Echelon System

Echelon System
Sampai di Jepang dan sebuah keributan baru


__ADS_3

Ditengah penerbangan Nathan yang sedang duduk santai sambil membaca majalah dihampiri oleh seorang pramugari dan ia diberikan sebuah tablet.


"Maaf Pak, ada panggilan masuk untuk anda..." Ucap pramugari dengan sopan sambil memberikan IPad beraksen emas kepada Nathan.


Nathan lalu menerima tablet tersebut dan sebelum pramugari tersebut pergi ia berkata, "Terimakasih, tapi bisakah kamu tidak memanggilku Pak? Aku tidak setia itu..."


"B-Baik, maafkan saya. Kalau begitu saya permisi dulu dan jika anda membutuhkan sesuatu bisa panggil saya..." Balas Pramugari cantik tersebut dengan gugup.


Nathan mengangguk pelan dan meskipun kelihatannya masih muda tetapi jika dihitung dengan benar umur pria tersebut bisa membuatnya dipanggil Kakek.


Dengan raut wajah heran sekaligus heran Nathan melihat ada nomor tak dikenal berasal dari Amerika yang terus melakukan panggilan.


Nathan kemudian mengangkat panggilan telepon tersebut dan suara pria tua yang sedikit familiar di telinganya terdengar.


"Akhirnya kamu mengangkat telponku, Nathan..."


"Siapa ini?" Tanya Nathan yang cukup terkejut karena orang asing tersebut mengetahui namanya, padahal hanya sedikit orang saja yang mengetahui nya.


Suara gelak tawa langsung terdengar dari pria tua yang menghubungi Nathan saat mendengar pertanyaan dari pemuda tersebut.


"Apa kamu sudah melupakan temanmu sendiri? Ini aku Harry..." Ucap Harry yang kini sudah menginjak usia seratus tahun tetapi masih terlihat sangat sehat.


"Hahaha... Aku tidak menyangka kalau kamu masih hidup. Bagaimana dengan kabar yang lainnya? Kevin, Robby, dan istri kalian?" Balas Nathan sambil bertanya kembali ke Harry.


"Dasar sialan tentu saja aku masih hidup, kalau mati tentu saja aku sekarang tidak bisa menelponmu. Kalau kabar mereka juga baik-baik saja dan masih sehat..." Ucap Harry dengan nada kesal.


"Sekarang kamu ada dimana? Bulan depan kita akan mengadakan reuni di tempat dan kamu harus ikut!" Tanya Harry sambil memberikan informasi soal reuni mereka.


"Aku sekarang sedang terbang ke Jepang, kamu masih ingat bukan soal janjiku kepada pria itu? Soal reuni kamu tenang saja aku akan datang..." Balas Nathan.

__ADS_1


"Jepang? Oh kebetulan... Sebenarnya aku sudah menyiapkan hadiah untukmu nanti, tetapi sekarang hadiah itu ada di negara itu. Kamu bisa mengambilnya, aku akan memberikan alamatnya kepadamu..." Kata Harry.


"Hadiah apa kawan... Baiklah nanti kirimkan saja alamatnya. Kalau begitu sudah dulu, aku ngantuk mau tidur!" Ucap Nathan yang langsung menutup panggilan dari Harry.


Setelah menutup panggilan dari Harry, Nathan kemudian mengatur posisi bangkunya menjadi tempat tidur lalu menutupi wajahnya menggunakan majalah sebelum tidur.


Selama enam jam tertidur sebelum terbangun ketika pesawat sebentar lagi akan sampai di Jepang. Karena masih satu jam lagi sebelum tiba, Nathan memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.


Beberapa waktu kemudian setelah selesai mandi dan memakai pakaian santai, Nathan memakan camilan yaitu sashimi dan meminum segelas wine dibar yang ada didalam pesawat.


Tepat setelah selesai makan, pesawat yang dimiliki oleh Nathan sampai di Bandar Udara Internasional Haneda Tokyo Jepang dan memasuki Gate khusus yang sudah disediakan oleh pihak bandara.


Begitu keluar dari pintu pesawat Nathan langsung melihat seorang pria yang tampaknya akan menjadi pemandunya selama di Jepang dan juga ada beberapa pria kekar bodyguard.


Merasa kalau tidak nyaman diperlakukan seperti itu, Nathan kemudian meminta pria pemandu dan para bodyguard agar tidak mengikuti nya karena ingin melakukan perjalanan sendiri.


Tentu saja pria pemandu tidak setuju karena ini sudah menjadi tugasnya untuk memandu sekaligus mengatur apa saja yang dibutuhkan oleh Nathan selama berada di Jepang, karena mendapat perintah langsung dari Emilia.


