Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Ancaman Celine


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Akibat dari hilangnya si nona kecil Aida, pak Rahman sang supir pribadi serta kelima bodyguard kepercayaannya kini telah siap siaga menerima titah dari tuannya.


" Kalian semua harus menemukan putriku, apapun caranya tangkap Ria dan bawa putriku pulang, apa kalian mengerti? ". Perintah Andra pada semua bodyguard kepercayaannya.


" Baik tuan kami mengerti ". Sahut mereka.


" Ingat, aku tidak mau hanya sahutan saja, tapi kalian harus berhasil menangkap wanita sialan itu dan membawa putriku... ".


Drtt... drtt... drtt...


Tiba - tiba saja getaran handphonenya telah berhasil mengusiknya. Andra merogoh handphone pintarnya yang ada di saku celananya itu.


" Sialan, ganggu saja ". Kesalnya.


Andra memperhatikan layar handphonenya, yang menghubunginya adalah nomer yang tak dikenal.


" Iya halo, siapa kamu? ". Sahut Andra setelah pria itu menerima panggilannya.


" Halo Andra, apa kabar?, apa kamu baik - baik saja? ". Sahut suara seorang wanita yang sangat Andra kenali siapa pemiliknya.


" Celine?, ada apa kamu menghubungi ku wanita penipu? ". Sahut Andra.


" Owww... wanita penipu?, hihihihi... ternyata kamu masih mengenali suaraku ".


" Dasar wanita aneh, seharusnya aku tak menjawab panggilan mu ".


" Eits, tunggu dulu Andra, jangan ditutup telepon nya, jika kamu menutup panggilan ini, akan aku pastikan kamu akan menyesal seumur hidup mu ".


" Apa maksudmu wanita gila? ". Sentak Andra.


" Wanita gila?, mungkin itu benar, iya, aku memang sudah gila, dan kamulah yang sudah membuatku menjadi gila seperti ini ".


" Apa kamu tidak khawatir dengan putrimu Aida? ".


Deg...


Sungguh Andra sangat tersentak kaget dengan pernyataan Celine. Apa maksud Celine mengatakan hal ini, apa Celine mengetahui di mana keberadaan putrinya Aida.


" Apa maksudmu Celine?, jangan berbelit - belit kalau bicara kamu Celine? ". Sentak Andra.


" Waw... takut... Andra yang tampan jangan marah - marah, nanti tampan mu itu bisa hilang loh ".


Andra yang mendengarnya semakin merasa kesal saja, semakin lama aliran darah di tubuhnya menjadi terasa semakin mendidih.


" Cepat katakan apa mau mu Celine? ".


" Baiklah - baiklah, aku akan mengatakannya sekarang, aku hanya ingin mengatakan jika putrimu Aida ada bersamaku ".

__ADS_1


Deg...


" Apa katamu?, kurang ajar, dasar wanita brengsekk ". Marah Andra.


" Beraninya kamu menculik putriku Celine ".


" Hey... kamu jangan marah - marah seperti ini, turunkan nada suara mu itu jika kamu ingin putrimu selamat, ingat, keselamatan nyawa putrimu ada di tanganku ".


Andra langsung terdiam kala mendengar gertakan Celine. Ini benar-benar membuat aliran darah di tubuhnya menjadi semakin mendidih, bahkan ingin sekali rasanya dirinya membanting wanita yang sudah dengan begitu beraninya menculik putrinya ini. Ternyata Ria dengan Celine telah bersekongkol untuk menculik putrinya, mereka bekerja sama untuk membuat keonaran ini. Ini benar-benar sial, mengapa dirinya sampai seteledor ini.


" Begitu dong, sekali - kali kamu juga harus merendah ". Sahut Celine.


" Sekarang di mana putriku?, cepat katakan ". Sahut Andra dengan nadanya yang sedikit lebih rendah.


" Tidak semudah itu Andra, memangnya aku bisa menculik putrimu tanpa alasan?, tentu saja tidak, aku ini tidak bodoh Andra ". Sahut Celine.


Ini benar-benar memuakkan, Andra benar merasa sangat muak dengan drama ini.


" Jangan berbelit - belit, sekarang katakan apa mau mu? ". Sahut Andra pada akhirnya.


" Jika kamu ingin putrimu Aida kembali dalam keadaan selamat, aku mau semua perusahaan papa ku yang sudah kamu rampas itu kamu kembalikan padaku, dan... ".


" Dan apa? ". Sahut Andra.


" Dan kamu harus menceraikan istri mu Dira ".


Deg...


" Bukankah kamu tadi sudah mengatakannya, terus untuk apalagi kamu mengatakan aku tidak waras? ".


" Aku sama sekali tidak peduli dengan siapapun, intinya jika kamu ingin putrimu Aida selamat, maka serahkan semua perusahaan papa ku dan ceraikan istri mu Dira ".


" Ingat Andra, aku bisa sampai gila dan senekad ini karena kamulah penyebabnya, gara-gara kamu hidup keluargaku jadi hancur Andra ".


Andra terdiam, tak ada kata lagi yang keluar dari kedua belah bibir Andra. Memangnya apa yang sudah terjadi pada keluarga Celine, bukankah meski perusahaan papa nya telah dirinya rampas masih ada perusahaan papa Celine yang lain.


" Kenapa kamu diam Andra?, jadi kamu tidak setuju dengan permintaan ku?, baiklah, kalau begitu jangan salahkan aku jika sampai terjadi apa - apa pada putrimu ".


" Jangan gila kamu Celine, jangan coba - coba kamu mencelakai putriku, jika tidak... ".


" Jika tidak apa?... kamu masih berani mengancam ku?... ".


