Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Ciuman Pertama


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Hari - hari yang indah terus berlalu dengan dihiasi segala kenangan yang juga telah dilalui.


Tanpa terasa sudah tiga hari lamanya Nadira menjalani masa perawatan di rumah sakit kekasihnya, Andra.


Dan waktu ini adalah waktu di mana ia sudah bisa mempersiapkan diri untuk kembali ke rumahnya.


Nadira memang sudah tak merasakan sakit lagi, namun meski begitu dirinya masih perlu berhati - hati dalam bertingkah karena memang meski sudah tak merasakan sakit, namun luka di kakinya masihlah belum sepenuhnya sembuh.


Mungkin karena pengaruh obat - obatan yang berkualitas tinggi untuk menyembuhkan luka, membuat luka Nadira begitu berangsur cepat menuju pulih.


Namun meski begitu, Andra yang begitu sangat mempedulikan kekasihnya masih begitu sangat khawatir, ia masih khawatir jika Nadira bisa merasakan sakit lagi.


Andra meraih sepasang tangan mungil milik Nadira, ia mengucapkan kedua ibu jarinya itu di kedua punggung tangan mungil kekasihnya.


" Sayang ". Seru Andra dengan posisinya yang masih duduk di bibir ranjang yang sama dengan Nadira.


" Iya mas ". Sahutnya lembut.


" Ingat, saat sudah berada di rumah kamu nanti, kamu jangan melakukan pekerjaan apapun, aku tidak ingin kamu kelelahan sayang, kamu masih belum benar - benar pulih ". Sahut Andra yang mengingatkan Nadira.


" Iya, mas Andra jangan khawatir, aku tidak akan melakukan pekerjaan apapun... mas, mas Andra jangan terlalu khawatir, aku ini sudah sembuh, memang sih luka di kakiku masih belum benar - benar pulih, tapi kan sudah tidak sesakit seperti waktu itu ". Sahut Nadira.


Nadira hanya tak ingin jika Andra sampai terlalu mengkhawatirkan nya.


" Apapun itu, pokoknya aku tidak ingin selama kamu masih belum benar - benar sembuh total, kamu tidak boleh bekerja, aku akan menyuruh Putri untuk terus mengawasimu ". Sahut Andra yang masih keukeuh pada keinginannya.


Melihat sikap Andra yang begitu sangat bersikeras seperti ini membuat Nadira hanya bisa menghela nafasnya, padahal dirinya sudah mengatakan akan mengikuti semua yang diinginkan oleh Andra selama dirinya masih belum benar - benar pulih, namun Andra masih bersikap seolah tak mengerti dan masih belum percaya jika dirinya benar - benar akan mengikuti keinginannya.


Seperti inikah rasanya memiliki seorang kekasih yang begitu overprotective, bahkan untuk hal yang begitu kecil sekalipun yang sebenarnya tidak begitu mengkhawatirkan tetap sangat di perhatikan.


Kriett...


Terdengar adanya suara pintu yang dibuka, sontak hal itupun membuat Andra dan juga Nadira langsung menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


" Halo... selamat pagi, pagi yang sudah mulai siang, kami datang ". Seru suara seorang pria yang tak lain adalah Firly.


Dengan didampingi oleh kekasihnya Putri, Firly pun sudah bersiap untuk mengantar Nadira kembali pulang ke rumahnya.


" Dir, bagaimana, sudah siap pulang sekarang? ". Seru Putri.


" Iya Put, aku mau pulang sekarang ". Sahutnya.


Dirasa semuanya telah siap, mereka pun mulai berdiri, namun disaat semuanya telah berdiri Andra masih duduk di atas bibir kasur king size itu.


" Mas ada apa? ". Seru Nadira.


Untuk sejenak Andra memandang wajah kekasihnya itu, entah apa yang dirasakan olehnya, dan akhirnya Andra pun mulai berdiri dari posisinya. Dan tanpa disangka Andra pun memeluk tubuh mungil Nadira. Nadira menjadi bingung, apa yang terjadi pada Andra.


" Aduh Dra - Dra, masih kurang cukup kamu peluk Dira?... sudah menginap di sini tapi masih ketagihan ingin meluk... huuh, akibat lama tak dikasihi wanita, malah jadi mabuk cinta setelah dapat ". Seru Firly yang begitu tak habis pikir dengan Andra.


Andra memeluk Nadira dengan cukup erat, Andra seolah tak peduli dengan keadaan di sekelilingnya.


" Mas, ada apa?, dilepas ya pelukannya, malu mas ". Seru Nadira.


" Hanya sebentar sayang, aku ingin memelukmu seperti ini, sebentar lagi kamu akan pulang ke rumahmu, kapan lagi aku bisa puas memelukmu jika bukan sekarang ". Sahutnya.


