Echelon System

Echelon System
Vampir 18+


__ADS_3

Nathan yang melihat Emilia melesat dengan cepat kearahnya seperti flash, langsung berlari kearah pintu dan berusaha membukanya.


"Sial, kenapa dikunci!?" Nathan berdecih kesal dan dalam kepanikan ia berusaha terus untuk membuka pintu yang terkunci.


Tak lama seseorang menepuk punggung Nathan dan saat pria itu berbalik ia mendapati Emilia tersenyum sambil memperlihatkan kunci kamar yang dibawanya. "Apa kamu mencari ini, Nathan?"


"Tolong hentikan semua ini Emilia, apa tidak ada darah lain selain milikku? Kalau kamu menghisap nya terus aku bisa mati!" Ucap Nathan sambil berkeringat dingin.


Emilia melempar kunci pintu yang ia pegang kebelakang dan menatap Nathan. "Tidak, aku sudah mencoba darah hewan dan manusia lain tetapi tidak ada yang cocok. Hanya milikmu saja dan lagipula kamu pernah berkata kalau tidak pernah mati bukan, jadi biarkan aku menghisap darahmu..."


"Tu-Tunggu, darah manusia lain? Apa maksud mu?" Tanya Nathan.


"Sewaktu aku menyelinap kepeternakan mencari sapi untuk dihisap darahnya, tak sengaja aku ketahuan oleh pemiliknya. Pria itu lalu mencoba menggodaku dan terpaksa aku membunuh nya lalu mencoba menghisap darahmya, benar-benar tidak enak..." Balas Emilia sambil menjulurkan lidah.


Mendengar cerita tersebut, Nathan berpikir otak Emilia kini sudah tidak beres dan sangat terobsesi dengan darah miliknya.


Nathan menghela nafas panjang dan mencoba untuk tetap tenang. "Ada hal yang belum aku katakan kepadamu. Kalau kamu terus-menerus menghisap darahku, aku bisa benar-benar mati. Apa kamu menginginkan nya? Kalau aku sendiri tidak masalah. Kalau aku mati, nantinya aku bisa istirahat dengan tenang disana..."


Emilia seketika terdiam dan kuku ditangan nya kembali seperti semula begitupun dengan taring digiginya. Raut wajahnya langsung berubah menjadi sedih dari yang awalnya bernafsu.


"Aku tidak mau kamu mati, aku minta maaf dan berjanji untuk tidak menghisap darah lagi..." Ucap Emilia sambil menundukkan kepala.


Melihat Emilia yang seperti itu Nathan jadi tidak tega dan membuat keputusan. "Baiklah jangan sedih seperti itu, kamu bisa menghisap darahku tapi sehari sekali..."


Raut wajah Emilia seketika menjadi senang dan ia melompat kearah Nathan. "Benarkah? Kalau begitu-" Saat Emilia ingin menggigit leher Nathan pria itu menghentikan nya.


"Tidak sekarang, kamu sudah menghisap darahku dua kali hari ini..." Ucap Nathan sambil menjauhkan wajah Emilia darinya dan mulai mengemasi pakaian mereka.


"Huh? Itu tidak adil, yang tadi tidak dihitung!" Emilia merajuk dan mencoba membujuk Nathan.


Tetapi sekeras apapun Emilia membujuk Nathan itu semua tidak berhasil, dan membuat wanita cantik yang kini menjadi Vampir itu kesal.


Saat Nathan lengah Emilia mendorongnya dan membuat keduanya jatuh diatas kasur dengan posisi wanita cantik itu diatas.

__ADS_1


"Sekali lagi saja... Aku mohon..." Pintar Emilia yang bersikeras untuk mendapatkan darah milik Nathan apapun caranya.


Merasa sedikit kesal, Nathan membalikan posisi mereka dengan Emilia yang kini berada dibawah sementara ia diatas.


"Apa kamu ingin dihukum lagi dengan sangat keras?" Tanya Nathan dengan nada dingin dan tatapan datar kearah Emilia.


Indera Emilia yang kini sensitif seketika merasakan bahaya dari Nathan dan ini membuat Vampir cantik itu menjadi takut.


Melihat raut wajah Emilia yang takut kepadanya, Nathan merasa bahwa Emilia sudah mengerti. Namun saat ia ingin menyingkir tiba-tiba tangan Emilia menghentikan nya.


"Umm... Baiklah lakukan saja, lagipula ini kewajiban ku sebagai seorang istri..." Ucap Emilia dengan malu-malu dan tidak berani menatap Nathan karena wajahnya memerah.


Ekspresi yang dibuat Emilia seketika membuat jiwa muda Nathan bergejolak. Tetapi Nathan langsung menahanya karena sekarang masih pagi dan ada banyak orang yang sedang beraktivitas disana.


"Heh... Apa kamu mau mengakaliku, tidak semuadah itu..." Nathan tersenyum tipis dan beranjak dari atas Emilia.


Rencana Emilia untuk mendapat benih dari Nathan yang semalam tertunda ketahuan. Melihat Nathan akan beranjak menjauh saat acara utama mau dimulai jelas membuat Emilia tidak terima.


