Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Panggil Aku Daddy


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Waktu yang akan benar terjadi telah tiba, mungkin memang benar sudah tiba, tapi waktu sekarang ini adalah waktu yang sangat tak diinginkan.


Tanpa terasa waktu sudah memasuki siang hari, dan itu artinya sudah tiba saatnya bagi si kecil Alvin dan juga neneknya Lusi untuk kembali pulang ke kampung halaman mereka.


Sepasang kaki milik mereka, telah mereka langkahkan bersama untuk keluar. Nadira melangkah bersama dengan menggandeng tangan putranya dan juga putrinya. Wanita dengan perutnya yang sudah terlihat membuncit itu berjalan bersama dengan kedua buah hatinya.


Nadira sangat sedih karena harus kembali berpisah dengan putranya. Berat rasanya karena dirinya sendirilah yang mengantar putranya keluar, tapi harus bagaimana lagi, semuanya memang harus begini.


Andra berada di belakang tubuh mereka, pria blasteran berbadan tinggi itu memperhatikan punggung istrinya dan juga punggung mungil putrinya serta Alvin.


Dalam benaknya Andra merasa pasti istrinya begitu sangat sedih, itu sudah pasti, apalagi setelah dilihat dari bagaimana genggaman tangannya menunjukkan jika istrinya Nadira tak ingin melepaskan Alvin.


Hingga pada akhirnya langkah mereka sudah menuju ke pintu keluar rumah. Alvin dan neneknya Lusi sudah benar berada di teras rumah besar Andra, sebuah teras rumah yang sangat indah dan terbilang panjang.


" Nak, nak Andra, terima kasih sudah mau menerima tante dan juga Alvin dengan baik selama kami menginap di sini ". Seru Lusi.


Mendengar hal ini dari mantan mama mertua istrinya, membuat batin Andra sedikit tertampar. Bagaimana tidak seperti itu, secara tidak langsung pernyataan Lusi telah menunjukkan bagaimana sikap dirinya selama beberapa hari ini, dan sikapnya itu sama sekali belum bisa dikatakan baik.


" Alvin, ayo pamitan dulu pada bunda Dira mu nak, jangan lupa ucapkan terima kasih juga pada om Andra ". Seru Lusi agar cucunya mau melakukannya.


Nadira menunduk sebelum akhirnya duduk dengan kedua lututnya yang bertumpu di atas lantai.


Tak kuasa menahan kesedihan, wanita hamil itupun memeluk putranya Alvin.


" Bunda sangat menyayangi mu nak, Alvin harus baik - baik ya di sana ". Seru Nadira lembut dengan mengelus punggung mungil putranya.


" Iya bunda, pasti, Alpin pasti baik - baik di sana, Alpin sayan bunda juga ". Sahut Alvin.


Cup... cup...


" Sekarang Alvin pamitan dulu sama daddy nya Aida ya, katakan terima kasih padanya ". Serunya Nadira agar putranya mau melakukannya.


Alvin menatap daddy nya Aida, setelah diperhatikan nya ternyata tak ada raut dingin di wajah om Andra nya itu, bahkan om Andra nya tersenyum padanya.

__ADS_1


" Kemarilah, apa kamu tidak ingin bicara dengan ku? ". Seru Andra.


Untuk sejenak Alvin memang diam, namun tak lama dari itu ia benar mendekati Andra.


" Kemarilah ". Lantas Andra membawa tubuh mungil Alvin pada gendongannya dan memeluknya dengan hangat.


Ini sungguh di luar dugaan. Andra benar melakukan hal yang tak diduga oleh semua orang.


" Daddy peluk Alvin tapi Aida tidak dipeluk, huuuh... daddy culang ". Ternyata Aida tak terima dengan sikap daddy nya.


" Maafkan daddy sayang, ayo sini kemarilah, daddy akan menggendong mu juga ". Sahut Andra.


" Begitu dong daddy, bial adil ". Lantas Aida langsung bergegas agar digendong juga oleh daddy nya.


Sungguh ini adalah momen yang sangat membahagiakan, apalagi bagi Nadira. Nadira sangat tak menyangka jika suaminya Andra bisa bersikap sehangat ini.


