
Beberapa waktu setelah keluar dari rumah nya untuk menghindari amukan dari Alicia, Nathan saat ini tengah berada di conter handphone untuk mengganti ponsel lamanya yang sudah mengalami kerusakan cukup parah.
Sudah satu jam lebih Nathan menunggu ponselnya yang sedang diproses oleh seorang seorang SPG dan hal ini membuatnya sedikit bingung.
"Mbak, apa masih lama yah?" Tanya Nathan dengan raut wajah heran sambil memandang kearah seorang yang ada di hadapan nya.
Spg yang mendengar pertanyaan dari Nathan terkaget dan tampak canggung. "Iya kak sebentar lagi akan selesai..."
Melihat lamanya proses dan raut wajah Spg tersebut membuat Nathan merasa curiga karena jika ia melakukan pendaftaran sendiri hanya butuh waktu lima menit saja.
"Saya bisa melakukannya sendiri mbak nanti di rumah, bisa langsung dibungkus saja?" Ucap Nathan sambil tersenyum tipis.
Pada akhirnya Spg yang melayani Nathan mau tidak mau segera membungkus ponsel Boba 13 milik pria tersebut. Ia sebenarnya memang sengaja mengulur waktu karena diam-diam ingin lebih lama bersama dengan pemuda itu.
Setelah melakukan pembayaran Nathan segera pergi dari conter handphone sebab sejak awal tidak merasa nyaman dengan orang-orang yang secara diam-diam merekam dan memotret dirinya.
Begitu sudah menjauh dari conter, Nathan berhenti dan duduk di salah satu bangku yang ada di mall untuk mengecek ponsel barunya.
"Ck! Apanya yang sebentar lagi selesai, jelas-jelas semuanya sudah beres..." Gumam Nathan saat mengetahui ponsel nya yang sudah siap pakai.
Nathan kemudian memindahkan semua akun dan beberapa kontak dari handphone lamanya ke yang baru, namun ada hal yang janggal ketika Nathan memindahkan kontaknya.
Ia melihat satu kontak asing yang sudah ada di ponsel barunya dan seketika membuat sudut bibir Nathan berkedut.
"Apa wanita jaman sekarang banyak yang menjadi stalker ya?" Gumam Nathan saat mendapati kontak milik Spg yang ia temui sebelumnya.
Karena tidak mau berurusan dengan wanita seperti itu Nathan langsung memblokir kontak Spg tersebut dan jadi merinding dibuat nya.
Tak lama setelahnya Alicia tiba-tiba menghubungi nya melalui Video Call dan Nathan mau tidak mau harus mengangkat nya.
"Iya, ada apa?" Tanya Nathan sambil membereskan kotak ponselnya yang berantakan.
Alicia memicingkan matanya sambil melihat lokasi Nathan saat ini berada. "Kamu sedang dimana sekarang dan lagi ngapain. Sebelum pergi kenapa tidak memberitahu ku terlebih dahulu?"
"Aku ada di Aeon mall BSD dan baru saja membeli handphone. Memangnya ada apa?" Tanya Nathan dengan bingung.
__ADS_1
Dengan kesal Alicia menunjukkan rekaman video yang ada di TikTak menggunakan Laptopnya dan terdapat ada Nathan disana.
"Apa maksudnya ini... Kenapa kamu begitu dengan Spg wanita itu. Apa kamu mau mati huh!?" Tanya Alicia dengan kesal sekaligus cemburu.
Melihat video dirinya yang muncul di beranda TikTak milik Alicia, Nathan seketika panik dan segera menjelaskan nya.
"Bukan seperti itu, aku tadi hanya membeli ponsel saja. Lihat ini..." Ucap Nathan sambil menunjukkan kotak ponselnya.
Alicia berdecih kesal dan tidak dapat menyangkal bahwa Nathan memang tidak bersalah seperti yang ia pikiran kan.
"Tadi kamu bilang sedang berada di Aeon BSD bukan. Kalau begitu aku minta tolong ambilkan baju yang sudah aku pesan disana. Aku akan mengirim alamat tokonya nanti..." Ucap Alicia sebelum mematikan pangilan video.
Nathan menggelengkan kepalanya melihat sifat Alicia yang kini berubah 180°. Sebelum menjalin hubungan Alicia terlihat ramah dan lembut tapi sekarang berubah menjadi overthinking serta mudah marah.