Apa yang dirasakan Nadira juga tak berbeda jauh dengan Putri, bahkan Putri menjadi lebih tercengang daripada Nadira, Putri sangat tak menyangka dengan pernyataan Andra yang ternyata masih ingin bisa bermesraan dengan Nadira, ternyata benar, Andra sungguh sudah mabuk cinta pada Nadira.


Dengan perlahan Andra pun mulai merenggangkan pelukannya itu, namun apa yang dilakukan oleh Andra ternyata tak cukup sampai di sana.


Melepaskan pelukannya drari Nadira bukan berarti dirinya benar - benar melepaskan pelukannya.


Dengan perlahan Andra pun mengelus pipi kiri Nadira dengan lembut dengan menggunakan ibu jarinya, ia memandang wajah wanita yang sangat dicintainya, hingga pada akhirnya pandangan Andra tertuju pada bibir peach milik Nadira.


Cup...


Andra pun mencium bibir peach itu dengan bibirnya.


Merasa telah mendapatkan bibir itu, tangan kanan Andra pun beralih dan memegang tengkuk Nadira.


Andra mencium bibir Nadira, ia melu*mat bibir yang terasa begitu kenyal itu dengan begitu mendamba.

__ADS_1


Namun ada sesuatu yang membuat Andra merasa begitu aneh, mengapa Nadira tak membalasnya, mengapa ia hanya diam.


" Apa?... kenapa dia tak membalas? ". Batin Andra.


Merasa karena tak adanya balasan dari Nadira, membuat Andra pun akhirnya memilih untuk melepaskan pagutan bibirnya itu.


Nadira yang mendapatkan serangan tiba - tiba berupa ciuman bibir dari Andra hanya bisa terdiam membeku dengan pandangannya yang begitu tak bisa untuk dimengerti.


Ia terdiam karena rasa keterkejutan nya, Nadira sangat tak menyangka jika Andra kali ini sampai berani mencium bibirnya, ciuman ini adalah ciuman pertama baginya.


Sementara sang sahabat Putri yang menyaksikan sendiri bagaimana Nadira dicium oleh Andra hanya bisa membekap mulutnya dengan rasa tak percaya.


Putri tak percaya jika Andra benar - benar akan mencium bibir Nadira juga.


" Aduh Dra - Dra, kamu ini tidak tahu malu ya, kamu mencium Dira di depan kita?... aduh, tidak cukup apa selama berada di rumah sakit ini kamu bermesraan dengan Dira?, heran deh ". Seru Firly yang merasa tak habis pikir dengan sikap Andra.


Apa yang telah terjadi membuat Nadira hanya tertunduk malu, Nadira begitu merasa malu bahkan kini raut wajahnya pun nampak memerah bagaikan buah tomat yang begitu matang dan siap dipetik dari pohonnya.


" Ya Tuhan, kenapa kamu harus merasa semalu ini sih sayang? ". Batin Andra.


" Sayang... ". Seru Andra lalu dengan lembut pria berusia matang itupun mulai mendongakkan dagu Nadira.


" Kenapa kamu diam, apa kamu tidak suka dengan sikap ku? ". Seru Andra pasalnya ia masih tak mengerti akan sikap malu - malu yang Nadira tunjukkan.


" Dasar Andra, kenapa kamu masih bertanya sih Dra, pastilah Dira terkejut, kamunya saja yang langsung nyosor begitu ". Ujar Firly.


Ujaran Firly tebtulah membuat Andra menjadi berpikir, terkejut?, mungkin itu memang benar, namun selain nampak adanya raut terkejut, Andra merasa ada lebih dari itu, dari raut Nadira sangat nampak jelas jika ia begitu sangat merasa malu.


Adanya sikap malu - malu dari Nadira ini membuat Andra memiliki sebuah pertanyaan besar, mengapa Nadira harus merasa malu, bukankah ia sudah terbiasa melakukannya.


Namun setelah itu Andra menyadari jika sikapnya yang tiba - tiba saja mencium Nadira tentu tidak bisa dibenarkan pasalnya dirinya masih belum mendapatkan izinnya, apalagi ciuman ini adalah kali pertama bagi Nadira dan juga dirinya selama menjadi sepasang kekasih.


" Sayang, maafkan aku ". Seru Andra yang pada akhirnya meminta maaf.


Dan Andra mulai memeluk tubuh mungil itu dengan rengkuhannya, memang benar jika dirinya sangatlah mencintai Nadira, namun sepertinya sikapnya yang ini memang kurang tepat untuk dirinya lakukan dalam keadaan ini, iya, mungkin memang seperti itu.


Bersambung..........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2