
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Hari - hari sepertinya akan berubah menjadi lebih indah karena sosok yang begitu di dambakan oleh gadis kecil ini akan banyak menemani hari - harinya dalam meraih kebahagiaan.
Aida mungkin akan semakin bahagia karena sang bunda tercintanya akan lebih sering menemaninya di hari - harinya.
Ia tak perlu merasa khawatir karena setiap hari dirinya akan melihat bunda nya. Ya, si kecil Aida telah meminta pada daddy nya agar bunda nya Nadira bisa setiap hari bisa bermain ke rumahnya, Andra pun mengabulkan keinginan putri kecilnya itu dengan tanpa merasa keberatan.
Karena daddy nya menuruti keinginannya, tentulah Aida merasa sangat senang dengan semua itu, dan momen ini tentulah akan Aida gunakan sebaik - baiknya untuk bisa mendapatkan perhatian dari bunda nya.
" Sayang, hati - hati nak ". Seru Nadira pada putri kecilnya yang saat ini sedang sibuk bermain sepeda.
" Iya bunda pasti ". Sahut si kecil Aida.
Usia Aida memang masih empat tahun lebih, namun gadis kecil itu sudah mampu melakukan beberapa hal yang tidak kebanyakan anak seusianya bisa melakukannya.
Selain sudah bisa menaiki sepeda ayun, si kecil Aida juga sudah bisa berenang dan juga memainkan piano, semua kemampuan itu pastilah tidak lepas dari campur tangan Andra.
Andra selaku Daddy dari Aida selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan putrinya, meski saat ini Andra masih belum melihat dengan begitu jelas mengenai bakat apakah yang dimiliki oleh putrinya, namun Andra sangat yakin jika putrinya adalah anak yang begitu sangat aktif dan memiliki pemikiran yang begitu kritis yang di mana kemampuan itu tidak semua anak yang seusianya memilikinya.
Nadira dengan Andra duduk di sebuah kursi panjang yang ada di taman belakang rumah Andra, sepasang orang tua yang masih belum terikat oleh hubungan pernikahan itu masih terus memperhatikan putri kecil mereka yang masih terus bermain.
Oh lebih tepatnya, Nadira lah yang lebih sering memperhatikan putri kecilnya yang sedang bermain, namun Andra malah lebih sibuk dalam memperhatikan dirinya.
Nadira sudah menyadari akan hal itu namun dirinya berpura - pura tidak tahu. Andra sendiri masih terus memperhatikan Nadira hingga apa yang dilakukan oleh Andra ini membuat Nadira pada akhirnya menjadi merasa malu.
" Ih mas Andra, jangan menghadap ke sini tapi menghadaplah ke sana ". Seru Nadira yang sudah merasa gemas dengan sedikit memutar kepala Andra agar lebih fokus untuk memperhatikan Aida.
" Kenapa sih kamu sayang, memangnya salah jika aku terus memandangmu? ". Tanya Andra yang merasa heran dengan sikap Nadira.
Sebenarnya Andra sendiri sudah mengetahui mengapa Nadira bertingkah seperti ini, pasti karena dirinya merasa malu karena terus dipandangi.
" Ya mas Andra harus memperhatikan Aida, bukan memperhatikan ku ". Sahut Nadira.
" Alasan, pasti kamu merasa malu karena aku terus memandangimu kan sayang, iya kan? ". Sahut Andra dengan menaik turunkan alisnya.
" Ih apa sih mas Andra, sudah fokus saja sama putri kita ". Sahut Nadira bahkan dengan kalimat yang tak pernah ia lontarkan sebelumnya.
" Putri kita?, putri kita katamu sayang?... aduh Nadira ku aku sangat mencintaimu ". Seru Andra dengan begitu bahagianya.
Andra pun langsung memeluk tubuh mungil kekasihnya itu, ia memeluknya dengan begitu erat karena rasa bahagianya.
Cup... cup... cup... cup...
" Aku mencintaimu sayang, aku dan putriku sangat mencintaimu ". Seru Andra dengan terus memberikan ciumannya di wajah Nadira dengan pelukan eratnya yang seolah tak ingin terlepas.
Cup... cup... cup... cup...
" Ih mas sudah, geli ". Seru Nadira yang merasa tidak tahan dengan tingkah Andra.
