
Keesokan harinya Nathan terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan keberadaan Alicia didekatnya yang membuat ia sendiri kebingungan.
"Kemana wanita itu pergi, semalam bukannya ada disini. Apa aku hanya mengigau saja semalam?" Gumam Nathan sambil mengucek matanya.
Sejenak Nathan memikirkan kejadian semalam dimana Alicia datang dan menyelinap masuk kedalam kamarnya. Nathan berpikir kejadian semalam benar-benar nyata dan bukan hanya imajinasinya saja.
"Mungkin saja dia sudah pergi pulang sebelum aku bangun..." Ucap Nathan sambil menggelengkan kepalanya.
Nathan kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil ponselnya yang ada diatas meja. Ia lalu pergi keluar dari kamarnya untuk mencari minuman karena haus didapur.
Sewaktu menyusuri rumahnya ia tidak melihat satupun pelayan yang biasanya akan selalu menyambut atau mengucapkan selamat pagi kepadanya.
"Kemana semua orang pergi?" Gumam Nathan yang merasa bingung dengan suasana sepi dirumahnya.
Tidak mau ambil pusing dan mencoba berpikir bahwa para pelayan nya sedang melakukan pekerjaan, Nathan memutuskan untuk menuju bar dan mengambil sebotol Wine.
Setelah mendapatkan Wine yang ia cari Nathan kemudian berjalan menyusuri rumahnya, dan tiba-tiba mendengar suara sekelompok orang yang sedang berlatih.
Nathan yang penasaran lalu mengikuti sumber suara tersebut dan menemukan Alicia sedang berlatih beladiri dengan para pelayan cantiknya di lapangan Golf.
Melihat lapangan Golf di jadikan tempat berlatih Nathan hanya bisa menggigit jarinya karena rumput yang di injak-injak oleh mereka terbilang cukup mahal.
Karena tidak ingin mengganggu latihan mereka, Nathan memutuskan untuk duduk di kursi yang berada di dekat kolam renang sambil melihat para wanita cantik yang tengah berlatih.
Tatapan mata Nathan tidak bisa terlepas dari pinggul dan dada para wanita cantik tersebut yang memiliki ukuran cukup besar.
Merasa kurang puas karena jaraknya terlalu jauh, Nathan menggunakan kamera ponselnya dan untuk men zoom setiap jengkal tubuh indah para wanita cantik tersebut.
"Jangan salahkan aku melakukan ini gadis-gadis, tapi salahkan diri kalian sendiri yang memakai pakaian pendek dan ketat seperti itu..." Ucap Nathan sambil melihat lekukan tubuh para wanita cantik tersebut dengan tertawa nakal.
Untuk menemani kelakuan bejatnya Nathan tidak lupa meminum Wine yang ia bawa sebelumnya dari bar.
Disisi lain Alicia yang sedang mengajari para pelayan milik Nathan, tiba-tiba merasakan bahwa ada seseorang yang tengah menguntit mereka.
Alicia kemudian menoleh kebelakang dan melihat dari kejauhan Nathan yang sedang merekam aktifitas mereka sambil tertawa nakal.
__ADS_1
Merasa kelakuan Nathan yang telah melakukan perbuatan bejat, Alicia kemudian berjalan mengampirinya dengan raut wajah yang kesal dan membiarkan para pelayan untuk berlatih sendiri terlebih dahulu.
Melihat Alicia yang datang menghampiri nya Nathan dengan panik segera menyembunyikan ponselnya dan berpura-pura sedang menikmati udara sejuk di pagi hari.
Kini Alicia sudah berada tepat disamping Nathan yang sedang berbaring di kursi panjangnya sambil meminum sebotol Wine.
"Selamat pagi Alicia, cuacanya dipagi ini cukup bagus ya!" Sapa Nathan yang ingin berbasa-basi agar tidak dicurigai oleh Alicia.
Alicia yang sudah mengetahui semuanya, tidak terpengaruh oleh Nathan yang ingin mengalihkan perhatian nya begitu saja dan justru semakin merasa geram.
"Berikan ponselmu!" Ucap Alicia dengan tegas sambil mengulurkan tanganya untuk meminta ponsel milik Nathan.
"Ponsel apa, aku tidak membawanya..." Balas Nathan sambil tertawa canggung dan mengalihkan tatapan matanya dari Alicia.
Alicia tidak mengatakan sepatah katapun dan masih mengulurkan tanganya kepada Nathan. Hal ini membuat pria tersebut tidak bisa melakukan apapun lagi dan segera menyerahkan ponselnya dengan tangan gemetaran.
Dengan mudah Alicia membuka password ponsel milik Nathan dan segera mencari foto yang pira tersebut ambil barusan di galerinya.
Senyuman tipis seketika terukir di bibir seksi milik Alicia dan tatapan mengintimidasi ia tunjukkan kepada Nathan yang membuat pria tersebut mulai berkeringat dingin.
"Pria nakal... Dibalik sifatmu yang lugu dan selalu cuek, ternyata kamu memiliki hobi seperti ini..." Ucap Alicia sambil menunjukan gambar yang Nathan ambil kepada pria tersebut.
