Echelon System

Echelon System
Pertemuan terakhir dengan Tanaka


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam menggunakan mobil, Nathan, Kanae, dan Hirota berhenti di depan sebuah bangunan menyerukan rumah sakit terbengkalai, yang berada di pinggiran kota.


"Kamu tunggu saja disini, jangan pergi kemana-mana!" Ucap Nathan kepada Kanae agar tidak ikut masuk ke dalam dan menunggu saja di dalam mobil.


"Tidak, aku akan ikut denganmu!" Tolak Kanae yang bersikeras ingin ikut masuk untuk menyelamatkan Eimi di dalam bangunan terbengkalai itu.


Melihat tatapan mata Kanae yang teguh, terpaksa Nathan memperbolehkan Kanan untuk ikut bersamanya masuk ke dalam diikuti oleh Hirota dari belakang.


Nathan berjalan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Echelon dan berhenti di lorong gelap karena titik kordinat nya berhenti disana.


Benar saja Nathan menemukan ponsel Eimi yang tampaknya terjatuh di lantai dan menunjukkan kalau gadis tersebut dibawa kesana oleh seseorang.


Cahaya senter Nathan fokuskan kearah lantai dan ia menemukan ada beberapa jejak kaki manusia yang masih baru dan tidak hanya ada satu.


"Orang yang menculik Eimi kelihatan tidak hanya satu orang saja..." Ucap Nathan sambil menyenteri jejak kaki yang ada dilantai.


"Lalu bagaimana cara nya kita dapat menemukan mereka. Tempat ini sangat luas dan gelap?" Tanya Kanae yang mulai merasa merinding dan takut ada makhluk halus disana.


Nathan hanya tersenyum tipis dan melakukan scan pada bangunan rumah sakit untuk mencari titik keberadaan orang-orang itu dengan menggunakan fitur jam tangannya.


Setelah mendapatkan visual sepuluh orang pria dan seorang wanita yang tengah diikat di kursi. Pandangan Nathan kemudian tertuju kearah langit-langit lorong.


"Mereka ada dilantai lima!" Ucap Nathan sambil menunjuk ke arah langit-langit yang membuat Hirota dan Kanae juga mendongak keatas.


"Biarkan saya saja yang menolong nona Eimi, Tuan. Akan sangat berbahaya untuk Anda jika mereka menggunakan senjata api!" Ucap Hirota yang mengajukan diri untuk menyelamatkan Eimi.


Nathan terkekeh lalu menyeringai saat mendengar apa yang baru saja Hirota katakan. "Kamu sepertinya belum mengetahui apapun tentangku. Ikutlah, akan aku tunjukkan sesuatu kepada kalian nanti..."


Usai mengatakan hal tersebut Nathan melangkah pergi dan membuat Hirota serta Kanae merasa heran dengan ucapan pria itu.


Hirota dan Kanae kemudian berjalan menyusul Nathan yang tampak berjalan santai bahkan tidak takut saat ada beberapa penampakan makhluk halus disana.

__ADS_1


Setelah sampai didepan ruangan tempat Eimi disekap, Nathan menghela nafas panjang karena sebentar lagi ada beberapa nyawa yang akan dia cabut.


Brakkk!!!


Nathan menendang pintu ruangan sampai terlepas, lalu berjalan masuk kedalam ruangan yang tidak ada penerangan sedikit pun dan gelap.


Begitu Nathan, Kanae, Hirota masuk ke dalam, lampu yang ada diruangan itu langsung dinyalakan dan terlihat sudah ada beberapa orang pria disana serta Eimi yang mulutnya ditutup menggunakan perban.


"Wah-wah... Aku tak menyangka kamu bisa datang lebih cepat dari yang sudah ku perkirakan!" Sambut Tanaka sambil bertepuk tangan memuji keahlian Nathan dalam melacak.


Nathan mengabaikan sambutan yang diberikan oleh Tanaka, pandangannya lalu tertuju kearah Eimi yang tampaknya masih baik-baik saja namun raut wajahnya terlihat sembab karena terlalu banyak menangis.


Disisi lain Hirota yang melihat bocah Tanaka dan teman-teman dari anak itu, membuat emosinya yang sudah tidak bisa terbendung lagi. Hirota mengencangkan sarung tangan putih miliknya dan bersiap jika diperintahkan untuk menghajar mereka semua oleh Nathan.


Sementara Kanae mengeluarkan pedang katana yang ia sembunyikan didalam pakaian dan menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang.


"Hah.... Anak muda jaman sekarang masih saja melakukan permainan seperti ini. Apa kamu sudah siap dengan konsekuensinya? Aku sudah memberimu peringatan kepadamu sebelumnya..." Ucap Nathan sambil menatap Tanaka dengan tatapan kosong seraya tersenyum seperti seorang psikopat.


