Echelon System

Echelon System
Yamashita


__ADS_3

Perlahan Nathan membuat lubang pada pintu baja yang menutup jalan masuk menuju bunker. Begitu selesai membuat lubang dan masuk kedalam, Nathan langsung disambut oleh rentetan peluru dari prajurit yang ada disana.


Tentu saja peluru yang menghujani Nathan tidak akan mempan meskipun para tentara Jepang tersebut menembaki nya terus menerus sampai peluru terakhir.


Dengan mudahnya Nathan langsung membuat para tentara Jepang yang tampak sudah putus asa tersebut menjadi abu, dan berjalan dengan santai menyusuri lorong sambil menghabisi tentara yang ia lihat disepanjang jalan.


Sewaktu tengah menyusuri lorong tak sengaja dari balik jendela kaca Nathan melihat beberapa tentara medis Jepang yang tengah melakukan uji coba menggunakan seorang tahanan tanpa diberi anestesi.


Para tentara medis tersebut tampak tenang dan tetap melakukan uji coba mereka, meski sadar bahwa orang yang kini tengah membuat kekacauan di kamp tersebut masuk kedalam tempat eksperimen mereka.


"Kamu sadar bukan kalau tentara medis tidak boleh dibunuh..." Ucap seorang dokter yang tengah membedah seorang tahanan hidup-hidup dibantu oleh lima orang rekannya.


Nathan terkekeh mendengar perkataan dari dokter tersebut yang jelas dia sendiri tidak perduli dengan aturan perang yang tidak memperbolehkan untuk menyiksa tawanan.


Tanpa basa-basi Nathan langsung membuat semua orang disana menjadi abu termasuk tawanan yang tengah dioperasi untuk mengakhiri penderitaannya.


Setelah selesai dari ruangan tersebut Nathan juga melakukan hal yang sama disetiap ruangan tempat dilakukannya uji coba. Bahkan tak jarang Nathan menemukan tentara yang sedang bercinta diam-diam dibeberapa ruangan dan langsung ia jadikan abu.


Langkah kaki Nathan berlanjut sampai ia akhirnya harus berhenti diujung lorong dimana ada satu ruangan yang dia yakini ada Jenderal Yamashita didalamnya.


Benar saja begitu masuk kedalam ia melihat pria itu tengah bercumbu dengan sekertaris nya dimeja kerja yang membuat sudut bibir Nathan berkedut.


Yamashita yang awalnya mengira para prajuritnya dapat menghentikan penyusup itu kaget saat melihatnya langsung kini berada di ruangan nya.


Dengan tergesa-gesa Yamashita langsung mengambil pistol dipinggangnya dan menembak Nathan yang jelas saja itu upayanya tidak akan membuahkan hasil.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan, kenapa kamu menyerang tempatku?" Tanya Yamashita dengan tatapan tajam sambil mengeratkan giginya.


Hisako sekertaris Yamashita yang melihat kedatangan Nathan tampak ketakutan dan perlahan berjalan mundur menjauh agar tidak terlibat dalam masalah yang ia sendiri tidak tahu apa penyebabnya.

__ADS_1


"Ya, aku menginginkan sesuatu darimu..." Balas Nathan yang membuat Yamashita harus memutar otaknya untuk memikirkan perkataan dari pria itu.


Pandangan Yamashita kemudian tertuju kearah Hisako sekertaris sekaligus kekasihnya. "Jika kamu menginginkan wanita itu, langkahi dulu mayatku!" Ucap Yamashita sambil berusaha melindungi Hisako.


Nathan yang merasa Yamashita salah paham dengannya jelas merasa bingung. Meski paras kekasih Yamashita cantik tetapi Nathan jelas tidak tertarik.


"Apa yang kamu bicarakan, aku tidak menginginkan wanitamu itu..." Balas Nathan dengan heran sambil melepaskan pakaian tempurnya yang sudah mencapai batas.


Yamashita dan Hisako yang melihat wajah sosok yang kini sudah menjadi momok pertempuran dilaut koral jelas kaget dan tidak menyangka kalau sosok itu masih sangat muda.


"Lalu apa yang kamu inginkan dariku anak muda?" Tanya Yamashita sambil tetap waspada jika sewaktu-waktu pemuda di hadapan nya itu menyerang dirinya dan juga kekasihnya.


"Berikan harta rampasan yang kamu sembunyikan dan aku akan membebaskan kalian..." Jawab Nathan dengan santai.


