
Kini Nathan sudah berada di ruangan bawah tanah untuk melihat alat yang dibuat nya semalam sudah selesai atau belum.
Sebuah jam tangan digital terlihat melayang di wadah 3D printer yang Nathan buat sebelumnya. Arc Fusion dan Time Stone tampak menghilang dari tempat tersebut namun Nathan terlihat tidak panik sama sekali.
Nathan tidak panik karena Arc Fusion sendiri kini berada di dalam jam tangan ciptaan nya sebagai sumber energi.
Time Stone juga sudah menyatu dengan jam tangan buatan Nathan dan yang pasti akan sangat berguna untuk kedepanny.
Jam tangan terbaru kemudian Nathan pakai di lengan kiriny, dan seketika jarum-jarum kecil dari jam tangan itu menusuk lengan Nathan.
Nathan meringis kesakitan dan mencoba menahan rasa sakit yang ia rasakan. Jarum-jarum kecil itu sengaja Nathan buat dan memiliki fungsi tersendiri yang membuatnya dapat melihat kondisi tubuhnya melalui jam buatannya.
Setelah seluruh jarum-jarum menancap di pergelangan tangan Nathan, jam tangan yang Nathan namai dengan Divine Watch menyala dengan normal.
Melihat jam tangan nya bekerja, Nathan tidak segera mengeceknya dan justru membersihkan terlebih dahulu bercak darah di lengan nya.
Begitu bercak darah dilengannya sudah bersih, Nathan segera mengecek fungsi standar dari jam tanganya seperti waktu dan kondisi dari tubuhnya yang tentu saja normal.
Kini hanya satu hal lagi fungsi yang ingin dicek oleh Nathan. Ia menekan layar jam tangan nya dan seketika perubahan terjadi.
Jam tangan Nathan seketika berubah menjadi partikel-partikel Nano dan mulai menyelimuti tubuhnya hingga membentuk sebuah setelan pakaian Cyber army.
Penampilan Nathan kini terlihat seperti seorang Cyber army dimana setelan pakaiannya serba hitam dan sedikit aksen warna perak.
Tampilan mata yang berwarna merah seketika menyala bersamaan dengan Nathan yang membuka matanya dari balik pelindung kepala.
Nathan memperhatikan penampilannya dari pantulan kaca dan mendapati bahwa seluruh tubuhnya kini sudah dibalut armor tempur.
Ia kemudian menjulurkan lengan kanannya kedepan dan dari telapak tangan Nathan seketika membentuk sebuah bola cahaya berwarna merah yang langsung ia arahkan kesudut ruangan.
Saat bola cahaya seukuran bola baseball mengenai tembok ledakan seketika terjadi dan menggunjang ruangan bawah tanah.
Asap tebal seketika menyelimuti ruangan tersebut dan ketika sudah menghilang Nathan dapat melihat tembok baja setebak seratus senti berlubang.
Tidak hanya tembok baja saja yang berlubang melainkan tanah diluarnya juga berlubang dan hal ini membuat air tanah mulai masuk kedalam.
Nathan tidak panik sama sekali dan segera menggunakan kemampuan Time Stone untuk mengembalikan tembok yang berlubang seperti sedia kala.
"Tuan, seharusnya tidak melakukan hal ceroboh seperti ini yang dapat menghancurkan hal disekitar anda..." Echelon memberi nasehat kepada Nathan.
Nathan yang mendengarnya langsung tertawa canggung. "Tenang saja, jika hancur aku bisa mengembalikannya lagi seperti semula..."
"Tidak semunya dapat Anda kembalikan. Sebagai contohnya yaitu kehediupan..." Balas Echelon.
Nathan menghela nafas dan mengakui kesalahannya ia kemudian ingin mencoba kemampuan dari pakaian tempurnya yaitu terbang.
Katup yang ada dipunggung serta telapak kaki pakaian Nathan terbuka, dan menampilkan beberapa pendorong kecil yang memungkinkan nya untuk terbang.
Mesin pendorong mulai menyala dan membuat api biru muncul. Perlahan tubuh Nathan mulai melayang keatas dan ia cukup kesulitan untuk menyeimbangkan diri.
