
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Sepasang kaki jenjang dan mungilnya yang tertutup rok panjang itu melangkah melewati lorong kantor perusahaan. Dengan di dampingi oleh sang supir pribadi pak Rahman, Nadira melangkah dengan penuh kagum dengan suasana di kantor ini.
Sepanjang mata memandang, Nadira begitu tak henti - hentinya menatap kagum pada setiap sudut ruangan yang telah dilaluinya. Apa yang terlihat sungguh begitu sangat indah dan sangat memanjakan indera penglihatannya. Ternyata kantor milik suaminya Andra begitu sangat megah dan mewah. Bahkan dari saking kagumnya Nadira melihat kantor sang suami, membuatnya sampai tak menyadari jika dirinya telah diperhatikan oleh banyak karyawan terutama bagi kaum Adam.
Iya, siapa yang tak suka memandang Nadira apalagi kaum Adam. Wajahnya yang begitu sangat cantik, kulitnya yang putih meski tertutup dengan lengan panjang, ditambah lagi dengan rambutnya yang begitu indah dan panjang meski itu hanya dikuncir kuda tetap membuat kaum Adam begitu sangat terpesona padanya, ya mungkin itulah daya tarik seorang Nadira yang begitu sangat mampu membuat siapapun menjadi melirik kagum padanya.
" Selamat siang pak Rahman ". Sapa beberapa karyawan pria dan juga wanita yang memang sudah mengenal pak Rahman.
" Selamat siang ". Sahut pak Rahman.
Nadira hanya diam saja ketika beberapa karyawan ada yang menyapa pak Rahman. Tak ada satupun dari mereka yang menyapa Nadira. Mungkin karena mereka masih belum mengetahui jika wanita yang ikut bersama dengan pak Rahman tak lain adalah istri dari tuan pemilik perusahaan ini.
Ini adalah hal yang wajar terjadi, karena disaat Nadira dan Andra menikah, memang tak ada satupun karyawannya yang diundang kecuali sahabat dan beberapa rekan kerja Andra yang memang menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaannya.
Bukan karena Andra tak mau mengundang karyawannya untuk datang ke acara pernikahannya yang dilangsungkan beberapa hari yang lalu, hanya saja karena Nadira menginginkan pernikahan yang sederhana dengan tidak terlalu banyak tamu undangan yang datang, hal itu membuat Andra memutuskan untuk tidak mengundang karyawannya sendiri. Namun meski begitu semua karyawan Andra sudah mengetahui jika Andra sudah menikah.
" Siapa wanita itu?, dia cantik sekali, ingin rasanya aku mengenalnya ". Bisik salah seorang karyawan pria pada teman kerjanya.
" Iya, dia cantik sekali, apa dia putrinya pak Rahman?, kalau benar ini kesempatan untukku untuk mengenalnya ". Sahut teman yang ditanyainya.
" Enak saja kamu, yang menginginkan lebih dulu kan aku, kenapa kamu menginginkan dia juga?, tidak boleh, dia incaran ku ". Sahut yang tadi karena rasa tak terimanya.
" Heh, kalian ini ada apa ribut sendiri, ingat, tuan Andra ada di kantor, kalian bisa dipantau dari CCTV ". Seru salah seorang karyawan wanita karena merasa terusik dengan kedua teman kerjanya.
" Sudah kembali bekerja, dipecat tuan Andra jadi tahu rasa kalian ". Imbuhnya lagi.
Dan benar saja, setelah dua karyawan pria yang sempat saling mengincar untuk mendapatkan Nadira telah kembali tenang. Mereka kembali fokus pada pekerjaannya, meski sebenarnya di hati keduanya masih ada rasa kesal.
Sungguh pesona Nadira memang tak biasa, mau itu sewaktu dirinya masih duduk di jenjang sekolah, di kampus bahkan di kantor suaminya sekalipun tetap saja dirinya digandrungi oleh banyak pria.
Sementara Nadira sendiri dan pak Rahman sudah berada di depan pintu ruangan kantor Andra, hanya saja mereka merasa sedikit aneh. Karena pintu ruangan kantor Andra yang sedikit terbuka, membuat Nadira dan juga pak Rahman bisa mendengar adanya keberisikan dari dalam ruangan itu. Entah apa yang terjadi di dalam sana, tapi terdengar jika Andra begitu sangat marah.
