
"Sigh! Pak, tolong berhenti sebentar..." Pinta Eimi yang membuat supir menepikan taksi miliknya kepinggir jalan dan berhenti.
"Kenapa berhenti?" Tanya Nathan yang merasa heran kepada Eimi karena meminta supir menepikan taksi di pinggir jalan tanpa sebab yang jelas.
Eimi melirik tajam kearah Nathan dan mengulurkan tangannya seakan meminta sesuatu kepada pria tampan yang membuatnya merasa sangat kesal meski baru bertemu belum sehari.
"Aku mau beli minuman dingin, pinjam uangmu nanti aku ganti!" Pinta Eimi dengan raut wajah cemberut yang memunculkan rasa ketertarikan Nathan kepada gadis tersebut.
Nathan kemudian mengeluarkan dompetnya dan dengan gampangnya memberikan selembar uang 10 Ribu Yen kepada Eimi, yang sama saja dengan 1,2 Juta Rupiah.
Melihat bagaimana cara Nathan memberikannya uang dan sempat melihat lembaran uang didompet pria tersebut, membuat Eimi semakin yakin kalau pria itu bukan orang sembarangan dan ia menduga kalau Nathan adalah seorang Presdir.
Eimi dengan cepat mengambil uang tersebut dan keluar dari mobil menuju supermarket terdekat yang membuat Nathan saat melihat tingkahnya hanya bisa menggelengkan kepala.
Saat Eimi sedang membeli minuman diluar, tatapan mata Nathan seketika berubah menjadi datar saat melihat mata supir taksi dari pantulan cermin.
Pandangan Nathan kemudian tertujua kearah leher supir taksi tersebut yang terdapat tato bertuliskan T.0.1 dimana Nathan sendiri pernah melihatnya dan tahu arti dari tato tersebut.
Supir taksi tersebut tidak lain adalah prajurit yang bekerja di bawah naungan perusahaan Textron milik Nathan. Hanya orang-orang terpilih saja yang dapat bergabung menjadi bagian dari pasukan khusus milik perusahaan Textron, dan mereka mendapat satu suntikan khusus untuk memperkuat tubuh serta intelegen mereka.
Para pasukan yang tergabung dalam satuan bernama Red Army juga mendapat bekal pelatihan khusus beladiri mematikan.
"Hirota... Bukannya aku sudah bilang untuk tidak mengikutiku?" Tanya Nathan dengan nada dingin kepada supir taksi tersebut yang tidak lain adalah pria yang bertugas menjadi pemandunya.
__ADS_1
Penyamaran yang dilakukan oleh Hirota nampaknya dapat dengan mudah diketahui oleh Nathan dan membuat pria berdarah Jepang tersebut menjadi berkeringat dingin.
"Saya minta maaf tuan Nathan, tetapi nyonya Emilia yang telah memberikan perintah langsung. Beliau juga menitipkan sebuah pesan untuk anda, mohon dilihat..." Ucap Hirota dengan sopan sambil memberikan ponselnya kepada Nathan.
Setelah membaca pesan yang berasal dari Emilia seketika membuat sudut bibir Nathan berkedut. Pasalnya dalam pesan tersebut Hirota tidak boleh mengabaikan tugas yang diberikan oleh Emilia dan jika Nathan menolaknya maka wanita itu sendiri yang akan memberi pelajaran kepada suaminya tersebut.
Nathan kemudian mengembalikan ponsel milik Hirota dan menepuk pundak pria tersebut. "Kamu boleh mengikuti dari kejauhan, tapi ingat jangan pernah memberi tahu semua hal yang kamu lihat dan dengar tentangku kepada Emilia. Apa kamu mengerti?"
Merasa ada benda tajam berjarak lima centimeter dari lehernya membuat Hirota berkeringat dingin dan mengangguk pelan menyetujui permintaan Nathan, meski harus mengkhianati perintah dari Emilia untuk selalu memberikan kabar terbaru dari Nathan.
"Oh, satu hal lagi yang harus aku sampaikan kepadamu. Sebaiknya kamu tidak bertindak ceroboh dan membuat masalah untukku, tadi kamu ingin menembak gadis itu bukan?" Kata Nathan yang sudah terlihat tenang dan kembali membaca artikel di IPadnya.