__ADS_1
" Hihihihi... salah siapa menjadi kekasihku?, ya terima saja kalau aku sering menciummu sayang, kan kamu calon istriku ". Sahut Andra dengan begitu gemasnya.
Nadira sudah tak mengerti harus bersikap bagaimana lagi, semenjak hubungannya bersemi kembali dengan Andra, Andra menjadi bersikap lebih manja padanya.
Bahkan semakin hari sikap manjanya ini malah semakin menjadi - jadi, seperti yang pernah Nadira pikirkan sebelumnya, disaat hubungan mereka bersemi kembali sudah membuat Andra bisa melakukan hal apapun yang dia mau, apalagi ketika hubungannya sudah mencapai waktu sekarang, pastilah kemesraan yang Andra inginkan akan semakin lebih.
Sikap Andra memang sangatlah berbeda disaat dulu dan sekarang, dulu Andra cenderung dingin dan tak terlalu banyak bicara padanya, namun setelah Andra menunjukkan rasa cintanya dan hubungannya berjalan sejauh ini, sikap Andra sungguh berubah seratus delapan puluh derajat.
Meski tak jarang Nadira merasa terusik dengan sikap manja Andra, namun jauh di dalam lubuk hatinya Nadira merasa begitu sangat senang dengan sikap Andra yang menjadi lebih manja dan lebih perhatian kepadanya.
Tanpa sepasang kekasih itu sadari, ternyata sepasang bola mata seorang wanita telah memperhatikan kebersamaan dan kemesraan mereka, ia berdiri di posisi yang tak terlalu jauh dengan posisi Nadira dengan Andra yang saat ini berada, ia berdiri di dekat tembok dan bersebelahan dengan meja di mana beberapa mainan Aida berada.
Siapa lagi wanita yang saat ini masih sibuk memperhatikan kemesraan Andra juga Nadira jika bukan Celine.
Celine telah memperhatikan dengan cukup lama kemesraan antara Nadira dan juga Andra, entah semenjak kapan Celine telah berada di sana.
Entah apa yang dirasakan oleh perasaan Celine saat ini, namun yang pasti Celine begitu sangat tak suka dengan kemesraan mereka berdua.
" Seharusnya aku yang ada di sana dan bisa kamu perlakukan dengan manja Andra, bukan wanita rendahan seperti dia ". Batin Celine.
Rupanya Celine begitu kesal melihat Andra yang begitu mesra dalam memperhatikan Nadira, hatinya begitu memanas menyaksikan itu semuanya.
" Kita lihat, sampai kapan kalian bisa bermesraan seperti ini ". Batin Celine yang tersenyum licik.
" Sayang ". Seru Andra pada Nadira namun suaranya terdengar lirih.
" Iya mas ". Sahut Nadira, Nadira merasa ada yang tak biasa dari Andra, hal itu bisa dirinya lihat dari tatapan kedua bola mata biru Andra yang nampak terlihat menjadi sendu.
Deg... sontak pernyataan Andra langsung membuat tubuh Nadira seolah membeku.
" Aku ingin bertemu dengan orang tuamu sayang, aku ingin meminta restu untuk keseriusan hubungan kita, aku ingin meni... ".
Brakkk... takk... takk...
Terdengar adanya suara benda jatuh yang begitu sangat nyaring, sontak hal itupun membuat Andra dan juga Nadira langsung menoleh ke arah belakang, karena dari sanalah sumber suara itu berasal.
Deg...
Dan betapa terkejutnya Andra dengan Nadira setelah mereka melihatnya.
" Celine... ". Pekik Andra dengan rasa keterkejutan nya.
" Ya Allah, mas, mbak Celine pingsan ". Seru Nadira juga yang begitu sangat terkejut melihat Celine yang sudah dalam keadaan tergeletak di lantai.
Andra dengan Nadira begitu sangat terkejut, mereka tak menyangka jika Celine tidak sadarkan diri di sana.
Dengan perasaan yang begitu sangat khawatir, Andra dan juga Nadira pun langsung bergegas menuju ke arah Celine.
" Celine, apa yang terjadi, Celine ". Seru Andra yang begitu sangat khawatir namun tak ada sahutan dari Celine.
" Mas, mbak Celine sepertinya sedang sakit, kita harus membawanya ke rumah sakit mas ". Seru Nadira.
