Echelon System

Echelon System
Kaiten


__ADS_3

Satu bulan setelah memulai pelayaran kapal phinisi yang ditumpangi oleh Nathan dan rekan-rekannya kini sudah semakin dekat dengan kepulauan solomon.


Rencana awal mereka untuk langsung ke Filipina harus ditunda setelah Nathan mengusulkan singgah beberapa waktu di kepulauan salomon.


Harry, Kevin, dan Robby awalnya tidak setuju karena tahu betul kawasan tersebut pasti ada banyak kapal patroli mihak pihak Jepang.


Namun Harry, Kevin, dan Robby akhirnya harus setuju setelah istri mereka masing-masing ingin menginjakkan kaki di darat karena efek bosan harus berada diatas kapal selama sebulan lebih.


"Buknnya ini ide yang buruk Nathan? Kamu sendiri tahu disekitar sini banyak kapal Jepang yang sedang berpatroli..." Ucap Robby sambil melihat kearah Nathan yang sedang tiduran di ayunan.


"Tenang saja semuanya sudah ku atur. Tidak ada hal buruk yang akan terjadi, santai..." Balas Nathan yang membuat Robby menghela nafas panjang.


Disisi lain Kevin yang tengah fokus mengatur kapal agar tidak keluar jalur melihat dari kejauhan ada sebuah cahaya diatas air padahal saat ini sedang malam.


Karena penasaran Kevin pun menepuk punggung Harry yang tengah menandai peta disampingnya. "Harry, coba kamu lihat apa yang ada disana!" Ucap Kevin sambil menunjuk kearah cahaya dikejauhan.


Harry yang mendengarnya sedikit bingung, namun setelah menggunakan teropong nya ia melihat kalau ada sebuah kapal dagang cukup besar tengah terbakar dan hampir tenggelam.


Saat Harry mencari keberadaan kru disekitar kapal tersebut ia tidak menemukannya. "Ini aneh Kevin, itu adalah kapal yang hampir tenggelam tapi kenapa tidak ada kru nya disana dan kenapa bisa terbakar hebat seperti itu?"


Kevin menggelengkan kepalanya. "Aku juga tidak tahu, coba tanya ke Nathan dan katakan apa kita akan mendekat kesana atau tidak?"


Harry mengangguk dan berjalan menghampiri Nathan yang tengah bermain gitar bersama dengan Robby. "Hei berhentilah sebentar, ada yang ingin aku katakan kepada kalian."


"Oh tentu, apa itu?" Tanya Nathan sambil menaruh gitarnya.


Harry lalu menunjukkan kapal terbakar yang ditemukan oleh Kevin kepada Nathan dan Robby sambil menjelaskan nya kepada mereka berdua.


Setelah melihat kapal yang sedang terbakar dan hampir tenggelam tersebut, Nathan menyuruh Kevin untuk segera menjauh karena sadar ada yang tidak beres.


"Kenapa menjauh, kalau begitu kita akan lebih lama lagi sampainya bukan?" Tanya Robby yang sedikit heran dengan Nathan.

__ADS_1


"Sssttt, kalian semua diam sebentar..." Ucap Nathan dengan ekspresi serius dan berusaha mendengarkan sesuatu.


Harry, Kevin, dan Robby langsung bingung dengan tingkah Nathan yang tidak jelas. Tetapi saat Harry dan Robby yang merupakan seorang navigator terlatih mencoba mendengar suara yang dimaksud oleh Nathan, mereka sedikit terkejut.


Meski terdengar sangat lirih dan sedikit sulit didengar oleh orang biasa, kedua pria itu dapat mendengar suara yang dimaksud oleh Nathan.


"Ini seperti suara ikan paus..." Ucap Harry sambil berusaha untuk mendengar suara itu dengan bantuan alat.


"Ya, tapi ini sedikit aneh. Kenapa ada suara benturan logam?" Balas Harry yang juga mendengar menggunakan alat bantu.


Saat mendengar suara logam terbentur ditambah sebuah suara yang sedikit familiar ketika mereka sedang berada di barack pelatihan, Harry dan Robby langsung bisa menebak sumber suara tersebut begitupun Nathan.


"Kevin cepat bawa kapal ini menjauh!!!" Teriak Robby dengan raut wajah yang panik.


