
Mendengar kegaduhan didalam kamar Eimi setelah Nathan masuk, Kanae yang tengah menunggu diluar sambil membaca majalah lalu menyusul Nathan masuk kedalam kamar.
Saat Kanae masuk kedalam kamar ia melihat Eimi yang tengah menunjukkan foto seorang wanita kepada Nathan. "Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanyanya.
Eimi dan Nathan yang mendengar suara Kanae sontak menoleh kearah nya. Eimi langsung beranjak dari kasur dan menghampiri Kanae untuk menunjukkan foto seorang wanita kepada Kanae.
"Kakak... Coba lihat, apa kamu percaya kalau Nathan memiliki hubungan dengan wanita ini?" Kata Eimi sambil menunjukkan foto Liu Yifei.
Kanae merasa penasaran kemudian melihat foto yang ditunjukkan oleh Eimi kepadanya dan membuatnya sedikit pesimis jika Nathan memiliki hubungan dengan wanita tersebut.
Melihat tatapan yang diberikan oleh Kanae tampak meragukan bahwa dirinya memang kenal dengan Liu Yifei, Nathan memilih untuk diam dan membiarkan Eimi serta Kanae melihatnya langsung nanti.
"Bersiaplah, sebentar lagi kita akan segera sampai..." Ucap Nathan seraya berjalan keluar dari kamar, namun dicegah oleh Kanae.
"Kamu mau pergi kemana?" Tanya Kanae yang diangguki oleh Eimi di sampingnya ketika melihat Nathan hendak pergi keluar.
"Mandi, memangnya kenapa? Apa kalian mau ikut serta huh?" Kata Nathan sambil tersenyum nakal yang membuat Kanae dan Eimi menjadi malu.
"A-Apa yang kamu katakan, kalau mau mandi silahkan saja tidak perlu mengajak kami. Benarkan kakak?" Ucap Eimi yang masih merasa canggung padahal kini dia sudah bukan lagi seorang gadis.
Berbeda dengan Eimi, Kanae justru menunjukkan rasa ketertarikan dengan ajakan dari Nathan. "Baiklah aku ikut, aku akan menggosok punggung mu nanti..."
Mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Kanae seketika membuat Eimi menjadi terkejut dan tidak percaya. "Kakak, apa kamu tidak takut kalau pria ini melakukan hal aneh kepadamu?"
"Memangnya apa yang salah dan kenapa kamu bertingkah aneh Eimi. Apa kamu tidak ingat kita sudah melakukannya bertiga?" Balas Kanae sambil memandang heran Eimi.
Eimi seketika mati langkah dan tidak bisa mengelak apa yang baru saja dikatakan oleh Kanae. Mengingat kejadian itu tentu saja membuatnya menjadi malu.
Tidak tahan melihat ekspresi Eimi seketika Nathan menertawakan nya. "Aku hanya bercanda, jangan dianggap serius. Aku akan mandi sendiri..." Ucap Nathan sebelum pergi meninggalkan Kanae dan Eimi.
__ADS_1
Raut wajah Kanae seketika menjadi kesal karena kesempatan nya untuk mendapat jatah gagal lagi. Kanae lalu menatap tajam kearah Eimi.
Eimi yang mendapat tatapan kesal dari Kanae tentu saja bingung dan merasa sedikit takut hingga tanpa sadar ia berjalan mundur.
"Apa yang ingin kakak lakukan, kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Eimi dengan gugup sambil berjalan mundur kebelakang.
"Ini semua salahmu Eimi, kesempatan ku jadi hilang karenamu..." Balas Kanae sambil berjalan terus kedepan dan menyudutkan Eimi.
Seketika Eimi sadar apa yang ingin Kanae lakukan kepadanya. Dengan cepat Eimi berlari keluar dari kamar dan tentu saja langsung dikejar oleh Kanae.
*******
Beberapa jam kemudian Nathan, Kanae, dan Eimi saat ini sudah tiba di Shanghai. Mereka kini sedang menuju hotel untuk menginap dengan diantar oleh Hirota yang ikut dibawa dari Jepang.
Sesampainya di hotel mereka segera memesan kamar, namun saat hendak menuju kamar tiba-tiba Nathan mengatakan ingin keluar.
"Kalian duluan saja, aku ingin pergi keluar sebentar bersama Hirota..." Ucap Nathan sambil membetulkan jaket miliknya.
