Echelon System

Echelon System
Kebenaran Hubungan Antara Nathan dan Marsella


__ADS_3

Melihat suasana dikantor yang sedang sibuk membuat Nathan merasa bernostalgia pada saat masih bekerja ditempat ini. Ada kejadian baik akan tetapi hal buruk lebih banyak dialami oleh Nathan saat bekerja disana, dimana ia seolah menjadi babu yang harus bisa melakukan semua hal yang diberikan oleh para pegawai disana seperti membuat kopi sampai membagikan berkas ke setiap orang.


'Pengalaman yang buruk tetapi mau bagaimana, kalau tidak kerja mau makan apa?' Batin Nathan saat mengingat masa-masa terpuruk nya.


Beberapa waktu berselang Nathan yang dituntun oleh Dina telah sampai didepan pintu masuk ruangan yang digunakan untuk rapat. Tanpa menunggu lama Nathan langsung masuk kedalam dan membuat semua orang yang ada disana menatap kearahnya.


Nathan tersenyum tipis saat melihat Dion dan juga mantan kekasih nya Angel yang ternyata menjadi peserta rapat dihari ini.


"Apa yang sedang kamu lakukan disini, kamu tidak di ijinkan masuk apa kamu tak mengerti?" Ucap Dion yang tampak kesal karena Nathan dengan seenaknya masuk saat sedang rapat, dimana ada beberapa investor perusahaan tersebut yang hadir.


Marsella yang melihat kedatangan Nathan kemudian beranjak dari kursinya dan menghampiri pemuda tersebut, lalu menyuruhnya untuk duduk yang jelas membuat semua orang merasa heran dengan sikap wanita cantik itu yang tidak seperti biasanya.


Setelah Nathan duduk dikursinya ia lalu menyangga dagunya dan melihat kearah semua orang yang ada diruangan rapat dengan tatapan datar.


"Perkenalkan tuan dan nyonya, dia adalah Nathan yang merupakan pemegang saham terbesar pertama di perusahaan ini!" Ucap Marsella memperkenalkan siap Nathan sebenarnya kepada semua orang.


Mendengar pernyataan yang baru saja disampaikan oleh CEO sekaligus putri dari pendiri perusahaan tersebut jelas membuat semua orang kaget, pasalnya kini seorang pemuda yang menurut dari beberapa diantara mereka asing adalah pemegang saham perusahaan tersebut.


Namun mereka pada akhirnya percaya saat melihat penampilan dan gestur Nathan yang tampak sudah sangat handal dalam hal bisnis meski masih tampak muda.


Tetapi ada dua orang yang merasa kesal diruang rapat tersebut, yaitu Dion dan juga kekasih sekaligus asistennya Angel saat mengetahui kebenaran tersebut.


Disisi lain Nathan yang sudah selesai memperhatikan semua orang lalu memainkan alat bandul newton yang ada dihadapannya.


"Kita mulai saja langsung rapatnya..." Ucap Nathan.


Brakkk!!!


Dion tiba-tiba memukul meja di hadapannya saat merasa jengkel dengan sikap Nathan yang seolah menjadi orang paling tinggi jabatannya diruangan rapat.


"Mulai apa maksudmu, berhentilah berisak seolah kamu bosnya dan keluar dari sini sekarang juga!" Bentak Dion sambil menunjuk kearah Nathan dengan kesal.


Semua orang jelas merasa kaget saat Dion menggebrak meja dengan keras dan membuat suara nyaring disaat suasana yang awalnya tenang kondusif.

__ADS_1


Marsella yang merasa bawahan bertindak kurang ajar tentu merasa kesal dan ingin memberinya pelajaran tetapi langsung dicegah oleh Nathan.


"Oh... Memang aku bosnya sekarang dan kenapa juga aku harus keluar. Sekarang aku tanya kepadamu tuan Dion, aku yang keluar sekarang atau kamu dan wanitamu itu?" Tanya Nathan dengan santai.


Dion berdecih kesal dan berkata, "Untuk apa aku keluar, sebaiknya kamu keluar sekarang atau aku panggil security untuk membawamu keluar dengan paksa!"


Mendengar jawaban kasar dari Dion, Nathan menghelas nafsanya dan menghentikan bandul newton yang masih bergerak dimeja sebelum beranjak dari kursinya.


"Kamu lanjutkan saja rapatnya, aku sudah bosan disini..." Ucap Nathan kepada Marsella sambil memberikan sebuah berkas kepada wanita cantik tersebut sebelum pergi meninggalkan ruangan.


Setelah Nathan pergi meninggalkan rapat yang baru saja akan dimulai, Marsella dengan kesal menampar pipi Dion hingga membuat bibir pria tersebut berdarah.


"Mulai detik ini juga kamu dan juga wanita itu aku pecat. Cepat beresekan semua barangmu dan pergi dari sini!" Usir Marsella dengan marah.


"T-Tapi nona-" Sebelum Dion menyelesaikan perkataannya Marsella memanggil security untuk membawanya pergi dengan paksa bersama dengan Angel.