__ADS_1
Tanpa sengaja Nathan membuat energi pendorong menjadi lebih kuat,dan dengan cepat ia meluncur keatas hingga membuat kepalanya tertancap dilangit-langit ruangan.
"Hnngg! Ayolah!" Ucap Nathan sambil berusaha melepaskan kepalanya yang tersangkut dilangit-langit.
Beberapa pendorong kecil seketika muncul dari lengan dan kaki Nathan yang membuat nya akhirnya lepas namun dengan terjatuh ke bawah cukup keras.
Boommm!!!
Setelah jatuh untuk beberapa saat Nathan kesulitan bernapas dan merasakan sakit dibagian punggungnya.
"F*ck! Echelon bantu aku untuk bangkit!" Pinta Nathan sambil mencoba untuk menggerakkan tubuhnya yang sedikit kebas.
Bukannya membantu yang Nathan maksud, Echelon justru menggunakan salah satu tangan robot yang ada dirungan tersebut untuk menyemprotkan serbuk putih dari alat pemadam kebakaran kearahnya.
*******
Setelah kekacauan yang terjadi diruangan bawah tanah, Nathan kini telah berada di dalam dan sedang mengeringkan rambut nya setelah mandi.
Begitu selesai memakai pakaian Nathan keluar dari kamar dan mencari Alicia untuk meminta kembali ponselnya.
Saat mencari keberadaan Alicia beberapa kali Nathan berpapasan dengan para pelayanannya dan hal ini membuatnya merasa gugup.
Bukan gugup karena malu dengan kejadian sebelumnya, melainkan Nathan melihat cara berpakaian dan gerakan tubuh para pelayanannya, yang sewaktu-waktu bisa membuatnya kehilangan akal sehatnya.
Tak hanya sampai disitu saja, beberapa pelayan yang tak sengaja ia temui terus menatap nya sambil tersenyum menggoda. Mereka kini juga tampak sama sekali tidak merasa takut kepada Nathan setelah dimarahi olehnya sebelum nya.
"Echelon, bagaiamana sebenarnya cara kamu mendapat pelayan seperti mereka?" Bisik Nathan kepada Echelon melalui jam tangan nya.
Beberapa wanita itu dulunya ada yang memiliki ekonomi sulit, hutang, hampir menjadi korban pelecehan, dan ditinggal nikah oleh kekasihnya.
Sewaktu para wanita itu ingin melakukan bunuh diri Echelon yang sudah mengamati mereka, memberi sebuah pesan di ponsel mereka untuk memberi penawaran.
Ada yang dibantu untuk balas dendam bahkan sampai masalah keunganan namun setelah itu mereka semua harus melakukan apa yang sudah disepakati bersama dengan Echelon.
Perjanjian yang Echelon buat cukup gila namun waktu itu para wanita cantik tersebut tidak perduli dan menyetujuinya begitu saja. Hal ini mirip seperti menjual hidup mereka kepada Echelon asal masalah mereka selesai.
Perjanjian tersebut ialah mereka akan kehilangan ingatan masa lalu dan di otak mereka diberi tujuan yang sama yaitu untuk mengabdi kepada Nathan.
Untuk melakukan hal itu semua Echelon menyewa jasa seorang ilmuan dengan imbalan besar agar dibuatkan sebuah serum penghilang ingatan, dan penguat tubuh serta menanamkan beberapa keterampilan di otak mereka.
Tetapi saat para wanita tersebut sudah tidak sadarkan diri setelah mendapat suntikan serum, ilmuan tersebut ingin menyetubuhi mereka dan hal itu membuat Echelon marah.
Sebelum sempat ilmuan tersebut melakukan perbuatan bejatnya, Echelon menyuruhnya untuk pergi ke suatu tempat dengan alasan memberinya sebuah bonus.
Meski selama ini tidak pernah bertemu dan hanya mendapat sebuah pesan dari Echelon, ilmuan tersebut percaya saja karena sudah beberapa kali mendapat transferan uang darinya.
Dengan mengendarai mobil ferari merahnya ia melaju kencang menuju tempat yang sudah Echelon beritahu sebelumnya.