"Biar aku jelaskan... Ini tidak seperti yang kamu pikirkan..." Ucap Nathan yang mencoba untuk meyakinkan Alicia dengan kebohongan nya.
Raut wajah Nathan kini benar-benar panik dan jika sampai para pelayanannya tahu dengan perbuatan yang telah ia lakukan, maka citranya sebagai seorang pria baik-baik akan hilang begitu saja.
Alicia menjauhkan ponsel tersebut dari Nathan yang berusaha merebutnya dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayo buat penawaran, aku tidak akan memberitahu semuanya kepada mereka asalkan kamu melakukan satu hal untukku, bagaimana?" Tanya Alicia sambil tersenyum licik.
Mendengar penawaran dari Alicia sudah membuat Nathan curiga terutama saat melihat senyuman licik dari wanita tersebut yang seketika ia menyadari keinganan nya.
"Tidak, bukankah aku sudah bilang kalau belum saatnya tadi malam?" Nathan menolak tawaran yang diajukan oleh Alicia.
Karena tawaran nya ditolak oleh Nathan, Alicia seketika memanggil para pelayan dan hal ini membuat Nathan panik namun semuanya sudah terlambat untuk nya.
__ADS_1
Alicia kemudian segera menunjukkan foto-foto yang Nathan ambil kepada seluruh pelayan cantik disana sambil menjelaskan perbuatan pria tersebut.
Disisi lain Nathan hanya bisa mengigit jarinya sambil mengumpati perbuatan dari Alicia. 'Dasar cepu! Lihat saja nanti aku tidak akan melepaskan mu!'
Setelah dijelaskan oleh Alicia bukan nya marah para pelayan cantik tersebut justru tersipu malu dan memandangi Nathan dengan penuh ketertarikan antara lawan jenis.
Melihat hal ini Alicia justru bingung dan tidak menyangka, bahwa mereka tampak tidak mempermasalahkan kelakuan Nathan dan justru malah semakin tertarik kepada nya.
"Ada apa dengan kalian semua, kenapa malah tersipu malu seperti itu dan tidak marah sama sekali kepadanya!?" Tanya Alicia dengan bingung.
Salah satu pelayan bernama Vie yang memiliki tubuh paling menggoda kemudian menjawab, "Ya, sebenarnya kami tidak mempermasalahkannya, dan jika semalam kamu tidak datang kami semua sudah berniat untuk melakukan hal itu dengan tuan..."
Mendengar jawaban dari Vie sontak membuat Alicia terkejut. Ia kemudian melihat pelayan yang lain membenarkan perkataan dari Vie yang membuat pikiran sedikit tergunjang.
Alicia kemudian menengok kearah Nathan dan mendapati bahwa kekasihnya tersebut tampak benar-benar tidak tahu bahkan tampak sedikit ketakutan.
Melihat dua puluh wanita cantik yang memiliki bentuk tubuh seperti model majalah dewasa mengincar Nathan, Alicia dengan cepat langsung berdiri didepan Nathan untuk mencegah hal terburuk yang akan terjadi.
"Tidak, kalian tidak boleh melakukannya. Dia adalah kekasihku dan lebih baik kalian mencari pria lain diluar sana!" Ucap Alicia dengan tegas sambil menghalangi dua puluh wanita cantik tersebut dari Nathan.
Salah satu pelayan yang memiliki bentuk tubuh matang seperti seorang Milf maju kedepan dan ialah pemimpin dari seluruh pelayan dirumah Nathan.
"Kenapa tidak boleh, kamu hanya kekasihnya saja dan bukan tunangan atau istri tuan. Jadi tidak ada salahnya jika kami melakukannya, lagipula kami semua menyukainya..." Sindir Diana.
Melihat tatapan mata dari dua puluh wanita cantik dihadapannya yang tidak menunjukkan keraguan sedikit pun, Alicia segera melakukan posisi bertahan sambil memegang sebilah pisau.
"Jika kalian ingin melakukan nya langkahi dulu mayatku!" Tantang Alicia dengan tegas.
Diana tersenyum tipis dan berkata, "Siapa takut... Kejadian tempo hari hanya main-main saja dan lebih baik kamu tidak begitu percaya diri..."
Dua bilah pisau yang digunakan untuk latihan sebelumnya, seketika Diana pegang begitupula dengan para pelayan yang lain untuk menyerang Alicia.
Nathan yang melihat situasinya menjadi mencekam dan akan segera terjadi hal buruk segera menghentikan pertikaian di antara Alicia dengan para pelayan nya.
"Cukup, kalian semua ini sudah pada dewasa dan jangan bertingkah seperti anak kecil. Jika kalian masih saja bertikai lebih baik segera angkat kaki dari rumahku!" Ucap Nathan dengan suara lantang dan ekspresi kesal yang membuat nyali seluruh wanita disana menjadi ciut.
__ADS_1
Seketika para wanita yang ada disana terdiam, dan Nathan yang melihat nya langsung pergi meninggalkan mereka semua.
Setelah kepergian Nathan, seluruh wanita cantik disana saling menyalahkan satu sama lain dan seketika berdebat.