Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Nadira Terluka


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Pagi hari yang terasa begitu sejuk telah menyambut dan memberikan semangat baru bagi mereka yang saat ini tengah bersiap untuk melakukan tugas pertama.


Malam hari yang cukup panjang yang telah mereka lalui telah memberikan energi bagi mereka semua sehingga di pagi ini, mereka sudah siap melakukan kegiatan pertama di kemah mereka.


Andra, pria berusia matang itu dengan perasaannya yang masih berbunga - bunga mendekati kekasihnya Nadira yang saat ini tengah bersiap - siap.


" Sayang ". Seru Andra dengan lembut.


" Mas, ada apa? ". Sahut Nadira, kali ini Nadira merasa ada yang berbeda dengan Andra.


" Aku ingin ikut juga mencari kayu bakar, kan lumayan aku bisa bantu kamu sayang ". Seru Andra yang mengungkapkan keinginannya.


" Mas, tidak boleh, aku tidak mau mas Andra ikut - ikutan juga, aku dan Putri bisa mencari kayu bakar sendiri, lagipula kan hanya mencari kayu bakar aku sudah terbiasa melakukannya saat aku di kampung mas ". Tolak Nadira dengan lembut.


" Lagipula aku ini kuliah mas, aku ingin menjadi mahasiswa yang baik saat sedang ada kegiatan, jadi mas Andra di sini saja, tidak lama kok mas, mungkin sekitar pukul sembilan aku dan Putri sudah datang kembali ". Imbuh Nadira lagi dengan segala pengertiannya.


" Humm... baiklah sayang, tapi kamu bawa handphone kan? ". Sahut Andra.


" Iya mas aku bawa, tapi di sini sinyal kurang begitu bagus ". Sahut Nadira.


" Iya memang kurang bagus, sinyal di sini memang sering bermasalah ". Sahut Andra.


Dengan penuh perasaan cintanya, Andra pun mengelus pucuk kepala Nadira dengan lembut, lalu tangannya itupun beralih dengan mengusap pipi kiri Nadira, dan...


Cup... Andra memberikan ciuman hangat di kening wanita yang dicintainya itu.


" Sudahlah mas, mas Andra suka cium terus, aku sama yang lainnya pergi dulu ya ". Putus Nadira pada akhirnya.


Dan Nadira si gadis cantik itu melangkah menjauhi Andra dan mengikuti teman - temannya yang lain, sebelum akhirnya ia dan juga Putri pergi menuju tempat yang sudah di beri petunjuk oleh anggota panitia kemah.


*****


Suara burung - burung terdengar berkicauan terasa begitu memanjakan indera pendengaran dua gadis cantik yang saat ini tengah berada di bawah banyaknya pepohonan yang menjulang tinggi.


Mereka nampak begitu asyik dalam mencari ranting - ranting kayu yang nanti malam akan dijadikan bahan bakar api unggun.


" Put... di sini hutannya bagus juga ya, rumput - rumput yang tumbuh di sini nampak begitu subur ". Seru Nadira dengan nada suaranya yang sedikit ditinggikan.


" Iya, hutan di sini memang cukup asri Dir, bahkan dulu waktu aku masih semester tiga aku penah menanam pohon di sini ". Sahut Putri dengan cukup lantang.


Wajar saja jika dua gadis cantik ini berbicara dengan nada suara yang cukup nyaring karena posisi mereka berdua yang berjarak sekitar sepuluh meter sehingga menyebabkan keduanya berkomunikasi dengan suara yang lantang.


Nadira terus mencari ranting kayu kecil di area itu, ia sudah tidak menyadari jika posisinya saat ini sudah berada cukup jauh dari Putri, keasyikan nya dalam mencari kayu bakar membuatnya terlupa jika di area ini adalah area hutan yang sama sekali tidak ia tahu sebelumnya.