Nadira sangat terharu dibuatnya, bahkan kedua bola mata indahnya nampak berkaca - kaca dibuatnya.


Bak seorang daddy yang sangat menyayangi anak - anaknya, Andra memeluk hangat Aida dan juga Alvin.


Alvin yang berada dalam pelukan daddy nya Aida merasa begitu sangat terharu sekaligus malu, malu di sini adalah dirinya tak tahu harus bersikap bagaimana, antara rasa bahagia dan tak menyangka semuanya bercampur aduk menjadi satu.


" Ya sudah, aku turunkan kalian, kalian berat sekali ". Namun akhirnya Andra malah mengeluh.


" Ya belat lah daddy, kan kita beldua sudah makan ". Sahut Aida.


Kedua bocah kecil yang memiliki tinggi badan hampir sama itu telah Andra turunkan. Andra memperhatikan Alvin.


Jika diperhatikan dengan sangat dekat seperti ini, aura ketampanannya benar - benar sangat terlihat. Masih kecil saja sudah begitu terlihat ketampanannya, bukan tidak mungkin ketika sudah dewasa nanti akan menjadi terlihat sangat tampan.


" Kamu ingin mengatakan apa padaku Alvin?, bukankah kamu menghampiri ku karena ingin menyampaikan sesuatu? ". Seru Andra.


" Iya om, telima tasih om ". Sahut Alvin.


" Om?, hanya ucapan itu saja?, apa tidak ada kalimat lain yang ingin dikatakan? ". Sahut Andra.


Alvin menggeleng, dan itu artinya memang tidak ada hal lain yang ingin disampaikannya lagi.

__ADS_1


" Dengarkan aku, mulai sekarang kamu jangan memanggil ku dengan sebutan om, tapi panggil aku daddy ".


Deg...


" Apa kamu paham? ". Ujar Andra.


Apa yang Andra katakan benar membuat semua orang menjadi tertegun, pasalnya pengakuannya ini adalah hal yang sangat mustahil untuk seorang Andra lakukan.


" Alvin, kenapa kamu diam?, apa kamu mendengar dengan apa yang aku katakan? ". Tanya Andra.


" Waaah... Alvin kita sudah jadi saudala, iya benal, kita jadi saudala dekat, kamu senang kan? ".


Betapa senangnya Aida kala mengetahui jika Alvin benar-benar sudah menjadi saudaranya.


Alvin hanya diam mematung, bocah kecil itu masih sangat kebingungan.


" Daddy?... maksudnya ayah? "... ". Bingung Alvin.


" Iya ayah, daddy itu artinya ayah, panggil aku daddy, karena mulai sekarang aku adalah daddy mu ". Jelas Andra.


Ini bak sebuah mimpi bagi Alvin, tapi ini adalah kabar yang sangat baik.


" Daddy?, jadi atu punya daddy? ". Sahut Alvin.


Andra pun mengangguk sebagai sahutan nya.


" Iya, dan aku adalah daddy mu, sekarang kamu akan kembali ke kampung halaman mu, jika kamu ingin menginap di sini lagi katakan saja, pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk mu ". Tutur Andra dengan begitu jelasnya.


Dan benar saja, senyum kebahagiaan langsung terpancar dari raut wajah Alvin. Ini bukanlah mimpi, tapi ini memang benar nyata adanya.


" Telima tasih daddy ". Dan Alvin langsung memeluk daddy Andra nya.


Apakah yang terjadi ini adalah sebuah kebetulan, tidak, rasanya ini tidak mungkin. Andra telah benar-benar menerima Alvin sebagai anaknya.


Hingga tanpa terasa, Nadira benar-benar menjatuhkan air matanya. Wanita hamil yang semenjak dari tadi menjadi pemerhati itu menangis bahagia dibuatnya.


Ternyata kenyataan yang terjadi ini benar-benar diluar dari apa yang diharapkan nya. Suaminya Andra telah melakukan hal yang tak terduga, dan ternyata ini malah mempercepat keinginannya, keinginan yang ingin menjadikan Alvin sebagai saudaranya Aida, dan dirinya benar-benar sangat bersyukur akan hal ini.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2