Echelon System

Echelon System
Pertempuran Hari Pertama Berakhir


__ADS_3

"Hei... Aku tak pernah menyangka kalau kamu akan melakukan hal nekat seperti tadi. Hari ini kamu tampak berbeda!" Ucap Harry sambil menepuk-nepuk pundak Nathan dengan senang.


Alis Nathan mengerut dan ia merasa heran dengan apa yang dibicarakan oleh Harry. "Apa yang kamu maksud aku tidak pernah bertindak seperti ini?"


"Ya... Kamu biasanya saat latihan di markas tidak memiliki keberanian untuk terbang rendah, dan kamu selalu saja gagal menjatuhkan bom dengan tepat!" Balas Harry.


Mendengar ucapan dari pria bernama Harry tersebut, Nathan tidak menyangka bahwa ia akan menjadi pria penakut seperti itu.


Saat Nathan sedang melamun satu pesawat Jepang tiba-tiba muncul dibelakangnya dan mulai menembak pesawat yang ia terbangkan.


Akibat serangan kejutan dari pesawat Jepang tersebut membuat sayap kiri pesawat milik Nathan tertembak dan mendapat beberapa lubang.


Namun Nathan masih bisa mengendalikan pesawat nya dan segera mengurangi kecepatan yang membuat satu pesawat milik Jepang tersebut terbang melewati nya.


Merasa ada kesempatan Nathan segera menambah kecepatan pesawat nya dan balik mengejar pesawat Jepang tersebut sambil menembakinya.


Tembakan yang dilepaskan oleh Nathan tepat mengenai pesawat Jepang tersebut dan membuat mesin pesawat nya terbakar lalu jatuh kelaut dengan keras.


"Yeahhhh!!!" Seru Harry yang terlihat senang saat Nathan berhasil menjatuhkan satu pesawat tempur milik Jepang.


Mendengar suara Harry membuat Nathan jadi tersenyum tipis. "Jadi... Kapan kamu akan berhenti menjadi Marinir dan bertemu dengan Ibu mu?" Tanya Nathan yang berniat mengejek Harry.


"Y-Ya tadi aku mengatakan nya dengan spontan saja..." Balas Harry yang terlihat malu.


Nathan menggelengkan kepalanya dan saat melihat ada pesawat Sekutu yang sedang dikejar oleh pesawat Jepang ia langsung melesat untuk membantunya.


Dengan dibantu oleh Harry sebagai navigator nya, mereka berdua dihari itu mampu menembak jatuh lima belas pesawat tempur milik Jepang dan kembali ke kapal induk USS Yorktown.


Dalam pertempuran hari ini, pihak Amerika Serikat berhasil menenggelamkan kapal induk ringan Shoho. Sebaliknya serangan Jepang menenggelamkan kapal perusak Amerika Serikat dan mengakibatkan sebuah kapal tanker rusak berat sehingga harus ditenggelamkan.


Setelah pertempuran di hari pertama berakhir, Nathan kini berada dikamar dan terlihat sedang duduk di pinggiran kasur sambil melihat foto dirinya dan juga Harry.


Nathan cukup terkejut karena melihat bahwa sahabat pria bernama Harry tersebut memanglah dirinya dan memiliki kemiripan 100%. Hanya sifat mereka berdua yang membedakan antara dirinya dengan Nathan sahabat Harry.


'Sial... Aku harus menemukan jam tanganku lagi atau selamanya terjebak diwaktu sekarang...' Nathan menghela nafas dan meletakkan kembali foto tersebut di atas meja.


Tak lama kemudian Harry masuk kedalam kamar sambil membawa sebuah poster ditangannya yang ia dapatkan dari seseorang.


Melihat poster yang dibawa oleh Harry membuat Nathan merasa penasaran. "Poster siapa yang kamu bawa itu?" Tanya Nathan.


Harry yang ditanya soal poster tersebut kemudian dengan senang memperlihatkan nya kepada Nathan dan membuat pemuda itu cukup terkejut.


"Hihihi... Apa kamu tidak tahu, ini poster seorang wanita yang menjadi bintang baru dikalangan para pria!!!" Ucap Harry dengan bangga sambil menunjukkan poster seorang wanita berpakaian seksi.


Nathan yang melihat poster seorang wanita majalah dewasa tidak bisa untuk tak membuka mulut nya. Wanita yang ia lihat dimasa depan akan menjadi sangat terkenal dan memiliki skandal dengan pemimpin negara berikut nya.