" Ini peringatan terakhir ku, jika kamu ingin putrimu Aida selamat, maka kembalikan semua perusahaan papa ku dan ceraikan istri mu Dira, dan ingat, jangan pernah sekali - kali kamu melapor pada polisi ".


Tuuut... tuuut... tuuut...


" Celine, Celine, kurang ajar dasar brengsekk ".


Celine telah benar menutup panggilannya. Ini benar-benar membuat perasaan Andra menjadi sangat tak karuan, semuanya benar-benar kacau.


" Brengseeeek... ". Marah Andra.

__ADS_1


" Tuan, apa sebaiknya kita lapor polisi saja tuan? ". Seru pak Rahman.


Namun Andra menggeleng, mengapa bisa sampai terjadi seperti ini, yang benar saja dirinya harus menceraikan istrinya Nadira, itu sangat tak mungkin, tapi jika tidak, maka dirinya akan kehilangan putrinya.


Apa yang dilakukan oleh Celine benar-benar sudah melampaui batas, bahkan mungkin akan membuat Andra bisa melakukan hal gila yang tidak akan pernah dia bayangkan.


" Kamu akan sangat menyesal karena sudah berani bermain api seperti ini dengan ku Celine ". Batin Andra.


*****


Malam hari sudah tiba, namun sosok gadis kecil yang tadi sempat ikut acara syukuran tujuh bulanan kehamilan bundanya masih terbaring tak sadarkan diri.


Kini, di sebuah ruangan yang entah ada di daerah mana, si kecil Aida masih terbaring tak sadarkan diri. Aida terpejam sudah sangat lama, dan hingga detik ini masih belum ada tanda - tanda gadis kecil itu akan segera sadar.


Aida tak sendirian di ruangan ini, ada sosok Ria yang sedari tadi menatap kesal pada Aida. Ria masih sangat ingat bagaimana dulu sikap Aida yang suka seenaknya memperlakukan dirinya. Dan yang paling membuat Ria merasa sangat kesal pada Aida adalah, sedari dulu dirinya berusaha untuk memberikan perhatian pada Aida dengan harapan agar daddy nya mau melirik padanya, namun apa kenyataan yang harus diterimanya, daddy nya Aida sama sekali tak melirik padanya. Bukan hanya pada Aida saja dirinya selalu mencari perhatian, begitupun pada daddy nya Aida sendiri tuan Andra, namun hasilnya tetap sama, dirinya juga sama sekali tak mendapatkan perhatian dari tuan Andra nya itu.


Ria memperhatikan Aida yang masih terbaring tak sadarkan diri, memperhatikan Aida seperti ini semakin membuat kekesalan di dalam dirinya menjadi semakin bertambah, lebih tepatnya Ria sangat membenci Aida, dan rasanya kekesalan di dalam dirinya tak akan pernah reda sebelum Aida mendapatkan balasan yang setimpal, dan itulah yang ingin Ria lakukan saat ini, kebencian benar-benar menyelimuti hati Ria.


" Heran, kamu ini masih pingsan atau pura-pura pingsan sih?, cepat bangun gadis kecil sialan ". Sentak Ria.


" Kamu harus dapat balasan dari apa yang kamu perbuat, gara-gara kamu aku sampai seperti orang yang tidak punya harga diri ".


Sungguh Ria sangat kesal bukan main. Entah apa yang ingin dilakukan oleh Ria, yang pasti hati dan pikirannya telah diselimuti oleh rasa kekesalan dan kebencian yang teramat sangat pada Aida.


" Ria, apa yang ingin kamu lakukan? ". Seru Celine tiba-tiba setelah masuk ke ruangan ini.


Lantas Ria langsung menoleh ke belakang.


" Apa yang ingin kamu lakukan Ria, kenapa gerak - gerik mu mencurigakan sekali? ". Tanya Celine.


" Mencurigakan apa?, ya wajar aku masih di sini, aku kan menunggu kapan gadis kecil yang cerewet ini akan bangun ". Sahut Ria.


" Ingat, jangan sampai terjadi apa - apa pada Aida, ingat, kita menculik putri Andra ini sebagai umpan untuk semua rencana kita, jangan lupakan itu Ria ". Peringat Celine.


Ria hanya memutar kedua bola matanya dengan malas, mengapa dirinya harus mempedulikan hal itu. Nampaknya Ria sama sekali tak menghiraukan peringatan dari Celine.


" Menculik Aida saja adalah hal yang mudah bagiku, dan Andra yang katanya hebat itu sama sekali tidak tahu jika aku sudah menculik putrinya, lalu kenapa aku harus merasa khawatir? ". Ujar Ria.


" Apa maksud mu Ria?, jangan katakan kalau kamu punya rencana lain?, jangan macam - macam kamu Ria, ingat, akulah yang sudah menolong mu ". Sahut Celine.


" Sudahlah Celine, kamu jangan terlalu cerewet, jika aku memang punya rencana lain, lalu untuk apa juga aku masih membawa Aida ke tempat ini, seharusnya sudah dari tadi aku membuang gadis kecil sialan ini ke sungai ". Sahut Ria.


Celine tak menyahut, benar juga dengan apa yang dikatakan oleh Ria, tapi meski begitu dirinya juga tak boleh percaya pada Ria. Ria sangat membenci Aida, dan dari kebenciannya itu bukan tak mungkin jika Ria akan mencelakai putri dari Andra ini.


Keselamatan Aida harus tetap terjamin, karena selain Aida sebagai umpan, dirinya juga tak ingin jika Andra sampai melakukan hal yang brutal, tujuan utamanya adalah untuk merebut kembali perusahaan papa nya serta memisahkan Andra dengan Nadira, karena dengan cara itulah Andra akan tahu bagaimana rasanya kehilangan.


Bersambung..........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2