
Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Dengan sekuat tenaga pandangannya yang terasa sudah mulai tidak jelas itu, membuat Andra sekuat tenaga agar bisa melihat keadaan di sekelilingnya. Namun sungguh sayang, apa yang ada di sekitarnya benar - benar sudah terlihat kabur.
" Tuan, kami akan membawa tuan ke kamar sekarang ya, tuan sudah terlihat sangat mabuk ". Seru wanita itu.
" Iya tuan, tuan sudah terlihat sangat mabuk, tenanglah tuan, pada saat berada di kamar nanti kami akan memberikan pelayanan terbaik kami ". Timpal yang lainnya.
Hanya tiga orang wanita malam yang menemani Andra di club ini, yang lainnya sedang sibuk menemani para tamu yang lain serta sibuk bernyanyi dan berjoget - joget dengan begitu gembira ria.
Dengan perlahan ketiga wanita itu terus melanjutkan aksi mereka. Salah satu dari mereka berusaha mendongakkan kepala Andra, sedangkan dua diantaranya berusaha menjaga dan membuat tubuh Andra bisa menjadi duduk tegak sebelum akhirnya mereka membawa Andra ke kamar yang sudah tersedia.
" Apa yang kalian lakukan hah, lepaskan... ". Sentak Andra tiba - tiba kala dirinya sudah duduk dengan tegak.
" Tuan, kami hanya ingin membawa tuan untuk beristirahat, kami akan membawa tuan ke kamar ".
" Iya tuan benar ". Sahut mereka.
" Singkirkan tangan kalian, dasar wanita mura*han ". Sentak Andra lagi.
Sontak ketiga wanita itupun langsung melepaskan sentuhan tangan mereka dari tubuh kekar Andra.
Mereka tak menyangka jika pria yang sudah mereka anggap mabuk ini masih bisa menolak dengan begitu keras. Berharap agar malam ini bisa mendapatkan penghasilan yang besar namun sepertinya akan mengalami kegagalan.
" Menjauhlah dariku dasar wanita mura*han ". Sentak Andra lagi pada ketiga wanita malam itu.
" Huh dasar, mengatakan kita wanita mura*han, tapi dianya malah datang ke tempat ini, dia tidak sadar apa jika dengan mabuk - mabukan di tempat ini juga sudah memperlihatkan jika dia juga murahan ". Bisik wanita itu.
" Iya, dasar pria sok suci ". Bisik yang lainnya.
Merasa kurang begitu suka dengan sikap Andra, akhirnya ketiga wanita malam itu pun mulai menghindar dari dekat Andra.
Kegiatan malam di club ini semakin menjadi saja, seolah lupa akan kesalahan dan dosa yang mereka perbuat di tempat ini, para anak manusia yang sudah terjerat dalam lingkaran setan ini begitu sangat menikmati kegiatan malam mereka seperti yang sudah - sudah. Mereka larut dalam kesenangan mereka.
Andra sendiri masih merasakan pusing di kepalanya, rasanya begitu berat sekali. Dan sesaat setelah itu, Andra kembali menjatuhkan kepalanya di atas meja.
" Di raaa..., kamu, jangan, tinggal-kan, aku, sayang ". Seru Andra dengan kedua matanya yang terpejam.
Berakhirnya hubungannya dengan Nadira telah benar - benar membuat Andra merasa begitu sangat kehilangan.
Tak pernah dirinya sangka jika akibat dari kesalahpahaman yang sudah terjadi, telah mampu memusnahkan sebuah hubungan yang sudah dirinya yakini untuk menuju ke ikatan suci pernikahan. Namun sungguh sayang seribu kali sayang, akibat dari kebodohannya sendiri, semua harapan itu telah benar - benar sirna. Dan kini hanya sebuah penyesalan lah yang dirinya rasakan.
Sementara di posisi yang tak terlalu jauh dari posisi di mana Andra berada, nampak seorang pria muda yang sedari tadi begitu sangat setia memperhatikan Andra.
Setelah mengetahui jika Andra datang ke club ini dan banyak di dekati oleh wanita penghibur, membuat pemuda itu ingin lebih banyak menggunakan waktunya untuk menjaga Andra dari jarak jauh.
Bukan tanpa sebab pemuda itu menjaga Andra dari jarak jauh, karena dirinya yang bekerja sebagai seorang pelayan di club, membuatnya berinisiatif untuk menjaga Andra dari jarak jauh dengan sesekali ia mengantarkan beberapa gelas wine kepada para tamu yang hadir.
Sementara itu, nampak Firly sudah datang dengan pandangannya yang sudah celingak cekinguk mengarah ke hampir setiap sudut ruangan di club ini, hingga akhirnya Firly pun menemukan sahabatnya Andra yang sudah terlihat lemas di atas meja.