__ADS_1


Wanita tersebut tidak lain adalah Marilyn Monroe yang saat masih berusia 16 tahun dan baru akan memulai debutnya di majalah serta perfilman Amerika Serikat.


Disamping skandal wanita tersebut Nathan sendiri cukup menyukainya dan jelas ingin bertemu dengan sosok sekelas Marilyn Monroe.


"Kamu mendapatkan poster ini dari mana?" Tanya Nathan sambil melihat poster tersebut yang baru saja ia rebut dari tangan Harry.


"Aku mendapatkan nya dari seorang kenalanku. Cepat kembalikan, aku menghabiskan sepuluh dolar untuk mendapatkan nya!" Ucap Harry sambil merebut kembali poster wanita idaman seluruh pria pada masanya.


Harry kemudian menempelkan poster tersebut ke dinding dan melihat kembali kearah sahabatnya yang hari ini terlihat sangat aneh.


"Hari ini kamu terlihat berbeda, sebenarnya apa yang sedang terjadi kepadamu?" Tanya Harry sambil menyesap rokok nya.


Nathan merenung sejenak dan tidak mungkin untuk mengatakan bahwa dirinya yang sekarang berasal dari masa depan. Jika ia mengatakan hal ini maka akan dianggap sebagai orang gila.


"Tidak, aku baik-baik saja seperti yang kamu lihat!" Ucap Nathan sambil tertawa canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Melihat tingkah laku Nathan sahabatnya yang tidak seperti biasanya membuat Harry menjadi semakin curiga kepadanya.


"Sekarang aku ingin menanyakan beberapa hal kepadamu dan kamu harus menjawabnya dengan tepat!" Ucap Harry sambil menyesap rokok miliknya.


Nathan menelan salivanya dan hanya bisa mengangguk. Ia kini terlihat sudah putus asa dan hanya bisa menerka-nerka jawaban yang ditanyakan oleh Harry.


"Dimana kamu lahir dan tanggal berapa?" Tanya Harry dengan santai karena menurut nya itu adalah pertanyaan yang sangat mudah untuk mereka berdua.


Mendengar pertanyaan dari Harry, Nathan langsung memutar otaknya dan berpikir dengan sangat keras. "Um... Tujuh September tahun sembilan belas dua puluh?" Jawab Nathan.


"Sepertinya kamu harus diperiksa oleh dokter, cepat ikut denganku!" Sambung Harry sambil menarik tangan Nathan keluar dari kamar dan menuju ruang kesehatan.


Dijalan beberapa prajurit menyapa Nathan dan juga Harry karena sudah berjasa menghancurkan satu kapal induk ringan milik Jepang serta membantu mereka saat dalam pertempuran.


Harry tampak senang sementara Nathan hanya bisa tersenyum palsu karena merasa khawatir jika nanti diperiksa akan ada seseorang yang mencurigainya.


Setibanya dipusat kesehatan yang ada di dalam kapal Induk Yorktown, Natha melihat banyak prajurit yang mengalami luka setelah pertempuran hari ini.


Sedikit rasa mual Nathan rasakan ketika dia melihat dengan jelas seorang prajurit yang harus kehilangan salah satu lengannya sedang diobati oleh pihak medis.


Nathan kemudian dibawa oleh Harry masuk kedalam ruangan kepala medis di mana terdapat seorang dokter wanita cantik yang tengah mengisi berkas-berkas diatas meja.


Menyadari kehadiran seseorang orang diruangan nya, Dokter Emilia kemudian melepas kacamatanya dan melihat kearah mereka.


"Apa yang kalian butuhkan sampai datang ke ruanganku Tuan Harry dan Tuan Nathan?" Tanya Dokter Emilia sambil bersikap profesional.


Harry kemudian membawa Nathan duduk dihadapan Dokter Emilia dan mulai menjelaskan semuanya yang terjadi kepada sahabatnya.


"Begini Dokter Emilia... Kepala temanku sepertinya terbentur sesuatu sampai membuatnya hilang ingatan!" Ucap Harry.

__ADS_1


Nathan seketika menginjak kaki Harry begitu mendengar perkataan dari pria tersebut yang membuatnya sedikit kesal dan jelas bahwa ia sama sekali tidak hilang ingatan.


"Apa yang salah dengan mu!?" Tanya Harry yang merasakan kakinya sakit saat Nathan mengingjak dan tidak melepaskan nya.


"Siapa yang kamu bilang hilang ingatan sialan!" Balas Nathan yang geram sambil terus menginjak kaki Harry.


