
Baru setengah perjalanan mobil yang dikendarai oleh Harry, Nathan, dan Emilia tiba-tiba dipaksa menepi saat ban mobil mereka bocor.
Raut wajah Harry terlihat panik saat mobil milik ayahnya tersebut harus berhenti dijalan pedesaan yang sangat gelap dan sepi, sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan bantuan saat ini.
"Ah sial, kenapa harus berhenti disini!" Harry memukul stir kemudi mobilnya dengan kesal sambil berusaha menyalakan mesin yang juga mogok.
Hal ini jelas membuat Harry semakin kesal hingga menendang dashboard mobilnya. "Ayolah, aku hanya ingin pulang dan minum-minum!"
Melihat Harry yang tengah kesal Nathan menghela nafasnya. "Jangan menggerutu saja, ayo cepat kita perbaiki. Aku juga tidak mau berlama-lama ditempat seperti ini..." Ucap Nathan sambil menepuk pundak Harry dari belakang sebelum keluar mobil.
Harry menghela nafas panjang dan ikut keluar dari mobil bersama Nathan, sementara Emilia terlihat sudah tertidur lelap didalam mobil.
Kedua pria itu kemudian membagi tugas dimana Nathan membetulkan mesin yang mogok sementara Harry akan mengganti ban belakang mobil yang bocor.
Begitu Nathan membuka kap mesin mobil tua tersebut semburat asap tebal langsung membuatnya batuk-batuk.
Nathan kemudian mengibaskan tangannya untuk memudarkan asap tebal dari kap mesin dan memeriksa apa yang salah dengan mobil tua tersebut.
Sewaktu diperiksa Nathan langsung menemukan apa yang salah dengan mesin mobil tersebut. "Ya, masalah klasik untuk semua mobil. Radiator..."
Nathan menggelengkan kepalanya dan menoleh kesana kemari untuk mencari sumber air. Dengan membawa jerigen bensin kosong, Nathan berjalan ketepi sungai yang ada dipinggir jalan dan mengambil air seperlunya sebelum kembali.
Disisi lain Harry tampak kesulitan saat menggunakan dongkrak akibat beban mobil yang bertambah disebabkan oleh Emilia.
Harry awalnya ingin membangunkan Emilia agar keluar terlebih dahulu dari dalam mobil, tetapi mengetahui tempramen Emilia yang tidak baik kesemua orang membuat Harry ragu untuk melakukannya.
Nathan yang telah selesai dengan pekerjaannya lalu menghampiri Harry dan menepuk-nepuk body mobil disamping nya. "Kenapa lama sekali, apa perlu bantuan?"
__ADS_1
"Gzzhh! Menurutmu ini salah siapa, jika bukan karena istrimu itu semua ini akan jadi lebih mudah untukku!" Harry berdecih kesal.
"Baik-baik, aku akan membantumu..." Nathan terkekeh dan membantu Harry dengan dongkrak nya yang cukup berat.
Setelah mendapat bantuan dari Nathan, Harry akhirnya bisa memulai pekerjaannya dan perlahan melepaskan baut-baut roda.
Disaat Harry sedang bekerja Nathan yang duduk di sampingnya tampak melamun sambil menatap langit malam.
"Harry, menurutmu orang tuaku seperti apa?" Tanya Nathan yang penasaran dengan orang tuanya dijaman perang Dunia Kedua ini.
Harry yang tengah bekerja seketika berhenti dan menoleh kearah Nathan dengan raut wajah kebingungan. "Apa kamu lupa dengan orang tuamu sendiri?"
Mendengar perkataan Harry, Nathan dengan raut wajah datarnya menoleh kearah Harry untuk memberinya sedikit isyarat.
Untuk sejenak Harry berpikir saat ditatap oleh Nathan hingga akhirnya ia ingat bahwa pria itu tidak berasal dari jaman nya.
Nathan yang mendengar cerita dari Harry hanya bisa menghela nafas karena untuk kedua kalinya ia tidak bisa bertemu dan merasakan bagaimana memiliki keluarga.
"Oh iya, ada yang membuatku bingung. Kalau kau dari masa depan, lalu siapa Nathan yang kami kenal. Itu jelas kamu kan?" Tanya Harry yang penasaran.
