Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Sate Bumbu Semangka


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Hari - hari indah dan penuh kebahagiaan sangat terasa Nadira rasakan. Tiada hari yang dirinya lalui tanpa perhatian dari suaminya Andra. Bahkan semenjak dirinya kembali aktif memasuki kuliahnya, suaminya Andra juga ikut mendampinginya sampai - sampai membuatnya merasa malu karena sudah menjadi pusat perhatian bagi semua mahasiswa. Ya seperti itulah Andra suaminya, seorang suami yang selalu ingin memperlakukan dirinya lebih dan lebih.


Tanpa terasa sudah hampir tiga bulan pernikahannya dengan sang suami Andra telah berjalan. Nadira tak menyangka jika usia pernikahannya sudah memasuki hari sejauh ini. Rasanya baru kemarin suaminya Andra mengucapkan ijab kabul, dan kini pernikahannya sudah berjalan hingga hari ini.


Di waktu menjelang siang ini sebenarnya Nadira sudah tak sabar menantikan kepulangan suaminya ke rumahnya. Dirinya sudah ingin mendapatkan oleh - oleh yang akan dibawa oleh suaminya Andra. Entahlah, Nadira sendiri sudah sangat tak sabar menunggu suaminya datang dengan membawa pesanannya.


Seperti biasa di kala suaminya Andra bekerja di kantor, Nadira selalu menemani putri kecilnya Aida yang sedang bermain. Karena hari sudah hampir menjelang siang si kecil Aida sudah berpindah tempat dan bermain di ruangan santai yang ada di rumahnya.


Cukup banyak mainan yang Aida mainkan, mulai dari puzzle, kereta - keretaan, sepasang boneka, bangunan rumah - rumahan termasuk uang mainan.


" Ayo bunda, ini pegang uang mainannya, Aida jualan lumah - lumahan, bunda kalau mau sama lumahnya bunda halus beli ya ". Seru Aida dengan memberikan segepok uang mainan pada bunda nya.


" Baiklah sayangnya bunda ". Nadira menuruti saja dengan apa yang menjadi keinginan putrinya.


" Ayo, bunda mau beli lumah yang mana, tiap lumah halganya beda - beda ya bunda ". Terang Aida.


" Emm... bunda mau yang mana ya sayang, bunda mau yang ini ". Nadira pun menunjuk salah satu rumah mainan milik putrinya dengan ber cat biru.


" Berapa yang itu harganya sayang? ". Tanya Nadira.


" Kalau yang ini mahal halganya bunda, ini halganya selatus libu ". Terang Aida.


" Baiklah, tidak masalah sayang, bunda akan tetap membelinya ". Sahut Nadira yang menyanggupinya.


Lantas Nadira pun mengeluarkan dua lembar uang mainan dengan nominal lima puluh ribu rupiah pada putrinya. Aida pun menjadi senang karena bunda nya sudah membeli salah satu rumah mainan miliknya.


" Asyiiik... uang Aida sudah beltambah deh, tapi uangnya bunda belkulang hihihihi... ". Dengan cengengesan si kecil Aida menertawai bunda nya.


" Dasar, anak bunda senang sekali buat bunda rugi ya, sini - sini - sini, mau bunda cubit anak bunda yang nakal ini ". Dengan begitu gemasnya Nadira pun meraih tubuh mungil putrinya itu dan membawa ke dalam pangkuannya.


Karena rasa gemasnya yang teramat sangat pada sang putri, Nadira pun menggelitiki putri kecilnya, alhasil seperti inilah jadinya, putrinya Aida menjadi kegelian tak karuan karena tak tahan dengan gelitikan itu.


" Hahahaha... geli bunda hahahaha... ".


" Inilah akibat kalau Aida berani buat bunda rugi, mau bunda gelitiki habis - habisan ".


" Hahahaha... aduh, ampun bunda hahahaha... ".

__ADS_1


Begitulah Aida, gadis kecil itu tertawa dengan kencangnya lantaran tak mampu menahan rasa gelinya. Nadira sendiri tak memberi ampun pada putri kecilnya, ia terus menggelitiki tubuh mungil putri kecilnya itu dan tak melepaskannya.


" Aduh bunda hahahaha... ampuuun hahahaha... ".


Merasa sudah sangat cukup membuat sang putri kegelian, Nadira baru menghentikan aksinya itu. Dipeluk nya tubuh mungil putrinya itu dengan penuh sayang.


Cup... cup... cup...


" Maafkan bunda ya sayang, habisnya kamu menggemaskan ". Seru Nadira.


" Iya bunda, bunda jangan gelitiki Aida lagi, kan Aida jadi geli ". Sahut Aida.


" Hihihihi... iya sayang, maafkan bunda ya putri bunda ". Dengan penuh kehangatan Nadira semakin mengeratkan pelukannya pada putri kecilnya.


" Bunda ". Seru Aida.


" Iya sayang ". Nadira pun menjadi sedikit meregangkan pelukannya.


" Tadi pagi bunda kan telfon daddy, bunda minta sesuatu sama daddy, memangnya bunda minta apa? ". Tanya Aida.


Aida begitu sangat penasaran dengan permintaan bundanya yang tidak begitu jelas dirinya dengar saat bunda nya menelfon daddy nya pagi hari tadi.


" Oh itu, tidak ada sayang, bunda hanya minta sama daddy untuk membelikan bunda sate dengan bumbu semangka, pasti rasanya sangat enak ". Sahut Nadira bahkan dengan rautnya yang terlihat berseri.


" Bunda, semangka itu kan buah, jadi bunda mau makan sate dengan bumbu semangka?, kok aneh ya bunda?, memangnya lasa satenya akan enak? ". Tanya Aida dengan penuh rasa heran.


