Echelon System

Echelon System
Pembajakan Pesawat


__ADS_3

Selepas pergi dari kediaman Marsella, Nathan sekarang sedang berjalan sambil memastikan keadaan sekitarnya.


Merasa situasi disekitarnya sudah aman dan tidak ada orang, Nathan kemudian menekan layar jam tangannya untuk mengenakan kembali pakaian Cyber Army nya.


Mengurus pekerjaan yang Nathan maksud sebelumnya kepada Anna sebanarnya ia hanya ingin bersenang-senang dengan menggunakan pakaian Cyber Army nya.


Nathan kemudian melesat terbang keatas dan melihat keadaan kota Jakarta dari atas langit yang penuh dengan gemerlapnya lampu kendaraan serta bangunan pencakar langit.


Sebuah ide gila terlintas dibenak Nathan untuk terbang keluar angkasa dengan menggunakan pakaiannya tersebut.


Dengan penuh keyakinan Nathan meluncur cepat keatas dan perlahan pakaian yang ia kenakan mulai diselimuti oleh Es namun hal itu tidak menghentikan aksinya.


"Tuan, saya menyarankan Anda untuk tidak berbuat hal yang aneh-aneh!" Ucap Echelon yang mencoba memberi peringatan untuk Nathan.


Nathan tidak menggubris peringatan dari Echelon dan tetap melanjutkan aksinya hingga pada akhirnya ia dapat melewati atmosfer bumi.


Baru saja Nathan merasa senang dengan kemampuan pakaian tempurnya, sebuah rongsokan bekas puing-puing satelit menghantamnya dengan keras.


Sontak Nathan yang terkena puing-puing satelit langsung dengan cepat meluncur jatuh kembali ke bumi hingga membuatnya terlihat seperti meteor jatuh.


Beruntung pakaian milik Nathan tahan panas dan membuat api yang menyelimuti dirinya tidak menjadikan Nathan daging panggang.


"Ini tidak bagus!" Ucap Nathan yang tubuhnya kini berputar-putar tanpa arah dan membuatnya menjadi sedikit mual.


Dengan napas yang terengah-engah, Nathan kembali menyalakan daya pendorong pada pakaiannya yang sempat mati dan mencoba menyeimbangkan tubuhnya.


Tepat saat Nathan akan menghantam patung yang ada di bundaran Hotel Indonesia, ia berhasil mengontrol tubuhnya dan terbang diatas patung tersebut.


Nathan kemudian segera melesat terbang ke langit dan memutuskan untuk kembali kerumah. Tanpa ia sadari beberapa pengendara yang melihat penampakan Nathan saat melayang di atas patung bundaran HI merekamnya dan langsung menyebarkan berita tersebut.


Sewaktu Nathan terbang diketinggian 24.000 kaki ia berpapasan dengan sebuah pesawat komersil yang kini ada di sampingnya.


Melihat pesawat tersebut Nathan menoleh dan melihat ada seorang gadis kecil yang menulis kata ' Tolong ' pada kaca pesawat dengan kerayon.


Nathan awalnya merasa bingung namun saat melihat keadaan pesawat menggunakan pengelihatan thermal, ia mendapati bahwa ada sekelompok orang yang tengah membajak pesawat tersebut.


Tanpa berlama-lama Nathan terbang mendekat dan membuat lubang dibagian pintu kargo. Hal ini Nathan lakukan karena jika ia membuka seluruh pintu kargo maka tekanan pada pesawat akan menjadi tidak stabil.


Setelah membuat lubang dengan menggunakan sinar laser Nathan segera masuk ke dalam dan memperbaiki kembali lubang yang telah ia buat.


Disisi lain terlihat bahwa salah satu orang dari kelompok pembajak pesawat yang berada di Cockpit mendapat peringatan bahwa ada masalah dibagian kargo.


"Hei, cepat cek bagian kargo sepertinya ada seseorang yang mencoba bersembunyi disana!" Ucap Pria tersebut kepada rekan-rekan nya melalui alat komunikasi di telinganya.


Terlihat bahwa pria tersebut dengan santainya duduk di kursi Pilot dan tampak tenang meski sudah membunuh Pilot serta Co-Pilot yang kini tergeletak dibelakangnya.


Dua dari lima rekan rekan pria tersebut segera berjalan menuju kargo pesawat sambil membawa senjata api untuk mengecek keadaan disana.


Sewaktu dua pria tersebut masuk kedalam kargo yang gelap, mereka berduapun segera berpencar dan bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.


Meski sudah memasang kewaspadaan yang cukup tinggi satu orang dari mereka tiba-tiba menghilang seolah ditelan kegelapan.


