Echelon System

Echelon System
Tantangan Balapan


__ADS_3

Melihat kedatangan Eimi yang dia tunggu telah datang, raut wajah Tanaka berubah menjadi senang dan tersenyum lebar. Namun ketika melihat sosok pria yang datang bersama Eimi membuat senyuman Tanaka menghilang.


Tanaka berdecih kesal dan memalingkan wajahnya kesamping, begitu juga teman-temannya yang merasa kesal dengan kejadian semalam.


Disi lain Eimi yang melihat Tanaka dan teman-temannya berada di sekitar mobilnya merasa geram, karena kap mobilnya dijadikan tempat duduk oleh Tanaka.


Untuk Nathan sendiri ia tampak santai berjalan disamping Eimi sambil menyesap rokok di tangannya, saat melihat Tanaka dan kelompoknya berada di area parkiran tersebut.


"Menyingkir dari mobilku!" Kata Eimi sambil menekan tombol pada kunci mobilnya dan menatap Tanaka serta kelompoknya dengan kesal.


Merasa geram melihat Eimi bersama pria lain, Tanaka kemudian memukul kap mobil milik Eimi yang ia duduki lalu berdiri sambil menatap wajah wanita cantik tersebut dengan tatapan marah.


"Siapa pria yang bersamamu itu, apa kamu selingkuh dariku?" Tanya Tanaka menatap Eimi dengan kesal sambil menunjuk kearah Nathan yang terlihat santai mengebulkan asap rokoknya.


"Kamu tak berhak untuk bertanya seperti itu kepadaku dan mulai sekarang jangan ganggu aku lagi. Lebih baik kamu urus ****** kecilmu itu!" Balas Eimi dengan kesal sambil melirik sinis kearah seorang wanita yang dulu ia anggap teman baik.


Mendengar jawaban dari Eimi membuat Tanaka merasa kalau wanita cantik tersebut sepertinya telah mengetahui kalau ia sudah menjalani hubungan lain di belakang nya.


Tetapi Tanaka yang tidak mau kehilangan wanita secantik dan sekaya Eimi langsung menyangkal tuduhan tersebut bahkan mencoba mengelaknya.


"Hah, apa yang kamu maksud? Apa kamu menuduh ku selingkuh? Dasar gila..." Ucap Tanaka sambil tertawa dan mengalihkan pandangan ke arah teman-temannya.


Eimi tersenyum tipis dan tiba-tiba merangkul lengan Nathan yang membuat dirinya sendiri kaget, sebab tangan pria tersebut ternyata cukup kekar dan berotot hingga membuat wajahnya memerah.


Dengan cepat Eimi menggelengkan kepala setelah pikirannya mulai travelling hanya karena merangkul tangan Nathan. Ia kemudian kembali memfokuskan diri untuk menjalankan aksinya.


"Apa menurutmu aku bodoh? Ya... Siapa yang perduli jika kamu berhubungan dengan ****** itu. Lagipula aku sudah mendapatkan yang lebih baik. Benarkan sayang?" Ucap Eimi sambil merangkul tangan Nathan dengan manja.

__ADS_1


Tanaka yang mendengarnya menjadi kesal, tetapi tidak dengan Nathan yang ingin muntah saat mendengar panggilan dari Eimi untuknya karena ia sendiri bahkan melarang istrinya untuk memanggilnya dengan panggilan itu.


Melihat Eimi yang merangkul tangan Nathan, membuat Tanaka merasa iri sebab saat berpacaran dengan Eimi hanya sekedar berpegangan tangan saja ia tidak boleh.


"Cepat menyingkir dari mobilku, aku ingin kembali ke hotel dan melanjutkan kegiatan panas semalam bersama kekasih ku!" Kata Eimi yang raut wajahnya berubah 180° saat menatap Tanaka.


Kalimat yang baru saja terlontar dari bibir manis Eimi seketika membuat Tanaka merasa tubuhnya ditusuk oleh ratusan jarum, bahkan wajahnya menjadi pucat pasi karena putus asa.


Tanaka seketika tersadar dari lamunannya dan hendak menampar Eimi yang ia rasa sudah sangat keterlaluan karena tidur dengan pria lain.


Eimi yang melihat Tanaka ingin menamparnya terlihat takut dan langsung memejamkan matanya, tetapi setelah beberapa saat ia tidak merasakan apapun.