" Bunda juga tidak tahu sayang, tapi bunda ingin sekali makan sate bumbu semangka, pasti rasanya lezat ". Sahut Nadira.


Nadira sangat tak sabar ingin segera menikmati sate yang diimpikannya itu. Mungkin itu akan terlihat sangat aneh, namun itulah yang Nadira inginkan, memakan sate dengan dibaluri bumbu semangka.


" Bunda, jadi daddy mau pulang siang ini? ". Lanjut Aida.


" Kemungkinan iya sayang, kan bunda memesan sate sama daddy, mungkin daddy sedang mencari satenya sekarang ". Sahut Nadira.


Si kecil Aida mengangguk paham dengan yang dijelaskan bundanya. Bundanya memesan sate dengan bumbu semangka, dan kata bundanya rasanya pasti enak, maka tidak ada salahnya kan jika dirinya ikut mencicipi sate itu juga.


Masih belum turun si kecil Aida dari pangkuan sang bunda, samar - samar terdengar seperti adanya langkah kaki seseorang. Aida sangat mengenali siapa pemilik langkah kaki itu. Ia mendekat dan terus mendekat. Sepertinya sosok ini ingin menemui dirinya dan juga bundanya.


" Siang nona Nadira, siang nona kecil Aida, ini saya membuatkan semangkuk sup untuk nona Nadira, semoga nona menyukainya ".


Ternyata suster Ria lah yang datang. Suster Ria datang dengan membawakan semangkuk sup untuk Nadira.

__ADS_1


Dengan inisiatifnya sendiri suster Ria pun ingin meletakkan sup itu di sebuah meja yang ada di depan Nadira.


" Astaghfirullah, ya Tuhan ". Nadira pun langsung memekik.


" Bundaaa... ". Kaget Aida.


" Ya Tuhan, nona, tolong maafkan saya, saya tidak sengaja melakukannya nona, saya tidak tahu kalau ternyata mangkuknya miring ". Seru Ria dengan permohonan maafnya.


Nadira hanya bisa meringis menahan rasa sakitnya. Entah siapa yang salah, karena keteledoran suster Ria kaki Nadira sampai ditumapahi oleh sup itu.


Kaki Nadira menjadi kepanasan karena ditumpahi sup. Lagipula ada - ada saja yang dilakukan oleh suster Ria, tidak ada angin tidak ada hujan siang - siang seperti ini malah membawakan sup.


" Nona tolong maafkan saya, saya tidak sengaja melakukannya, tolong maafkan saya nona ". Seru suster Ria lagi.


" Aduh sustel Lia, sustel Lia bagaimana sih, kok bisa kuah sup nya tumpah, kan kena kakinya bunda, kasihan ini bundanya Aida jadi sakit kalna kepanasan kan?, lain kali hati - hati jangan sembalangan ". Aida sangat kesal dengan keteledoran suster Ria nya ini.


" Sialan gadis kecil ini, beraninya dia membentak ku seperti ini, kalau saja kamu bukan anak dari tuan Andra, sudah aku singkirkan kamu gadis kecil ". Batin Ria dengan segala kekesalannya.


" Sayang, anak bunda sudah jangan marah sama suster Ria, suster Ria kan tidak sengaja sayang, lebih baik Aida bantu bunda sekarang, bunda mau ke kamar, bunda mau mengobati kaki bunda ini ". Ujar Nadira.


" Ayo bunda kita ke kamal ". Sahut Aida.


Jujur saja dalam hal ini sebenarnya Nadira ingin sekali mengingatkan suster Ria agar tak melakukan hal - hal yang sama sekali tidak dirinya suruh. Tapi setelah melihat putri kecilnya yang memarahi suster Ria membuat Nadira merasa iba jika harus menasihatinya saat ini. Pasti suster Ria akan merasa dipojokkan. Lebih baik dirinya nanti saja menasihatinya.


Seusai Nadira dan Aida sudah berlalu menuju kamar, sebuah senyum kecil nampak samar di kedua sudut bibir suster Ria.


Ria merasa bangga karena telah bisa memberikan secuil rasa sakit pada istri dari majikannya itu.


" Ini belum seberapa nona Nadira yang terhormat, lihat saja nanti, semakin lama kamu tinggal di sini semakin aku akan menyiksamu, ini masih baru awal ". Batin Ria dengan senyuman liciknya.


Ya, memang tak ada yang tahu bagaimana tabiat asli suster Ria selama ini. Ria sebenarnya adalah sosok yang sangat menggilai pria kaya. Karena suatu keadaan yang tak diinginkan membuatnya harus bekerja menjadi seorang asisten rumah tangga.


Tak banyak yang tahu jika selama ini diam - diam suster Ria mencintai majikannya sendiri Andra. Selama ini berbagai cara halus telah Ria lakukan untuk mendapatkan hati tuannya. Namun sayangnya tuannya Andra sama sekali tak tersentuh dengan sikap manis yang ditunjukkan nya itu. Tentu saja Ria merasa sangat kesal karena tuannya Andra sama sekali tak memiliki keinginan untuk melirik nya sebagai seorang wanita.


Percuma saja selama ini dirinya bersikap baik pada tuannya jika tuannya Andra sama sekali tak tersentuh. Dan kekesalan Ria tentu saja semakin bertambah kala tuannya lebih memilih wanita biasa yang menjadi istrinya.


Entah apa yang ingin dilakukan oleh Ria, namun yang pasti jika ada kesempatan, bukan tidak mungkin jika Ria akan terus mencari cara apa saja untuk memisahkan Andra dengan Nadira.


Bersambung..........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


❀❀❀❀❀


__ADS_2