Echelon System

Echelon System
Rencana Membuat Bank


__ADS_3

Malam harinya kini semua kru kapal tengah makan malam diatas meja yang sama seperti biasanya, sambil berbincang ringan membahas rencana untuk membuat bisnis yang sedikit akan dirubah.


Para wanita yang ada disana tampaknya tidak akan ikut dalam pembicaraan tersebut dan hanya para lelaki saja karena mereka sendiri terlihat tidak begitu tertarik.


"Nathan, apa benar kamu sudah menemukannya. Kenapa hanya ada satu patung kecil saja yang kamu bawa?" Tanya Kevin dengan malas sambil melihat patung buda yang ia pegang.


Nathan menghela nafasnya dan kemudian meletakkan kubus hitam diatas meja yang membuat semua orang disana merasa penasaran.


Liu Yifei yang tertarik dan penasaran dengan kubus tersebut lalu mengambilnya untuk dilihat lebih dekat lagi.


"Benda apa itu?" Tanya Harry yang penasaran dengan kubus kecil ditangan Liu Yifei.


"Itu bisa dibilang tas menurutku dan aku menyimpan semua harta itu didalamnya..." Jawab Nathan dengan santai sambil memakan sup miliknya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Nathan langsung membuat semua orang disana tertawa dan menganggap pria itu sudah gila karena mengatakan omong kosong.


Nathan yang ditertawakan hanya menghela nafas dan meminta kubus itu dari Liu Yifei. Cahaya putih yang menyilaukan langsung muncul memenuhi ruangan makan tersebut, dan ketika menghilang terlihat sebuah peti berukuran kecil muncul diatas meja.


"Bukalah..." Ucap Nathan yang langsung dilakukan oleh Kevin dan seketika membuat semua orang terkejut karena didalamnya terdapat ratusan koin emas dan benda berharga lainnya.


"Bagaimana mungkin benda sekecil itu bisa menyimpan peti yang ukurannya sepuluh kali lebih besar darinya!?" Tanya Kevin dengan histeris.


"Jangan banyak tanya, aku hanya iseng saja membuat benda ini..." Balas Nathan sambil melempar-lempar kubus kecil ditangannya.


Harry lalu mengambil kubus yang dimainkan oleh Nathan dan mulai melihatnya dengan seksama bersama Robby karena masih tidak percaya.


Tetapi setelah dilihat berulangkali mereka masih merasa bingung dan tidak tahu bagaimana cara kerja kubus tersebut yang mampu menyimpan benda didalamnya.


"Apa kamu akan menjual benda ini? Aku yakin ini akan sangat mahal!" Tanya Harry sambil menatap Nathan dengan mata berbinar.


Nathan menggelengkan kepalanya dan mengambil kubus tersebut dari tangan Harry lalu menyimpan kembali peti emas yang ada diatas meja kedalam.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, ini akan menjadi berangkas pribadi perusahaan kita nanti. Dan ada satu hal yang ingin aku tambahkan, kita akan membuat bank setelah kembali nanti..." Ucap Nathan sambil menyuapi Liu Yifei.


Harry dan Robby seketika memasang posisi untuk berpikir keras karena membuat sebuah bank pasti akan sulit dan membutuhkan waktu lama. Sementara Kevin hanya bisa melongo karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


Disisi Emilia, Julia, Amanda, dan Gisela yang mendengarkan rencana Nathan untuk membuat sebuah bank tampaknya mengerti akan hal itu.


"Kami bisa membantu kalian!" Seru Amanda yang diangguki oleh Emilia, Julia, dan Gisela.


Nathan melirik kearah Amanda datar dan tampak meragukannya. "Menjaga kapal tetap pada jalurnya hanya semalam saja tidak bisa, apalagi mengurusi bisnis yang bernilai tinggi..."


Mendengar sindiran Nathan membuat inisiatif Amanda menghilang dan raut wajah wanita tersebut menjadi layu tidak memiliki semangat lagi.


Emilia yang melihat Amanda menjadi murung karena ucapan Nathan langsung kesal dan menginjak kaki pria tersebut.


Melihat tatapan tajam Emilia dan merasakan sakit saat kakinya diinjak membuat Nathan menjadi ragu karena khawatir tidak akan mendapat jatah lagi dari Emilia.


