Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Sebulan Lagi


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Dua mobil mewah nampak beriringan memasuki halaman rumah yang begitu luas dengan segala keindahan tanaman di dalamnya. Seusai bertolak dari rumah sakit mewah miliknya, akhirnya sang tuan beserta rombongannya telah sampai di pelataran rumah mewahnya.


Para bodyguard kepercayaannya telah siap siaga menyambut kedatangannya. Bak seorang raja yang datang dengan didampingi sang permaisuri, Andra dan juga Nadira telah keluar dari dalam mobil.


" Selamat datang tuan, nona ". Sapa semua dari para bodyguard itu.


" Selamat datang, terima kasih ". Sahut Nadira dengan sedikit malu - malu.


Hanya Nadira yang menjawabnya, jika Andra jangan ditanya lagi, dirinya memang terkesan acuh kala para bodyguard nya itu menyambut kedatangannya.


" Selamat datang tuan Firly, nona Putri ". Lanjut para bodyguard itu lagi.


" Selamat datang ". Sahut Firly dan juga Putri dengan ramah.


Disaat para bodyguard tuan Andra nya ini datang menyambutnya, membuat Putri merasa bingung dan bertanya - tanya. Dari manakah para bodyguard ini tahu dengan namanya, bukankah dirinya tidak pernah memperkenalkan dirinya pada mereka, dan terakhir kali dirinya datang ke tempat ini adalah disaat pesta ulang tahun Aida.


Andra melihat pada Nadira, lalu ia pun meraih tangan kiri kekasihnya itu.


" Ayo sayang, kita masuk ". Seru Andra.


" Tunggu mas, itu kopernya mas Andra sekalian aku bawa ". Tahan Nadira.


" Untuk apa sih sayang, sudah itu bukan pekerjaanmu, sudah ada pak Rahman dan orang - orang kepercayaanku yang akan membawanya, ayo kita masuk sekarang ". Sahut Andra dengan tanpa bantahan.


Dan akhirnya sepasang kekasih itupun masuk ke kediaman rumah mewah itu, tak terkecuali Firly dan juga Putri sepasang kekasih dan juga sahabat setia dari pasangan Andra dan juga Nadira.


Andra bersama dengan Nadira telah melangkah hingga hampir menuju ke ruang tamu, namun hingga sampai di ruangan ini masih belum ada tanda - tanda jika putrinya Aida sedang menyambut kedatangannya.


" Daddy... ". Pekik si kecil Aida tiba - tiba dengan mencoba turun dari anak tangga.


" Hati - hati sayang ". Sahut Andra karena putrinya melangkah turun dengan agak cepat.


" Daddy... ". Seru Aida dengan begitu senangnya lalu gadis kecil itupun menghampiri daddy nya dan memeluk sepasang kaki jenjang dan kokoh milik daddy nya itu.


" Oh putriku, kamu terlihat buru - buru sekali, apa putri daddy ini sudah dari tadi menunggunya? ". Sahut Andra lalu pria berusia matang itupun meraih tubuh mungil putri kecilnya itu untuk ia gendong.


" Aida, kenapa kamu terlambat menyambut kedatangan daddy mu?, biasanya kamu yang selalu paling heboh jika dalam urusan menyambut? ". Seru Firly.


" Iya itu uncle, sebenalnya Aida itu sudah dali tadi nunggu daddy, tapi daddy lama sekali datangnya, kan Aida jadi bosan, jadinya masuk ke kamal lagi deh Aida nya ". Sahut Aida dengan segala aduannya.


" Hahahaha... ya iyalah kamu lama menunggunya Aida, kan daddy mu sedang asyik bermesraan dengan bunda mu di rumah sakit hahahaha... ". Sahut Firly dengan tanpa merasa malu.

__ADS_1


" Fiiir... ". Geram Andra.


" Mas Firly apa yang mas katakan, tidak boleh bicara seperti itu pada anak kecil ". Timpal Putri.


" Hihihihi... habisnya mau bagaimana baby, itu kan fakta hihihihi... ". Firly ternyata masih saja cekikikan dengan tanpa mengurangi rasa malunya.


Nadira tertunduk dengan perasaan malu. Ia merasa malu dengan situasi ini. Akibat dari ulah Andra saat di rumah sakit tadi, putrinya Aida sampai menunggu lama. Dan parahnya lagi apa yang dilakukan oleh Andra pada dirinya malah menjadi bahan lelucon seperti sekarang ini.


" Daddy, mesla - mesla itu apa?, daddy sama bunda mesla - mesla? ". Ternyata Aida malah menjadi penasaran dengan kata bermesraan.


" Ee... anu sayang, mesra itu... ". Andra tak tahu harus menjawab bagaimana.


Bukan Aida namanya jika tak suka penasaran. Setelah mengetahui kata bermesraan dari Firly, sudah pasti putri kecilnya ini akan terus bertanya tentang sesuatu hal yang menurutnya masihlah baru.


" Daddy, daddy kok tidak jawab peltanyaan Aida sih, mesla - mesla itu apa daddy? ". Tanya Aida lagi.


