
Didalam kerumunan para penonton, Hirota yang diam-diam mengawasi Nathan tak menyangka jika tuannya itu dapat melakukan perbuatan cukup keji, dimana ia terus menginjak pemuda yang sudah tidak berdaya lagi.
Melihat kejadian tersebut Hirota sebenarnya ingin menghentikan Nathan, tetapi saat memperhatikan tatapan dan ekspresi wajah pemuda yang dingin membuatnya tidak berani untuk melakukannya.
Apalagi saat mengetahui kalau Nathan telah mematahkan empat tulang rusuk dan membuat cedera lutut pemuda yang telah terkapar di bawah.
Hirota kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengirim foto Nathan kepada Emilia sebagai laporan nya malam ini, meski kurang cocok untuk dikirim.
Disisi lain Nathan yang melihat Kent sudah terkapar dan hampir pingsan dengan berlumuran darah, ia lantas menghentikan aksinya dan berbisik.
"Apa kamu tau, aku sudah banyak bertemu dengan orang seperti mu. Mau tau apa yang terjadi dengan mereka? Pagi harinya mereka dikabarkan menghilang dan baru ditemukan saat sudah menjadi tulang belulang didasar danau dengan pemberat di kaki mereka..." Bisik Nathan sebelum tersenyum tipis.
Mendengar bisikan Nathan, Kent tentu saja langsung percaya dan tubuhnya menjadi gemetaran. Ingin kabur tapi ia sadar tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Nathan kemudian berdiri dan mengeluarkan dompet dari saku celananya. "Pergilah ke rumah sakit, jangan bilang kalau aku tak bertanggung jawab nantinya..." Ucap Nathan sambil menjatuhkan uang sebanyak 200.000 Yen di atas tubuh Kent.
Pria itu lalu mengambil jaketnya dan menghampiri Tanaka yang dari tadi hanya menonton dipinggiran. "Bisa kita mulai saja, aku harus pergi ke suatu tempat pagi-pagi nanti?" Tanya Nathan.
Tanaka mengepalkan tangannya dan berdecih. "Baiklah..." Balas Tanaka yang kemudian memberi arahan kepada semua orang disana untuk segera memulai balapan.
Ada delapan orang pembalap lain yang kali ini akan bergabung bersama Nathan dan Tanaka. Sepuluh orang tersebut kemudian memasang taruhan masing-masing 100.000 Yen kepada seorang wanita yang bertugas sebagai bandar.
Setelah memberikan uang taruhan, Nathan menghampiri Eimi dan Kaito untuk meminjam mobil. "Mana kuncinya?" Tanya Nathan sambil mengulurkan tangan kearah Eimi.
Raut wajah Eimi dan teman-temannya masih tampak gugup setelah melihat kejadian sebelumnya yang membuat mereka menjadi sedikit takut dengan Nathan.
Eimi lalu melemparkan kunci mobilnya kepada Nathan dan pria itu langsung masuk ke dalam mobil untuk melakukan pengecekan.
__ADS_1
Saat Nathan sedang mencoba beradaptasi dengan mobil tersebut, Eimi tiba-tiba masuk kedalam dan langsung mengenakan sabuk pengaman yang membuat Nathan merasa heran.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Nathan dengan bingung karena sebelumnya mereka tak merencanakan hal semacam ini.
"Tentu saja ikut dengan mu. Kamu belum tahu jalur balapannya dan biarkan aku membantumu!" Balas Eimi.
"Apa kamu tidak lihat, sudah ada GPS disini..." Kata Nathan sambil menunjuk kearah layar monitor yang telah memetakan jalur balapan.
Eimi yang mati kutu langsung berdecih kesal dan berkata, "Mobil-mobil ku, jadi suka-suka aku mau ikut atau tidak..."
Tidak mau berdebat dengan gadis remaja tersebut, Nathan memilih diam dan menghiraukan nya. Ia kemudian segera melajukan mobilnya menuju garis star dimana beberapa mobil sudah berbaris.
Seorang wanita seksi lalu berjalan dan berdiri dihadapan mobil para peserta balapan pada malam ini. Wanita itu kemudian mengeluarkan ****** ******** dan tersenyum kearah para pembalap.