"Tolong hentikan. Aku ingin pergi sendiri dan jangan ikuti aku!" Ucap Nathan sebelum beranjak pergi meninggalkan semua orang yang berada didalam Gate.


Ketika Nathan telah pergi pria dan para bodyguard itu tentu saja tidak akan tinggal diam karena sudah diberi perintah langsung oleh atasan mereka untuk menjaga Nathan. Yang membuat mereka harus mengawasi Nathan meski dari kejauhan.


Nathan yang sudah keluar dari Gate kemudian mengambil kopernya dan terlihat ia tidak perlu mengurus visa ataupun pasport tidak seperti para turis lain.


Nathan lalu memesan menaiki taksi menuju hotel terdekat untuk menginap beberapa malam. Namun perjalanan Nathan malam itu tidak terlalu lancar dikarenakan macet akibat banyaknya orang yang ada di jalanan, sebab malam itu adalah hari Halloween.


Karena kemacetan yang terjadi Nathan baru tiba dihotel satu jam kemudian dan ia segera memesan kamar tipe Presidential Room yang jelas harganya sangat mahal dikantong.


Untuk kamar yang Nathan pesan sendiri harus membuatnya menghabiskan kocek sampai 200 juta lebih per malam. Tetapi bukan tanpa sebab Nathan memesannya, selain karena dimatanya kamar itu murah tetapi juga memiliki fasilitas yang cukup untuknya.

__ADS_1


Dimana unit kamar terbaik yang dihadirkan, mulai dari ukuran ruangan lebih luas dari unit lain yang terdiri dari dua kamar tidur, living room, dapur, dan mini bar hingga kemewahan eksklusif yang memadukan desain interior bergaya eropa modern.


Nathan kemudian mengeluarkan sebuah kartu hitam legam yang hanya bertuliskan Infinite dimana membuat para staff administrasi menjadi gelagapan, sebab mereka tahu tidak banyak yang memiliki kartu tersebut.


"Tolong bawakan koper saya kekamar, ada hal lain yang ingin saya lakukan diluar..." Ucap Nathan setelah melakukan pembayaran dan diangguki oleh staff yang berjaga.


Setelah Nathan pergi para staff yang melayaninya barusan langsung bergosip tentang pemuda dengan masker hitam serta topi hitam yang tadi mereka lihat.


*******


Dijalanan kota Tokyo Nathan mulai memotret orang-orang yang tengah memakai kostum Halloween dan juga cosplay karakter anime serta game menggunakan kamera DSLR miliknya.


Bagi pria seperti Nathan yang sudah menantikan moment ketika berada di Jepang, tentu saja ia tidak akan melewatkan kesempatan itu begitu saja dan mengambil gambar sebanyak mungkin terutama para cosplayer wanita.


Ketika sedang memotret dikawasan Shibuya, Nathan melihat konvoi mobil sport yang sudah dimodifikasi seperti Lamborghini, Ferrari, serta mobil dalam tipe berbeda-beda dengan lampu neon serta kelap-kelip.


Tentu saja hal itu menarik perhatian semua orang dan para pengendara mobil tersebut membuka pintu mobil mereka sambil melambaikan tangan keluar seolah mereka adalah artis.


Nathan yang melihatnya justru malu melihat tingkah para pengendara mobil sport tersebut, dan tak sengaja seorang pria pengendara mobil sport tersebut melihat Nathan seolah mengejek mereka.


Pria itu lalu turun dari mobil yang ia kendarai bersama temannya menghampiri Nathan. "Apa ada masalah kawan?" Tanya pria tersebut yang ingin menegur Nathan.


Nathan yang dihampiri oleh satu pengendara dan ditanyai jelas merasa heran. "Tidak, memangnya kenapa?"


"Kalau begitu jangan membuat ekspresi seolah kamu mengejek kami, atau aku dan teman-teman ku akan menghabisimu!" Ucap pria tersebut sambil mendorong Nathan ke belakang dan pergi meninggalkan nya.


Raut wajah Nathan menjadi kusut saat kamera yang ada ditangannya jatuh dan rusak usai didorong oleh pengemudi mobil sport aneh itu.


Nathan kemudian mengambil kameranya dan menghela nafas. "Untung saja tidak rusak terlalu parah..." Gumam Nathan sebelum menatap pria sebelumnya dengan kesal.

__ADS_1


Bahkan terlihat orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut tampaknya tidak berani ketika menyaksikan keributan barusan.


Namun tidak dengan beberapa orang pria yang diam-diam merasa geram dengan pria pengendara mobil sport tadi saat mau mengajak ribut Nathan.


__ADS_2