" Sayang, Aida sayang kan dengan daddy, daddy baru datang sayang, daddy harus istirahat, daddy mau rebahan dulu ya ". Ternyata Andra berusaha mengalihkan perhatian putrinya.


" Iya - iya, ayo daddy lebahan dulu ". Sahut Aida pada akhirnya.


Untuk sejenak Andra merasa lega, ternyata dalam hal ini tidak terlalu sulit untuk mengalihkan perhatian putri kecilnya. Begitupun dengan Nadira, Nadira merasa sedikit lega karena Aida menjadi tak bertanya lagi.


" Ini semua gara - gara kamu mas, coba saja kamu tidak bicara seperti itu, pasti Aida tidak akan penasaran ". Bisik Putri yang merasa kesal dengan tingkah Firly.


" Hihihihi... tidak apa - apa lah baby, sekali - kali si tuan Andra manusia kulkas itu memang harus dapat pemanasan ". Firly semakin jadi saja dengan ledekan nya.


" Dira, duduklah di sini sayang, jangan berdiri di situ ". Seru Andra karena kekasihnya Nadira masih setia berdiri.


" Iya bunda, bunda duduk saja di sini dengan Aida, di sini - di sini ". Timpal Aida dengan menepuk - nepuk sofa miliknya.


" Baiklah sayang, bunda akan duduk ". Sahut Nadira dengan tersenyum.


Nadira duduk berdampingan dengan putri kecilnya. Sedangkan Putri dan juga Firly duduk di masing - masing sofa single yang ada di sana.


Dan tak lama dari itu, salah satu pelayan Andra datang dengan membawa sebuah nampan lengkap dengan minuman dan juga makanan ringannya.


" Tuan, nona, silakan di minum dan di makan hidangannya ". Seru suster Ria setelah meletakkan beberapa gelas minuman segar serta cemilan di atas meja.


" Terima kasih mbak ". Sahut Putri dan juga Nadira namun tidak dengan yang lainnya.


Seusai meletakkan semua hidangan itu, Ria pun sudah akan meninggalkan ruangan ini, namun disaat belum melakukannya ada hal penting yang masih ingin Ria pastikan.


" Tuan Andra, tuan Andra sudah sembuh, syukurlah kalau tuan sudah sembuh, saya jadi turut senang ". Seru Ria dengan tersenyum pada Andra.


" Iya, terima kasih ". Sahut Andra singkat dengan tanpa menoleh.

__ADS_1


" Kalau begitu saya permisi tuan, nona ". Pamit Ria pada akhirnya.


Ria pun akhirnya melangkah pergi dari ruangan itu sebelum akhirnya menuju ke dapur.


Perlakuan dari sikap suster Ria tentu tak lepas dari perhatian Firly. Entah mengapa Firly merasa ada yang berbeda dari asisten rumah tangga Andra yang satu ini.


Mungkikah dirinya salah menilai, tapi sepertinya tidak, sepertinya Ria memiliki rasa yang berbeda pada Andra, dan itulah yang Firly rasakan.


" Daddy ". Seru Aida.


" Iya sayang ". Sahut Andra.


" Kapan daddy dan bunda akan menikah?, Aida sudah tidak sabal ingin lihat bunda tidul di lumah ini juga daddy ". Tutur Aida dengan segala ungkapan nya.


Sontak saja apa yang Aida tanyakan membuat Nadira sangat terkejut. Mengapa Aida sudah membahas hal ini.


" Wah Aida, rupanya kamu sudah tidak sabar ingin melihat daddy mu menikah ya, hebat sekali kamu ". Ujar Firly.


" Iya dong uncle, Aida mau bunda tinggal di sini, jadi Aida bisa beltemu dengan bunda setiap hali ". Sahut Aida.


" Telus bagaimana daddy, kapan bunda dan daddy akan segela menikah? ".


" Sebulan lagi sayang ".


Deg...


" Apa?, sebulan lagi? ". Pekik Firly dan juga Putri.


" Yeay yeay yeay, daddy dan bunda akan menikah, senangnya aku ". Aida begitu sangat kegirangan dengan kabar ini, lalu gadis kecil itupun memeluk bunda nya.


" Andra, kamu serius akan menikah sebulan lagi, kenapa mendadak sekali? ". Tanya Firly.


Firly begitu tak habis pikir dengan keputusan Andra yang menurutnya terkesan mendadak.


" Iya serius, dan itu sama sekali tidak mendadak ". Sahut Andra.


Nadira tak tahu harus bersikap bagaimana. Semua benar - benar terasa begitu singkat. Ingin sekali rasanya dirinya mempertanyakan waktu pernikahan ini, namun jika itu sampai dilakukan, bukan tidak mungkin jika putri kecilnya Aida akan sangat kecewa karena beranggapan jika dirinya tak menginginkan pernikahan ini.


Entahlah, Nadira sendiri tak tahu harus berbuat bagaimana. Mungkin memang sudah saatnya lah dirinya memang harus menikah dengan Andra.


" Kamu selalu saja begini mas, selalu memutus secara sepihak ". Batin Nadira.


Bersambung.....


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


❀❀❀❀❀


__ADS_2