Echelon System

Echelon System
Menaklukkan Istri 18+


__ADS_3

Saat sedang panas-panasnya dan baru saja ingin masuk, Nathan tiba-tiba berhenti yang membuat Emilia tidak mengerti dengan tindakan pria itu.


"Kenapa berhenti?" Tanya Emilia dengan raut wajah yang memerah sambil mengatur nafasnya. Tatapan wanita itu terlihat sayup dan sangat menginginkan hal ini.


Nathan tersenyum tipis melihat tatapan Emilia yang sudah tidak tahan lagi. Pikiran jahatnya seketika muncul dan ia berniat menjahili wanita cantik tersebut.


"Berhenti melakukan apa?" Nathan balik bertanya sambil menekan tombol kecil yang disekitar mahkota Emilia.


Tindakan Nathan ini seketika membuat nafas Emilia semakin memburu dan jantungnya berdetak lebih cepat. Kaki mulusnya mulai menegang dan bergetar saat bagian paling sensitif dari tubuhnya dimainkan oleh Nathan.


"Mnh~ Berhenti... Jika kamu terus melakukannya aku bisa-" Perkataan Emilia terhenti saat Nathan semakin menjadi menyentuh area sensitif nya.


"Bisa apa?" Tanya Nathan sambil tersenyum tipis dan tetap menyentuh area sensitif Emilia dengan jarinya.


Tubuh Emilia tiba-tiba mengejang dan ia mengeluarkan cairan dari area sensitif akibat tidak kuat lagi harus menahan kejahilan Nathan kepadanya.


Emilia kemudian terbaring lemah diatas kasur yang sudah basah akibat cairan miliknya. Ia merasa lututnya sangat lemas, tak hanya itu saja tubuh Emilia saat ini benar-benar sensitif.


Nathan menempelkan ujung adik kecil dimulut gua basah milik Emilia sambil menggesekkan nya perlahan untuk memancing naluri wanita cantik tersebut.


"Mnh~ Tidak jangan sekarang, aku baru saja keluar... Kumohon..." Pinta Emilia dengan mata sembab dan raut wajah yang sudah merah padam.


Tetapi Nathan tidak menghiraukan permintaan Emilia saat melihat ekspresi istrinya tersebut yang benar-benar menggoda.


Alhasil torpedo Nathan luncurkan dan mengoyak mahkota Emilia yang sudah tidak ia jamah selama seminggu lebih. Saat melakukannya Nathan sedikit kesulitan karena Emilia menjepit nya dengan sangat kuat.


"Ini terasa lebih sempit..." Ucap Nathan saat berusaha menerobos lebih dalam lagi kedalam tubuh Emilia yang tengah lemas.


"Mnh~ Tentu saja, aku menjaga dan merawatnya sampai kamu pulang. Mana mungkin aku membiarkan pria lain masuk..." Balas Emilia sambil menahan rasa ngilu diarea sensitif nya.


Nathan dengan aktif mulai berhubungan erat bersama Emilia. Ia merasa cukup beruntung karena mendapatkan seorang wanita idaman dengan tubuh indah seperti Emilia.


Selang beberapa saat Nathan akhirnya keluar didalam Emilia dan mengisi penuh rahim istrinya tersebut hingga tidak meninggalkan celah sedikitpun.

__ADS_1


Nathan lalu mencabut adik kecilnya dan terlihat mahkota Emilia yang mengeluarkan benda putih dari dalam hingga beberapa kali membuat buih disekitarnya.


"Lagi-lagi kamu melakukannya dengan kasar. Apa tidak bisa lebih lembut sedikit?" Tanya Emilia sambil mengatur nafasnya.


"Bukannya kamu suka?" Balas Nathan sambil terkekeh melihat Emilia yang terbaring tidak berdaya padahal baru ronde pertama.


Emilia berdecih kesal dan mengalihkan pandangannya dari Nathan. Ia tidak bisa mengelak ucapan pria itu tetapi disisi lain dirinya juga merasa kesal terhadap suaminya tersebut.


Melihat Emilia yang kesal kepadanya membuat sudut bibir Nathan berkedut dan kembali pikiran jahat merasuki otaknya.


Tanpa aba-aba Nathan memasukan adik kecilnya kedalam tubuh Emilia namun tempatnya kini berbeda yang alhasil membuat wanita cantik itu terkejut.


"Sakit~ Jangan disana Nathan, ini terasa aneh dan panas..." Rintih Emilia saat merasakan sensasi baru dalam berhubungan.


