Echelon System

Echelon System
Midway


__ADS_3

Beberapa hari kemudian tepatnya pukul 04:30, 4 Juni. Setelah melakukan upacara penghormatan kepada Kaisar seperti biasanya. Laksamana Madya Nagumo melancarkan serangan pertama ke Midway dengan memberangkatkan 36 pesawat pengebom tukik Aichi D3A dan 36 pesawat pengebom torpedo Nakajima B5N dibawah pengawalan 36 pesawat Zero.


Pada yang waktu bersamaan Nagumo juga menerbangkan beberapa pesawat patroli udara bersenjata beserta 8 pesawat pengintai.


"Pak, apakah ini keputusan yang tepat dengan hanya menerbangkan sedikit pesawat pengintai. Apalagi cuaca juga saat ini sedang tidak baik!" Ucap Asisten Nagumo.


"Jangan terlalu banyak bertanya, aku sudah memikirkan rencana ini matang-matang. Santai saja..." Balas Nagumo sambil menyesap cerutunya dengan santai.


Namun tanpa Nagumo sadari ia telah membuat kecerobohan dengan terlalu sedikitnya pesawat untuk melakukan pencarian.


Dengan membagi menjadi dua kelompok pesawat pengintai kearah timur dan timur gugus tugas Jepang semuanya adalah kesalahan besar.


Belum lagi disposisi Yamamoto telah menambah masalah ini menjadi sangat serius hingga membuat kesalahan yang fatal.


*******


Diruang kontrol salah satu kapal perang Amerika, radar mereka telah mendeteksi keberadaan Armada kapal Jepang dalam jarak beberapa mil dan segera menghubungi ketiga Kapal Induk.


Seluruh Marini yang masih tertidur segera dipaksa untuk bangun dan bersiap-siap melakukan penghadangan penyerangan pasukan Jepang.


"F.ck! Aku baru saja bermimpi bertemu kekasihku. Ini sangat tidak adil!" Kevin terlihat sangat kesal saat ada orang yang mengetuk pintunya dengan sangat keras.


"Kapan perang ini akan berakhir. Aku ingin pulang..." Robby sudah terlihat loyo saat sedang memakai pakaian perangnya yang cukup berat.


Belakangan ini kedua pria tersebut sudah sering mengeluh dan membuat Nathan serta Harry hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


"Bukannya kalian berdua yang awalnya sangat semangat untuk bergabung berperang dan memaksa kami berdua ikut? Lalu kenapa sekarang justru mengeluh seperti itu?" Harry tersenyum menyindir kedua pria itu sambil mengencangkan rompi anti pelurunya.


"Cih! Jika bukan untuk membuat pacarku terkesan dan imbalan perang yang lumayan, aku dari awal juga tidak akan ikut menyerahkan nyawaku begitu saja..." Ucap Kevin yang di angguki oleh Robby.


Nathan dan Harry yang melihatnya hanya bisa menghela nafas, kemudian mereka berdua segera menuju deck kapal untuk memanaskan mesin pesawat mereka.

__ADS_1


Sesampainya di deck kapal, Nathan menggigil kedingin sebab cuaca di pagi ini sangat ekstrim. Ombak setinggi empat meter terus menghantam lambung kapal dan membuat penerbangan kali akan membutuhkan tenaga ekstra.


"Cepat periksa pesawatnya Harry, aku sudah tidak tahan lagi berada diluar..." Nathan meniup tangannya dan naik kedalam cockpit lalu menutup kabinnya untuk menghalau angin dingin.


Sudut bibir Harry berkedut, namun ia juga tidak bisa menolaknya karena ini memang salah satu tugasnya dan dengan cepat ia memeriksa kondisi pesawat sebelum masuk menyusul Nathan.


"Semuanya sudah beres, biarkan mesin pesawatnya menyala. Disini masih terasa sangat dingin!" Ucap Harry sambil menggosok tangannya dan meniupnya.


Tanpa disuruh pun Nathan akan tetap menyalakan mesin pesawatnya dan menunggu beberapa teknisi untuk memasangkan bom dipesawat nya.


Pukul 06.20 pagi pesawat Jepang telah sampai ke pangkalan udara di Midway. Awalnya mereka mengira bahwa tempat tersebut akan penuh dengan pesawat-pesawat Amerika, tetapi kenyataannya tidak.


Hanya ada beberapa pesawat tempur milik Amerika yang terlihat sudah tua, namun mereka pada akhirnya memutuskan untuk mengebom pangkalan udara tersebut.


Dalam pertempuran di pagi hari itu Squadron udara milik Jepang berhasil merusak pangkalan udara Amerika di Midway dan menjatuhkan beberapa pesawat mereka. Hanya ada dua pesawat tempur dari pihak Amerika sementara Jepang harus kehilangan beberapa pesawat pengebom dan juga 3 pesawat Zero nya.