" Kalian ini bagaimana hah, kenapa dari tadi tidak ada satupun dari kalian yang becus bekerja?, apa kalian mau aku pecat? ". Marah Andra.
Andra kembali marah pada karyawannya dan itu hanya untuk kesalahan yang sepele.
" Tidak tuan, saya masih ingin bekerja, kalau begitu baiklah tuan saya akan segera memperbaiki dokumen itu ". Sahut karyawan itu.
" Cepat bereskan, aku tidak mau tahu, pokoknya hari ini dokumen ini harus segera selesai ". Sentaknya.
" Baik tuan ". Sahut karyawan itu.
Lalu karyawan itu pun melangkah untuk keluar dari ruangan tuan Andra nya. Entah apa yang terjadi pada tuan Andra nya hari ini, kemarahannya sangatlah tidak biasa. Hanya karena ada sedikit kesalahan pada penyusunan dokumennya membuat tuan Andra begitu sangat marah besar seperti dirinya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal saja. Entahlah, dirinya hanya bisa bersabar dengan sikap tuan Andra nya yang mendadak begitu sangat tempramental seperti ini.
__ADS_1
" Ada apa? ". Tanya pak Rahman setelah karyawan laki - laki itu sudah keluar dari ruangan Andra.
Andra yang berada di dalam ruangannya tentu saja sangat mengenali suara itu, suara itu adalah suara pak Rahman.
" Tidak ada pak, hanya terjadi sedikit kesalahan pada dokumen yang saya susun ". Sahut karyawan itu.
" Kalau begitu saya permisi dulu pak Rahman ". Pamit karyawan itu dan pak Rahman pun menganggukinya.
Untuk sejenak karyawan laki - laki ini menatap Nadira. Rasa kagum ini pun muncul di lubuk hatinya. Nadira yang merasa dipandang tak biasa oleh karyawan suaminya sendiri menjadi menunduk dan sedikit menyembunyikan tubuhnya di belakang pak Rahman. Nadira merasa sangat kurang nyaman dengan tatapan tak biasa dari pria yang ada di dekatnya ini.
" Apa kamu tidak mau bekerja?, kenapa masih berdiri di sini? ". Ujar pak Rahman.
" Maaf pak ". Sahut karyawan itu sebelum akhirnya ia pun berlalu pergi dari hadapan pak Rahman dan juga Nadira.
" Nona, nona tidak apa - apa kan? ". Tanya pak Rahman.
" Tidak apa - apa pak ". Sahut Nadira.
Andra yang berada di dalam ruangannya itupun cukup tersentak kaget setelah mendengar suara yang sangat dirinya kenal itu. Suara itu adalah suara istrinya Nadira. Apakah istrinya datang ke kantornya.
" Bagaimana nona, apa nona masih ingin bertemu dengan tuan Andra? ". Tanya pak Rahman.
" Dira tidak tahu pak, sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk menemui mas Andra ". Sahut Nadira.
Ada rasa kecewa dalam hati Nadira. Niat hati ingin menemui suaminya agar masalah yang sudah terjadi bisa segera diselesaikan namun sepertinya suaminya Andra tidak bisa diganggu.
" Jadi nona ingin pulang? ". Tanya pak Rahman lagi yang ingin memastikan.
" Sayang ". Seru Andra tiba - tiba dengan mendorong pintu ruangannya hingga menjadi sangat terbuka.
" Sayang kamu di sini, aku sangat merindukanmu sayang ". Dengan tanpa mempedulikan pak Rahman, Andra pun langsung memeluk Nadira.
Andra memeluk tubuh mungil istrinya itu dengan begitu sangat erat seolah seperti tak pernah memeluknya bertahun - tahun saja.
Cup... cup... cup...
" Aku merindukanmu sayang ". Seperti orang yang telah kehilangan urat malunya, mungkin itulah yang terjadi pada Andra.
" Ya sudah tuan nona, saya pamit dulu ". Seru pak Rahman.
" Iya sanalah pulang, jagan biarkan Aida datang ke sini, kalau sampai itu terjadi, gaji mu aku tahan hingga tiga bulan ". Sahut Andra.