"Heh... Tapi tubuhmu menjepit ku dengan sangat kuat. Apa aku harus mencabutnya?" Nathan tersenyum jahat sambil menekan adik kecilnya masuk lebih dalam lagi.


"Mnh~ Ya, cabut saja. Aku tidak bisa melakukan nya disana. Kamu akan menghancurkan ku jika tetap melanjutkannya!" Ucap Emilia sambil mengerang.


"Aku cuma bercanda... Salahkan saja dirimu sendiri yang setiap saat selalu menggodaku!" Balas Nathan.


Dua area sensitif Emilia sekarang sudah mencetak dan menghafal setiap inchi adik kecil milik Nathan yang telah membuatnya takluk dibawah.


Saat jepitan semakin erat, Nathan yang tidak kuat lagi untuk kedua kalinya keluar didalam tubuh Emilia dalam jumlah banyak hingga meluber keluar.


Ketika dicabut area sensitif Emilia terlihat membentuk cetakan adik kecil Nathan dan cairan hangat keluar dari sana lalu jatuh diatas seprai.


Nathan yang merasa puas kemudian berbaring disamping Emilia dan mendapati tatapan kesal dari istrinya tersebut.


"Baiklah aku minta maaf... Kita bisa berhenti untuk hari ini..." Nathan tersenyum sambil menyingkap rambut panjang yang menutupi sebagian wajah cantik Emilia.


Emilia yang belum puas dan ingin membalas perbuatan Nathan langsung naik keatas nya. Adik kecil Nathan perlahan Emilia masukan kembali kedalam dirinya kemudian ia mencium panas pria tersebut.


Sekarang balik Nathan yang ditunggangi Emilia dan pria itu merasa terkejut dengan stamina istrinya yang tiba-tiba memuncak.

__ADS_1


Dengan gerakan lembut Emilia mulai memanjakan adik kecil Nathan. Lipatan di mahkotanya kini membungkus adik kecil Nathan dengan manja dan terasa hangat.


Nathan disisi lain tidak tinggal diam dan memijat pinggul Emilia sembari mengikuti permainan lidah istrinya tersebut.


*******


Beberapa waktu berselang dari kejauhan Nathan melihat pemakaman dirinya sendiri yang entah siapa orang didalam peti matinya itu.


Upacara tersebut dilakukan dengan cara militer dikomplek pemakan pahlawan. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa orang dan terlihat ada perwira militer yang menghadiri upacara pemakaman tersebut.


Setelah upacara pemakaman selesai dan orang-orang mulai pergi, Nathan menghampiri ketiga rekannya dan juga Admiral Frank yang masih ada disana.


"Sepertinya semua berjalan dengan lancar..." Celetuk Nathan saat tiba dengan memakai mantel untuk menyembunyikan identitas nya.


"Tentu saja ini sangat mudah. Bagaimana dengan putriku?" Ucap Admiral Frank yang langsung dibalas anggukan oleh Nathan.


"Cukup mudah untuk menenangkan nya..." Balas Nathan.


"Jadi apa yang akan kalian lakukan kedepannya?" Tanya Admiral Frank kepada Harry, Kevin, dan Robby.


"Kami akan mengikuti pria bodoh itu, Pak. Untuk membangun sebuah perusahaan yang belum jelas sampai sekarang..." Balas Harry.


Admiral Frank mengangguk. "Baguslah, semoga bisnis kalian kedepannya lancar. Dan Nathan aku serahkan perusahaan serta putriku kepadamu. Kalau begitu aku pergi dulu, masih ada banyak hal yang aku lakukan..." Ucap Admiral Frank sambil menepuk pundak Nathan sebelum pergi.


Nathan, Harry, Kevin, dan Robby kemudian pergi meninggalkan komplek pemakaman pahlawan menuju bar untuk membahas rencana mereka.


Setibanya dibar keempat pria tersebut memesan sebuah ruangan khusus dan mulai membahas rencana bisnis.


Nathan mengeluarkan berkas-berkas dari tasnya yang mana itu merupakan surat perjanjian antara keempat pria tersebut.


Dalam perjanjian tersebut keempat nya masing-masing akan memegang 25% saham perusahaan yang dianggap Nathan sangatlah adil.


Ketika Harry, Kevin, dan Robby tengah membaca berkas-berkas yang ditunjukkan oleh Nathan tiba-tiba Emilia datang masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Ketiga pria itu terkejut saat melihat kedatangan Emilia begitupun Nathan karena mereka sebenarnya tidak memberitahu siapapun tentang pertemuan tersebut.


__ADS_2