Sementara itu para pilot pesawat SBD telah melihat target mereka yang memiliki posisi cukup aneh. Ada sebuah kapal Induk Jepang yaitu Hiryu yang terjepit diantara tiga kapal induk lainnya.


Sedangkan disisi lain Nathan dan pilot pesawat dari Yorktown mengunci sasaran mereka yaitu kapal induk Soryu. Hanya dalam waktu enam menit para pesawat SBD berhasil menjadikan sasaran-sasaran mereka dilahap api.


Kapal induk Akagi mendapatkan kerusakan parah saat kejatuhan satu bom yang melubangi deck bagian atas dan meledakan bahan bakar untuk pesawat serta amunisinya.


Kapal induk Soryu dengan telak terkena tiga bom dibagian deck hanggar, sementara Kaga kejatuhan lebih dari empat bom dan membuat ketiga kapal induk tersebut tidak bisa lagi digunakan.


Para awak segera meninggalkan ketiga kapal induk tersebut dan dibocorkan sebelum akhirnya ditenggelamkan.


Kapal induk Jepang yang tersisa yaitu Hiryu segera melakukan serangan balasan. Para pesawat pengebom tukik segera dikerahkan dalam gelombang pertama.


Serangan yang berfokus ke kapal induk Yorktown cukup berhasil, dimana tiga buah bom dengan telak mengenainya dan membuat kapal induk tersebut harus berhenti bergerak.


Tetapi hal itu tidak berselang lama setelah para teknisi berhasil memperbaiki kerusakan dalam waktu satu jam dan membuat kapal bisa bergerak kembali.

__ADS_1


Pada serangan gelombang kedua pesawat Jepang yang membawa torpedo berhasil melakukan tugasnya. Dua buah torpedo tepat mengenai kapal induk Yorktown dan memaksanya harus berhenti.


"Pertempuran kali ini benar-benar sengit. Jumlah mereka lebih banyak dari kita!" Harry mengeluh saat beberapa kali harus menembak jatuh pesawat yang mengejar mereka.


"Entahlah... Tapi tidak ada pilihan lain kita harus tetap ikut. Kalau kabur bisa-bisa dianggap disersi." Balas Nathan sambil menembaki pesawat yang masih menyerang kapal induk Yorktown.


"Hah... Sebaiknya ini dapat selesai dengan cepat..." Harry mendesah pelan.


"Tenang saja, hanya empat hari pertempuran disini akan segera berakhir..." Balas Nathan.


"Dari mana kau tahu?" Harry terlihat heran dengan tebakan yang diucapkan oleh Nathan. Tetapi Nathan tidak menggubris pertanyaan Harry dan fokus menembak.


Saat keduanya telah kembali fokus, tiba-tiba Kevin dan Robby muncul lalu melakukan manuver disekitar pesawat yang dikendarai oleh Nathan serta Harry.


"Sialan kau Kevin!" Robby terlihat kesal pasalnya ia hampir saja menembak jatuh pesawat Kevin dan Robby yang dikira musuh.


"Hahaha! Jangan terlalu serius begitu Harry!" Balas Kevin sambil tertawa lepas melihat raut wajah kesal milik Harry.


Tak disangka Harry mengarahkan senapan mesinnya kearah pesawat milik Kevin dan membuat Robby seketika menjadi panik.


"Harry jangan gila, kita hanya bercanda saja!" Ucap Robby sambil berkeringat dingin.


Harry berdecih kesal dan berhasil membuat nyali kedua temannya itu menciut. Setalahnya mereka mulai bekerja sama menghalau pesawat Jepang yang mengincar kapal Induk Yorktown.


Malam harinya akibat serangan brutal dari pesawat-pesawat Jepang, kru kapal induk Yorktown terpaksa mengevakuasi diri kekapal induk Enterprise, sebab kapal induk Yorktown terpaksa ditenggelamkan.


Nathan dan ketiga temannya serta beberapa pilot dimalam hari harus tetap bersiaga meski serang beristirahat. Hal ini dikarenakan seorang perwira masih waspada apabila pihak Jepang melakukan penyerangan dimalam hari.


Malam itu suasana dilautan yang sunyi terasa mencekam dan di penuhi oleh kapal dari kedua pihak yang sedang terbakar akibat pertempuran ini.


Beberapa Marinir ada yang mulai bertingkah aneh karena merasa depresi serta putus asa mengetahui pertempuran yang akan sangat sulit dimenangkan.

__ADS_1


Namun tidak dengan Nathan yang tetap santai sebab ia sudah mengetahui dengan jelas hasil pertempuran ini untuk kedepannya.


__ADS_2