" Ya Tuhan, Andra ". Gumam Firly, lalu dengan cepat ia pun langsung mendekati sahabatnya.
Dan bersamaan dengan itu pula, pemuda yang sempat memperhatikan dan menjaga Andra dari jarak jauh itupun juga langsung mendekat ke arah Andra.
" Andra ". Seru Firly kala dirinya sudah berada di dekat sang sahabat.
" Andra, ya Tuhan, Dra, kamu kenapa, kenapa kamu sampai mabuk seperti ini? ". Seru Firly.
Firly begitu tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Andra. Bagaimana bisa Andra melakukan hal seperti ini lagi setelah sekian lama tak pernah melakukannya.
" Ayo Andra, lebih baik kamu pulang sekarang, sebenarnya ada masalah apa sih Dra sampai kamu mabuk seperti ini? ". Firly mencoba menegakkan tubuh Andra.
" Di raaa... ". Andra kembali menyerukan nama Nadira.
Sontak Firly pun menjadi menghentikan aksinya.
" Apa?, Dira?, kamu ada masalah dengan Dira? ". Tanya Firly.
" Di raaa... ".
" Tuan Firly ". Sapa seorang pemuda yang berpakaian pelayan yang tiba - tiba menghampiri Firly dan juga Andra.
" Dika ". Sahut Firly.
" Sebaiknya tuan Andra harus segera dibawa pulang tuan, tuan Andra sudah banyak minum ". Sahut Dika.
__ADS_1
" Iya - iya, ini aku memang sudah ingin segera membawanya, terima kasih karena kamu sudah menghubungiku, kenapa kamu bekerja di tempat ini? ". Sahut Firly.
" Iya tuan, anu... karena tuntutan tuan, demi memenuhi kebutuhan saya dan juga ibu ". Sahut Dika dengan sedikit tersenyum hambar.
Ya, dialah Dika, seorang pemuda yang masih berusia dua puluh tiga tahun. Baik Andra maupun Firly sudah mengenal Dika, mereka mengenal Dika pada saat di mana rumah Dika dan juga ibunya akan segera di gusur lantaran tempat di mana mereka tinggal akan segera dibangun perusahaan milik Andra.
Merasa kasihan dengan nasib Dika dan juga ibunya, menjadikan Andra ingin membuatkan tempat baru bagi Dika dan juga ibunya di lahan yang lain. Sehingga dari peristiwa itulah baik Andra maupun Firly menjadi mengenal Dika.
Namun setelah Dika dan ibunya sudah dibuatkan rumah, sudah tak ada lagi kontak antara Dika dengan Andra dan juga Firly. Dan sungguh tidak disangka, setelah cukup lama tak melihat dua sosok yang pernah membantunya ini, akhirnya Dika bertemu kembali dengan mereka.
Beruntung Dika masih menyimpan kontak nomer Andra dan juga Firly, sehingga Dika pun bisa menghubungi salah satunya.
Merasakan jika tuan Andra nya berada dalam bahaya karena ulah para wanita malam, membuat Dika pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi tuan Firly.
" Ya sudah, mulai sekarang, berhentilah kamu bekerja di tempat ini, besok kamu kerja di perusahaan ku saja, kamu tahu kan perusahaan ku? ". Sahut Firly.
" Tapi tuan, saya hanya lulusan SMA, memangnya apa yang bisa saya kerjakan dengan bekal lulusan ijazah SMA? ". Sahut Dika.
" Sudah, jangan terlalu dipikirkan, itu urusanku nanti, lebih baik sekarang kamu bantu aku untuk membawa si manusia yang merepotkan ini ke mobilku ". Putus Firly pada akhirnya.
Dengan tanpa bantahan, Dika pun mencoba membantu tuan Firly nya agar bisa menegakkan tubuh tuan Andra nya.
" Huuh... Andra - Andra, merepotkan saja kamu, beruntung masih ada Dika, kalau tidak, pasti kamu sudah dimangsa oleh wanita - wanita yang lapar itu ". Seru Firly dengan berusaha membawa tubuh Andra.
Dengan bantuan dari Dika, Firly pun akhirnya berhasil membawa dan menuntun tubuh besar Andra untuk keluar dari club.
Andra akan dibawa dengan mobilnya, sedangkan mobil Andra sendiri kemungkinan akan diantarkan oleh penjaga yang menjaga club ini.
*****
Setelah melewati waktu beberapa menit untuk menuju apartemen pribadinya, akhirnya Firly sampai juga.
Merasa kerepotan karena membawa tubuh Andra seorang diri, sudah pasti Firly rasakan. Firly memang sengaja membawa Andra ke apartemen pribadinya, bukan tanpa sebab Firly melakukan hal ini. Jika Andra sampai kembali ke rumahnya dalam keadaan mabuk, sudah pasti orang - orang di rumahnya akan merasa begitu sangat khawatir, apalagi putri kecil Andra, Aida. Jika Aida sampai tahu jika daddy nya mabuk, sudah pasti gadis kecil itu akan sangat sedih.