Hirota tidak mampu mengelak lagi, ia memang benar akan membunuh Eimi di tempat sebelumnya karena tidak terima kalau Nathan diperlakukan sesuka hatinya.
"Saya mohon maaf, tetapi perilaku gadis tersebut sangat tidak sopan kepada Anda tuan..." Ucap pria berusia 46 tahun tersebut dengan tulus.
"Mereka hanya anak-anak dari kalangan biasa tuan. Tetapi untuk bocah bernama Tanaka itu, dia memiliki hubungan dengan mafia Yakuza, Tuan Nathan..." Balas Hirota.
Nathan mengangguk dan menghela nafas yang bercampur asap rokok lalu tersenyum lebar. "Yakuza kah? Lucu, jangan sebut kelompok kecil yang hanya fokus dalam bidang film dewasa dan judi itu sebagai Mafia. Itu sama sekali tidak cocok, Hirota..."
"Baik saya mengerti. Apa saya perlu melakukan tindakan kepada bocah itu, Tuan?" Tanya Hirota yang sejujurnya sudah sangat geram sejak semalam dan ingin merenggangkan otot-otot nya yang sudah sedikit kaku.
Hirota sendiri sebenarnya tidak masalah jika harus melawan sebuah geng Mafia, yang namanya cukup terkenal dan sudah ada sejak 400 tahun yang lalu sendirian.
__ADS_1
Semua keberanian itu Hirota dapatkan dari pengalamannya selama ini dan berkat sebuah serum pemberian perusahaan Textron, yang menjadikannya sebagai tentara super dengan kemampuan fisik di atas rata-rata pria pada umumnya.
"Tidak perlu, meski pasti akan merepotkan kedepannya tetapi aku bisa menyelesaikannya sendiri. Yang hanya perlu kamu lakukan sekarang, cukup memperhatikan saja..." Balas Nathan sambil menghembuskan asap rokok nya.
Bertepatan setelah obrolan Nathan dan Hirota selesai, Eimi kembali kedalam mobil sambil membawa sebuah kantung belanjaan dan satu cup ramen di tangannya.
"Baiklah, kita lanjutkan saja perjalanannya!" Kata Eimi yang membuat Hirota terpaksa kembali mengemudikan mobil taksi sewaan nya tersebut.
Nathan melihat kearah Eimi yang sibuk sendiri dengan kantung berisi berbagai makanan ringan miliknya, bahkan saat makan ramen cup Nathan sama sekali tidak ditawari makan.
"Kamu hanya beli satu saja? Bagaimana denganku?" Tanya Nathan yang ingin juga memakan ramen seperti milik Eimi.
"Kamu tadi tidak bilang jadi aku hanya beli satu. Apa kamu mau juga?" Balas Eimi sambil meniup ramen nya dan ingin menyuapi Nathan.
"Tidak perlu, makan saja sendiri aku sudah kenyang..." Tolak Nathan yang ingin menjaga imagenya sebagai seorang bisnis man.
"Yasudah kalau tidak mau!" Kata Eimi dengan acuh dan mulai menyeruput ramen cup di tangannya dan terlihat Nathan sesekali melirik kearah nya sambil menahan godaan.
Beberapa waktu berselang Nathan dan Eimi sudah sampai dibar tempat pertama kali mereka bertemu. Keduanya kemudian masuk dan bertemu dengan petugas yang ada dibar untuk mengambil tas milik Eimi yang ketinggalan.
Untungnya tas milik Eimi tidak hilang dan sengaja disimpan oleh bartender semalam karena tahu kalau wanita cantik tersebut pasti akan kembali untuk mengambil tasnya.
Setelah mengambil tas, Eimi dan Nathan kemudian menuju area parkiran untuk mengambil mobil milik wanita cantik tersebut yang juga ikut ketinggalan semalam.
__ADS_1
Namun saat sampai diarea parkiran mereka berdua melihat sekumpulan remaja yang tengah nongkrong disekitar mobil Lamborghini Aventador milik Eimi.
Tatapan Eimi seketika berubah menjadi kesal dan tangannya mengepal erat ketika melihat seorang pria yang kini sangat ia benci, yaitu Tanaka.