
Nathan berjalan menuju kantin untuk makan malam karena merasa lapar dan sekaligus mencari keberadaan Harry yang ia yakini tengah berada disana.
Setibanya dikantin Nathan lalu mengambil nampan dan mengantri untuk menerima jatah makanan yang telah disiapkan oleh juru masak untuk para Marinir.
Waktu giliran Nathan tiba entah mengapa ia mendapat jatah makanan dua kali lipat dari yang lain. Hal ini membuatnya bingung dan menatap kearah juru masak dihadapannya.
Menyadari Nathan yang terlihat bingung membuat juru masak itu tertawa dan menepuk pundak prajurit muda dihadapannya tersebut.
"Jangan terlalu dipikirkan anak muda, anggap saja hadiah kecil dariku karena aksimu hari ini cukup mengesankan!" Ucap juru masak sambil tertawa.
Nathan dengan gugup tertawa balik dan kemudian melangkah untuk mencari keberadaan Harry sampai ia menemukan pria tersebut melambaikan tangan kearahnya.
Ketika Nathan sedang berjalan menghampiri Harry para prajurit yang ada dikantin bertepuk tangan dan memuji aksinya saat dalam pertempuran hari ini.
Menerima semua pujian dari para prajurit yang lain, Nathan menjadi sedikit gugup dan hanya bisa tersenyum kearah para prajurit yang menyambutnya seperti seorang pahlawan.
"Lihat siapa yang datang, bagaimana perasaanmu setelah dianggap sebagai pahlawan. Hahaha!" Ucap Harry sambil tertawa.
"Diamlah Harry!" Balas Nathan dengan raut wajah pasrah dan duduk di hadapan Harry.
"Bagaimana pemeriksaan ulang tadi, apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Harry yang memastikan kondisi kesehatan sahabatnya tersebut.
Sambil mengunyah makanan Nathan mengangguk dan berkata, "Sama seperti yang dikatakan oleh dokter itu sebelumnya. Sepertinya ingatanku terganggu karena terlalu memikirkan banyak hal dan kepalaku terbentur sesuatu dengan keras..."
"Jadi apa maksudnya kamu tidak mengingat semua kejadian dimasa lalu termasuk temanmu ini?" Tanya Harry yang dijawab anggukan oleh Nathan.
Melihat Nathan yang kini mengalami gangguan ingatan membuat Harry merasa kasihan dan memikirkan cara untuk membantu sahabatnya tersebut.
"Kamu tenang saja aku akan membantu untuk mengembalikan ingatanmu lagi. Begini saja, bagaimana kalau aku memukul kepalamu pasti ingatan mu akan kembali!" Ucap Harry memberi solusi.
Mendengar solusi yang diberikan oleh Harry, Nathan langsung menepuk kepala pria tersebut. "Apa kau sudah gila, bagaimana kalau kamu yang mencobanya dulu?"
Harry meringis kesakitan setelah mendapat pukulan cinta dari Nathan dikepalanya. "Akukan hanya memberi saran saja..." Balas Harry yang mengerucutkan bibir sambil mengelus kepalanya.
Nathan menghela nafas dengan kesal dan memilih untuk mengabaikan Harry lalu melanjutkan kembali makan malam nya.
Tak lama kemudian dua orang prajurit datang ke tempat mereka sambil membawa nampan berisi makanan. Harry yang melihat kehadiran dua pria tersebut tampak mengenalnya.
"Yo! Selamat malam Hero!" Ucap seorang prajurit yang bernama Nick dengan perasaan senang sambil tertawa kepada Nathan dan Harry.
__ADS_1
"Sial apa yang kamu bicarakan Nick, duduklah... Kamu juga Robby!" Harry tertawa senang menyambut kehadiran dua orang teman nya tersebut.
Melihat kedua pria tersebut yang tampak sangat bersahabat dengan Harry, Nathan yang tidak mengenal mereka jelas merasa heran. Namun Nathan memilih menyimak sambil memakan makanannya.
Kevin yang melihat Nathan diam saja merasa bingung karena tidak biasanya temannya itu sangat cuek dan seolah-olah mengabaikan dirinya serta Robby.
"Hei Nathan, kenapa kamu diam saja dan terlihat murung seperti seorang gadis. Apa ada hal yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Kevin sambil tertawa yang diikuti oleh Harry dan Robby.
Ditanyai seperti itu oleh orang yang tidak ia kenal Nathan merasa bingung. "Apa kita saling mengenal sebelumnya?" Tanya Nathan balik.
Mendengar perkataan Nathan barusan membuat Kevin dan Robby yang giliran menjadi bingung. "Kamu bicara apa Nathan. Tentu saja kita berempat saling mengenal!" Ucap Robby.
Harry yang menyadari bahwa Nathan tidak mengenal Kevin dan Robby kemudian menjelaskan semuanya disana kepada dua teman sekampung nya tersebut, tentang amnesia yang diderita oleh Nathan.
Setelah dijelaskan panjang lebar oleh Harry, Kevin dan Robby melihat Nathan dengan tatapan mata yang nanar sambil merasa kasihan kepada temannya itu.
Alis Nathan mengerut saat ditatap seperti itu oleh kedua pria tersebut yang membuatnya sedikit kesal dengan mereka sebab ia sendiri tidak suka jika dikasihani.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu. Apa mata kalian berdua ingin aku cangkok, huh!?" Tanya Nathan sambil menatap Kevin dan Robby dengan tajam.
Sontak saja Kevin dan Robby merasa terkejut dengan perkataan yang diucapkan oleh Nathan tak terkecuali Harry. Nathan yang mereka kenal jelas merupakan seorang pengecut, dan tidak seperti saat ini yang terlihat berani.
