Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Maafkan Bunda Sayang


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Dalam perjalanan pulang untuk menuju ke rumahnya, terbesit dalam benaknya untuk mampir ke sebuah supermarket yang banyak menyediakan segala kebutuhan dalam sehari - hari.


Mengingat sang istri tercintanya yang saat ini sedang mengandung, membuat Andra akhirnya memutuskan untuk mampir ke supermarket ini untuk membeli kebutuhan sang istri dan juga makanan ringan untuk putri kecilnya Aida.


Supermarket ini bukanlah miliknya, namun milik rekan kerjanya. Andra mengitari di bagian di mana kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil banyak terpajang.


Setelah selesai membeli beberapa persediaan makanan ringan untuk putri kecilnya, daddy yang tak lama lagi akan memiliki dua orang anak itu mulai membeli beberapa paket susu serta vitamin untuk ibu hamil.


" Dua paket susu ini sudah banyak, vitaminnya juga sudah banyak ". Andra sudah merasa cukup untuk berbelanja.


Karena semuanya sudah lengkap, lebih baik dirinya segera ke kasir saja untuk melakukan pembayaran.


Andra mendorong troli nya secara perlahan, dengan sambil lalu melihat ke arah samping kanan dan kiri nya siapa tahu masih ada prodak yang ingin dirinya beli.


" Ya Tuhan, buah, iya, aku harus beli buah - buahan, kenapa aku lupa? ".


Dan seketika itu Andra pun langsung berputar balik untuk menuju ke bagian di mana berbagai macam buah dijual.


Karena waktu sudah semakin sore, cepat - cepat Andra melangkah ke sana. Andra mendorong troli nya dengan lebih cepat, karena terburu-buru seperti ini, ia tak memikirkan apalah jadinya jika dirinya mendorong troli nya secepat ini, bukan tak mungkin jika dirinya akan menabrak sesuatu atau seseorang yang ada di depannya.


Hingga pada saat di mana dirinya hampir mendekati tempat buah - buahan itu, Andra pun langsung berbelok melewati tempat sayuran dan...


Brukk...


" Aduuuh... ".


" Ya Tuhan Siska ".


Dan ternyata benar, Andra pun dengan tanpa sengaja telah menabrakkan troli nya ke troli orang lain. Andra telah menabrak dua sosok wanita yang ada di depannya.


" Aduuuh, kalau jalan hati - hati dong, jangan langsung belok begini, sakit tahu ba... ".


Sontak wanita itupun langsung menghentikan kalimatnya setelah melihat sosok Andra.


" Siska kamu tidak apa - apa kan?, apa tubuhmu sakit? ". Seru teman Siska yang tak lain adalah Lita.


Siska terdiam dengan masih menatap sosok Andra. Apakah dirinya tak salah melihat, benarkah pria yang sudah menabrakkan troli nya ini adalah Andra.


" Maafkan kami ya tuan Andra, kami tidak tahu jika tuan akan lewat ". Lita merasa tak enak hati pada Andra.


" Apa?, jadi ini memang benar kamu Andra? ". Siska masih tak percaya jika pria yang ada di depannya ini memanglah benar Andra.


" Ya Tuhan Andra, ini memang benar kamu? ". Siska masih tak menyangka jika pria yang ada di depannya ini memanglah benar Andra.

__ADS_1


" Siska, kamu ini bicara apa?, memangnya kamu mengenal tuan Andra?, kan kamu baru datang ke sini bagaimana bisa kamu mengenal tuan Andra?, sudahlah jangan cari gara - gara dengan tuan Andra ". Bisik Lita karena dirinya tak ingin jika temannya ini sampai berurusan dengan tuan Andra.


Ya, wanita yang sempat beradu troli dengan Andra adalah Siska saudara perempuan Nadira yang berasal kampung, karena sebuah urusan pekerjaan Siska pun berada di ibu kota, dan ini sungguh tak disangka karena ternyata Siska malah bertemu dengan Andra.


