Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Memilih Gaun Ulang Tahun


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Sang mentari masih baru muncul dari tempat peraduannya, sehingga sinar merahnya begitu sangat terasa nyata terlihat di sebagian langit pagi.


Pagi ini hal yang tak terduga telah terjadi. Sungguh di luar dugaan, apalagi waktu masih terasa begitu sangat pagi, namun sudah kedatangan tamu saja.


Sekarang dua pria yang hampir memiliki usia yang sama ini sudah duduk bersama dengan saling berhadapan. Keadaan keduanya begitu sangat serius sampai - sampai membuat keadaan di ruangan pun menjadi terasa lebih dingin.


" Ada apa tuan Andra pagi - pagi sekali seperti ini sudah datang ke resto?, itu menunya sudah ada di meja silakan tuan memilih menu mana yang akan tuan pesan ". Dengan begitu sopannya Daniel melayani Andra.


" Dasar aneh, apa maksudmu bersikap seperti ini Daniel?, apa?, tuan?, semenjak kapan aku jadi tuan mu? ".


Jujur sebenarnya Daniel masih merasa sangat malu jika harus bertemu dengan Andra, apalagi memanggilnya dengan panggilan tuan, seperti dua orang asing yang tak saling mengenal saja.


Merasa canggung sudah pasti, tapi karena dirinya sedang bekerja di resto dan memang sudah tanggung jawabnya untuk melayani setiap tamu yang hadir, mau tak mau dirinya memang harus kuat menahan rasa malu.


" Tuan, apakah tuan tidak jadi memesan sesuatu?, jika tidak ada akan saya buatkan kopi hangat saja ". Ujar Daniel.


" Apa tidak ada hal lain yang bisa kamu bicarakan denganku selain hanya membicarakan soal menu? ". Ketus Andra.


" Iya tidak ada tuan, kan saya di sini bekerja, sudah pasti yang akan saya bahas dan saya urus adalah tentang menu makanan dan minuman ". Sahut Daniel.


" Apa kamu yakin?, hanya itu?, lalu bagaimana dengan gelar dokter yang kamu miliki apa kamu tidak ingin memanfaatkan gelar itu lagi? ".


Sunyi...


Tak ada sahutan dari Daniel, jika mengingat soal gelarnya tentang seorang dokter yang telah kandas, jujur saja membuat hatinya merasa begitu sangat sedih, akan tetapi harus bagaimana lagi, gelarnya itu bisa kandas adalah karena ulahnya sendiri.


" Sudahlah Daniel, kamu kembalilah bekerja sebagai dokter di rumah sakit ku ". Seru Andra pada akhirnya.


Daniel yang mendengarnya pun sangat tertegun, benarkah ini, apakah dirinya tak salah mendengar.


" Tapi tuan sepertinya itu tidak mungkin ".

__ADS_1


" Kamu ini bicara apa?, kan sudah aku katakan jangan memanggilku dengan panggilan tuan, panggil aku seperti biasanya saja lah ".


" Sudahlah, aku tidak punya banyak waktu untuk terus mengurus mu di sini, aku harus ke kantor sekarang ". Dan Andra benar beranjak dari duduknya.


" Andra tunggu dulu, apa yang kamu katakan ini benar?, kamu tidak sedang bercanda kan Dra? ".


" Bercanda apanya?, semenjak kapan aku suka bercanda dengan ucapanku? ".


" Sudahlah, aku harus pergi sekarang, mulai besok kamu kembalilah bekerja di rumah sakit ".


Tanpa ada basa basi lagi Andra pun benar keluar dari area tempat duduknya itu sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya untuk keluar.


Sungguh ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi Daniel, dirinya tak tahu harus bagaimana menahan rasa bahagianya ini. Ingin sekali rasanya saat ini dirinya berteriak kegirangan karena kabar yang menggembirakan ini.


" Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa lagi bekerja di rumah sakit, aku janji setelah ini aku tidak akan lagi melakukan kesalahan yang sama, iya, tidak boleh lagi melakukan kesalahan yang sama ". Serunya dengan penuh rasa syukur.


Daniel tak sempat mengucapkan rasa terima kasih pada Andra karena Andra langsung main pergi dari restoran ini.


Hari ini adalah hari terakhir dirinya bekerja di restoran ini, dan dirinya harus memberikan kinerja terbaiknya agar tak memberikan akhir yang buruk.


*****


Dengan ditemani oleh sang desainer ternama kepercayaan Andra, Nadira dan juga putri kecilnya Aida sedang mencari desain gaun yang cocok untuk pesta ulang tahun si kecil Aida yang masih akan diselenggarakan sekitar dua bulanan lagi.


