami dan juga istri. Kamu istriku, kamu adalah milikku termasuk tubuhmu ini. Jadi jangan merasa malu sayang ". Sahut Andra.


Baru saja Andra mengucapkan kalimatnya, kini tubuhnya mulai duduk terjaga. Melihat reaksi sang suami yang seperti ini, membuat perasaan Nadira menjadi cemas dan sedikit merasa bersalah. Mungkinkah suaminya Andra merasa tersinggung dengan perilakunya.


Namun sesaat setelah itu, ada hal lain yang suaminya Andra lakukan. Sungguh tak disangka kini suaminya Andra sudah membuka bajunya sendiri bahkan hingga melepaskannya hingga tergelatak di lantai. Dan tak lama dari itu, suaminya juga mulai menarik kimono yang dipakainya untuk dilepaskan.


" Sayang, aku menginginkannya sekarang ". Ujarnya lalu Andra pun benar - benar berhasil melepaskan kimono milik istrinya dan menghempaskan nya di atas lantai.


Kini tubuh keduanya benar - benar sudah polos tanpa adanya sehelai benang pun yang melekat di tubuh mereka.


Nadira menangkupkan kedua tangan mungilnya untuk menutupi wajahnya. Nadira merasa malu, sungguh sangat merasa malu. Bagaimana bisa kini kondisi tubuhnya dalam keadaan telan*jang seperti ini. Bahkan mungkin suaminya Andra sudah bisa melihat dengan jelas bagian sensitifnya yang ada di bawah sana.


Mungkin karena hasratnya yang sudah tak bisa dibendung lagi, Andra langsung membuka kedua paha Nadira dan meletakkannya di atas kedua pahanya. Dan kini, Andra kembali mengungkung tubuh mungil istrinya itu sehingga kembali berada dalam kendalinya.


Nadira bisa merasakan dengan sangat jelas jika di bawah sana ada sesuatu yang mengganjal yang telah menempel tepat di bagian sensitif miliknya, dan sesuatu yang menempel itu terasa besar. Mungkinkah itu adalah senjata milik suaminya, jika benar seperti itu, mengapa terasa besar sekali. Itu senjata atau paha milik suaminya. Padahal sesuatu memgganjal itu masih baru menempel, namun sudah sangat terasa bagaimana ukuran besarnya.


" Sayang... ". Seru Andra dengan lembut lalu ia pun mulai membuka sepasang tangan mungil istrinya yang sedang menutupi wajahnya itu.


Cup... cup... cup...


" Sayang, jangan malu, malam ini adalah malam pertama kita, aku akan memberikan kebahagiaan yang sudah sangat lama tidak kamu rasakan lagi selama ini sayang, aku menginginkannya sayang, aku menginginkannya sekarang ". Dan Andra pun kembali menyambar bibir istrinya itu.


Andra ingin memberikan pemanasan terbaik. Meski istrinya adalah seorang janda beranak satu, yang menandakan jika area sensitifnya sudah tak serapat disaat masih perawan, namun tetap saja Andra ingin melakukan foreplay dengan baik. Rasanya semuanya akan memiliki sensasi yang lebih terasa nikmat jika diawali dengan pemanasan yang baik.


Andra terus melakukan apapun pada tubuh mungil istrinya itu. Kecupan demi kecupan serta gigitan - gigitan halus di leher putih sang istri pun juga tak lupa, sehingga meninggalkan jejak kepemilikannya di sana.

__ADS_1


Andra terus melancarkan aksinya dengan tiada henti, bahkan semenjak dari tadi kedua tangannya pun tak henti - hentinya bergerilya di kedua benda kenyal milik sang istri dan juga perutnya.


Tentu saja apa yang dilakukan oleh Andra ini membuat tubuh Nadira serasa tak karuan dibuatnya. Terasa nikmat namun membingungkan. Dengan sisa tenaga yang masih ada, sekuat mungkin Nadira berusaha menahan bibirnya agar tak mengeluarkan desa*han. Menghadapi aksi suaminya yang seperti ini benar - benar sangat menguras tenaganya, hingga pada akhirnya...