Hingga pada akhirnya, Firly sudah berhasil membawa Andra ke salah satu kamar miliknya.
" Huuh... akhirnya selesai juga, merepotkan sekali kamu Andra ". Seru Firly setelah meletakkan tubuh besar Andra di atas kasur.
" Ssshhh... Di raaa... ". Seru Andra dengan memegangi kepalanya.
" Ya Tuhan, sebenarnya ada masalah apa sih antara kamu dengan Dira Dra, dari tadi aku dengar kamu panggil - panggil Dira terus, ini sudah malam, Dira nya sudah tidur ". Sahut Firly.
Firly merasa tak habis pikir dengan Andra. Apakah Andra memiliki masalah yang begitu sangat besar dengan Nadira, sehingga dari masalah itulah yang menyebabkan Andra sampai bertekad untuk minum - minuman keras. Apakah sebegitu rumitnya masalah diantara mereka berdua. Pasti Andra begitu sangat frustasi, jika tidak, tidak mungkin Andra kembali meminum minuman haram itu setelah sekian tahun tak pernah meminumnya lagi.
" Sepertinya kamu memang harus disadarkan Dra ". Gumam Firly.
Lalu Firly pun bergegas keluar dari dalam kamar itu untuk menuju dapur, entah apa yang ingin dilakukannya.
Di kamar ini, Andra berusaha untuk membuka kedua matanya, namun disaat dirinya mencoba melihat keadaan di sekelilingnya, yang terlihat adalah keadaan yang tidak jelas, terlihat bergerak ke sana ke mari dan cembung. Semuanya benar - benar tidak jelas.
" Aduuuh... kepalaku ". Rintih Andra dengan memegangi kepalanya.
Akhirnya, setelah sekian lama nama Nadira yang selalu diucapkan oleh Andra, akhirnya kedua belah bibirnya itu sudah mampu mengucapkan kalimat yang lain.
Sepertinya Andra berusaha untuk sadar dari rasa mabuknya, namun kepalanya masih terasa begitu berat untuk menyadarinya.
Andra berusaha untuk duduk dari posisi berbaring nya, siapa tahu dengan dirinya duduk akan dapat membantu mengurangi rasa pusing di kepalanya.
" Hey Dra, mau kemana kamu? ". Seru Firly setelah dirinya masuk ke kamar itu.
Setelah mengetahui sahabatnya sudah duduk, Firly meletakkan dua kaleng susu cair di atas meja yang dibawanya dari dapur, ternyata Firly mengambil dua kaleng susu cair dari dalam lemari pendingin yang ada di dapurnya. Mungkin akan ia berikan pada Andra.
" Andra, apa kamu baik? ". Seru Firly dengan memegang bahu kanan Andra.
" Kepalaku pusing Fir ". Sahut Andra dengan nada suaranya yang terdengar lirih.
" Humm... akhirnya kamu bisa menjawab ku dengan kalimat lain, dari semenjak di club, hanya nama Dira saja yang kamu sebut, memangnya ada apa dengan kekasihmu si Dira, kalian ada masalah? ". Sahut Firly.
Namun Andra tak menjawabnya, ia diam dengan pandangannya yang mengarah pada lantai.
" Ya sudah kalau kamu belum bisa menjawabnya sekarang, lebih baik sekarang kamu minum susu cair ini dulu, agar rasa mabuk mu bisa sedikit berkurang ". Putus Firly pada akhirnya.
Lalu Firly pun menyerahkan satu kaleng susu cair itu pada Andra. Semoga dengan Andra meminum susu itu bisa sedikit menetralkan rasa mabuk nya.
" Ini lagi minum yang satunya Dra, agar mabuk mu bisa cepat reda ". Ujar Firly lagi dengan kembali menyodorkan satu kaleng susu cair yang masih tersisa.
" Sudah - sudah, aku mau tidur ". Tolak Andra dengan meletakkan kaleng susu bekas yang di minumnya di atas meja.
__ADS_1
" Ya Tuhan, anak ini, terserah kamu lah Dra, kalau masih terasa pusing jangan salahkan aku ". Sahut Firly.
Andra sudah kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kepalanya memang masih terasa pusing, namun dirinya mengabaikan hal itu. Andra lebih memilih untuk tidur saja.
" Ya sudah, kamu beristirahat lah, aku mau istirahat juga di kamarku ". Seru Firly pada sahabatnya.
" Firly ". Seru Andra.
Sontak Firly pun langsung menghentikan langkahnya yang hendak keluar.
" Iya, ada apa lagi Dra, katanya kamu sudah mau tidur? ". Sahut Firly.