"Terserah saja, lakukan saja apa yang kalian mau. Tapi jika gagal lihat saja nanti..." Ucap Nathan sambil melemparkan kubus miliknya kearah Amanda yang dengan sigap ditangkap oleh wanita tersebut.


Harry, Kevin, dan Robby yang melihat nyali Nathan menciut dibawah ancaman Emilia seketika menertawakan nya karena tidak menduga kalau pria itu juga akan takut kepada sosok yang dinamakan istri.


"Pffttt! Tadi diatas deck kapal terlihat angkuh, kini malah berubah lunak seperti tahu..." Sindir Kevin sambil menahan agar tidak tertawa terlalu kencang.


Nathan berdecih kesal dan membuang pandangannya. "Aku cuma manusia biasa, bahkan sosok setinggi raja sekali pun pasti akan tunduk dibawah ancaman istrinya..."


Mendengar perkataan Nathan justru membuat Harry, Kevin, dan Robby menaikan volume tertawa mereka karena sangat jarang menemukan celah untuk menertawakan pria itu.


Liu Yifei yang melihat Nathan tampak kesal lalu memegangi tangannya dan membuat pria tersebut kembali tenang kembali lalu tersenyum kearahnya.


Setelah makan malam selesai mereka semua segera meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan kegiatan masing-masing.


Disisi lain Nathan kini tengah berada didalam kamar dan sedang membuat tulisan dibuku kecilnya, sebelum Emilia masuk dan membuat Nathan cepat-cepat menyimpan bukunya tersebut.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Tanya Emilia sambil memeluk Nathan dari belakang dan mencium sekilas pipinya.


"Tidak ada, ngomong-ngomong dimana Yifei kenapa tidak ada bersama dengan mu?" Nathan balik bertanya.


"Amanda menyuruh gadis kecil itu untuk menemaninya tidur, kamu tahukan Kevin berjaga dimalam hari?" Balas Emilia sebelum menggigit leher Nathan.


Nathan yang sudah terbiasa digigit oleh Emilia kini tidak merasa kesakitan lagi dan membiarkan wanita tersebut meminum darahnya.


Namun setelah selesai meminum darahnya, Emilia tampak mulai bersikap aneh dan mulai menciumi lehernya hingga membuat beberapa kissmark disana.


"Jangan mulai lagi, nanti nangis..." Ucap Nathan dengan acuh sambil membuat berkas yang akan ia berikan kepada Amanda nantinya.


Emilia yang melihat Nathan sibuk sendiri dengan tumpukan kertas dimeja kerjanya menjadi kesal lalu secara spontan duduk di atas pangkuan pria tersebut.


"Kita sudah melakukannya tadi pagi, ingat?" Ucap Nathan sambil memandangi wajah Emilia yang sangat dekat dengan nya.


"Siapa yang perduli..." Emilia tersenyum tipis dan langsung melahap bibir Nathan yang membuatnya kecanduan.


Tetapi Nathan langsung mencegah Emilia menggunakan tangannya dan mendorong wajah istrinya itu menjauh darinya dengan sedikit tenaga karena tidak mau melakukannya malam ini.


Emilia yang mulutnya dibungkam oleh Nathan tampak kesal dan langsung menggigit telapak tangan pria tersebut sampai berdarah.


"Awww! Lepaskan!" Rintih Nathan yang merasa kesakitan saat telapak tanganya digigit oleh Emilia sampai berdarah.


Emilia kemudian mencabut taringnya dari telapak tangan Nathan dan menatap pria tersebut dengan kesal. "Dasar menyebalkan!"


"Hah? Apa kamu masih belum puas yang pagi tadi? Katanya sakit..." Kata Nathan sambil menggosok telapak tangannya yang masih terasa nyeri seperti terbakar.


"Cih! Terserah aku, kenapa jadi kamu yang marah?" Ucap Emilia dengan kesal sambil memalingkan wajahnya dari Nathan.


Sudut bibir Nathan berkedut saat menghadapi sikap Emilia yang seperti ini dan ketika ia ingin beranjak kekasur untuk tidur, wanita itu tidak mau menyingkir dari pangkuan nya dan membuat Nathan harus menggendong Emilia kekasur.

__ADS_1


__ADS_2