" Baik tuan ". Sahut pak Rahman.
" Ayo sayang ke ruangan ku ". Ajak Andra pada istrinya.
Pak Rahman yang menyaksikan tingkah tuannya hanya bisa geleng - geleng kepala. Sebenarnya apa yang terjadi pada tuannya. Apa tadi yang dikatakan oleh tuannya, jika putrinya sendiri nona Aida sampai datang ke kantor ini akan membuat gajinya di tahan. Lantas mengapa jika nona Aida nya sampai datang ke kantor ini.
__ADS_1
" Ada - ada saja dengan tuan Andra ". Batin pak Rahman.
Sementara di dalam ruangan kantornya, Andra merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, semenjak dari tadi pagi hatinya merasakan panas, kini rasa panas itu berubah menjadi sejuk plus berbunga - bunga.
Seolah tak ingin lepas dari istrinya, pria yang memiliki seorang putri itupun terus menerus memeluk istrinya.
" Mas, bisa tolong lepaskan, aku bisa sesak nafas kalau mas Andra terus memelukku seperti ini ". Seru Nadira.
" Iya sayang, ini sudah aku lepaskan, maaf ya kalau aku memelukmu terlalu erat, habisnya bagaimana kamu nya terlalu sibuk dengan putriku ". Sahut Andra yang sedikit merajuk.
" Putri kita mas, Aida itu putri kita ". Sahut Nadira.
" Iya aku tahu, Aida juga putrimu, kamu sangat menyayanginya, tapi aku kan butuh perhatian mu juga sayang, kamu lebih memperhatikan putri kita daripada aku, sebenarnya suamimu itu siapa, Aida atau aku? ". Ujar Andra.
Mendadak rasa bersalah menjadi memenuhi relung hati Nadira. Iya benar, semenjak dirinya resmi menjadi istri Andra, dirinya lebih memperhatikan putrinya Aida.
Sepertinya dirinya harus bisa mengatur waktu agar bisa membagi kasih sayang dan perhatiannya pada suami dan juga putrinya.
Aida masih sangat kecil, masih gadis balita, pastilah putrinya itu sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu darinya.
" Ya Tuhan, mas, mas Andra mau membawaku kemana? ". Kaget Nadira karena tiba - tiba saja suaminya menggendong tubuhnya.
" Ke kamar sayang ". Sahutnya dengan santainya.
" Ke kamar, ke kamar kemana mas? ".
Kriettt...
Dengan perlahan Andra membuka pintu sebuah ruangan khusus yang ada di ruangan kantornya.
Nadira cukup terkejut karena ternyata di dalam ruangan kantor ini masih ada ruangan lagi.
Hingga pada akhirnya Andra pun menutup kembali dan mengunci pintu ruangan ini.
Nadira cukup terkejut karena ternyata di ruangan ini terdapat kasur besar lengkap dengan tempat duduk serta tv nya. Ternyata ruangan ini adalah sebuah kamar khusus yang ada di ruangan kantor milik suaminya.
Dengan perlahan Andra meletakkan tubuh mungil istrinya itu di atas ranjang kasurnya. Andra menginginkannya sekarang. Sudah beberapa hari ini dirinya berpuasa dari jatah malamnya. Dan kini tak peduli meski hanya di siang hari dirinya harus mendapatkan buka puasanya.
" Mas, mas Andra mau apa? ".
" Ya mau kamulah sayang, aku menginginkannya sekarang sayang ". Sahut Andra.
Tanpa menunggu bagaimana jawaban dari istrinya, Andra langsung menyambar bibir istrinya itu. Sungguh bibir Nadira ini sangat menjadi candu baginya. Sebuah bibir yang apabila terbuka akan mengeluarkan suara yang sangat indah disaat melakukan hubungan percintaan dengannya.
Akhirnya Andra akan mendapatkan jatahnya. Setelah semenjak tadi dirinya mengeluarkan amarah yang tidak jelas, akhirnya amarah itu akan berubah menjadi kenikmatan. Akhirnya marahnya Andra akan berujung pada kenikmatan. Kenikmatan luar biasa yang akan membawanya seolah terbang melayang tinggi.
Bersambung.........
__ADS_1
πππππ
β€β€β€β€β€