Slappp!!!
Kevin menangkup wajah Nathan dengan tangannya dan menatap mata pria tersebut sambil terheran. "Sepertinya hal yang dikatakan oleh Harry itu memang benar. Kamu sekarang terlihat seperti orang lain saja!"
"Singkirkan tanganmu dari wajahku!" Ucap Nathan sambil menepis tangan Kevin yang menangkup wajahnya.
Kevin kemudian kembali ketempat duduknya sambil tertawa melihat Nathan yang kini tampak lebih percaya diri dan tidak pesimis lagi. Hal ini jelas membuatnya merasa senang namun disisi lain ia merasa kasihan kepadanya.
Mereka berempat kemudian melanjutkan makan malam sambil bercerita tentang kenangan dimasa lalu dengan niat untuk membuat Nathan ingat kembali.
Ditengah perbincangan mereka Kevin teringat akan suatu hal dan langsung mengeluarkan gulungan dari balik bajunya kemudian menunjukan kepada tiga temannya itu.
"Aku sudah mendapatkan posternya bagaimana dengan kalian, pasti belum!" Ucap Kevin dengan percaya diri sambil tertawa puas.
Melihat poster yang dibawakan oleh Kevin, Nathan dan Harry memasang wajah datar karena sudah melihat sebelumnya sementara Robby tampak senang lalu meminjam poster tersebut.
"Bagaimana kamu mendapatkan nya, poster wanita itu sangat sulit didapatkan dan harganya cukup mahal!" Tanya Robby dengan heran sambil memandangi poster ditangannya.
__ADS_1
"Ini yang dinamakan koneksi, kamu harus mendapatkan kenalan diluar sana terutama orang dibidang perfilman!" Balas Kevin dengan percaya diri.
Melihat kepercayaan diri Kevin membuat Harry merasa jengkel karena ia sendiri sudah memiliki poster tersebut dan sempat menunjukan kepada Nathan sewaktu berada didalam kamar.
"Poster seperti itu aku sudah memilikinya dan jangan terlalu berlebihan!" Sindir Harry sambil meminum minumannya.
Sindiran dari Harry tentu membuat Kevin dan Robby merasa heran karena mereka tahu bahwa poster tersebut merupakan edisi terbatas.
"Jangan mengada-ngada Harry kamu pasti hanya merasa iri saja. Benarkan?" Tanya Kevin dengan santainya.
"Kalau kamu tidak percaya coba lihat saja dikamar ku dan Nathan, aku sudah menempelkan poster yang serupa didinding!" Balas Harry yang diangguki oleh Nathan.
Merasa telah disaingi oleh Harry seketika membuat Kevin merasa kesal dan menjadi murung seperti anak kecil lalu merebut kembali poster miliknya yang tengah dilihat oleh Robby.
Ketegangan seketika terjadi diantara Harry dan Kevin akibat masalah sepele yang membuat Nathan serta Robby saling menatap dengan bingung.
"Cukup, apa yang kalian ributkan. Itu hanya poster wanita biasa tidak perlu sampai seperti ini..." Ucap Nathan yang berniat untuk melerai ketegangan diantara Harry dan Kevin.
Ucapan Nathan berhasil membuat Harry dan Kevin berdamai namun kini mereka justru menyerangnya, hal ini karena keduanya merasa tidak setuju dengan Nathan yang seakan menjelekkan artis idola mereka.
"Apa maksudmu menjelekkan idola kami sialan!?" Tanya Harry dan Kevin secara bersamaan sambil menatap tajam kearah Nathan.
Melihat kedua pria tersebut malah justru marah kepadanya membuat Nathan menjadi gugup. "Kenapa kalian berdua ini. Siapa juga yang menjelekkan idola kalian. Memangnya wanita itu akan perduli dengan kalian, tidak bukan? Apa kalian berdua tidak memiliki kekasih huh?"
Mendengar ucapan dari Nathan, Harry dan Kevin pun tersadar bahwa sebenarnya pria tersebut hanya berniat untuk melerai mereka berdua saja.
"Tentu saja mereka punya dan aku pun juga, hanya kamu sendiri yang tidak memiliki kekasih dan masih perjaka!" Sahut Robby yang kemudian tertawa di ikuti oleh Harry dan Kevin.
Nathan yang tidak terima dikatai perjaka kemudian menendang kaki Robby dari kolong meja. Hal ini bukannya membuat Robby kesakitan dan justru semakin kencang menertawakan Nathan.
"Apa salahnya tidak memiliki kekasih dari pada mengidolakan sebuah poster wanita!" Ucap Nathan.
"Hei, itu bukan poster biasa kamu tahu. Apa kamu tidak lihat bahwa wanita itu cukup cantik ditambah tubuhnya yang sangat panas!" Tanya Harry.
"Kamu benar, tapi bagaimana dengan dokter itu. Siapa yang lebih cantik?" Nathan bertanya.
Harry sejenak terdiam. "Jelas lebih baik dokter itu sebenarnya, tapi kamu harusnya sadar bahwa diantara kita semua tidak ada yang mungkin untuk meluluhkan wanita itu. Apa lagi kalau mengetahui bahwa wanita itu adalah putri Admiral!"
Seketika roti yang ada ditangan Nathan terjatuh begitu mendengar penjelasan Harry, sementara Kevin dan Robby yang baru menyadari siapa dokter yang dimaksud oleh Nathan tampak biasa-biasa saja menyadari bahwa tidak mungkin bahwa mereka untuk memiliki nya.
__ADS_1