" Andra ini benar kamu kan?, kamu masih mengenaliku kan Andra? ". Dengan begitu percaya dirinya Siska pun mendekati Andra.


" Andra ini aku Siska saudaranya Nadira, apa kamu tidak ingin menyapa ku? ". Dan Siska berani menyentuh lengan Andra.


" Apa yang kamu lakukan?, lepaskan ". Sentak Andra dengan menarik lengannya dengan kasar.


" Andra kamu kenapa?, ini aku Siska saudaranya Nadira, apa kamu tidak mengenaliku? ".


" Aduuuh Siska sudahlah ayo kita pergi dari tempat ini jangan ganggu tuan Andra, kamu tidak mau kan sampai bermasalah dengan tuan Andra ". Seru Lita khawatir dengan mencoba menarik narik lengan Siska.


" Aduh Lit, kamu ini bicara apa, aku kenal Andra, bahkan dia pernah datang ke rumahku, sudahlah kamu jangan khawatir ".


Merasa begitu sangat tak percaya itulah yang ada dalam benak Lita. Mungkinkah temannya Siska memang benar mengenal tuan Andra, tapi mengapa sikap tuan Andra terlihat begitu dingin dan sangat tak suka.


" Andra, kamu kenapa?, kamu masih ingat aku kan Andra, ini aku Siska, tidak mungkin jika kamu lupa denganku ". Seru Siska lagi.


" Iya, tentu saja aku tidak lupa dengan mu, wanita busukk yang tak punya peri kemanusiaan, kamu dan orang tuamu yang hanya bisa menyakiti istriku Dira ". Sahut Andra dengan nada suaranya yang terdengar begitu menyimpan amarah.


" Apa?, jadi kamu benar menikah dengan Dira?, kamu menikah dengan janda yang sudah menjadi bekas orang lain? ". Heran Siska.


Andra tersenyum melihat bagaimana herannya Siska.


" Memangnya kenapa jika istriku janda?, tidak ada urusannya dengan mu, asal kamu tahu, istriku itu adalah wanita terbaik yang pernah aku temukan di dunia ini, dia adalah wanita yang punya cinta dan kasih sayang yang tulus ". Sahut Andra dengan begitu bangganya.


Siska yang mendengarnya merasa begitu sangat tersinggung, beraninya ada orang lain yang merendahkannya seperti ini.


" Kenapa wajahmu begitu?, marah padaku?, kamu tersinggung?, ya jelaslah kamu merasa tersinggung, karena apa yang aku katakan memang benar adanya, minggir aku mau lewat, kamu menghalangi jalan ku saja ".


" Eh - eh, kurang ajar dasar pria sombong ". Marah Siska.


" Aduh Siska sudahlah jangan berurusan dengan tuan Andra jika hidupmu tidak ingin bermasalah ". Tahan Lita.


" Kamu ini bagaimana sih Lit, jelas - jelas dia sengaja mendorong troli nya ke arah ku dan aku hampir terjatuh, heran aku sama kamu, kenapa kamu sebegitu takutnya dengan si Andra gila itu sih?, bukannya membelaku malah menahan ku ". Kesal Siska.


" Aduh Siska masih untung kamu hanya di dorong dengan troli nya, kalau hidup mu dan orang tua mu yang didorong sampai hancur bagaimana?, dia itu tuan Andra, salah satu orang terkaya dan sangat berkuasa di kota ini, jangan berurusan dengan dia jika kamu tidak ingin hidup mu hancur ". Peringat Lita panjang lebar agar temannya ini mengerti bagaimana berbahaya nya seorang Andra.


Mendengar penuturan dari sang teman, membuat Siska menjadi terdiam, mendadak dirinya menjadi takut. Benarkah Andra seberkuasa itu, jika memang benar, beruntung sekali Nadira yang mendapatkan seorang suami seperti Andra.


" Sudahlah ayo kita lanjutkan lagi belanjanya, jangan mengurusi tuan Andra ". Putus Lita agar sang teman yang telah datang jauh - jauh dari kampung ini tak memiliki masalah apapun di kota ini.


