
Dibawah gempuran serangan yang dilancarkan oleh Emilia, bukannya menikmati Nathan justru terlihat tersiksa karena tidak diberi waktu nafas walau hanya sebentar saja.
Mulut pria tersebut dikunci habis-habisan Emilia dengan bibir seksinya. Raut wajah Nathan bahkan kini terlihat memucat karena hampir kehabisan nafas, namun ia cukup beruntung karena beberapa saat kemudian Emilia melepaskan bibirnya.
Emilia yang melihat Nathan terbatuk dan tengah mengatur nafasnya bukannya kasihan justru ia merasakan sensasi lain yang membuatnya entah kenapa merasa senang.
"Emilia, apa kamu mencoba membunuhku huh?" Tanya Nathan sambil terbatuk usai mendapat serangan dari wanita cantik tersebut.
"Tidak, aku hanya ingin sedikit menggodamu saja..." Ucap Emilia sambil menggigit bibir bawahnya dan tersenyum kearah Nathan.
Merasa kesal dengan Emilia kini giliran Nathan yang menyerang wanita tersebut. Nathan mendorong Emilia kebelakang dan menahan lengan wanita itu.
Bukannya takut Emilia justru terlihat senang dan memasang senyuman untuk menantang Nathan. Ia bahkan mengabaikan rasa sakit dibagian lengannya yang ditahan oleh pria tersebut.
Akhirnya kedua pasangan tersebut bergumal diatas kasur dengan panas selama seharian penuh dan hanya istirahat sebentar sebelum melanjutkan ronde berikutnya.
*******
Esok harinya Nathan keluar dari kabin dan berjalan menuju tempat favoritnya yaitu ayunan lalu membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lemas.
Hal ini merupakan efek dari bergumal dengan Emilia sejak semalam. Untuk memulihkan energinya, Emilia akan menghisap darah milik Nathan yang jelas akan membuat pria itu lemas belum lagi efek setelah bergumal.
Harry, Kevin, dan Robby yang melihat Nathan berjalan seperti zombie dengan kaki bergetar langsung menertawakan pria itu karena menganggapnya lemah.
Nathan mengabaikan ketiga pria itu yang menertawakan dirinya karena masih merasa kesakitan dibagian leher setelah digigit oleh Emilia dengan kasar.
"Hey Nathan, apa kamu memerlukan bantuan? Aku bisa membantumu kalau mau..." Tanya Kevin sambil tertawa ditempat kemudi kapal.
__ADS_1
Nathan melambaikan tangannya dengan malas kearah Kevin dan berkata, "Aku tidak memerlukan bantuan dari pria yang hanya bisa bertahan lima menit dan dua ronde saja seperti kalian. Apalagi dengan ukuran itu..."
Harry, Kevin, dan Robby yang awalnya tertawa kini berubah menjadi kesal mendengar perkataan dari Nathan yang sangat menusuk batin mereka.
Dengan kesal Harry melemparkan apel miliknya kearah Nathan, namun dengan mudah Nathan menangkap apel tersebut dan memakannya yang tambah membuat kepala Harry menguap.
*******
Dua minggu kemudian kapal mereka kini sudah sampai dipantai yang ada di barat Kota Baguio Filipina dimana hanya beberapa waktu lagi mereka akan menemukan harta karun tersebut.
Saat turun dari kapal dan ingin pergi bersama Harry, Kevin, dan Robby. Tangan Nathan ditahan oleh Emilia yang membuat heran pria itu sendiri.
"Bolehkah aku ikut, aku bosan berada diatas kapal terus sepanjang waktu..." Ucap Emilia sambil menatap Nathan dengan raut wajah memelas.
"Tentu saja tidak boleh, siapa yang akan menjaga mereka kalau bukan kamu?" Balas Nathan seraya menyentil dahi Emilia karena ia tidak akan mempan dengan raut wajah memelas wanita tersebut.
Julia yang melihat Nathan melarang Emilia untuk ikut karena dirinya dan juga Gisela kemudian menghampiri mereka berdua.
Mendengar perkataan dari Julia akhirnya Nathan membiarkan Emilia untuk ikut ditambah dengan Amanda yang ingin bergabung menelusuri hutan mencari goa tempat dimana harta rampasan Jepang disembunyikan berada.