Mendengar perkataan pemuda dihadapan nya yang membahas harta rampasan perang, Yamashita jelas cukup terkejut karena tidak banyak dari pihak Kekaisaran yang tahu akan hal itu.


Nathan yang mendengarnya tentu saja tidak percaya lalu mengeluarkan peta dan selembar kertas tugas yang diberikan oleh Yamamoto sebelumnya.


"Kamu tahu ini bukan?" Tanya Nathan sambil menunjukkan dua lembar kertas ditangannya yang membuat Yamashita tidak dapat mengelak lagi.


"Cih! Bahkan kalau kamu membunuhku sekali pun, aku tidak akan pernah memberitahumu!" Tolak Yamashita mentah-mentah sambil meludah kearah Nathan.


Nathan menyeka ludah Yamashita diwajahnya dan tersenyum lebar kearah pria berusia sekitar 58 tahun tersebut lalu berjalan kearahnya.


Pemuda itu kemudian memukul leher Yamashita dan membuat pria tersebut seketika lumpuh dilantai namun masih sadar hanya saja tidak dapat menggerakan tubuhnya.


Nathan kemudian menarik Hisako dan dengan paksa menidurkan nya diatas meja kerja lalu membuat gerakan seolah akan melecehkannya.


"Kamu pilih harta itu atau kehormatan istrimu?" Tanya Nathan mengancam Yamashita yang sebenarnya ia sendiri hanya ingin menggertak saja pria itu dan tak berniat sedikitpun untuk melecehkan Hisako.

__ADS_1


Yamashita yang melihat istrinya tengah meronta-ronta saat akan dilecehkan jelas tidak tahan dan pada akhirnya ia pun menyerah karena tidak mau kehormatan Hisako diambil oleh Nathan.


"Baik-baik, aku akan membeitahumu. Tapi lepaskan istriku!" Ucap Yamashita dengan nada putus asa.


Yamashita lalu menyuruh Nathan untuk mendekat, namun ketika Nathan mendekat kearah Yamashita dari belakang Hisako langsung menusuknya menggunakan pedang hingga tembus kedada.


Hisako kemudian menendang Nathan kesamping dan tetap membiarkan pedang nya menancap ditubuh pemuda tersebut.


Hisako kemudian segera menolong suaminya dan membuat Yamashita akhirnya dapat bergerak kembali seperti semula. Hal ini karena selama mengikuti Yamashita, Hisako telah mempelajari ilmu beladiri dan juga teknik akupuntur sewaktu di China yang membuatnya dapat melakukan serangan balasan kepada Nathan.


"Aku tidak menyangka kamu akan sangat bodoh!" Sindir Yamashita sambil melebarkan luka tusukan pedang didada Nathan, hingga membuat salah satu lengan pemuda tersebut terpisah.


Tetapi hal tak terduga terjadi yang membuat Yamashita dan Hisako kaget saat melihat lengan Nathan kembali menyatu bahkan tidak ada luka sedikitpun setelahnya.


Yamashita berdecak kesal lalu menebas kepala Nathan hingga putus dengan harapan dapat membunuh pemuda yang menurutnya sangat berbahaya jika tetap dibiarkan hidup.


Usaha yang dilakukan Yamashita tampaknya sia-sia. Nathan terlihat bangkit dan memasangkan kepalanya lagi hingga tak terlihat seperti pernah terpenggal.


"Itu cukup sakit pria tua..." Ucap Nathan sambil membunyikan tulang-tulang lehernya.


"Bagaimana bisa, apa kamu merupakan objek eksperimen mereka? Aku tidak menyangka mereka bisa melakukan hal semacam ini..." Ucap Yamashita sambil berjalan mundur.


Mendengar kalimat objek eksperimen dari mulut Yamashita membuat Nathan sejenak tertegun, sebelum akhirnya ia kembali sadar dan menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja bukan..." Ucap Nathan sebelum menendang Yamashita dan Hisako dengan keras hingga membentur tembok lalu membuat keduanya tak sadarkan diri.


Nathan yang melihat retakan ditembok seketika menjadi curiga sebab tidak mungkin jika beton akan mudah retak hanya karena terkena benturan ringan.


Dengan rasa penasaran yang tinggi Nathan lalu memukul tembok tersebut dan merasakan kalau tembok itu cukup rapuh hingga akhirnya hancur.

__ADS_1


__ADS_2