Saat Eimi membuka matanya ia melihat Nathan dengan mudahnya menangkap tangan Tanaka yang membuat dadanya berdegup kencang.


"Lepaskan tanganku baji*gan!" Teriak Tanaka sambil mencoba menarik kembali tangannya namun jelas itu terasa sangat sulit.


"Anak muda, dari pada kalian berkumpul tidak jelas dan membuang-buang waktu. Lebih baik kalian bubar dan pergi sekolah..." Ucap Nathan kepada Tanaka dan teman-temannya.


"Jangan banyak omong! Aku tantang kamu nanti malam untuk balapan, siapa yang menang akan memiliki Eimi. Apa kamu berani?" Tantang Tanaka yang merasa yakin kalau dalam urusan balapan jalanan ialah pemenangnya.


Nathan terkekeh mendengar tantangan bapalan dari Tanaka. "Untuk apa ikut balapan, aku sudah mendapatkan gadis ini. Bahkan setiap inchi dari tubuhnya, apa kamu tahu? Tadi malam suara erangan nya terdengar sangat indah..." Ucap Nathan sambil merangkul pinggang Eimi, yang membuat raut wajah gadis tersebut memerah.


Wajah Tanaka langsung memerah padam dan jelas ia tidak bisa menutupi perasaan marahnya. Jika saja bisa, ia tentu saja sudah menguliti Nathan saat ini juga.


Melihat Tanaka yang tampaknya marah, Nathan langsung tertawa dan menepuk-nepuk pundak pria tersebut. "Jangan marah seperti itu. Kalau soal balapan lebih baik kamu tanya langsung ke gadis ini..." Ucap Nathan sambil tersenyum.


Tanaka menepis tangan Nathan yang menepuk-nepuk pundaknya sambil berdecih, sebelum menatap Eimi yang masih tersipu malu di pelukan Nathan.

__ADS_1


Merasa kalau ini adalah satu-satunya jalan agar tidak diganggu terus kedepannya oleh Tanaka. Eimi kemudian mengangguk menyetujui tantangan balapan dari Tanaka.


"Baiklah, lakukan sesuka kalian..." Kata Eimi yang membuat Tanaka tersenyum lebar karena ia merasa memiliki peluang kemenangan cukup besar.


"Jam delapan malam, aku tunggu kalian ditempat biasa. Ya, tidak perlu repot-repot untuk mempersiapkan mobil kalian, Eimi. Kamu hanya perlu mempersiapkan dirimu nanti malam di kasur. Hahaha!" Kata Tanaka sebelum beranjak pergi bersama teman-teman nya.


Eimi menggeram dan berdecih kesal sambil menatap punggung pria yang sudah ia anggap sebagai mantan kekasihnya itu. Ia sendiri tidak percaya kalau pernah tertarik kepada pria mesum seperti Tanaka.


"Sampai kapan kamu akan memeluk lenganku?" Tanya Nathan yang langsung seketika memecah pikiran Eimi.


"Cih! Jangan kamu anggap serius, ini semua hanya formalitas belaka!" Ucap Eimi dengan kesal sebelum masuk kedalam mobil menyembunyikan raut wajah tersipunya.


"Siapa juga yang menganggap nya serius..." Gumam Nathan dengan heran sebelum masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang.


Setelah duduk, Nathan kemudian memantik batang rokoknya dan mulai merilekskan pikirannya yang terasa berat karena masalahnya bertambah satu.


Tetapi baru satu hisapan, rokok yang ada ditangan Nathan langsung diambil oleh Eimi dan membuangnya keluar tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Apa yang salah denganmu?" Tanya Nathan yang merasa bingung kenapa Eimi membuang rokok miliknya. Padahal baru saja ia nyalakan.


Eimi yang mendengar pertanyaan Nathan tampak kesal dan melirik tajam kearahnya. "Jangan curi udaraku!" Kata Eimi yang membuat Nathan seketika terdiam dan menyimpan bungkus rokok serta korek miliknya kedalam saku.


"Kita mau kemana?" Tanya Nathan.


"Ketempat dimana biasa aku menghabiskan waktu dan tentu saja untuk mencarikanmu sebuah mobil..." Balas Eimi tanpa melirik sedikitpun kearah Nathan dan melakukan mobilnya lebih cepat lagi.


Nathan hanya bisa mengangguk sambil menatap Eimi dengan aneh dan merasa kalau wanita cantik ini akan menambah masalah untuk nya.

__ADS_1


__ADS_2