Harry dan Robby yang harus meninggalkan istri mereka dikapal berdua menjadi sedikit khawatir, namun mereka tahu kalau istri keduanya yang tengah hamil akan baik-baik disana sebab ada beberapa alat pelindung yang dipasang oleh Nathan disana.
Perjalanan enam orang tersebut kemudian dimulai dengan menyusuri hutan menuju sebuah lokasi yang ada di Aringay.
Dengan hati-hati mereka berjalan di hutan tersebut agar tidak ketahuan oleh tentara Jepang yang berpatroli didaerah sana, meski sebenarnya Nathan dan Emilia tidak akan kesulitan untuk menghadapi nya.
"Hei Emilia, menurutmu berapa banyak harta karun yang dicari oleh para pria itu?" Tanya Amanda yang sama sekali belum tahu sebab suaminya Kevin tidak pernah membertahunya.
__ADS_1
Emilia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku juga tidak tahu, empat pria itu sepertinya ingin menyimpan sebagian besar untuk diri mereka sendiri..."
Harry yang kebetulan berjalan tepat didepan Amanda dan Emilia tak sengaja mendengar obrolan kedua wanita itu tentu saja tersinggung karena apa yang mereka pikirkan salah.
"Bisakah kalian berhenti bergosip, kami tidak akan menyimpan harta itu nanti untuk kami sendiri..." Sindir Harry sambil melirik kearah Amanda dan Emilia yang ada dibelakangnya.
Merasa tidak terima dengan tatapan Harry, Amanda dan Emilia berdecih kesal. "Kalau begitu memangnya berapa banyak harta itu, kenapa kalian tidak memberitahu kami?" Tanya Amanda.
"Cih dasar wanita, suami dan istri sifatnya sama saja. Enam ribu ton, apa kalian puas?" Balas Harry dengan kesal sebelum berjalan menjauh karena merasa tidak nyaman berada di dekat kedua wanita tersebut.
Mendengar perkataan dari Harry seketika membuat Amanda dan Emilia kaget sebab harta yang sedang mereka cari ternyata sangat banyak.
Untuk memastikan perkataan Harry, Emilia kemudian berlari sebelum hinggap dipunggung Nathan yang membuat pria itu reflek menggendongnya.
"Nathan, apa benar harta itu sangat banyak sampai-sampai memiliki berat enam ribu ton? Memangnya apa yang akan kita lakukan dengan harta sebanyak itu?" Tanya Emilia sambil tersenyum bahagia dan mengharapkan bagian dari harta tersebut.
"Ya memang benar, berhentilah tersenyum seperti itu aku tidak akan memberikan satu koin pun kepada mu dan juga teman wanitamu itu. Ini semua untuk bisnis kami para pria..." Balas Nathan dengan nada datar.
Emilia menggigit bibirnya dan mencubit dada Nathan. "Apa kalian para pria tidak ingin memberi sedikit saja harta itu untuk kami para wanita. Lagipula itu juga hak kami..."
"Kata siapa hak kalian... Kamu dan tiga teman mu tidak akan memiliki nya sepeserpun meski mengemis sekalipun. Kamu ini kenapa?" Ucap Nathan sambil melepaskan cubitan Emilia didadanya.
"Dasar pelit, awas saja minta jatah. Aku tak akan pernah memberikannya padamu lagi!" Emilia mencoba mengancam Nathan.
"Oh... Tidak masalah, aku tak kekurangan wanita..." Balas Nathan yang memberikan serangan balik kepada Emilia.
Emilia menggembungkan pipinya lalu menggigit leher Nathan menggunakan taring kecilnya karena merasa kesal dengan perkataan dari pria itu yang justru membuat posisinya menjadi terancam.
__ADS_1
Digigit oleh Emilia dengan kasar jelas membuat Nathan merintih kesakitan dan mencoba untuk melepaskan gigitan wanita itu dari lehernya.
Namun dengan terpaksa Nathan membiarkan Emilia menggigit lehernya karena jika ia memaksakan untuk melepaskan gigitan wanita itu, yang ada malah akan membuka lehernya sobek.