"Sabar..." Ucap Nathan sambil mengelus dadanya saat menghadapi sikap Alicia
Ia kemudian menuju ke salah satu butik yang sudah diberitahukan oleh Alicia untuk mengambil pakaian pesanannya.
Sewaktu masuk ke dalam Nathan menjadi malu sebab butik tersebut hanya di kususkan untuk para wanita saja, dan ia tidak sengaja melihat pakaian dalam yang biasa dipakai oleh seorang wanita.
Seorang karyawan di butik tersebut segera menghampiri Nathan untuk menanyakan keberadaan nya ditempat yang di kusus kan untuk para wanita.
"Maaf mas sebelumnya, tapi lelaki dilarang masuk ke sini..." Ucap karyawan tersebut dengan ramah.
Nathan menggelengkan kepalanya dan menunjukkan foto struk pembayaran yang dikirimkan oleh Alicia kepada karyawan tersebut.
"Itu... Saya hanya ingin mengambil pakaian yang dipesan atas nama Alicia, ini buktinya..." Ucap Nathan sambil menahan rasa malu.
Karyawan tersebut kemudian meminjam ponsel milik Nathan sebentar, untuk melihat struk pembayaran milik Alicia dan segera mengambilnya.
Beberapa saat kemudian karyawan tersebut kembali dengan membawa lima tas belanjaan cukup besar dan segera diberikan kepada Nathan.
Nathan menerimanya kemudian segera bergegas pergi karena menyadari tingkah para wanita yang ada didalam butik tersebut mulai membuatnya merinding.
"Ada apa dengan para tante-tante yang ada disana tadi!" Gerutu Nathan sambil mengatur nafasnya yang tersengal setelah berlali menjauh dari butik.
__ADS_1
Saat sedang mengatur nafasnya Nathan mendapat panggilan dari Marsella dan membuatnya merasa bingung sebab wanita tersebut jarang menelponnya.
"Iya, ada apa Marsella?" Tanya Nathan.
"Apa anda baik-baik saja tuan Nathan?" Tanya Marsella saat mendengar suara nafas Nathan yang memburu.
"Ya aku baik-baik, jadi ada hal yang bisa aku bantu?" Ucap Nathan.
"Begini, besok adalah hari ulang tahunku yang ke dua puluh enam. Jadi kalau bisa apa tuan mau datang ke rumah saya?" Tanya Marsella.
Sejenak Nathan berpikir untuk memutuskan undangan acara ulang tahun Marsella sebelum menjawabnya. "Ya aku datang..."
"Undangannya akan saya kirimkan di email tuan. Terimakasih sudah mau untuk meluangkan waktunya..." Ucap Marsella sebelum menutup telepon.
Sekali lagi Nathan dibuat bingung dengan para wanita yang tiba-tiba menelpon dan mematikan seenaknya saja.
Nathan menggeleng kan kepalanya dan berpikir untuk membelikan hadiah ulang tahun Marsella mumpung sedang berada di mall.
*******
Disisi lain Marsella yang sedang berada di dalam kamarnya tampak sangat senang dan berguling-guling diatas kasur sambil memeluk bantal.
Hari ini ia memutuskan untuk libur dan menyerahkan urusan kantor kepada asistennya.
Seorang wanita yang memiliki kemiripan identik dengan Marsella masuk kedalam kamar, dan melihat bahwa wanita cantik tersebut yang seperti anak kecil.
"Heh... Apa yang membuatmu bahagia seperti ini, sayang..." Tanya Anna wanita yang merupakan ibu dari Marsella.
"Mama! Ini tidak seperti yang kamu lihat!" Balas Marsella dengan panik dan terlihat mukanya yang menjadi merah padam.
Anna tersenyum curiga kepada putrinya, meski usianya kini sudah menginjak 42 tahun namun jika dilihat ia seperti wanita yang baru berusia 30 tahun.
"Apa pria yang sering kamu ceritakan kepada Mama akan datang besok dan membuat mu menjadi seperti ini?" Ucap Anna sambil terkekeh.
Merasa bahwa ia tidak dapat menyembunyikan apapun dari ibunya, Marsella langsung menyembunyikan wajah memerah nya dibalik selimut.
__ADS_1