Ibu dan juga putri kecilnya itu masih sibuk mencari desain gaun dari setiap lembar gambar yang dilihatnya. Semuanya memang terlihat begitu sangat menarik, namun hingga sejauh ini masih belum ada desain gaun yang benar-benar cocok dan layak untuk dipilih.


" Bunda bagaimana sama gambal yang ini, sepeltinya gambal gaunnya sangat bagus, Aida suka bunda ". Seru si kecil Aida dengan menunjuk desain gaun yang dipilihnya.


Nadira memperhatikan desain gaun yang dipilih oleh putrinya, desain gaunnya memang terlihat sangat menarik, namun sayangnya di bagian belakangnya terlihat begitu sangat terbuka, dan bisa dipastikan siapapun yang memakai gaun ini bagian punggungnya akan terlihat, dan Nadira kurang menyukai hal ini.


Ya, pada saat pesta ulang tahun putri kecilnya, Nadira dan juga putri kecilnya ini akan mengenakan gaun yang sama, sesuai dengan permintaan putri kecilnya yang begitu sangat ingin jika mengenakan pakaian yang sama disaat ulang tahunnya.


" Ya bunda, kita pilih model yang ini ya, Aida suka ". Dengan penuh harapan semoga bundanya menyetujui mau mengiyakan pilihannya.


" Sayang, yang ini memang bagus, tapi sayangnya bagian punggungnya terlalu sangat terbuka, kalau bunda pakai model gaun seperti ini bunda merasa kurang enak sayang ". Sahut Nadira.

__ADS_1


" Nona, jika nona memang kurang begitu suka jika di bagian gaun itu ada yang sangat terbuka, kami tetap bisa mendesainnya menjadi lebih tertutup ". Seru sang desainer.


" Wah, iya boleh - boleh, aku mau - aku mau ". Bahkan Aida tak meminta persetujuan dari bundanya.


" Bagaimana nona, apakah nona bersedia? ". Seru sang desainer lagi.


" Iya sudah mbak, boleh ". Sahut Nadira pada akhirnya.


Nadira tak ingin melihat putri kecilnya kecewa, putri kecilnya ini sudah sangat ngotot ingin memilih desain gaun yang seperti itu.


" Ya sudah nona, jika memang nona Nadira dan juga nona muda Aida bersedia memilih model gaun ini, kami akan segera membuatnya dengan secepat mungkin ".


" Kami akan mendesain gaunnya seperti yang nona Nadira inginkan ". Tutur desain itu.


Ya, setelah cukup lama memilih model desain gaun yang akan dipilih, akhirnya model desain gaun yang dipilih itu adalah memiliki tipe gaun panjang dengan model lengan panjang yang transparan, karena di bagian belakang model gaun itu sangat terbuka, akhirnya Nadira memutuskan untuk dibuat tertutup saja.


" Huuuu... Aida senang sekali bunda kalna di pesta ulang tahun nanti ada bunda yang pakai gaun yang sama dengan Aida, Aida senang sekali ".


" Aida ingin setiap hali ulang tahun, bunda selalu pakai baju yang sama dengan Aida, kan bagus bunda kita bisa couple ".


Betapa sangat bahagia dan berbinar nya wajah si kecil Aida kala menceritakan keinginannya, namun dibalik bahagianya itu malah membuat perasaan Nadira menjadi begitu sangat sedih.


Satu hal lagi yang sudah Nadira ketahui, ternyata putri kecilnya memang sangat mendambakan momen yang seperti itu di setiap hari ulang tahunnya, namun sayangnya itu sama sekali masih belum terwujud dan akan terwujud di hari ulang tahunnya yang ke lima, sungguh ini sangat membuat hati Nadira menjadi tergores.


" Kalau begitu saya pamit dulu nona, saya dan orang-orang kepercayaan saya akan secepatnya menyelesaikan pembuatan gaunnya ". Seru sang desainer.


" Baiklah mbak silakan ". Sahut Nadira.


" Iya mbak silakan, buat yang bagus ya gaun pesanan kita hihihihi... ". Goda Aida.


" Iya nona muda tenang saja, pasti kami akan membuatnya dengan sebagus mungkin ". Sahut sang desainer.


Akhirnya pemilihan model gaun pun telah usai, dan langkah selanjutnya yaitu memesan kue ulang tahun yang terdapat anime kartun kesukaan putrinya.


Bersambung..........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀


__ADS_2