Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Rasa Bersalah Daniel


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Desiran angin yang terasa begitu lembut, telah membawa suasana sejuk yang begitu menentramkan hati.


Sang mentari yang telah cukup lama menyapa di hamparan bumi, kini sudah nampak mulai menuju ke tempat peraduannya.


Angin memang bergerak begitu lembut, dan pancaran sang mentari pun memang sudah mulai memberikan kehangatan, sehingga, di sore hari ini suasana alam memang benar terasa sejuk sehingga mampu menentramkan hati setiap insan manapun.


Namun yang sangat menyedihkan nya adalah, meski alam seolah memberikan tempat untuk ketentraman hati, nyatanya apa yang diberikan oleh alam ini, masih tak mampu untuk menentramkan hati seorang gadis yang saat ini tengah dilanda luka.


Kini, di sore hari yang sudah terasa begitu sejuk ini, Nadira sedang duduk di sebuah kursi kayu panjang yang bercat putih.


Hatinya masih teramat begitu sedih lantaran mendapatkan sebuah torehan luka yang terasa menyayat begitu dalam hingga ke lubuk hatinya.


Andra, sosok pria yang hadir dalam hidupnya, yang telah berhasil membuatnya jatuh cinta, kini sudah dua kali menorehkan luka yang begitu terasa perih.


Andra sangat pernah mengatakan jika dirinya begitu sangat mencintainya. Cinta?... bukankah ketika kita mencintai seseorang maka kita tidak akan sanggup jika sampai melukai orang yang dicintainya itu, bahkan hati kita akan terasa lebih sakit ketika melihat orang yang kita cintai sampai terluka.


Namun kenyataan malah mengatakan sebaliknya. Andra yang sudah pernah mengatakan jika dirinya mencintainya dengan begitu tulus, telah membuat hatinya terluka. Andra telah melukai hati orang dicintainya.


Kini, di taman ini, Nadira sudah cukup lama menangis, hingga kedua bola mata indahnya itu sudah tak mampu mengeluarkan air mata lagi.


Kini dirinya hanya bisa duduk termenung. Ia duduk dengan menatap pada anak - anak kecil yang sedang bermain di taman ini juga.


Sementara di tempat ini juga, nampak seorang pria yang tengah berlari - lari kecil di antara jalanan kecil yang ada di taman ini.


Pria itu begitu sangat menikmati olahraga sorenya. Mungkin karena hari ini adalah hari di mana dirinya sedang libur bertugas membuatnya ingin menggunakan waktu ini untuk berolahraga


" Lagu ini enak juga di dengar ". Seru Daniel di sela - sela aktivitas berolahraga nya.


Ya, Daniel memang sengaja berolahraga sambil lalu menggunakan headset di telinganya. Ia ingin berolahraga dengan mendengarkan musik, dan ternyata apa yang dilakukannya ini membawa kenyamanan untuknya.


Pria yang masih berstatus lajang ini masih terus menikmati kegiatan berolahraga nya, hingga di mana pada suatu titik, pria yang berprofesi sebagai seorang dokter itu menghentikan langkah larinya.


Pandangan Daniel melihat sosok yang menurutnya sudah ia kenali.


" Itu... bukannya Dira?... iya, itu Dira pacarnya Andra ".


" Kenapa dia sendirian di sini?... kemana Andra ". Gumam Daniel.


Merasa begitu sangat penasaran, Daniel pun akhirnya memutuskan untuk mendekati Nadira. Nampaknya akan terasa begitu seru jika dirinya bisa mengobrol dengan sosok wanita yang sudah berhasil menaklukkan hati seorang Andra.


Sudah dipastikan jika Nadira ini bukan wanita biasa, karena jika tidak, tidak mungkin seorang Andra sampai mau menjalin kasih dengannya.

__ADS_1


" Ehem... kamu sedang apa di sini? ". Seru Daniel ramah pada Nadira yang sedang duduk, lalu Daniel pun juga ikut duduk di kursi yang sama dengan Nadira namun jaraknya terbilang tidak dekat.


Mendapatkan sapaan dari Daniel, hanya membuat Nadira menoleh dan tak lama kemudian pandangannya pun kembali terarah pada aktivitas anak - anak yang kecil yang masih sibuk bermain.


