Echelon System

Echelon System
Bertemu Kembali


__ADS_3

Nathan kini terbangun dan mendapati dirinya tertidur di atap sebuah gedung dengan mengenakan pakaian tempurnya dibawah guyuran hujan.


Nathan menoleh kesana kemari dan mengingat kalau ia bisa sampai di atap gedung tersebut karena terjatuh sebab kelelahan usai melakukan pengereman pesawat.


"Apakah semua itu hanya mimpi?" Gumam Nathan saat mengingat kejadian saat ia terjebak dimasa perang Dunia II dan membangun sebuah perusahaan besar.


Karena merasa hal yang ia alami hanya mimpi saja dan belum menyadari kalau kejadian tersebut merupakan kenyataan, Nathan memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannua dan langsung pulang ke rumah.


Sesampainya dirumah, Nathan membuka pintu dan melihat kalau lampu rumahnya tidak dinyalakan padahal jelas ia merasa memiliki banyak pelayan.


"Halo, ada orang disini. Kenapa lampunya tidak dinyalakan? Aku pulang!" Ucap Nathan sambil merasa heran dengan rumah besar yang terasa tidak berpenghuni.


Mendadak Nathan merasa ada sesuatu yang tidak beres dan ia langsung menghindar saat ada seseorang yang menembaki nya.


Setelah suara tembakan berhenti Nathan memicingkan matanya untuk melihat siapa orang yang menembaki nya didalam kegelapan.


"Siapa itu..." Sebelum Nathan sempat menyelesaikan perkataannya seseorang langsung mengunci dan menjatuhkan dirinya ke lantai.


Nathan yang merasa tercekik dilehernya karena dikunci oleh seseorang mencoba untuk melepaskan diri, tetapi bukannya kunciannya melonggar justru malah mengencang.


"Dasar pria bejat, berani-beraninya kamu selingkuh!" Ucap sosok tersebut yang terdengar seperti suara seorang wanita.


Merasa mengenali suara yang telah lama ia tidak dengar, akhirnya Nathan menyadari sosok yang tidak lain adalah Alicia kekasihnya.


Saat lampu dinyalakan Nathan akhirnya dapat melihat sosok wanita cantik berambut sedikit merah dengan pakaian ketat hitam yang terlihat kesal kepadanya.


"Apa yang kamu bicarakan, aku tidak mengerti. Lepaskan, aku tidak bisa bernafas..." Balas Nathan sambil menepuk-nepuk lantai untuk menyerah.

__ADS_1


Bukannya melepaskan Alicia justru mengencangkan kuncian nya hingga membuat Nathan benar-benar tercekik. "Kamu mau berpura-pura bodoh hah!? Kenapa kamu tega mencari wanita lain bahkan sampai menikahinya, sementara kamu tidak mau melakukan nya untukku!"


Nathan yang sudah diambang batasnya kini menjadi lemas dan tidak dapat berbuat apapun. Hingga seorang wanita cantik berambut pirang dan tampak berwibawa turun dari tangga, yang membuat Alicia melepaskan Nathan.


Setelah dilepaskan oleh Alicia, Nathan terbatuk dan mencoba mengatur nafasnya yang tersengal usai hampir dibuat mati oleh kekasihnya sendiri.


"Kamu?" Tanya Nathan dengan heran saat melihat wanita cantik yang ia kenali didalam mimpinya.


"Akhirnya kita bertemu lagi, Nathan..." Ucap Emilia sambil tersenyum lembut kearah Nathan yang membuat Alicia merasa kesal.


Sekarang Nathan sadar kenapa Alicia marah kepadanya dan ia juga menyadari kalau kejadian yang dia anggap sebagai mimpi ternyata adalah kenyataan.


"Aku minta maaf, tapi kamu bisa tahu dari mana?" Tanya Nathan dengan ragu-ragu dan takut jika dibunuh oleh Alicia karena telah melakukan sesuatu yang salah.


"Cih! Sehari setelah kamu menghilang sistem sialanmu itu memberitahu kalau kamu sedang pergi ke suatu tempat, tapi aku tidak menduga kamu akan pergi kemasa lalu. Dua bulan lalu wanita itu datang kerumah dan mengatakan dia adalah istrimu lalu menceritakan semuanya kepadaku..." Balas Alicia dengan kesal.