Menyadari rekan nya yang menghilang pria tersebut tampak panik sambil mengarahkan senjatanya. "Jimmy dimana kamu!?" Panggil pria tersebut kepada rekan nya.

__ADS_1


Namun setelah memanggil berulang kali ia tidak mendapat jawaban dari rekannya yang membuat pria tersebut tambah panik.


"Keluarlah pengecut hadapai aku seperti pria jantan dan jangan hanya bisa bersembunyi saja sialan!!!" Teriak pria itu.


Dari balik kegelapan Nathan muncul dan membuat pria tersebut langsung menembkkan satu timah panas kepadanya.


Namun tembakan tersebut tidak berpengaruh apa-apa kepada Nathan dan peluruh yang melesat kearahnya kini terjatuh begitu saja kebawah.


Melihat targetnya tidak terluka sedikitpun pria tersebut langsung memberondong Nathan dengan senapan AK-47 miliknya. Tetapi semua itu tidak membuahkan hasil dan kini ia sudah kehabisan amunisi.


Nathan yang melihat pria tersebut sudah kehabisan amunisi kemudian mengarahkan ujung jarinya kepada pria itu dan langsung menembakan sinar laser kearah kepalanya.


Pria tersebut seketika tewas dengan dahi yang berlubang, dan langsung tergeletak begitu saja dibawah dengan genangan darah yang keluar dari luka di dahinya.


Setelah pria itu tewas Nathan berjalan dengan santai menaiki tangga melingkar dan menuju kursi para penumpang.


Setibanya disana Nathan melihat bahwa ada tiga orang pria yang kini tampak menyandra beberapa orang setelah mendengar suara tembakan sebelumnya.


"Apa yang ingin kalian lakukan dengan mereka?" Tanya Nathan yang sebenarnya tahu bahwa mereka mencoba untuk menyudutkan dirinya.


"Sialan, kenapa kamu mengganggu. Kami tidak pernah sekali pun menyinggung mu!" Ucap salah satu diantara mereka.


Nathan kemudian melihat kearah para penumpang pesawat yang tampak memperhatikan dirinya dengan tatapan penuh harap.


Merasa tidak tega dan ingin segera pulang tiga drone Nathan keluarkan yang seketika membuat ketiga pria tersebut menjadi panik.


Saat para pria tersebut marah sambil mengancam akan membunuh semua orang didalam pesawat tersebut, drone milik Nathan langsung menembakkan laser dengan kekuatan yang sudah dicurangi dan membuat mereka tewas seketika.


Setelah ketiga pria tersebut tewas pesawat tiba-tiba menukik dengan tajam ke bawah dan membuat para penumpang pesawat menjadi histeris.


Mengetahui bahwa kristal tersebut dapat membuat ledakan besar, Nathan langsung menangkap dan membuangnya keluar pesawat.


Nathan juga langsung cepat-cepat menutup pintu pesawat yang terbuka agar tidak membahayakan keselamatan penumpang disana.


Akibat pintu pesawat yang sempat terbuka menyebabkan beberapa orang dan pramugari mengalami cidera karena terhempas ke langit-langit pesawat.


Menyadari pesawat yang masih menukik kebawah dengan kecepatan tinggi, Nathan lalu masuk kedalam Cockpit dan menemukan bahwa tidak ada yang mengendalikan pesawat tersebut.


Diluar kristal bom yang Nathan lempar sebelum nya meledak di dekat mesin pesawat dan menyebabkan salah satu mesin pesawat mengalami kerusakan sampai terbakar.


Beberapa penumpang pesawat yang melihat mesin pesawat terbakar menjadi panik dan membuat kericuhan didalam pesawat tidak dapat dihindarkan.


"Hei, apa yang sebenarnya terjadi sini. Aku ingin bertemu dengan pilot pesawat ini!" Seru seorang penumpang pesawat pria yang terlihat panik sekaligus kesal.


"Ya, aku juga mau bertemu dengan pilot pesawat ini!" Sahut seorang penumpang lagi.


Akibat dua orang penumpang tersebut para penumpang lain menjadi terprovokasi dan mendesak pramugari agar diperbolehkan masuk kedalam Cockpit.


Tetapi tiba-tiba terjadi guncangan yang besar pada pesawat, dan membuat beberapa penumpang yang ingin masuk kedalam Cockpit menjadi panik.


"Tuan-tuan mohon kembali ke kursi masing-masing dan kencangkan sabuk kalian. Saya akan berbicara dengan pilot pesawat tentang masalah yang sedang terjadi..." Ucap seorang pramugari.