Namun Daniel merasa cukup tersentak, pasalnya setelah dirinya melihat area di sekitar kedua bola mata Nadira menjadi bengkak, dan bisa Daniel pastikan jika Nadira telah usai menangis, bahkan mungkin Nadira menangis cukup lama sehingga menyebabkan nya terlihat seperti itu.


" Dira... kenapa kamu sendiri di sini?, memangnya kemana Andra? ". Seru Daniel yang mencoba membuka pembicaraan.


Namun Nadira hanya menjawab pertanyaan Daniel dengan gelengan kepala, dan hal itu tentu membuat Daniel menjadi bingung. Apa maksud gelengan nya itu. Jika Nadira menggeleng karena tidak tahu, rasanya itu sangat tidak mungkin, karena Andra dan juga Nadira adalah sepasang kekasih yang begitu sangat dekat.


" Menggeleng maksudnya?... ". Seru Daniel lagi, entah mengapa kali ini Daniel begitu sangat penasaran dengan urusan orang lain.


Nadira masih diam, namun sepertinya ia akan menyahuti pertanyaan dari Daniel. Iya benar, dan untuk menjawabnya, rasanya dirinya harus bertanya juga.


" Kenapa dokter berbohong? ". Sahut Nadira pada akhirnya setelah cukup lama dirinya diam.


Mendengar sahutan dari Nadira membuat sang dokter pria itu menjadi mengernyit bingung. Berbohong, berbohong bagaimana maksudnya.


" Berbohong?... berbohong bagaimana?... memangnya aku berbohong apa? ". Sahut Daniel.


Jujur Daniel merasa cukup tersinggung dengan sahutan Nadira, pasalnya dirinya merasa tak melakukan kebohongan apapun, apalagi kebohongan yang berhubungan dengan Nadira.


Dengan kondisi kedua bola matanya yang nampak begitu sembab, Nadira berusaha memberanikan diri untuk menatap wajah Daniel, sosok dokter yang menurutnya telah melakukan kebohongan.


" Kenapa dokter berbohong jika mbak Celine sakit kanker otak, padahal sebenarnya dia tidak sakit ".


Deg...


Seketika tubuh Daniel langsung menjadi membeku. Daniel begitu sangat terkejut. Ia sangat terkejut lantaran Nadira menanyakan suatu hal yang sudah dirinya tutupi tentang Celine.


Dari mana Nadira bisa mengetahui jika dirinya telah membuat pernyataan palsu tentang penyakit Celine, bukankah kebohongan ini hanya dirinya dan Celine yang mengetahuinya.


" Dokter tidak menjawab pertanyaan saya, itu artinya dokter memang benar berbohong... kenapa dokter berbohong kalau mbak Celine sakit?... jawab dok! ". Sahut Nadira.


" Di-Dira... i-ini... ". Daniel pun menjadi kebingungan harus menjawab apa.


" Ini apa dok, ini adalah benar kebohongan?... benar seperti itu dokter?... kenapa dokter sampai bisa berbohong seperti ini?... ".


" Dokter sudah membohongi saya dan juga mas Andra, bahkan dari kebohongan yang dokter dan mbak Celine lakukan, telah membuat hubungan saya dengan mas Andra menjadi bermasalah ". Tutur Nadira dengan panjang lebar.


Lagi... kali ini dokter Daniel dibuat lebih kebingungan dari sebelumnya. Hubungan Andra dengan Nadira menjadi bermasalah, dan itu akibat dari kebohongannya dengan Celine, tapi bagaimana bisa, bukankah jika kebohongan Celine terbongkar maka yang terancam dalam masalah di sini adalah dirinya dengan Celine, lantas mengapa harus hubungan Andra dengan Nadira yang bermasalah. Daniel sungguh bingung dengan maksud ini.


" Dira, sebelumnya aku minta maaf, aku bisa menjelaskan semuanya, tapi jujur, aku tidak mengerti maksudmu yang ini ". Sahut Daniel.


" Aku tahu aku memang salah, tapi percayalah, tidak ada sedikitpun niatku untuk mendapatkan keuntungan dari kebohongan ini ".

__ADS_1


" Aku membuat pernyataan palsu tentang penyakit Celine adalah karena hanya untuk membantunya beberapa bulan saja, memang, apa yang aku lakukan ini sangat tidak masuk akal ".


