
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Sudah beberapa tempat makan yang dirinya datangi untuk mendapatkan sebuah pesanan yang diinginkan oleh istri tercintanya, namun tak ada satupun dari tempat - tempat itu yang bisa memberikan menu seperti yang istrinya inginkan itu.
Dengan menelan kembali rasa kekecewaannya, Andra kembali melangkah keluar dari rumah makan yang telah dirinya singgahi.
Ini adalah tempat makan yang ke sebelas yang dirinya datangi, dan tempat ini juga bernasib sama seperti dengan tempat makan yang lainnya, yaitu tidak ada menu sate dengan bumbu semangka seperti yang istrinya Nadira inginkan.
" Hahh... aku harus mencari kemana lagi?, kenapa kamu inginnya yang aneh - aneh sih sayang, kenapa tidak sate dengan bumbu seperti biasanya saja?, aneh sekali kamu sayang ". Lirih Andra dengan rasa lesunya.
Andra kembali melangkah untuk menuju mobilnya, sepertinya dirinya masih harus mengitari tempat - tempat makan yang ada di ibu kota sampai dirinya bisa menemukan makanan seperti yang istrinya Nadira inginkan.
Namun tunggu dulu, belum sempat dirinya mendekati pintu mobil, pandangan Andra malah terfokus pada seorang penjual sate di pinggir jalan yang berada di seberang jalan sana. Dan di mana tempat penjual sate jalanan itu berada, di sampingnya pula juga ada yang menjual macam - macam juice buah. Dan entah mengapa tiba - tiba saja timbul sebuah pemikiran antara perpaduan dari sate panggang dan juga juice buah.
" Huumm, apa aku coba saja?, siapa tahu sayangku menyukainya? ". Gumamnya dengan sebuah senyuman kecil di kedua sudut bibirnya.
" Bagus, tidak buruk juga ide ku, kenapa tidak dari tadi aku memikirkannya sih?, jadi tidak perlu mengitari ibu kota kan? ". Nampaknya Andra benar akan memenuhi keinginan istrinya Nadira seperti apa yang diinginkannya.
Dirasa sudah baik, Andra tak ingin membuang waktu lagi. Daddy dengan satu orang putri itupun menyeberangi jalan raya yang cukup ramai itu sebelum akhirnya berada di seberang jalan sana.
Ini adalah kali pertama Andra ingin membeli makanan yang terletak di pinggir jalan. Selama hidupnya Andra belum pernah berkeinginan ingin membeli makanan di tempat terbuka seperti ini. Menurutnya makanan di tempat terbuka seperti ini kurang begitu menyehatkan karena sudah terkontaminasi dengan polusi udara. Namun karena demi istrinya Nadira, terpaksa dirinya harus membeli makanan di tempat terbuka seperti ini. Semoga saja istrinya nanti tidak mengalami sakit perut karena makanan yang dibelikan nya.
" Permisi pak, saya mau beli sate satu porsi saja ". Seru Andra pada bapak penjual sate itu yang sedang mengipas kipas sate yang dipanggangnya.
" Baik tuan ". Sahut bapak itu.
" Tapi bumbunya jangan pakai bumbu yang seperti biasanya ya pak, bumbunya pakai bumbu semangka ". Lanjut Andra lagi.
Sontak bapak pedagang sate itupun menjadi bingung dengan maksud Andra.
" Maaf tuan, maksudnya bagaimana?, pakai bumbu semangka? ". Tanya sang bapak penjual sate.
Lalu Andra melirik pada seorang ibu penjual juice buah yang ada di sampingnya.
" Pak, istriku ingin sate dengan bumbu semangka, bisakah bapak mengganti bumbu sate yang biasa bapak gunakan dengan juice semangka?, ya apapun caranya lah pak, yang penting satenya menggunakan bumbu semangka ". Sahut Andra dengan kejelasannya.
Di awal bapak penjual sate ini memang merasa bingung, namun sesaat setelah itu bapak penjual sate inipun menjadi tersenyum penuh arti.
" Kenapa pak?, kenapa bapak tersenyum?, saya tahu kalau permintaan saya memang aneh, sudah, bapak kerjakan saja apa yang saya suruh, bapak mau jualan bapak laris manis kan? ". Seru Andra.