"Percuma menjelaskan kepada orang seperti mu, bahkan ilmuan tersohor dimasa ini seperti Einstein dan Tesla akan kebingungan. Jadi percuma saja..." Balas Nathan sambil terkekeh yang membuat Harry kesal dan menyikut perutnya.
"Hei, kamukan sudah menikah. Jadi bagaimana rasanya, karena besok kami bertiga juga akan menikah..." Harry tertawa canggung.
"Heh? Kalian besok akan menikah?" Tanya Nathan yang cukup terkejut dengan berita tersebut dan dibalas anggukan oleh Harry.
"Ya, kalian siap-siap saja menjadi babu untuk istri kalian. Kalian bertiga akan disuruh inilah itulah dan aktivitas kalian akan dibatasi. Jangan lupa untuk membuang poster yang waktu itu, atau istri kalian akan memberikan tamparan keras yang terasa panas, atau bahkan kalian tidak akan mendapat jatah. Kamu tahu maksudku bukan?" Ucap Nathan.
__ADS_1
Bukannya memberikan cerita yang baik tentang hari-hari setelah pernikahan, Nathan justru menceritakan hal-hal buruk yang jelas membuat Harry sedikit takut dan kesal.
"Kau penipu, ma-mana mungkin aku akan mengalami hal seperti itu. Jelas-jelas kekasih ku sangat baik dan perhatian..." Balas Harry yang mencoba tetap berpikir positif meski kini terlihat gugup jika ternyata perkataan Nathan benar.
"Tidak masalah kalau kamu tak percaya, tapi lihat saja nanti. Dan kalau kamu mau tahu, istrimu nanti akan menjadi keras kepala dan sikapnya pasti berubah-ubah. Kadang manis, tetapi juga bisa menjadi seperti iblis..." Ucap Nathan.
"Yang benar saja, itu tidak mungkin. Memangnya dokter Emilia juga melakukan hal itu kepadamu?" Tanya Harry.
"Tidak, dia jauh lebih buruk. Dan baru-baru ini dia menjadikanku makanannya. Kamu mengerti yang aku maksud? Dia benar-benar mengira aku makanan dan hampir membunuhku beberapa kali!" Ucap Nathan dengan raut wajah panik sambil menarik kerah baju Harry.
Harry langsung menepia tangan Nathan dari kerah bajunya dan berpikir pria itu sudah benar-benar gila. "Sepertinya kamu harus memperbaiki otakmu itu, tidak ada seorang istri yang akan melakukan hal itu kepada suaminya sendiri."
"Itu benar-benar terjadi! Hei kamu mau kemana!?" Ucap Nathan sambil melihat Harry yang kembali masuk kedalam mobil.
Mesin mobil kembali dinyalakan dan Nathan kemudian masuk kedalam lalu duduk disamping Emilia sebelum akhirnya mereka bertiga melanjutkan perjalanan.
Saat Nathan menyandarkan kepalanya di kursi ia merasa ada yang menatapnya dan benar saja Emilia tengah melirik nya dengan mata merahnya itu.
Perlahan Emilia mendekatkan wajahnya ke arah Nathan sambil menatapnya. "Kamu tadi mengatakan aku apa saat diluar. Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas, tolong ulangi dengan jelas agar aku bisa mendengar nya..."
Nathan yang melihat taring kecil Emilia sudah bersiap untuk menggigit lehernya menjadi sedikit panik. "Tidak ada, kamu pasti hanya menginggau saja. Cepat tidur lagi, aku akan membangunkanmu nanti..." Ucap Nathan sambil tertawa gugup.
Emilia memicingkan matanya karena jelas ia mendengar seluruh alur percakapan Nathan dengan Harry sebelumnya, dan ini membuatnya cukup kesal.
Namun karena mendengar saat Harry bercerita kepada Nathan tentang orang tua suaminya itu, akhirnya Emilia tidak memperpanjang masalah ini.
"Kalau mau bercerita tentang seseorang, sebaiknya kamu berbicara langsung kepada orang itu..." Bisik Emilia. Wanita itu kemudian mengecup bekas gigitannya dileher Nathan lalu tidur kembali.
__ADS_1