"Dibawah sana pasti dingin..." Gumam Nathan lalu tersenyum tipis melihat akai Mami dihadapan nya.
"Apa masalahmu?" Tanya Nathan sambil memegangi pinggangnya yang baru saja di pukul oleh Eimi tanpa ia ketahui alasannya.
"Cih! Dasar mesum!" Gerutu Eimi sambil memalingkan wajahnya dari Nathan dan tidak membalas pertanyaan yang diajukan oleh pria itu.
Nathan kembali dibuat bingung oleh sikap Eimi yang sering merasa kesal padahal ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun kepada gadis remaja tersebut.
Mengabaikan sikap aneh dari Eimi, pandangan Nathan kembali fokus kepada wanita seksi dihadapan nya yang sudah bersiap untuk memulai balapan.
Deru mobil seketika terdengar dan para penonton mulai bersorak sambil merekam momen tersebut menggunakan kamera ponsel mereka.
Tepat saat wanita seksi tersebut menjatuhkan benda ditangan nya dan menyentuh permukaan aspal, pada pembalap segera menginjak pedal gas mobil mereka dan melaju kencang ke depan.
__ADS_1
Baru saja balapan dimulai tampaknya Tanaka yang sudah sangat terbiasa sudah berada di barisan terdepan dan memimpin para pembalap lain.
"Kurangi kecepatan mu, didepan sana ada tikungan..." Kata Eimi sambil menunjuk kearah persimpangan jalan yang terlihat ramai.
"Ya aku tahu..." Balas Nathan sebelum mengurangi kecepatan nya dan menarik tuas rem tangannya, dimana hal tersebut membuat nya melakukan drift sempurna ke kanan.
Para pembalap lain juga tampaknya dapat melakukan drift sempurna, namun ada seorang pembalap yang harus menghadapi kesialan dan bertabrakan dengan mobil umum yang melintas.
Di barisan terdepan Tanaka menengok ke arah cermin dan melihat mobil Nathan yang kini berada di barisan ke delapan. Hal ini membuatnya tertawa dan yakin kalau malam ini adalah kemenangannya.
Nathan disisi lain cukup kesulitan saat akan menyalip mobil didepannya yang selalu menutup celahnya seolah ada unsur kesengajaan.
Tetapi Nathan berusaha untuk tetap sabar hingga ia melihat sebuah kesempatan. Dengan tenang Nathan mencoba memancing pembalap didepan untuk memblokir jalannya dan membuat pembalap tersebut kehilangan konsentrasi.
Beberapa waktu berselang Nathan tiba-tiba tersenyum tipis dan membanting stir ke kiri saat melihat sebuah truk besar dengan muatan pipa besi di hadapan mereka.
Sangat disayangkan, akibat terlalu fokus memblokir mobil dibelakangnya, pembalap tersebut kehilangan momentum dan menabrak bagian belakang truk dengan sangat keras yang sudah dipastikan kalau ia akan langsung tewas di tempat.
Akibat tabrakan tersebut rantai yang mengikat pipa-pipa besi terputus, dan membuat satu pembalap dibelakang Nathan tertimpa salah satu pipa yang jatuh.
Beberapa mobil pengguna jalan juga ikut terkena imbasnya dan harus mengerem mendadak agar tidak mengalami hal yang serupa seperti pembalap tersebut.
Nathan yang melihat kecelakaan akibat perbuatan nya hanya tertawa dan merasa sensasi lain didalam dirinya, yang membuatnya merasa senang.
Sedangkan Eimi yang melihat sikap Nathan seperti itu tampak meliriknya dan merasa kalau otak pria itu sudah tidak beres. "Kamu baru saja membunuh dua orang sekaligus dan membuat beberapa pengguna jalan terluka, apa kamu tidak merasa bersalah?"
"Bukannya kamu sering melakukan balapan ini, kenapa harus menanyakan hal itu kepadaku?" Nathan balik bertanya yang membuat Eimi merasa kesal.
__ADS_1
Setelah mengurus dua pembalap tadi Nathan langsung memacu mobilnya untuk menyusul para pembalap lain dan menyalip beberapa mobil umum di jalanan.