" Ahh uhh... ". Dan suara desa*han kenikmatan itupun sudah benar - benar keluar dari kedua belah bibir Nadira. Nadira sudah tak mampu menahan bibirnya untuk tak berseru. Apa yang dilakukan oleh suaminya ini benar - benar sangat gila.


Andra yang mendengarnya begitu sangat senang dengan suara istrinya ini, menurutnya suara istrinya terdengar begitu sangat sek*si sehingga semakin menambah gairahnya untuk terus melanjutkan aksinya hingga sampai pada titik yang diinginkannya. Rupanya Andra begitu sangat lihai dalam membuat tubuh istrinya Nadira menjadi bergejolak tak karuan.


Andra terus beraksi dengan menjadi semakin gila, sebelum dirinya benar - benar melakukan penyatuan dengan istrinya, Andra ingin memastikan jika di bagian sensitif milik istrinya ini benar - benar sudah sangat basah sehingga pada saat proses penyatuan berlangsung akan ada sensasi yang dapat menambah kenikmatan yang dirasakannya.


" Uhh ahh m-mashh... ". De*sah Nadira lagi kala suaminya sudah berhasil membuat bagian perut serta kedua pahanya menjadi meremang kegelian. Sungguh Nadira merasa dibuat melayang dibuatnya.


Nadira sudah tak mampu menahan gejolak di dalam tubuhnya, dan akibatnya kedua tangannya pun jadi meremas rambut suaminya Andra dengan begitu kuat. Andra tak mengkhawatirkan hal ini, karena memang inilah yang dirinya inginkan.


" M-mashh su-dah, ma-sukkan sa-jah ". Pasrah Nadira pada akhirnya dengan suaranya yang sudah tersengal.


Andra begitu sangat senang dengan respon istrinya ini. Tentu dengan senang hati dirinya akan melakukannya. Apalagi sudah semenjak tadi senjata miliknya ini sudah menegang dengan begitu kerasnya, dan sudah saatnya lah senjata miliknya ini bermain - main di rumahnya.


Waktu ini sudah sangat pas, apalagi bagian sensitif milik istrinya Nadira sudah terasa begitu sangat basah, yang menandakan jika bagian itu sudah siap dimasuki senjata miliknya.


Andra kembali memandang wajah istrinya Nadira yang sudah sangat berkeringat. Kasihan juga jika diperhatikan, pasti tubuh istrinya sudah panas dingin tak karuan.


Cup... cup... cup...


" Sayang, aku akan melakukannya sekarang ". Lirih Andra, dan Nadira istrinya mengangguk sebagai jawaban jika dirinya sudah siap dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya Andra.


Hingga pada saatnya, Andra pun mulai memposisikan tubuhnya dengan benar. Andra ingin memasukkan senjatanya yang sudah berdiri tegak dan mengeras itu dengan baik, hingga pada akhirnya Andra pun mulai memasukkannya.


" Akh... sakithh... ".


Deg....


Andra terdiam. Andra cukup tertegun dengan apa yang dirasakannya.


" Kenapa ini?, kenapa terasa sempit seperti ini?, kenapa sempit? ". Batin Andra.


Untuk sejenak Andra menghentikan aksinya untuk terus memasukkan senjatanya. Padahal senjata miliknya barulah sedikit bagian ujungnya saja yang dimasukkan, namun mengapa senjatanya ini malah kesulitan untuk masuk.


Namun apalah dengan semua keanehan ini, yang dirinya inginkan adalah dirinya bisa melakukan penyatuan secara sempurna dengan istrinya Nadira.


Dan hingga pada akhirnya, Andra kembali ingin melanjutkan untuk memasukkan senjata yang begitu perkasa ini.

__ADS_1


" Akh... aduhhh... sakithh... ". Seru Nadira yang kesakitan.


" Sayang ". Dengan perlahan Andra terus memasukkan miliknya itu pada milik istrinya Nadira.


" Sakit maaash... ". Rintihnya bahkan Nadira sudah mencengkram begitu kuat punggung lebar suaminya.