" Baiklah tuan, tenang saja, saya akan membuatkan sate dengan bumbu semangka seperti yang tuan inginkan, maaf, maksud saya seperti yang istri tuan inginkan ".
__ADS_1
" Wanita yang menjual juice buah ini adalah istri saya, baiklah tuan, saya akan memberikan bumbu semangka yang sangat banyak di satenya ". Sahut bapak penjual sate itu dengan panjang lebar.
Dengan senyuman yang masih terus berkembang, bapak penjual sate itupun mulai melakukan seperti apa yang Andra inginkan.
Jujur melihat bapak ini membuat Andra merasa bingung sekaligus merasa risih sendiri. Bapak yang ada di depannya ini terlihat sangat tidak wajar, padahal sebelumnya ia nampak terlihat baik - baik saja.
" Sabar Andra, demi istrimu kamu memang harus bisa bersabar, tidak lama lagi satenya akan segera matang, jadi kamu tidak perlu berlama - lama dengan orang aneh ini ". Batin Andra.
*****
Sepasang tangan mungilnya telah usai mengoleskan obat pereda rasa sakit dan memar pada kaki bundanya.
Gadis kecil yang sangat menyayangi bundanya ini sangat tak ingin jika bundanya berlarut - larut dalam rasa sakit. Beruntung di rumah daddy nya selalu tersedia obat - obatan khusus yang memang diperuntukkan untuk luka - luka semacam ini, sehingga bundanya tidak perlu dilarikan ke rumah sakit.
" Nah, pasti ini akan cepat sembuh bunda, bunda jangan jalan dulu ya, kalau butuh apa - apa bicala saja sama Aida ". Seru Aida.
" Terima kasih sayang, kamu sangat perhatian sekali pada bunda, kamu memang kebanggaan bunda sayang ". Sahut Nadira dengan tersenyum pada putri kecilnya.
" Iya dong, pastinya dong bunda ". Sahut Aida dengan berkedip manja pada bundanya.
" Dasar, anak bunda ini suka sekali menggoda bunda ya, sini - sini peluk bunda ". Dengan lembut Nadira pun membawa tubuh mungil putrinya itu ke dalam dekapannya.
Nadira sangat menyayangi dan mencintai putri kecilnya ini. Meski Aida tak terlahir dari rahimnya, namun Nadira merasa jika putrinya ini seperti lahir dari rahimnya sendiri.
Mungkin di luar sana tak sedikit orang yang beranggapan jika seorang ibu sambung terkenal tak tulus pada anak - anak dari suaminya, namun ketahuilah jika tak semua ibu sambung bersikap seperti itu.
Mungkin tidak sedikit orang di luar sana yang tidak mempercayai adanya cinta pada pandangan pertama, namun disaat Nadira bertemu dengan putrinya Aida untuk pertama kalinya, disaat itu pulalah dirinya sudah jatuh cinta padanya, jatuh cinta pada seorang gadis kecil yang saat ini sudah menjadi putrinya.
" Bunda, lepas dulu ya bunda ". Seru Aida tiba - tiba.
" Ada apa sayang? ". Heran Nadira.
" Aida mau tulun, Aida ada ulusan sebental ". Pintanya.
" Ada urusan apa sayang?, Aida mau ke bi Sari? ". Nadira sangat penasaran dengan urusan putrinya.
" Sudahlah bunda, bunda jangan tanya - tanya, nanti kalau ulusan Aida sudah selesai, Aida akan kembali lagi ke sini ". Sahutnya pada bundanya.
Nadira membiarkan saja dengan apa yang menjadi keinginan putrinya. Namanya juga Aida, sudah pasti ada saja hal yang ingin dilakukannya.
Dengan tergesa-gesa sepasang kaki mungil Aida melangkah keluar dari kamar bundanya. Gadis kecil itu sangat terburu - buru, bahkan ia menuruni anak tangga dengan sangat cepat.
Entah apa yang ingin dilakukan oleh Aida, namun jika diperhatikan dari sikapnya, sangat jelas jika gadis kecil itu seperti orang yang akan meluapkan emosinya. Dan ternyata, Aida malah menuju ke kamar suster Ria.