Para penumpang yang sebelumnya memberontak akhirnya patuh dan kembali duduk di kursinya masing-masing.

__ADS_1


Salah satu pramugari kemudian masuk kedalam dan melihat seorang pria yang menolong mereka tengah mencoba mengendalikan pesawat.


Ketika mengalihkan pandangannya pramugari itu seketika syok saat melihat bahwa Pilot dan Co-pilot yang telah tewas tergeletak di lantai.


Nathan yang menyadari bahwa ada seseorang di belakang nya kemudian menoleh, dan membuat pramugari tersebut tersipu karena dapat melihat wajahnya.


"Nona, dari pada kamu duduk disana lebih baik kembali untuk mengatasi kericuhan dikabin pesawat!" Ucap Nathan.


Pramugari tersebut yang mendengar ucapan Nathan segera tersadar dari imajinasinya dan kemudian keluar dari Cockpit pesawat.


Kini hanya ada Nathan yang ada didalam Cockpit. Ia yang sebelumnya hanya bermain simulator pesawat di komputer nya tidak menyangka akan benar-benar mengendalikan pesawat sungguhan.


"Echelon lakukan sesuatu dan jangan hanya diam saja!" Ujar Nathan yang terlihat panik sambil memegang kemudi pesawat.


Pesawat kini sudah turun sampai ketinggian 8000 kaki dan Nathan bisa melihat monumen nasional yang sebentar lagi akan dia tabrak.


Tidak dapat jawaban dari Echelon membuat Nathan terpaksa mengambil jalan nya sendiri dengan menggunakan insting.


Hal pertama yang Nathan lakukan adalah membuang sejumlah besar bahan bakar pesawat dan mematikan salah satu mesin yang tengah terbakar.


Langkah kedua Nathan mengurangi kecepatan pesawat dan membuka katup sayap yang biasa digunakan untuk pengereman.


Karena kecepatan pesawat masih berada diangkat 300Km/jam, Nathan lalu menurunkan roda pesawat dan segera menarik kemudiannya.


"Ayolah kamu pasti bisa pria besar!" Ucap Nathan sambil mencoba mengendalikan yang akan jatuh.


Usaha Nathan pada akhirnya membuahkan hasil sebelum pesawat menabrak Monas ia dapat menerbangkan kembali pesawat tersebut, dan menghindari gedung-gedung yang hampir ia tabrak.


Api yang membakar salah satu mesin pesawat juga kini sudah padam, dan langkah terakhir yang harus Nathan lakukan adalah menghubungi Atc untuk melakukan pendaratan darurat.


"Echelon cepat hubungi pihak Atc untuk menyiapkan landasan!" Ucap Nathan.


Echelon yang semula hanya diam kemudian menghubungi pihak Atc di Bandara Soekarno-Hatta untuk menyiapkan prosedur pendaratan darurat.


"Runway 3 sudah aman untuk tuan mendarat..." Ucap Echelon.


Nathan mengangguk dan meski hanya menggunakan satu mesin pesawat ia mencoba sebisa mungkin agar dapat mencapai bandara.


Pukul 22.45 malam pesawat yang Nathan kemudikan telah dilihat oleh pihak Atc dan mereka kemudian segera mengirimkan pihak penyalamat.


Disisi lain Nathan mulai menurunkan ketinggian pesawat dan mendarat di runway 3. Tetapi masalah kembali muncul yaitu pesawat masih melaju dengan sangat cepat.


Nathan segera menginjak rem dengan kuat dan hal ini justru membuat roda pesawat pecah dan membuat badan pesawat menyentuh landasan pacu.


Merasa bahwa pesawat akan menabrak ujung landasan Nathan kemudian keluar dengan memecahkan kaca kemudi pesawat.


Ia dengan nekat lantas mencoba mengerem pesawat dengan menggunakan kakinya serta menempatkan seluruh drone miliknya dibeberapa bagian pesawat.


Nathan merasa kakinya mulai merasakan kakinya kebas saat mencoba menahan laju pesawat. Namun ia beruntung karena pada akhirnya pesawat tersebut dapat dihentikan sebelum keluar dari landasan pacu.


Saat tim penyelamat datang Nathan sudah tidak terlihat lagi disana. Mereka kemudian segera mengevakuasi para penumpang pesawat serta pramugari yang ada didalam.


Pramugari yang sempat melihat wajah Nathan kini sudah berhasil turun, dan saat menengok ke langit ia dapat melihat pria tersebut memberikannya kode agar tidak menyebarkan identitasnya.

__ADS_1


Ia kemudian mengangguk paham dan setelah itu Nathan akhirnya pergi dari sana untuk menuju ke suatu tempat.


__ADS_2