Echelon System

Echelon System
Anak Kecil


__ADS_3

Sesampainya di desa Harry kemudian menurunkan Nathan dan Emilia didepan sebuah pondok tua yang terkesan seperti rumah hantu.


"Apa benar ini rumahku, sepertinya kamu salah. Harry..." Ucap Nathan yang terlihat sedikit takut saat melihat penampilan rumahnya sendiri.


"Tentu saja benar. Kalau begitu aku pergi dulu..." Ucap Harry sebelum menginjak gas mobilnya lalu pergi meninggalkan pasangan tersebut disana.


Meski awalnya ragu, Nathan dan Emilia kemudian masuk kedalam rumah terlihat yang benar-benar gelap didalamnya. Setelah menyalakan lilin, keduanya dapat melihat bahwa kondisi rumah tersebut benar-benar berdebu bahkan ada jaring laba-labanya.


"Sepertinya kita harus bekerja dimalam hari..." Ucap Emilia sambil menaruh kopernya ditepi ruangan.


Nathan menghela nafas dan membantu Emilia untuk membersihkan rumah yang sepertinya sudah tidak ditempati selama beberapa tahun.


Saat sedang membersihkan debu yang ada di salah satu ruangan, tanpa sengaja Nathan menemukan foto dirinya bersama kedua orang tuanya.


Didalam foto tersebut Nathan melihat kedua orang tuanya yang ada dimasa ini dengan dimasa depan ternyata memang berbeda. Namun didalam foto hitam putih tersebut ia terlihat sangat senang tidak seperti foto saat dimasa depan bersama orang tuanya.


Nathan kemudian meletakkan kembali foto tersebut dan lanjut membereskan rumah dibantu oleh Emilia sambil mencoba mencari ingatan dimasa ini.


Setelah membereskan rumah, Nathan dan Emilia kini terlihat tengah mengatur nafas mereka diatas kasur karena merasa lelah.


"Aku mau kekamar mandi dulu..." Ucap Nathan yang hanya dibalas anggukan oleh Emilia.


Setibanya didalam kamar mandi, Nathan langsung melihat kearah jam tangan nya. "Echelon, kamu benar-benar gila. Bagaimana bisa Emilia berubah seperti seorang Vampir hanya karena menghisap darahku?"


"Ada yang sepesial dengan tubuh tuan dan saat ini belum waktunya untuk anda mengetahuinya. Untuk nona Emilia sendiri, bukannya ini keinginan tuan agar bisa bersamanya lebih lama lagi?" Balas Echelon.

__ADS_1


Nathan menepuk dahinya saat mendengar perkataan Echelon. "Katakan saja apa yang sebenarnya kepadaku , kenapa kamu mengatakan kalau sekarang belum saatnya. Dan apa menurutmu menghisap darahku itu normal? Maksudku, apa kamu tidak lihat dia sekarang menjadikanku makanannya!"


"Semakin sedikit yang Anda tahu maka semakin baik. Untuk perbuatan nona Emilia, dia sekarang menjadi setengah Vampir dan membutuhkan dua ratus mililiter darah agar pikiran nya tetap jernih. Kalau tidak mungkin nona Emilia bisa menjadi ganas dan selama seminggu akan mencari korban untuk diambil darahnya..." Ucap Echelon sebelum menghilang begitu saja seolah kabur dari tanggung jawabnya.


Nathan yang mendengarnya jelas merasa kesal dan tidak mau jika Emilia berubah menjadi buas karena ulahnya telah merubah wanita cantik itu.


Sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing Nathan kembali kekamar dan menjatuhkan tubuhnya diatas kasur. Tubuhnya seolah menjadi lemas karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari Echelon.


Baru saja berbaring ia merasakan gerakan mencurigakan dari Emilia yang perlahan mendekat kearah nya. Saat Emilia ingin mengigit leher Nathan pria itu langsung menutup mulut Emilia dengan satu tangan tanpa berbalik dan tetap membenamkan wajahnya dikasur.


"Jangan sekarang Emilia..." Ucap Nathan dengan nada lesu seolah kehilangan semangat hidupnya.