Nathan yang menyadari bahwa Emilia akan menyerangnya langsung mengangkat salah satu tangannya tanpa menghadap kebelakang untuk mencegah aksi wanita itu.


Emilia yang sudah benar-benar tidak tahan dan merasa Nathan sangat tidak peka pada istrinya sendiri merasa kesal. Dengan paksa Emilia menjatuhkan Nathan kembali ke kasur dan mengapit kepala pria itu dengan pahanya.


Dengan malu-malu Emilia mulai melepaskan seluhur kain yang membungkus badan indahnya dan menunjukkan kepada Nathan dibawahnya.


Dari bawah Nathan bisa melihat mahkota Emilia sudah sangat basah bahkan ada yang menetes ke wajahnya saat melihat kelembabpan itu.


Tanpa pikir panjang Emilia duduk diatas wajah Nathan dan secara langsung menyuruh pria itu menghisap miliknya. Nathan mau tidak mau terpaksa meladeni keinginan istrinya tersebut.


Emilia mengerang saat mahkota nya mendapat servis dari Nathan. Karena tidak mau menganggur, Emilia kemudian melepas celana Nathan dan melihat adik kecil pria itu yang tegang serta berurat.


Raut wajah Emilia semakin memerah saat mengendus ujung adik kecil Nathan dan ia lalu menjilatnya sebelum memasukkan semua kedalam mulut.


Sudut mata Emilia seketika berair saat ia berusaha untuk memberikan servis kepada Nathan dengan mulutnya dan hal itu benar-benar sulit.

__ADS_1


Ukuran dan diameternya membuat Emilia merasa sesak nafas. Bahkan beberapakali ingin muntah karena adik kecil itu menggesek tenggorokan nya.


Karena tidak tahan Emilia lalu memposisikan dirinya dan memasukan adik kecil Nathan perlahan kedalam mahkotanya.


Emilia kemudian mencium Nathan yang tengah memijat dadanya dengan lembut dan adegan penas mereka kemudian berlanjut hingga sore hari.


*******


Sore harinya setelah bertarung diatas ranjang selama beberapa ronde yang membuat Emilia kembali lemas tak berdaya, keduanya kemudian keluar dari kamar dan menuju meja resepsionis.


Setelah membayar dan keluar, mereka berdua terkejut saat melihat Harry yang telah menunggunya disamping mobil sambil menatap kesal.


"Aku datang kesini dan meninggalkan lagi kekasih ku dari siang hari, tetapi kalian berdua malah enak-enakan sepertinya. Bukan?" Harry menggerutu kesal.


Nathan menepuk pundak Harry. "Sudahlah, ayo pulang dan setelah itu kamu bisa berkencan..." Ucap Nathan sebelum masuk kedalam mobil bersama Emilia dibelakang.


Harry berdecih kesal dan kemudian masuk kedalam mobil. Entah mengapa ia tambah kesal dan menggerutu saat berpikir kalau dia seolah seperti supir pribadi pasangan dibelakang nya.


"Maaf sudah membuatmu menunggu..." Ucap Nathan sambil terkekeh, namun tidak dengan Emilia yang terlihat dingin sambil menyandarkan kepala dibahu Nathan.


Wanita cantik itu masih merasa keram setelah kembali dibuat tumbang oleh Nathan diatas kasur. Awalnya ia sangat percaya diri karena kemampuan fisiknya bertambah lima kali lipat, tetapi ia tidak sadar jika ia hanya mendapat sebagain saja kemampuan fisik milik Nathan.


Sambil menyetir Harry menggerutu. "Ya, tidak masalah. Jangan dipikirkan... Sampai lebih cepat maka akan jauh lebih baik, aku mau berkencan dengan kekasihku yang cantik nanti malam..."


"Secantik apa memangnya?" Tanya Nathan dengan polos namun justru membuat Emilia kesal dan langsung mencubit perut nya sambil menatap tajam.


"Memang tidak secantik dokter Emilia, tetapi dia cukup baik untukku. Memangnya kenapa?" Ucap Harry.


"Tidak ada, sebaiknya kamu tidak mempertemukan kekasihmu itu denganku atau akan ada masalah yang merepotkan untukku..." Balas Nathan yang seketika membuat Harry bingung.


Emilia yang menyadari kebingungan Harry lalu menjelaskan. "Wajah suamiku adalah masalahnya, dan aku tidak mau wanita mu itu terjerat. Kamu juga berpikir hal yang sama bukan?" Ucap Emilia dingin.


Harry seketika sadar dan mengutuk Nathan diam-diam. "Sebaiknya itu tidak terjadi dan kalau terjadi kamu harus melewati dulu mayatku..."

__ADS_1


Nathan yang mendengar nya seketika tertawa. "Santai saja aku tidak mau lagi berurusan dengan wanita lagi. Ini saja sudah membuatku kerepotan..." Ucap Nathan yang seketika ia mendapat hadiah cubitan didadanya dari Emilia.


__ADS_2