Sementara Putri sendiri tak menyadari jika Nadira sudah berada di posisi yang cukup jauh darinya, entah Putri yang terlupa atau memang dirinya juga terlalu asyik mencari kayu bakar sehingga ia melupakan jika dirinya juga ikut berkemah karena salah satu alasan utamanya adalah untuk melindungi Nadira.


" Huuh... aku rasa ranting - ranting ini sudah cukup, Dira bagaimana, apa dia sudah dapat ba... ".


" Aaaaaa.... ".


Sontak saja teriakan Nadira itupun membuat Putri langsung tersentak kaget.

__ADS_1


Deg....


" Dira... Dir, apa yang terjadi?... Dira... ". Putri berteriak dengan memanggil - manggil Nadira.


Putri berlari dengan begitu kencang menuju ke posisi Nadira berada, hatinya saat ini benar - benar berada dalam rasa kekhawatiran, ia sangat khawatir jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada sahabatnya.


" Dira... ya Allah, Dira... ". Putri memekik dengan begitu kencangnya.


Putri begitu sangat terkejut karena ternyata sahabatnya Nadira telah terperosok ke sebuah lubang yang ada di hutan ini.


" Dira... ".


" Put... tolong aku... ". Seru Nadira dengan nada suaranya yang sedikit merintih.


Nadira terperosok ke sebuah lubang dengan kedalaman sekitar dua meter, ia tergelincir disaat tubuhnya melangkah mundur untuk memungut ranting kayu.


Nadira sama sekali tak tahu jika di dekatnya terdapat sebuah lubang, sehingga kecelakaan itupun tak bisa dirinya hindari lagi.


" Dira, kamu baik - baik saja kan, apa kamu bisa berdiri? ". Seru Putri.


" Akh... kakiku sakit... ssshh... sakit Put ". Sahut Nadira dengan segala rintihannya.


" Tapi kamu masih kuat berdiri kan Dir, kalau kamu berdiri aku akan menarik tanganmu dari atas ". Seru Putri lagi.


Putri tak tahu harus berbuat apa, jika dirinya ikut turun, ada kemungkinan jika dirinya tidak bisa naik kembali, dan jika sudah seperti itu bukannya bisa menolong Nadira malah membuat keadaan akan semakin terjebak.


" Dir, tahanlah, aku tahu kamu kesakitan, tapi kamu harus tetap berusaha berdiri, ulurkan tanganmu ke atas biar aku bisa menarik kamu ". Seru Putri lagi.


" Baiklah... ". Sahutnya.


*****


" Semuanya keluar dari tenda ". Teriak Andra tiba - tiba.


" Dra, apa yang kamu lakukan? ". Sahut Firly yang merasa heran, namun Andra tak menjawabnya.


Semua mahasiswa yang hampir semuanya masuk ke tenda mereka kini harus keluar kembali lantaran sang tuan memanggil.


Anggota panitia serta beberapa dosen yang ada di sana nampak merasa sudah khawatir, sebenarnya ada masalah apalagi ini mengapa tuan Andra nampak terlihat kurang bersahabat.


" Ketua panitia? ". Panggil Andra.


" Iya tuan ". Sahutnya dengan sedikit gugup, ia merasa takut jika dirinya sampai menjadi korban kemarahan dari sang tuan.


" Apa saja yang kamu kerjakan, apa kamu sudah memastikan jika semua peserta kemah telah berkumpul?, bahkan hingga detik ini pacarku Dira masih belum kembali ". Dan benar, Andra benar - benar sudah marah.


Dalam seketika itu suasana pun menjadi ramai, mereka semua saling bertanya - tanya dengan rasa khawatir.


Sedangkan anggota panitia dan beberapa dosen merasa sangat khawatir sekaligus merasa sangat malu, dengan tidak kembalinya Nadira dan juga Putri sudah menjadi bukti atas keteledoran mereka.


" Tunggu apa lagi, cepat cari pacarku ". Sentak Andra.