__ADS_1
" Daddy - daddy, bunda ". Teriak si kecil Aida dengan berlari menuju pada sang daddy dan juga bunda nya.
" Mas ayo kita harus segera membawa mbak Celine ke rumah sakit, dia butuh pertolongan ". Seru Nadira lagi.
Setelah usai dengan kalimat kekasihnya itu, Andra pun mulai akan menggendong tubuh Celine untuk dirinya bawa ke rumah sakitnya.
" Bunda, aunty Celine kenapa, aunty Celine pingsan ". Tanya Aida yang masih kebingungan.
" Iya sayang, aunty Celine pingsan, sepertinya aunty Celine sedang sakit ". Sahut Nadira pada putri kecilnya.
" Ayo sayang, kita ikut daddy mu, kita antar aunty Celine ke rumah sakit ". Seru Nadira lagi lalu ia pun mulai menggendong tubuh mungil Aida sebelum akhirnya ikut dengan Andra untuk mengantar Celine ke rumah sakit.
*****
Kini, di ruangan yang hampir bernuansa serba putih ini, Celine telah dibaringkan. Semenjak dirinya tak sadarkan diri disaat di rumah Andra, masih belum ada tanda - tanda jika dirinya akan segera siuman.
Daniel yang merupakan salah satu dokter terbaik di rumah sakit milik Andra sedang melakukan tugasnya untuk memeriksa Celine.
" Bagaimana, bagaimana keadaan Celine Daniel, kenapa dia bisa pingsan? ". Tanya Andra setelah Daniel selesai melakukan pemeriksaannya.
" Begini Dra, sebenarnya, Celine itu sakit ". Sahut Daniel.
" Celine sakit?, sakit apa? ". Sahut Andra.
Sebenarnya Andra masih merasa bingung dan tak percaya jika Celine sakit, karena di hari - hari sebelumnya kondisi Celine terlihat begitu baik - baik saja.
" Celine memiliki penyakit yang sangat serius Dra, dan penyakitnya ini sudah terbilang kronis ". Sahut Daniel lagi.
Mendengar kata kronis membuat Nadira yang ada di sana menjadi cemas, sebenarnya penyakit apa yang di derita oleh Celine, mengapa penyakitnya menjadi kronis.
" Niel, kalau berbicara jangan berbelit - belit, cepat katakan dengan jelas sebenarnya Celine sakit apa, dia punya penyakit apa, mau mengatakan penyakit Celine saja kamu sampai memakan waktu ". Kesal Andra.
" Celine sakit kanker Dra, Celine sakit kanker otak, dan sekarang sudah memasuki stadium dua ". Sahut Daniel pada akhirnya.
Seketika itu Nadira dan juga Andra begitu sangat terkejut, mereka sangat terkejut bukan main, jadi Celine memiliki penyakit yang begitu sangat serius.
" Aku sudah mengatakan pada Celine agar dirinya tidak terlalu sering keluar rumah dan beraktivitas, karena itu bisa mempengaruhi kesehatannya, tapi sepertinya Celine tidak menganggap penting nasihat itu ". Tutur Daniel lagi.
Setelah mengetahui jika Celine memiliki penyakit yang terbilang penyakit yang ganas, membuat Nadira merasa sangat iba padanya.
Selama beberapa hari ini dirinya bertemu dengan Celine, Celine nampak terlihat baik - baik saja, namun pada kenyataannya Celine menyembunyikan fakta jika dirinya sedang memiliki penyakit, bahkan penyakit ini bisa mengancam keselamatan nyawanya.
" Kasihan sekali kamu mbak Celine, kamu punya penyakit yang begitu sangat serius, tapi kamu malah menyembunyikan penyakit mu ini ". Batin Nadira yang merasa begitu sangat kasihan.
Ya seperti itulah Nadira, perasaannya yang begitu tulus dan baik, tak membuatnya memiliki kecurigaan apapun.
Dan nampaknya itu juga yang dirasakan oleh Andra, Andra memanglah bukan orang yang mudah percaya dengan seseorang, apalagi dirinya sudah cukup mengenal Celine, namun pernyataan dari Daniel sudah menjadi bukti jika Celine memang benarlah memiliki penyakit kanker, merasa kasihan, itulah yang Andra rasakan setelah mengetahui kondisi Celine.
Bersambung...........
πππππβ€β€β€β€β€
__ADS_1
β€β€β€β€β€