Marsella lalu duduk dikursinya dan membuka berkas yang diberikan oleh Nathan, dimana isinya adalah Nathan ingin mengakuisisi semua saham perusahaan tersebut dan Marsella diberi pekerjaan untuk mengurus masalah tersebut.


Nathan kini terlihat tengah duduk di kantin sambil meminum secangkir kopi dan melihat keadaan diluar kantor dari jendela kaca yang dimana sebentar lagi akan turun hujan.


Tanpa disangka saat Nathan melihat pemandangan yang ada diluar, ia melihat Dion dan Angel yang tengah bertengkar lalu berpisah dengan sang wanita yang dicampakkan.


'Semoga untuk kedepannya kamu bisa menjadi lebih baik dan menemukan pria lain yang dapat mengubahmu, Angel...' Batin Nathan saat melihat Angel yang berjalan meninggalkan kawasan perusahaan dengan lesu.


Ketika Nathan sedang melamun Marsella yang sudah selesai rapat dengan buru-buru menghampirinya dan memberikan sebuah berkas kepadanya.


"Oh... Apakah rapatnya berjalan lancar, kenapa cepat sekali?" Tanya Nathan sambil melihat berkas yang diberikan oleh Marsella.


"Ya, semuanya berjalan lancar. Tetapi apakah anda serius, ini akan menghabiskan banyak dana Tuan..." Balas Marsella.


"Tidak masalah, itu hanya uang saja dan tolong jangan terlalu formal saat berbicara denganku. Aku tidak terlalu menyukainya..." Ucap Nathan.


Marsella mengangguk pelan sambil meminum kopi yang baru saja ia pesan. Tatapan Marsella seoalah tidak bisa lepas dari Nathan saat memandangi pria yang sudah lama tak ia jumpai.

__ADS_1


Suasana diantara keduanya mendadak menjadi sangat canggung, dimana Nathan diam sambil membaca berkasnya sementara Marsella diam-diam memperhatikan nya.


"Apakah kamu belum puas memperhatikan ku dari tadi?" Tanya Nathan tanpa melihat kearah Marsella dan masih saja membaca berkas miliknya.


Wajah Marsella seketika memerah dan ia terbatuk-batuk karena tersedak kopinya saat Nathan menyadari kalau dirinya mencuri pandangan dari tadi kepasa pria tersebut.


"Siapa juga yang memperhatikanmu. Aku dari tadi sedang memperhatikan penjaga kantin..." Elak Marsella yang tidak mau mengakui bahwa ia memang dari tadi memperhatikan Nathan.


Nathan kemudian sekilas menengok kebelakang dan melihat seorang pria yang berada dikantin sebelum kembali kepada berkasnya.


"Oh, apa kamu menyukainya. Kenapa tidak kenalan saja?" Tanya Nathan.


Merasa bahwa Nathan sudah salah paham kepadanya membuat Marsella menjadi kesal. "Tidak, aku sudah lama menyukai orang lain..." Bantah Marsella.


"Memangnya siapa pria itu, aku tidak pernah melihatmu bersama pria lain dipesta ulang tahunmu waktu itu?" Nathan kembali bertanya.


Sejenak Marsella termenung memikirkan sesuatu sebelum akhirnya buka suara. "Apa menurutmu menyukai sepupu sendiri itu salah?"


"Tidak salah hanya saja kedengarannya cukup aneh. Memangnya kenapa, apa kamu menyukai sepupumu sendiri?" Jawab Nathan sambil bertanya kembali.


Marsella menganggukkan kepala dan berkata, "Ya aku sudah menyukai sepupuku sendiri sejak dulu saat masih kecil. Tetapi saat dia berumur sepuluh tahun mendadak dia pergi dengan orang tuanya keluar negeri, sampai sekarang aku belum pernah bertemu dengannya lagi..."


"Tenang saja, suatu saat kamu akan bertemu dengan sepupumu itu. Kalau begitu aku duluan, ada hal lain yang harus aku urus..." Ucap Nathan sambil beranjak dari kursinya.


"Apa kamu mau antar? Kebetulan aku bawa mobil..." Marsella mencoba menawarkan tumpangan kepada Nathan.


"Tidak perlu, lebih baik kamu melanjutkan pekerjaanmu..." Tolak Nathan sebelum pergi.


Marsella hanya bisa menghela nafas saat Nathan pergi meninggalkan nya. Ia kemudian kembali duduk dan memegang kalung pemberian Nathan yang dia kenakan.


"Apa dia sudah lupa?" Gumam Marsella yang merasa Nathan sudah mengalami amnesia, karena sebenarnya Nathan adalah sepupunya yang selama ini menghilang.


Marsella saja baru tahu kalau Nathan sepupu yang selalu ia cari, setelah diberitahu oleh ibunya yang tampaknya juga baru saja sadar saat Nathan menghadiri pesta ulang tahunnya.

__ADS_1


__ADS_2