Nathan mengangguk dan bangkit setelah dibuat terkapar oleh Alicia. Sambil mengelus lehernya yang masih terasa sakit Nathan melirik kearah Alicia yang sedang merasa kesal kepadanya.


Melihat Nathan yang terlihat mengabaikan nya dan tidak mencoba membujuk dirinya jelas membuat rasa kesal Alicia bertambah.


Disisi lain Emilia yang juga merasa diabaikan oleh Nathan menjadi kecewa sebab ia menghabiskan waktunya sampai lima puluh tahun hanya untuk bertemu dengan pria itu. Tetapi setelah bertemu justru malah diabaikan.


Alicia kemudian menatap Emilia dengan tajam dan berkata, "Malam ini untukku, apa kamu mengerti?"


Emilia yang diancam oleh Alicia tampak tidak takut sedikitpun dan balik mengancam wanita cantik tersebut. "Untukmu? Jangan bercanda, aku sudah mengantikan selama lima puluh tahun. Kamu gadis kecil harusnya mengerti..."


Kedua wanita cantik tersebut kemudian berdebat satu sama lain hanya untuk mendapatkan posisi pertama tidur malam ini bersama dengan Nathan.

__ADS_1


Sedangkan Nathan disisi lain tengah membasahi tubuhnya dibawah guyuran air dari shower, sambil memikirkan tentang semua kejadiannya yang telah ia alami selama ini.


Beberapa waktu kemudian setelah selesai mandi Nathan berbaring diatas kasurnya dan mau tidur sebab merasa kelelahan. Tetapi baru saja ia memejamkan mata, suara pintu kamar yang terbuka langsung membuat Nathan terpaksa membuka kembali matanya.


"Apa yang kalian lakukan disini, kenapa memakai pakaian seperti itu?" Tanya Nathan yang terkejut saat melihat Alicia dan Emilia datang ke kamarnya berdua mengenakan lingerie saja.


"Kalian hanya bercanda bukan?" Sambung Nathan yang bisa menebak mengapa kedua wanita cantik tersebut datangan kekamarnya memakai pakaian terbuka.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Alicia dan Emilia dengan kompak mulai melucuti seluruh pakaian Nathan bahkan tak segan menyobek nya karena sudah tidak tahan lagi setelah sekian lama menunggu.


Malam itu akhirnya Nathan dengan sisa tenaganya melayani permainan kedua wanita cantik tersebut yang sangat liar tetapi pada akhirnya dapat ia taklukkan.


*******


Pagi harinya Nathan terbangung dengan Alicia dan Emilia yang masih tidur disampingnya tanpa mengenakan busana hanya ditutupi oleh selimut saja.


Dengan hati-hati Nathan turun dari kasur agar tidak membangunkan kedua singa betinanya dan lanjut mandi lalu bersiap untuk menuju kantor.


Sikap dan aura Nathan yang sedikit berubah membuat para pelayan rumahnya menjadi lebih suka kepadanya saat melihatnya sarapan pagi.


Nathan mengambil ponselnya dan mencari kontak Marsella lalu menghubungi wanita cantik itu. "Halo Marcella, bisakah kamu mengumpulkan semua petinggi perusahaan untuk rapat hari ini? Ada yang ingin aku sampaikan kepada mereka..."


Disisi lain Marsella yang kini baru bangun tidur dan belum sepenuhnya sadar seketika terkejut saat menyadari kalau orang yang menghubunginya sekarang adalah Nathan.


"Tu-Tuan, apa ini benar-benar kau?" Tanya Marsella yang masih terkejut sebab selama dua bulan lebih Nathan menghilang dan ia diberi tahu oleh Alicia kalau pria itu hanya sedang liburan saja diluar negeri.


"Ya ini aku, bisakah kamu segera melakukan apa yang aku minta?" Balas Nathan sambil memakan sarapannya diatas meja.

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan segera menyiapkan semuanya!" Ucap Marsella sebelum menutup telpon dari Nathan dan segera bergegas untuk mengadakan rapat hari ini dikantor.


Ketika sudah selesai bersiap Marsella langsung menelpon assisten nya untuk menghubungi para petinggi perusahaan untuk rapat hari itu juga dengan mendadak, sebelum berangkat kekantor dengan perasaan senang.


__ADS_2