Kevin yang merasa dibentak oleh Robby tampak kebingungan apa lagi saat pria itu menyuruh menjauhkan kapal dari daerah itu sama seperti Nathan.


"Kenapa kamu berteriak seperti itu dan menyuruhku menjauh dari sini. Apa kamu tidak lihat angin disekitar sini sangat pelan!?" Balas Kevin sambil berteriak juga.


Merasa bingung dengan sikap kedua pria itu yang aneh kepadanya, Harry kemudian melihat kearah laut untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.


Seketika Kevin terkejut saat melihat sebuah benda mirip torpedo namun sedikit lebih besar dari pada torpedo yang biasanya dia lihat tengah melaju kencang kearah kapalnya.


Ketika torpedo tersebut akan menabrak kapal Kevin melakukan maneuver tajam kesamping dan membuat kapalnya berhasil menghindar.


"Apa-apaan itu tadi sialan!!!" Teriak Kevin yang sangat terkejut, jika saja ia telat melakukan manuver maka kapal mereka jelas akan karam ditabrak torpedo jumbo tersebut.


Emilia, Julia, Amanda, dan Gisela yang tengah mengobrol didalam kapal langsung naik keatas saat mereka berempat harus terhempas lalu jatuh ke lantai akibat manuver yang dilakukan oleh Kevin.


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu membuat kapal berguncang sangat hebat, Kevin!?" Tanya Amanda dengan kesal kepada suaminya itu.


Kevin tidak menggubris perkataan Amanda dan terlihat fokus seperti Nathan, Harry, serta Robby yang membuat para wanita disana kesal sekaligus bingung dengan keempat pria itu.

__ADS_1


Ekspresi Harry, Kevin, dan Robby seketika terkejut saat melihat torpedo yang sebelumnya akan menabrak kapal mereka bisa berputar kembali.


"Hei Nathan, kenapa kamu terlihat tenang begitu dan malah tersenyum. Apa kamu tahu sesuatu tentang torpedo yang bergerak cepat kearah kita?" Tanya Harry.


Nathan tersenyum dan berkata, "Ya aku tahu. Itu Kaiten, torpedo yang dikendalikan oleh manusia didalamnya. Dan itu adalah milik Jepang..."


"Apa katamu? Kalau begitu pasti disekitar sini ada kapal selam mereka!" Ucap Kevin.


"Urus kapal selam mereka nanti, sekarang bagaimana kita akan mengurus pria yang mengendarai torpedo?" Kata Robby.


"Tenang saja..." Ucap Nathan yang membuat semua semua orang disana bingung kecuali Emilia.


Perlahan Nathan maju kedepan dan tubuhnya mulai dikelilingi partikel-partikel kecil yang merupakan bahan dasar bajunya yaitu nanobot.


Begitu Nathan mengenakan pakaian tempurnya, ia langsung terbang sebelum turun dan menghantam langsung Kaiten itu hingga meledak sebelum mendekat ke kapal.


Perlahan Nathan naik dan melayang diatas laut sambil membawa seorang prajurit Kamikaze yang meronta-ronta dalam cekikan nya.


Nathan kemudian mengeluarkan gelombang kejut yang dapat membuat semua barang elektronik yang kena akan mati.


Sesuai dengan perkiraan Nathan sebuah kapal selam berukuran besar muncul kepermukaan seratus meter dari kapal phinisi nya.


Untuk melihat kapal selam itu lebih jelas lagi, Nathan menembakan suar sangat terang keatas langit hingga membuat semua rekan-rekannya yang ada diatas kapal phinisi tahu.


Delapan drone yang melayang disekita Nathan terlihat sudah siap untuk menembak kapal selam tersebut, namun saat ingin menembak Nathan mengurungkan niatnya.


Hal itu karena saat menggunakan pengelihatan X-ray ia menemukan beberapa kru kapal dagang yang sebelumnya terbakar tengah di tahan didalam kapal selam tersebut.


Nathan meremas leher prajurit Kamikaze yang ia cekik sampai hancur hingga membuat kepalanya terpisah dari badannya.


Pria itu kemudian terbang mendekat dan berdiri diatas kapal selam tersebut sambil menunggu kru atau Kapten kapal itu keluar.

__ADS_1


__ADS_2