" Aku dengan Dira sudah putus Fir ". Adu Andra pada akhirnya.
Deg...
" Apa?... kalian putus?... yang benar kamu Dra?... ". Firly begitu sangat terkejut.
Firly pun langsung duduk di bibir kasur ranjang Andra. Firly ingin memastikan apakah dirinya tidak salah mendengar.
" Dra, kamu tidak bercanda kan Dra, kamu benar putus dengan Dira? ". Tanya Firly lagi.
" Ini semua, salahku Fir... coba saja, aku, lebih percaya, pada Dira, pasti, tidak akan, begini jadinya ". Sahut Andra dengan terbata - bata.
" Memangnya apa yang sudah kamu lakukan Dra, kenapa kalian sampai putus? ". Tanya Firly lagi.
" Aku, tidak, percaya, pada, Dira, aku, sudah, menganggapnya, ber-bohong, harusnya, aku percaya, ucapan Dira, kalau Celine, hanya, pura - pura, sakit ". Sahut Andra dengan nada suaranya yang masih terbata - bata.
Setelah mendengar penuturan dari Andra, membuat Firly pun akhirnya paham jika yang menjadi penyebab masalah di antara Andra dan juga Nadira adalah Celine.
" Ya Tuhan, Dra - Dra, kamu ini bo*doh sekali, seharusnya kamu lebih percaya pada Dira, mana mungkin wanita baik seperti Dira sampai tega berbohong?, sekarang kamu menyesal kan? ". Sahut Firly.
Andra tak menyahuti ucapan Firly, memang benar apa yang dikatakan oleh Firly jika dirinya memanglah bo*doh. Seharusnya dirinya lebih mempercayai kekasihnya Nadira yang sudah jelas - jelas tidak akan berbohong.
" Ya sudahlah kamu istirahat saja, aku mau ke kamarku, jika diberi solusi agar Dira bisa kembali lagi sama kamu, itu akan percuma saja, karena sudah pasti si Dira tidak akan mau menerima mu kembali ". Putus Firly pada akhirnya.
Dan seusai mengatakan hal itu, Firly pun keluar dari kamar itu. Dilihatnya penunjuk waktu yang melekat di pergelangan tangan kirinya, ternyata waktu sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam.
Sebenarnya Firly begitu sangat kasihan pada Andra, namun apalah gunanya, jika diberi solusi pun akan percuma. Nadira dan juga Andra tak akan bisa bersama lagi.
*****
Suasana malam yang sudah menunjukkan dini hari, telah mengusik tidur seorang Andra yang masih belum lama terpejam.
Entah apa mungkin karena dirinya yang masih frustasi, sehingga membuat Andra kurang begitu nyenyak dalam tidurnya. Belum lagi rasa pusing yang dialaminya karena mabuk, masih belum sepenuhnya reda.
" Aku mau pulang saja ". Seru Andra.
Andra berusaha terjaga dari posisinya, meski rasa berat di kepalanya masih begitu terasa mendera, tak membuatnya menjadi tumbang.
Dengan tanpa sepengetahuan dari Firly, Andra mulai keluar dari kamarnya sebelum akhirnya keluar dari apartemen dan menuju ke dalam mobil.
" Aduh... kepalaku kenapa pusing sekali sih? ". Ringis Andra kala dirinya sudah berada di dalam mobil.
Dengan rasa pusing yang masih mendera kepalanya, tetap saja Andra menyalakan mobilnya dan membawanya melaju. Rupanya Andra tak memikirkan hal buruk apa yang bisa saja menimpanya dalam keadaan mabuk seperti ini.
Dengan kondisi kepala yang masih terasa begitu pusing, Andra melajukan mobil mewahnya dengan agak cepat. Dan yang lebih parahnya lagi, Andra membawa mobilnya dengan oleng.
Tentu apa yang dilakukan oleh Andra begitu sangat mengundang bahaya, baik itu Andra sendiri dan juga pengendara yang lainnya.
" Ya Tuhan, kenapa kepalaku pusing seperti ini sih? ". Ringis Andra.
Andra tak pernah menyangka jika setelah sekian tahun lamanya tak pernah meminum alkohol lagi, kini setelah dirinya meminumnya dalam jumlah yang cukup banyak, malah membuatnya mengalami mabuk yang tak berkesudahan seperti ini.
" Aduh kepalaku ".
Tiiiiiiiiinn....
" Hah astaga... ".
Cekiiiiit... brukkk... brukkk... brukkk...
Kecelakaan hebat itupun tak mampu untuk Andra hindari.
Sungguh nahas, mobil yang Andra kendarai malah menabrak sebuah truk sehingga membuat mobilnya menjadi bergeser dan terjungkal berkali - kali.
Bersambung..........
__ADS_1