Dokter Emilia yang mendapati keluhan Harry tentang kondisi Nathan kemudian memakai kembali kacamatanya dan mengamati pria tersebut.


"Bisakah kamu mendekat kearahku Tuan Nathan?" Ucap Dokter Emilia yang membuat Nathan secara terpaksa melakukannya.


Nathan kemudian diperiksa oleh Dokter Emilia mulai dari mata, hidung, mulut, dan area sekitar kepalanya. Tetapi setelah diperiksa Dokter Emilia tidak menemukan kejanggalan sama sekali terhadap Nathan.


Sampai saat Dokter Emilia menyentuh lutut Nathan menggunakan kakinya melewati kolong meja, ia terkejut karena pria tersebut langsung mundur kebelakang dan memasang ekspresi dingin kepada nya.


"Bisakah anda tidak melakukan hal diluar pekerjaan Anda?" Tanya Nathan sebab cukup terkejut karena Dokter Emilia memeriksa nya dibagian yang tidak seharusnya.


Melihat aura dan ekspresi serta sikap Nathan yang kini berubah membuat Dokter Emilia menjadi tertarik, hal ini ditambah dengan wajah pria tersebut yang kini jauh lebih tampan menurut nya.


"Maaf... Tapi sepertinya kamu memang tidak sakit sama sekali, dan justru kini sepertinya kamu jauh lebih percaya diri bahkan tidak menjadi pemalu sepertinya sebelum nya..." Ucap Dokter Emilia sambil memperhatikan tubuh Nathan dari atas sampai bawah.


Mendengar penjelasan dari Dokter Emilia, Harry tentu saja tidak cukup percaya karena sahabatnya kini terlihat sudah kehilangan ingatan.


"Dokter, sebaiknya anda memeriksa temanku lagi karena dia benar-benar sudah hilang ingatan. Bahkan dia sempat melupakan misi sebelumnya!" Ucap Harry.


Dokter Emilia melepas kacamatanya dan tampak santai menghadapi Harry yang saat ini panik karena merasa sahabatnya benar-benar sakit.


"Maaf Tuan Harry, mungkin dia mengalami Transient Global Amnesia yang membuat penderitanya akan kehilangan ingatan sementara atau bisa permanen. Kemungkinan teman anda ini mengalami cidera otak atau telah mengkonsumsi obat-obatan terlarang..." Ucap Dokter Emilia.


Harry yang mendengarnya tentu saja tidak percaya karena ia tahu betul bahwa Nathan merupakan orang taat dan sangat menjauhi hal semacam itu.


"Itu tidak mungkin dokter. Selama ini dia sama sekali mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dan aku sendiri tidak pernah menemukan benda itu pada temanku!" Timpal Harry yang protes dengan perkataan dari Dokter Emilia.


Disisi lain Nathan yang melihat perdebatan di antara mereka berdua hanya bisa menatap dengan aneh sebab semua yang dikatakan oleh keduanya salah.


"Jika kamu masih tidak percaya aku akan memeriksanya lagi, namun kali ini anda bisa keluar terlebih dahulu..." Ucap Dokter Emilia.


Harry yang merasa khawatir dengan kondisi kesehatan Nathan pada akhirnya setuju untuk keluar terlebih dahulu, dan memutuskan menuju kantin sambil menunggu pemeriksaan Nathan selesai.


Kini hanya ada Nathan dan Dokter Emilia yang berada ruangan tersebut. Entah mengapa perasaan Nathan menjadi tidak enak namun ia terpaksa harus mengikuti pemeriksaan dari Dokter Emilia agar tidak mendapat masalah nantinya.


Perasaan Nathan menjadi lebih buruk saat Dokter Emilia melepas dua kancing bajunya yang membuatnya dapat dengan jelas melihat belahan dadanya.


Dokter Emilia kemudian melepas ikat rambutnya dan membiarkan menggerai begitu saja yang membuatnya terlihat cukup panas ditambah wajah cantiknya.


Nathan yang tidak ingin berfikir negatif langsung mengalihkan pandangannya kesamping, dan menenangkan jiwa nya yang mulai bergejolak.

__ADS_1


Melihat Nathan yang seperti itu membuat Dokter Emilia merasa semakin tertarik dan entah kapan sebuah perasaan munculnya didalam hati nya.


"Jadi... Apa kamu sudah siap dengan pemeriksaan selanjutnya, Tuan Nathan?" Tanya Dokter Emilia sambil tersenyum tipis memandangi wajah Nathan.


__ADS_2