Semuanya langsung terkejut dengan sentakan suara Andra bahkan dari mereka ada yang sampai terjingkat, kali ini Andra benar - benar sangat emosi, ia sama sekali tak peduli jika yang saat ini dirinya sedang bersama mahasiswa baru.


Andra sangat marah, pikirannya tak bisa berpikir jernih, berusaha mencari sang kekasih hati itulah yang bisa dirinya lakukan.

__ADS_1


*****


Sang gadis dengan di temani oleh sahabat baiknya itu terus melangkah dengan tertatih tatih.


Akibat dirinya yang sempat terjatuh ke lubang, membuatnya harus mengalami luka di bagian kakinya.


Dengan dibantu oleh Putri, Nadira pun melangkah dengan sekuat tenaga dan berharap jika dirinya bisa segera sampai di tenda dan mendapatkan pertolongan.


Sungguh naas, kegiatan berkemah yang dirinya harapkan bisa memberikan pengalaman yang baik, malah membuatnya mengalami musibah.


" Tahan Dir, kamu pasti kuat ". Seru Putri di sela - sela langkahnya pada sang sahabat.


Putri tak bisa melangkah dengan cepat, ia harus menyeimbangkan langkahnya dengan langkah Nadira yang begitu tertatih - tatih.


" Diraaa.... Putriii... ".


Terdengar adanya suara - suara yang memanggil - manggil nama mereka berdua.


" Dir, sepertinya yang lain mulai mencari kita ". Seru Putri, namun Nadira tak menyahut.


Entah mengapa Nadira merasa lelah seolah tenaganya terkuras.


" Diraaa... Putriii... kalian di mana? ". Seru beberapa suara yang lain.


" Hey... kita di sini, tolong, Dira sedang terluka ". Seru Putri yang berteriak pada mereka.


Sontak beberapa mahasiswa yang bisa melihat posisi Nadira dan juga Putri pun langsung berlari ke arah mereka.


" Tolong, Dira sedang terluka, dia jatuh ke lubang tadi ". Adu Putri setelah beberapa mahasiswa itu telah berada di dekat mereka.


" Ayo - ayo, kita gotong Dira ". Seru mahasiswa itu.


Putri sudah merasa sangat bersyukur, akhirnya semua teman - temannya sudah menemukan keberadaan nya dan juga sang sahabat.


" Kalian berdua pegang lengan Dira, dan yang lainnya pegang kakinya, ayo segera gotong, Dira nya butuh pertolongan ini ". Serunya pada yang lainnya.


" Sayang.... ". Teriak Andra tiba - tiba.


Entah dari mana datangnya sang tuan, namun yang pasti ia begitu sangat khawatir akan kondisi kekasihnya.


Dengan di temani oleh Firly, Andra pun berlari dengan tergesa - gesa, Andra begitu sangat khawatir apalagi saat ini bisa dirinya lihat dengan jelas jika wajah kekasihnya sudah nampak begitu pucat.


" Lepaskan tangan kalian... sayang, kamu kenapa ". Seru Andra yang begitu sangat khawatir.


Dan dengan sigap nya, Andra pun langsung menggendong tubuh kekasihnya itu dan membawanya pergi dari sana.


Pikiran Andra sudah benar - benar kacau, rasa khawatirnya akan sang kekasih, membuatnya tak mempedulikan apapun lagi, yang Andra inginkan adalah satu hal yaitu segera menolong kekasihnya.


" Baby, kamu tidak apa - apa? ". Seru Firly yang nampak begitu khawatir, Firly memperhatikan keadaan Putri, namun tak ada sedikitpun luka padanya.


" Aku tidak apa - apa mas, tadi Dira itu jatuh terperosok ke lubang ". Sahut Putri.


Mendengar sahutan dari sang kekasih membuat Firly cukup bernafas lega, setidaknya dirinya masih bisa melihat Putri dalam keadaan yang baik - baik saja.


Bersambung.........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2