" Celine ingin jika dirinya dinyatakan sakit adalah karena dia ingin agar Andra tidak terlalu sibuk bekerja. Celine ingin agar dengan penyakitnya itu membuat Andra bisa merawatnya, karena hanya dengan seperti itu Andra tidak akan terlalu sibuk bekerja ". Sahut Daniel dengan segala penjelasannya.


Nadira menjadi menggeleng tak percaya setelah mendengarkan jawaban dari dokter Daniel. Jadi, hanya karena alasan yang tidak masuk akal itu, membuat seorang dokter Daniel sampai rela berbohong.


Bagaimana bisa ia berbohong seperti itu. Seorang dokter yang harusnya dapat menjaga amanah dengan baik, malah melakukan hal yang sudah mencederai amanah itu sendiri.


" Dan hebatnya dokter mau melakukan itu?, apa dokter tahu jika dia ingin memiliki penyakit seperti itu bukan untuk membuat mas Andra menjadi tidak sibuk bekerja, tapi karena dia ingin memisahkan saya dengan mas Andra ".


Deg...


" Dia memanfaatkan penyakitnya yang hanya pura - pura itu agar bisa mendapatkan perhatian lebih dari mas Andra dan juga menciptakan kesalahpahaman diantara hubungan kami berdua ". Sungguh Nadira sudah teramat begitu marah dengan semua kekonyolan ini.


Daniel langsung terdiam, perasaan penuh rasa bersalah telah mencuat memenuhi relung hatinya.


Daniel tak pernah menyangka jika kebohongannya ini malah membuat kesalahpahaman yang begitu besar hingga seperti ini, bahkan sampai merusak hubungan sepasang kekasih.


Dan untuk Celine, sungguh dirinya tak menyangka jika Celine telah membohonginya sampai seperti ini. Jadi alasan Celine yang ingin divonis sakit agar Andra lebih fokus merawatnya sehingga Andra tak terlalu sibuk bekerja.


Tapi ternyata, semua alasan itu adalah bohong. Daniel merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa dirinya percaya begitu saja pada Celine.


" Ini sudah sore dokter, terima kasih atas semua kebaikan dokter, terima kasih karena dokter pernah memberikan perawatan yang terbaik disaat saya pernah terluka, dan terima kasih juga karena dari kebohongan dokter itu, sudah membuat saya sadar, bagaimana akan nasib hubungan saya dengan mas Andra, kalau begitu saya permisi ". Putus Nadira pada akhirnya.


Seusai mengucapkan kalimat yang begitu menohok itu, Nadira pun langsung beranjak dari posisinya sebelum akhirnya ia melangkah pergi dari sana dengan meninggalkan dokter Daniel seorang diri.


Daniel mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tidak tahu harus berbuat bagaimana, masalah yang sudah terjadi ini benar - benar terbilang fatal, namun dirinya merasa bingung tak tahu harus berbuat bagaimana.


Berbagai kemungkinan yang tidak baik yang akan terjadi terus dirinya pikirkan. Daniel merasa bingung memikirkan tentang langkah apa yang harus diambil untuk menangani masalah ini.


" Ya Tuhan, kenapa malah jadi seperti ini, jika aku mengaku pada Andra, pasti aku akan di pecat, dan Celine... pasti akan mendapat hukuman, ya Tuhan, bagaimana ini ". Batin Daniel.


Ternyata masalah ini benar - benar membuat hati dan pikiran Daniel menjadi kalang kabut. Keputusan yang diambilnya akan mempengaruhi masa depannya.


Jika dirinya mengakui semua kebohongannya pada Andra, sudah pasti dirinya akan diberhentikan secara tidak terhormat dari rumah sakitnya. Dan jika sudah seperti itu, akan sangat sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang dokter lagi.


Padahal menjadi seorang dokter adalah cita - citanya semenjak dari kecil, dan Daniel tidak ingin jika apa yang sudah menjadi perjuangannya selama ini akan sirna begitu saja.


Sungguh Daniel benar - benar bingung dengan keadaan ini. Jika mengakui semuanya pada Andra, sudah pasti dirinya akan kehilangan profesinya, namun jika tidak mengakui semuanya, itu malah akan menjadi beban moral baginya yang selamanya akan terus menjadi batu sandungan rasa bersalahnya.


Bersambung..........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2