Tetapi di tengah jalan Echelon dengan sengaja membuat rambu-rambu lalu lintas error dan mengakibatkan ilmuan tersebut mengalami kecelakaan dengan sebuah truk hingga membuatnya tewas.
__ADS_1
Setelah ilmuan tersebut tewas Echelon segera menghapus semua data penelitian yang dibuat oleh pria itu, dan menunggu dua puluh wanita cantik yang membuat kesepakatan dengan nya sadar.
"Hanya itu saja yang bisa saya ceritakan kepada tuan..." Ucap Echelon yang mengakhiri ceritanya kepada Nathan.
Sudut bibir Nathan berkedut mendengar cerita dari Echelon yang terdengar seakan sistem ciptaannya tersebut mampu melakukkan apa saja.
Jika Echelon kehilangan kendali mungkin ia bisa membuat dunia ini menjadi kacau dengan meluncurkan nuklir dari beberapa negara secara acak.
Beruntung Nathan sudah membuat sebuah penjegahan yang membuat Echelon tidak akan kehilangan kendali, dan jika sistem tersebut hilang kendali maka dia akan seketika menghilang.
"Jadi, apa sekarang keinginan yang ada dipikirkan mereka adalah ulahmu?" Tanya Nathan.
"Tidak tuan, keinginan untuk berkembang biak dengan anda adalah keinganan mereka sendiri..." Balas Echelon.
"Jangan gunakan istilah berkembang biak!" Ucap Nathan dengan kesal.
Tanpa Nathan sadari suaranya terdengar oleh para pelayan yang ada di sekitarnya dan hal ini membuatnya mendapat tatapan dari mereka.
Dengan langkah cepat Nathan segera pergi untuk mencari Alicia dan akhirnya menemukan wanita tersebut sedang memasak bersama beberapa pelayan didapur.
Kedatangan Nathan didapur sontak membuat para pelayanannya terkejut dan membungkuk sejenak untuk memberinya hormat.
Disisi lain Alicia yang sedang mencoba sup buatannya kaget melihat kedatangan Nathan. "Apa yang kamu lakukan disini?"
Nathan menjulurkan tangan kanannya dan berkata, "Mana ponselku?"
Alicia yang lupa mengembalikan ponsel milik Nathan segera merogoh sakunya dan memberikan ponsel tersebut kepada pria itu.
Setelah mendapatkan kembali ponsel dengan layar retak miliknya Nathan melihat kembali Alicia dan bertanya,"Apa sebelumnya aku pernah mengatakan masakanmu enak?"
Alicia menggelengkan kepalanya dan balik bertanya, "Belum pernah, memangnya kenapa?"
"Kalau begitu kenapa kamu masih memasak?" Ucap Nathan yang seketika membuat Alicia merasa kesal dan mengejar pria tersebut sambil membawa alat masak ditanganya.
Nathan tertawa dan terus berlari menghindari Alicia yang ingin memukulnya dengan alat masak, sementara Alicia sendiri justru sebaliknya.
"Kalau masakanku tidak enak kenapa kamu selalu menghabiskan nya sialan!" Teriak Alicia.
Melihat Alicia yang tambah kesal kepadanya Nathan hanya fokus untuk melarikan diri dan sialnya terpeleset saat menginjak sebuah karpet.
Nathan seketika tersungkur diatas karpet dan berhadapan dengan Alicia yang sudah siap dengan alat masak ditanganya.
"Sekarang kamu mau lari kemana?" Tanya Alicia dengan nada intimidasi.
"Aku hanya bercanda, masakan mu adalah yang paling enak sedunia!" Ucap Nathan sambil tertawa canggung.
Mendengar pujian dari Nathan seketika amarah Alicia menghilang dan ia langsung melupakan ejekan dari pria tersebut tentang masakannya.
Nathan segera bangkit dan mencium pipi Alicia sebelum berlari keluar rumah sambil berkata, "Tapi bohong!"
__ADS_1
"Nathan, awas saja kamu nanti!" Teriak Alicia namun tidak berusaha untuk mengejar Nathan dan justru memegang pipinya yang baru saja di cium oleh pria tersebut.
Para pelayan yang kebetulan melihat Alicia dicium oleh Nathan merasa iri terutama saat mendapati wanita tersebut tersipu malu.