__ADS_1
Ceklek...
Sontak Ria yang berada di dalam kamarnya pun menjadi tersentak kaget kala pintu kamarnya tiba - tiba saja ada yang membukanya.
" Nona Aida? ". Heran Ria.
" Ada apa non? ". Tanyanya.
" Ada apa - ada apa, ya jelas ada, dengalkan ini sustel Lia, kamu jangan suka seenaknya sama bunda, gala - gala kamu bunda ku kakinya luka dan kesakitan, kalau tidak ada yang nyuluh untuk buat sup, jangan buat sup ". Marah Aida dengan begitu lantangnya.
Ternyata ini alasan yang membuat Aida tergesa-gesa ingin turun dari lantai atas. Dirinya ingin memberikan peringatan keras pada asisten rumah tangganya yang menurutnya suka berbuat semaunya sendiri.
Memang Aida tak ada takutnya pada siapapun, bahkan meski yang dihadapinya adalah orang dewasa sekalipun.
" Jadi aku ingatkan padamu sustel Lia, jangan beltingkah yang aneh - aneh di sini, coba tilu bi Sali dan sustel Lina, meleka tidak pelnah macam - macam di sini, awas saja kalau kamu beltingkah yang bisa menyakiti bunda, aku akan mengatakan semuanya pada daddy, dan kamu akan di pecat ". Kali ini Aida tidak main - main dengan apa yang dikatakannya.
Siapapun orang yang sudah dengan berani membuat bundanya menjadi sakit, tak peduli meski itu secara tidak sengaja, maka dirinya tidak akan bersikap lemah. Seperti yang dilakukan oleh Aida saat ini, gadis kecil itu memberikan peringatan yang sangat keras pada asisten rumah tangganya yang menurutnya di nilai tidak baik.
" Aku tidak mau mengulang kalimat ku lagi, jadi jangan pelnah kamu mengulanginya lagi sustel Lia, ingat itu ". Putus Aida.
Dengan sikapnya yang masih terlihat marah, lantas Aida pun berlalu pergi dari dalam kamar suster Ria setelah memarahinya habis - habisan. Keberanian Aida memang tak bisa diremehkan. Putri Andra yang satu ini memang tak ada bedanya dengan Andra.
Ria yang mendapatkan kemarahan yang begitu luar biasa dari seorang gadis kecil begitu sangat tak terima.
Hati Ria begitu terasa sangat panas, aliran darahnya seolah mendidih sangat hebat bahkan hingga ke tingkat ubun - ubunnya hanya karena perlakuan dari seorang gadis kecil.
Dadanya serasa menjadi sesak dibuatnya. Rasanya ingin meledak tapi malah tertahan, alhasil seperti inilah jadinya, tubuh Ria seolah tak mampu bergerak namun dengan nafasnya yang menjadi naik turun sangat cepat.
" Kamu gadis kecil, beraninya kamu bertingkah sangat sombong di depanku ".
" Kamu masih belum tahu aku yang sebenarnya, dan kamu beraninya memaki - maki ku sampai membuatku menjadi seperti manusia rendahan ".
" Baiklah, awalnya aku memang ingin menyingkirkan bunda sialan mu itu, tapi karena kamu sudah bersikap begitu arogan seperti ini, maka kamulah orang pertama yang akan aku singkirkan ".
" Lihat saja, apa setelah aku memberikan pelajaran yang sangat mengerikan nanti apakah kamu masih bisa bersuara dengan lantang seperti itu?, dasar gadis kecil sialan ".
Ria sudah teramat sangat emosi pada Aida, bahkan dirinya sangat dendam padanya. Nampaknya Aida saat ini sedang dalam keadaan yang tidak baik - baik saja.
Niat awalnya yang ingin membuat Andra dengan istrinya Nadira berpisah dengan cara membuat Nadira tidak nyaman di rumah ini, kini niatnya itu malah sedikit berbelok untuk mengincar Aida.
Entah apa yang ingin dilakukan oleh Ria, namun yang pasti, keberadaan Aida saat ini sedang tidak aman meski tinggal di rumahnya sendiri.
Bersambung.........
__ADS_1
πππππ
β€β€β€β€β€