Mengerti apa yang sedang terjadi kepada Kanae hingga terlihat kesal, Nathan lalu mendekat dan berbisik. "Apa kamu masih kesal? Tenang saja, setelah pulang nanti aku akan membuatmu tidak bisa berdiri lagi di pagi haru bersama Eimi..."
Nathan kemudian tersenyum nakal saat melihat raut wajah Kanae yang sudah menjadi merah padam, lalu pergi meninggalkan Kanae dan Eimi untuk masuk terlebih dahulu ke kamar.
Hirota yang melihat Nathan keluar dari hotel langsung membukakan pintu mobil untuknya sebelum dirinya masuk.
"Antarkan aku ke Galeri lukis yang ada di Long Museum..." Ucap Nathan sambil memperhatikan gedung-gedung pencakar langit dari balik jendela.
"Baik tuan..." Balas Hirota dengan sopan sebelum mengemudi menuju tempat yang diminta oleh Nathan dengan bantuan GPS.
*******
__ADS_1
Ditempat lain terlihat seorang wanita cantik yang mengenakan gaun hitam. Raut wajah wanita anggun tersebut terlihat dingin dan tidak menunjukkan rasa ketertarikan apapun di matanya.
Wanita tersebut tidak lain adalah Liu Yifei yang kini tengah duduk bersama seorang wanita yaitu putri angkatnya didalam mobil dan ingin menuju suatu tempat.
Ponsel milik Liu Yifei tiba-tiba berdering dan dia langsung mengangkatnya setelah melihat nama Emilia yang menghubungi nya.
"Ia halo, ada apa kakak?" Tanya Liu Yifei tanpa berekspresi sedikit pun. Setelah hubungannya dengan Nathan diketahui oleh Emilia, kini Liu Yifei menganggap Emilia sebagai kakaknya begitupun dengan Emilia yang menganggap Liu Yifei sebagai adiknya.
"Heh... Ada apa dengan nada bicara mu itu Yifei. Apa kamu masih saja merasa sedih karena ditinggal pria itu?" Tanya Emilia dengan nada mengejek.
Liu Yifei tidak menjawab pertanyaan dari Emilia dan memilih untuk diam. Jujur saja perubahan sikapnya ini karena ditinggal oleh seseorang yang sangat dia cintai.
Emilia yang tidak mendengar jawaban dari Liu Yifei lalu menghela nafas. "Ayolah jangan seperti ini terus, apa kamu masih mau memasang ekspresi datarmu itu saat bertemu dengan Nathan?"
Ekspresi Liu Yifei yang awalnya datar seketika berubah menjadi penasaran saat mendengar perkataan dari Emilia. Tatapan mata yang selalu kosong seketika terisi kembali dengan sedikit harapan.
"Bertemu dengan Nathan? Apa yang kakak maksud?" Tanya Liu Yifei penasaran yang membuat putri angkatnya menjadi heran dengan perubahan sikap dari ibunya tersebut.
Menyadari bahwa Liu Yifei sudah mulai terpancing, Emilia seketika tertawa dan merasa cukup senang karena Liu Yifei tidak hanya diam lagi.
"Bukannya dulu aku pernah mengatakan kalau kita bisa bertemu dengan Nathan lagi? Sebenarnya aku sudah bertemu dengan Nathan..." Kata Emilia.
"Dimana kamu bertemu dengannya kakak? Apa kamu bercanda dengan ku?" Tanya Liu Yifei memastikan perkataan Emilia.
"Oh... Apa kamu tidak percaya? Kalau kamu tidak percaya ya sudah. Apa kamu tau, aku sudah melakukan itu lagi dengannya beberapa kali ketika kita bertemu..." Balas Emilia.
Merasa apa yang dikatakan oleh Emilia bukanlah sebuah bualan lagi, seketika Liu Yifei merasa iri sekaligus kesal karena Emilia tidak mengajaknya untuk menemui Nathan.
"Kenapa kakak tidak memberitahuku dulu. Dimana Nathan sekarang, aku ingin bertemu dengannya?!" Tanya Liu Yifei yang sudah tidak lagi dan ingin melampiaskan semua hal yang ia pendam kepada Nathan.
__ADS_1
Emilia kembali tertawa saat mendengar nada bicara Liu Yifei yang seolah mengancam dirinya. "Tenanglah gadis kecil, jangan buru-buru. Mari kita bicara tentang bisnis terlebih dulu..."
"Aku maunya sekarang, urusan bisnis bisa dilakukan nanti. Cepat beritahu dimana Nathan sekarang kakak?!" Balas Liu Yifei bersikukuh.