Tetapi Emilia tiba-tiba menggigit telapak tangannya dan membuat Nathan terkejut karena merasa sakit. Nathan seketika menjadi kesal dan ingin memarahi Emilia tetapi tidak jadi saat melihat tatapan wanita cantik itu yang berkaca-kaca saat tengah menghisap darah nya.


Nathan menghela nafasnya dan mengelus kepala Emilia dengan tangan satunya. "Ya, lakukan saja sesukamu..." Nathan tersenyum hangat sebelum mengabaikan Emilia yang meminum darahnya.


Saat tengah meminum darah Nathan yang terasa manis dengan nikmat, Emilia tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan Nathan entah apa itu.


'Tunggu... Kenapa dia membiarkan aku melakukan apa yang ku mau, ini tidak seperti biasanya saat dia sering sekali menolak...' Batin Emilia sambil melihat kearah Nathan.


Merasa ada yang janggal dengan Nathan, Emilia lalu melepaskan taring kecilnya dari telapak tangan pria itu dan mendekat.


"Kenapa, apa kamu sudah puas?" Tanya Nathan yang membuat Emilia merasa kalau benar ada hal tidak beres dengan pria itu.


"Apa yang terjadi denganmu, ini tidak seperti kamu yang biasanya?" Tanya Emilia. "Hei, lihat kearahku. Kenapa kamu menutup matamu?" Ucap Emilia sambil berusaha menarik lengan kekar Nathan yang menutup matanya.

__ADS_1


Nathan menepis tangan Emilia dan membelakanginya. "Tidak ada, aku hanya ngantuk. Kalau kamu masih mau darahku ambil saja, aku mau tidur. Selamat malam..." Ucap Nathan.


Kini Emilia sudah yakin jika Nathan sedang menyembunyikan sesuatu yang ia sendiri tidak tahu sampai membuat sikap pria itu seolah berubah kepadanya.


"Hei, kalau kamu hanya diam saja bagaimana aku bisa mengerti. Cepat katakan apa yang sedang terjadi dengan mu, kenapa aneh begini!?" Ucap Emilia sambil menggoyang-goyangkan tubuh Nathan.


Setelah beberapa kali menggoyang-goyangkan tubuh Nathan dan membujuk pria itu untuk bercerita, hal itu tampaknya percuma saja.


Sampai Emilia memikirkan satu cara agar Nathan mau berbicara kepadanya. Jari-jemari Emilia perlahan meraba tubuh Nathan dan bergerak kebawah dengan nakal tetapi tiba-tiba dihentikan oleh pria itu.


Nathan menepis tangan Emilia dan beranjak keluar dari kamar yang membuat wanita itu tambah bingung. "Hei, kamu mau kemana!?" Tanya Emilia sambil mengejar Nathan.


Saat berjalan di lorong Nathan melihat sebuah tuas di samping tembok dan menariknya, tak lama tangga loteng turun dan tanpa pikir panjang Nathan naik keatas loteng.


"Hei, tunggu. Ayolah jangan bersikap seperti ini kepadaku. Kamu terlihat benar-benar aneh!" Ucap Emilia yang tampak kesal karena Nathan mengunci loteng dari dalam.


"Baik, kali itu mau mu. Terserah saja!" Kata Emilia dengan kesal sebelum pergi kembali ke kamar.


Diatas loteng melihat banyak mainan anak kecil dan perabotan tidak terpakai disana. Nathan sadar kalau itu miliknya dan hanya mengambil sebuah selimut yang sedikit berdebu untuk dipakai.


Alasan Nathan bersikap aneh saat ini karena sedikit merasa kesal dengan sikap Emilia yang ia rasa egois dan tidak mau untuk sedikit saja mengerti.


Nathan duduk dan melihat keluar jendela kaca bulat. "Sepertinya disini aku melakukan hal yang sama kalau sedang merasa kesal akan sesuatu..."


"Kamu terlihat seperti anak kecil yang sedang marajuk kepada orang tuamu, tuan..." Ucap Echelon namun tidak direspon sedikitpun oleh Nathan.

__ADS_1


Nathan mengabaikan perkataan Echelon dan melihat hujan yang mulai turun diluar. Entah mengapa kejadian ini juga pernah ia rasakan dan di sela-sela suara hujan yang turun, perlahan Nathan memejamkan matanya dan kemudian tidur ditepi jendela.


__ADS_2