
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
" Sayang, apa maksudmu bicara seperti itu?, apa maksudmu yang mengatakan jika kamu bukan siapa - siapa lagi bagiku? ". Seru Andra.
Sungguh hati Andra benar - benar terasa dibuat khawatir dengan pernyataan Nadira.
Nadira sendiri sebenarnya juga tak sanggup mengatakan hal ini pada sosok pria yang sudah berhasil membuatnya jatuh hati. Namun, dirinya harus tetap mengatakan ini. Setelah cukup lama dirinya diabaikan, telah membuat Nadira sadar, jika dirinya memanglah tidak pantas untuk menjadi kekasih Andra. Dan kesalahpahaman yang sudah terlanjur terjadi ini, sudah menjadi bukti akan semuanya.
Rasa sedih yang teramat mendalam sudah pasti Nadira rasakan. Namun dirinya harus menutupi semua itu. Dirinya tidak boleh menunjukkan kesedihannya di depan Andra.
" Sayang, kenapa kamu hanya diam, apa maksudmu yang mengatakan jika kamu bukan siapa - siapa lagi bagiku? ". Seru Andra lagi.
" Iya tuan, saya memang bukan siapa - siapa lagi bagi tuan, jadi saya mohon agar tuan bisa keluar dari kamar saya sekarang ". Sahut Nadira.
" Apa maksudmu Dira?, kamu ini kekasihku, bagaimana mungkin kamu bukanlah siapa - siapa lagi bagiku? ". Sahut Andra.
Semakin ke sini entah mengapa membuat perasaan Andra semakin takut kehilangan Nadira.
" Tuan Andra, tolong maafkan saya, tapi saya harus mengatakan ini ". Seru Nadira dengan begitu lirih.
Hati Nadira merasa begitu tak sanggup. Apalagi yang ingin dirinya diungkapkan adalah hal yang akan membuat dirinya dengan Andra benar - benar akan berpisah.
" Tuan, tolong jangan panggil saya lagi dengan sebutan itu, tolong jangan menganggap saya sebagai orang yang penting, saya bukan siapa - siapa lagi bagi tuan, karena apa, karena hubungan kita sudah berakhir ".
Deg...
" Hubungan kita sudah berakhir tuan, semenjak tuan sudah tak pernah menganggap saya lagi, sudah semenjak saat itu kita sudah tidak punya hubungan apa - apa lagi, ikatan menjadi sepasang kekasih yang pernah kita jalani semuanya sudah berakhir, jadi lebih baik, jalani saja masing - masing hidup kita ". Tutur Nadira dengan segala ungkapan perasaannya.
Hancur...
Itulah yang Andra rasakan. Setelah mendengar semua pengakuan Nadira, seketika itu tubuhnya seolah menjadi lemas.
Hancur sudah, semuanya benar - benar sudah hancur. Hal yang tidak diinginkan dirinya ternyata benar - benar terjadi. Nadira kekasihnya benar - benar sudah mengakhiri hubungannya. Bagaimana ini, bagaimana jika sudah seperti ini.
Begitupun dengan Nadira, hati Nadira merasa begitu hancur sama seperti yang Andra rasakan. Dirinya harus kehilangan orang yang dicintainya. Nadira memang sengaja melepaskannya karena memang inilah yang terbaik.
__ADS_1
Setelah semua masalah yang terjadi, membuat Nadira sudah begitu sangat mengerti dan paham, jikalau hubungannya dengan Andra masih dilanjutkan, maka akan sangat mungkin jika kedepannya akan memberikan dampak yang tidak baik untuk dirinya dan juga Andra.
Apalah artinya sebuah hubungan jika di dalamnya tidak terdapat sebuah kepercayaan. Dan hal itulah yang terjadi dalam hubungannya dan juga Andra. Jadi, mengakhiri hubungan yang sudah terjalin cukup lama ini sepertinya akan lebih baik.
" Sayang... ". Lirih Andra.
Andra tak tahu harus berbuat bagaimana setelah apa yang diungkapkan oleh Nadira. Dirinya tidak ingin jika harus kehilangan kekasihnya. Setelah sekian lama tak membiarkan seorang wanita masuk ke dalam hatinya, kini, setelah seorang wanita yang begitu spesial sudah hadir dan namanya sudah benar - benar bersemayam di hatinya, dirinya malah harus kehilangan sosok yang yang begitu spesial ini. Tidak, Andra tidak ingin ini terjadi. Andra tidak ingin kehilangan kekasihnya.
" Sayang... ". Lirih Andra, lalu dengan tanpa izin dari Nadira, Andra mulai memeluk tubuh mungil Nadira.
" Tuan, apa yang tuan lakukan, lepaskan, tuan tidak boleh seperti ini ". Seru Nadira dengan berusaha menolak tubuh Andra.
Andra memeluk tubuh mungil wanitanya itu dengan begitu erat. Ia memeluknya seolah tak ingin melepaskannya. Tubuh ini, begitu sangat dirinya rindukan.