Teman-teman Tanaka tertawa dan berjalan menghampiri Nathan, Kanae, serta Hirota dengan memegang tongkat besi dan baseball.


Seorang pemuda betubuh kurus langsung mengayunkan tongkat besi ditangannya kearah Nathan bersama tiga orang pria lainnya. Sedangkan lima orang lainnya akan berhadapan dengan Hirota dan Kanae.


Dengan mudah Nathan menangkap tongkat besi yang diayunkan pemuda bertubuh kurus tersebut. Nathan kemudian memberi serangan balasan dengan memukul wajah pemuda tersebut sangat keras hingga tersungkur.


Nathan lalu berhadapan dengan tiga pemuda lainnya hingga membuat cidera serius kepada mereka semua hingga darah menyiprat diwajahnya.


Disisi lain Kanae yang berhasil memotong, menyayat, bahkan memenggal kepala dua orang pria di hadapan nya, menjadi bingung sebab luka di tubuh mereka dengan cepat kembali pulih seperti semula.


Hirota yang juga melihat kejadian ini tidak menyangka sebab kemampuan seperti ini hanya dimiliki oleh pasukan Textron seperti dirinya saja.


"Hahaha..." Tanaka tertawa kencang saat melihat tatapan terkejut dari Nathan, Hirota, dan Kanae. "Sayang sekali, tapi sekarang siapa yang bisa mencegahku..."

__ADS_1


Dengan pedenya Tanaka berjalan menghampiri Nathan yang sudah di tangkap dan memukul wajah pria pria tersebut dengan keras berulang kali.


Nathan yang wajah dan tubuhnya dipukul secara brutal oleh Tanaka tampak tidak merasa sakit sama sekali meski ada banyak darah yang ia keluarkan.


"Ada apa sialan kenapa kamu diam saja. Tunjukkan lagi wajah sialanmu itu kepadaku!" Ucap Tanaka yang tertawa sambil menendang perut Nathan.


Tanpa Tanaka duga, Nathan mengangkat wajahnya dan tersenyum menantang dengan raut wajah yang sudah di penuhi luka serta darah.


Disisi lain Hirota dan Kanae memutuskan untuk membawa Eimi pergi dari sana setelah diperintahkan oleh Nathan sebelumnya. Meski tidak tega meninggalkan Nathan sendirian dipukuli oleh orang-orang itu, Hirota dan Kanae tidak punya pilihan lain karena itu ada perintah dari Nathan.


Nathan yang melihat Hirota dan Kanae telah berhasil membawa Eimi pergi, kemudian bangkit melepaskan diri dari beberapa pria yang menahanya.


"Cukup sudah main-mainnya..." Ucap Nathan yang kini telah menyelimuti tubuhnya menggunakan setelan tempur.


Tanaka dan teman-temannya yang melihat Nathan mengenakan baju armor bukannya takut justru menertawakan nya karena menganggap pria itu sedang melakukan pertunjukkan.


Namun tanpa Tanaka dan teman-temannya sangka, Nathan tampaknya tidak main-main dan membuat mereka menjadi abu yang jelas tidak akan bisa beregenerasi seperti mutan lagi.


Panik menghadapi situasi ini, Tanaka berusaha untuk kabur saat melihat teman-temannya diubah menjadi butiran debu oleh Nathan.


Nathan jelas tidak membiarkan Tanaka pergi begitu saja dan menutup akses keluar dengan sebuah cairan yang akan mengeras dalam waktu singkat.


Melihat akses keluarnya telah ditutup, Tanaka berusaha menghancurkan tembok yang dibuat oleh Nathan tapi tak membuahkan hasil sama sekali.


Tanaka berdecih kesal dan menatap Nathan. Merasa tida ada pilihan lain, Tanaka langsung menerjang Nathan sampai membuat mereka tersungkur.


Dengan brutal Tanaka berusaha merombak pakaian tempur Nathan, tetapi ia tidak kunjung berhasil dan tidak menyangka kalau pakaian yang dikenakan oleh Nathan akan sangat kuat.


Nathan dengan cepat memegangi leher Tanaka dan membanting pemuda tersebut dengan sangat keras ke lantai. Perlahan Nathan mulai mengencangkan pegangan dileher Tanaka dan membuat pemuda tersebut menjadi kesulitan untuk bernafas.


Tanaka yang tidak mau menyerah langsung memukul-mukul Nathan agar ia bisa dilepaskan oleh pria tersebut.

__ADS_1


"Sudah terlambat..." Ucap Nathan sebelum menembak Tanaka dan merubah pemuda tersebut menjadi butiran debu.


__ADS_2