Sebenarnya masih ada hal yang mengganjal dalam benak Lita yang ingin dirinya tanyakan, mengapa temannya Siska bisa mengenal tuan Andra padahal temannya ini berasal dari kampung. Namun ya sudahlah, lebih baik dirinya tanyakan nanti saja di tempat yang lebih aman.


*****

__ADS_1


Rasa khawatir telah memenuhi relung hatinya, setelah mengetahui akan ketiadaan sang putri kecilnya seketika itu membuat dirinya tersadar jika sudah melakukan kesalahan dengan mengabaikan putrinya.


Nadira melangkah dengan tergesa-gesa untuk menemui putri kecilnya Aida, Nadira menyadari jika dirinya telah melakukan kesalahan dengan mengabaikan putrinya padahal putrinya sangatlah tak bisa jika harus jauh - jauh apalagi sampai tak mendapatkan perhatian dari dirinya.


Hingga pada akhirnya, Nadira pun melihat putrinya yang sedang duduk di sebuah kursi kayu panjang dengan memperhatikan kolam ikan nya.


" Sayang, Aida ". Serunya dengan nadanya yang memang terdengar begitu lembut.


Aida pun menoleh, namun sesaat setelah itu gadis kecil itupun kembali mengarahkan pandangannya pada kolam ikan nya.


" Sayang, anak bunda ". Dengan perlahan Nadira pun ikut duduk di samping putrinya.


Putrinya Aida sama sekali tak meresponnya, sikapnya berubah menjadi sangat dingin padanya.


" Sayang, Aida ". Dengan lembut Nadira pun mulai memeluk putrinya.


" Apa sih bunda, lepaskan ".


Deg...


Sungguh Nadira sangat terkejut dengan sikap putrinya yang menolaknya secara frontal.


" Sayang, Aida, maafkan bunda sayang, Aida marah ya karena tadi bunda sempat mengabaikan Aida, maafkan bunda sayang, Aida mau kan memaafkan bunda? ". Sungguh Nadira tak sanggup jika putri kecilnya sampai mengabaikannya seperti ini.


Aida masih tetap pada mode diamnya, kekecewaan yang dirasakannya masih sangat begitu membekas. Aida sangat kecewa karena bundanya lebih memperhatikan anaknya yang lain daripada dirinya.


" Jadi Aida masih belum memaafkan bunda?, kalau begitu bunda harus melakukan apa agar Aida bisa memaafkan bunda? ".


Namun sayang, putri kecilnya ini masih acuh padanya. Sepertinya kekesalan putrinya tidaklah main - main. Ini sulit jika harus diredamkan saat ini. Sepertinya saat ini bukanlah waktu yang pas untuk memperbaiki kesalahannya.


" Jadi Aida masih marah pada bunda nak?, maafkan bunda ya sayang, bunda tidak bermaksud untuk mengabaikan mu, kamu adalah anak bunda, begitupun dengan Alvin, kalian berdua sama - sama anak bunda sayang, bunda sangat menyayangi kalian berdua, kalian sangat berharga bagi bunda ".


" Baiklah, jadi Aida masih marah dengan bunda?, tidak apa - apa, bunda tidak akan memaksa Aida, bunda akan memberi waktu pada Aida agar bisa memaafkan bunda, maafkan bunda ya sayang ".


Cup... cup...


Dengan lembut dua kecupan halus itu Nadira sematkan di kening putrinya.


" Ya sudah, bunda tidak akan memaksa Aida untuk memaafkan bunda, bunda akan menunggu Aida agar bisa memaafkan bunda, maafkan bunda ya sayang ".


Dan seusai mengucapkan kalimat terakhirnya itu, Nadira pun mulai beranjak dari posisinya dan meninggalkan putrinya yang masih dalam keadaan kesal.


Deg...


Nadira tak ingin memaksakan perasaan putri kecilnya, lebih baik dirinya memberikan waktu sampai putrinya itu benar-benar mau memberikan maaf untuknya.


Bersambung..........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀


__ADS_2