" Tuan, tolong lepaskan, lepaskan tuan, anda tidak boleh seperti ini ". Seru Nadira lagi dengan meronta - ronta.
" Hanya sebentar, hanya sebentar sayang, aku ingin memelukmu sebentar saja ". Sahut Andra.
Seketika itu Nadira langsung berhenti dari sikap meronta - rontanya. Sebenarnya Nadira sendiri juga sadar, jika dirinya juga begitu sangat merindukan Andra. Setelah Andra memeluknya seperti ini, tentulah dirinya bisa merasakan kehangatannya, bisa merasakan kenyamanannya. Namun ini hanya sementara, karena setelah ini, dirinya tidak akan dipeluk seperti ini lagi.
Hingga setelah merasa cukup memeluknya, dengan perlahan Andra pun mulai melepaskan pelukannya itu, dan kini, ia benar - benar sudah melepaskannya.
Dengan perlahan Andra mulai meraih kedua tangan mungil Nadira. Ia menggenggam sepasang tangan mungil itu.
" Sayang, aku tahu, kesalahanku ini begitu sangat fatal, dan rasanya, suatu hal yang sangat sulit jika kesalahanku ini sampai begitu mudah untuk dimaafkan ".
Andra menjeda kalimatnya, sepasang bola mata birunya menatap sepasang bola mata indah milik Nadira dengan lebih dalam lagi.
Andra masih bisa merasakan jika Nadira masihlah sangat mencintainya. Hanya saja karena rasa kecewa yang dialaminya, membuat Nadira menjadi bersikap seperti ini.
" Sayang, kamu masih kekasihku, beri aku satu kesempatan lagi ya untuk memperbaiki kesalahanku ". Tutur Andra.
Dengan perlahan Nadira mulai menarik kedua tangannya dari genggaman tangan Andra. Tentu hal ini membuat hati Andra menjadi terasa ditusuk.
" Maafkan saya, saya sudah tetap pada apa yang saya katakan tadi, kita sudahi saja hubungan kita ini tuan ".
" Dari sekian kejadian yang sudah terjadi, membuat saya sadar jika saya sama sekali tidak pantas untuk menjadi pendamping tuan Andra ".
__ADS_1
" Menjadi kekasih dari tuan tidaklah mudah, jadi, dengan mengakhiri hubungan ini, akan terasa lebih baik untuk kita berdua ".
" Jadi saya mohon pada tuan Andra, ikhlaskan saja saya tuan, saya yakin, di luar sana pasti ada wanita yang jauh lebih pantas untuk menjadi pendamping tuan Andra ".
" Dan soal Aida, tuan Andra tidak perlu khawatir, karena sampai kapanpun saya akan tetap menjadi bunda bagi Aida. Aida sudah saya anggap seperti putri kandung saya sendiri, dan sampai kapanpun akan tetap seperti itu ". Tutur Nadira panjang lebar dengan segala penjelasannya.
Selesai sudah, semuanya sudah benar - benar selesai. Sudah tidak ada lagi kesempatan baginya untuk bisa menyelamatkan hubungannya dengan Nadira.
Dan ini semua terjadi karena kesalahannya sendiri. Hubungannya sudah benar - benar berakhir sekarang.
" Sayang, jadi kamu benar - benar sudah tidak ingin memberikan kesempatan apapun lagi untukku sayang? ". Seru Andra.
Andra masih sangat berharap jika Nadira masih mau memberikannya kesempatan lagi.
Nadira pun menggeleng sebagai tanda jika memang sudah tak ada lagi kesempatan yang bisa diberikan.
Merasa hancur, hancur yang sehancur hancurnya, itulah yang Andra rasakan. Memang benar semuanya sudah tak ada kesempatan lagi.
Sementara di ruangan tamu, Firly yang sudah merasa sudah cukup lama berada di tempat ini, menjadi kebingungan sendiri.
Mengapa hingga detik ini sahabatnya Andra masih belum menunjukkan batang hidungnya juga.
" Kemana si Andra, kenapa masih belum keluar juga? ". Seru Firly.
" Mungkin tuan Andra masih belum selesai bicaranya mas ". Sahut Putri.
" Humm, kamu benar juga baby, atau mungkin si Andra sedang asyik asyiknya itu berduaan dengan Dira hihihihi... ". Bukan Firly namanya jika memang tak suka menggoda.
" Kamu bicara apa sih mas, jangan yang aneh - aneh deh ". Sahut Putri.
" Loh, apanya yang aneh sih baby, kan memang benar jika Andra sedang asyik asyiknya berduaan dengan Dira ". Sahut Firly lagi.
Sepasang kekasih yang menghabiskan waktu mereka berdua di ruang tamu ini masih belum tahu jika kedua orang yang mereka bicarakan sudah mengalami kegagalan dalam hubungan mereka berdua.
Firly dan Putri sama sekali tidak tahu jika saat ini hubungan Andra dan juga Nadira telah benar - benar kandas.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf ya, Author update sedikit ππ.
β€β€β€β€β€