Ini sungguh menyakitkan, benar - benar sangat menyakitkan. Selama ini Nadira tak pernah membayangkan jika akan seperti ini rasa sakitnya saat memulai melakukan penyatuan untuk pertama kalinya. Hingga tanpa terasa, Nadira mulai menjatuhkan air matanya.


Sementara dalam aksinya, Andra sendiri masih dilanda dengan tanda tanya besar dari apa yang dirasakannya.


" Apa ini?, kenapa terasa begitu sangat sempit seperti ini?, bukankah Dira janda? ". Batin Andra.


Namun Andra tetap berusaha memasukkan miliknya yang besar itu, hingga secara perlahan namun pasti, miliknya yang begitu keras itupun telah benar - benar masuk dengan sempurna.


Tubuh Nadira terasa menjadi lemas dibuatnya. Kedua tangannya yang sempat mencengkram punggung lebar suaminya Andra dalam seketika menjadi terlepas.


Bagaimana tidak, setelah bagian sensitifnya menjadi tersayat atau mungkin sudah robek akibat dari masuknya senjata milik suaminya yang tidak tanggung - tanggung ini sehingga menerobos begitu dalam, membuat Nadira sudah tak mampu menggengam apapun lagi.


Tak ada yang bisa Nadira lakukan selain hanya menangis. Ternyata seperti ini rasanya malam pertama, merasakan sakit yang teramat sangat sakit. Iya benar, malam pertama adalah malam yang memberikan rasa sakit.


Sebenarnya Andra begitu sangat tak tega melihat istrinya yang menangis dan terlihat kesakitan seperti ini. Namun has*rat dalam dirinya yang begitu ingin menikmati tubuh istrinya, juga tak bisa dirinya bendung.


Hingga pada akhirnya, Andra pun kembali menyambar bibir istrinya itu dengan ciuman hangatnya. Setidaknya dengan ciuman ini akan dapat mengurangi rasa sakit yang dialami oleh istrinya.


Dan dalam penyatuan ini, Andra benar - benar melakukannya dengan penuh gai*rah. Sudah begitu lama menduda membuatnya begitu sangat haus akan kenikmatan ini. Kenikmatan di mana tubuhnya terasa dibuat melayang.


Dan dalam penyatuan nya dengan istrinya ini, ada satu hal yang menjadi tanda tanya besar dalam benaknya. Istrinya adalah seorang janda beranak satu, namun mengapa rasanya bagaikan seorang gadis perawan yang masih belum dibuka segelnya, bahkan Andra merasa dirinya lah yang membuka segel ini untuk pertama kalinya.


Sebenarnya ini bagaimana, istrinya Nadira sebenarnya seorang janda beranak satu atau seorang gadis perawan. Namun ya sudahlah, itu tidak terlalu penting, yang terpenting adalah dirinya bisa menikmati malam pertama dengan istrinya Nadira dengan nikmat hingga mencapai pada titik kepuasan yang diinginkannya.


Andra terus melakukan aksinya, ia memacu senjatanya itu dengan begitu perlahan namun sangat menekan. Iya, memang harus dipacu secara perlahan karena sepertinya istrinya Nadira masih sangat tak mampu untuk mengimbanginya.


Namun entahlah, bisakah Andra tetap melakukannya dengan perlahan sementara hasratnya sudah begitu sangat menggebu - gebu. Dan ternyata benar, hanya diawal - awal saja Andra memacu miliknya dengan perlahan karena hingga pada akhirnya, ia memacu miliknya karena api gairahh yang sudah tak mampu dirinya kendalikan lagi.


Andra benar - benar menikmati malam pertamanya ini. Iya benar malam pertama, karena selain penyatuan ini adalah untuk yang pertama kalinya dengan istrinya Nadira, namun istrinya ini benar - benar berasa seperti seorang gadis perawan yang telah berhasil dirinya pecahkan keperawanannya. Sepertinya malam ini, akan menjadi malam yang panjang bagi sepasang suami istri yang tengah hanyut dalam kenikmatan surgawi.


Bersambung.........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2