Echelon System

Echelon System
Eimi Tsukamoto


__ADS_3

Di sebuah kamar dengan interior yang kelas tinggi, seorang wanita cantik terbangun dari tidurnya ketika jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.


Wanita cantik tersebut bernama Eimi Tsukamoto putri dari pemilik perusahaan Mitsubishi Motors saat ini dan ia sendiri memiliki lima persen saham perusahaan tersebut.


Dengan malas dan tanpa semangat Eimi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah tidur seharian dikamar.


Setelah selesai mandi ia kemudian memakai pakaian yang dibantu oleh dua orang pelayan pribadinya, karena ingin pergi menemui teman-temannya serta kekasihnya di luar untuk ikut berpesta memeriahkan malam Halloween.


Begitu selesai mengenakan pakaian dan bersiap, Eimi lalu menuruni tangga untuk pergi menuju pintu keluar rumahnya. Namun sebelum sempat keluar rumah, seorang pria paruh baya langsung menghentikannya.


"Eimi, mau pergi kemana kamu!?" Tanya pria yang tidak lain adalah Kenta Tsukamoto orang tua dari Eimi dan jika dilihat dari raut wajahnya jelas ia saat ini tengah marah kepada putrinya tersebut.


Eimi berbalik dan memasang ekspresi kesal sambil berdecih. "Aku mau pergi keluar menemui teman-temannya untuk berpesta, ayah..." Jawab Eimi malas dan tampaknya ia memiliki masalah dengan ayahnya tersebut.


"Tidak, kamu tidak boleh pergi. Aku tahu kamu pasti ingin menemui pria berandalan itu!" Kata Kenta Tsukamoto nada mengancam.


"Siapa yang ayah sebut pria berandalan, Tanaka bukan pria berandalan yang seperti ayah kira!" Balas Eimi yang tidak terima kekasihnya disebut berandalan.


"Terserah yang penting sekarang aku mau kamu tetap dirumah dan sebaiknya lupakan saja pria berandalan itu. Aku sudah memiliki calon suami untukmu!" Ucap Kenta.


Eimi yang baru mendengar kalau ia sudah di jodohkan oleh seseorang jelas tidak terima karena ia hanya mencintai kekasihnya yaitu Tanaka.


Bukan tanpa sebab hubungan Eimi dan ayahnya menjadi buruk seperti ini. Dari kecil kehidupannya sudah diatur sedemikian rupa oleh kedua orang tuanya dan tidak pernah merasakan kebahagiaan.


Tidak seperti adiknya yang selalu dimanjakan dan tak pernah mendapat omelan. Hal inilah yang membuat Eimi merasa benci terhadap keluarga nya dan ingin melampiaskan semua keluh kesahnya didunia luar.


"Aku tidak perduli dan tak akan pernah sudi menikahi pria yang sudah ayah jodohkan untukku!" Kata Eimi sebelum keluar rumah dan mengendarai mobilnya menuju tempat teman-temannya serta kekasihnya.


Dengan kesal Eimi terus menggerutu didalam mobilnya dan beberapa kali berteriak untuk meluapkan emosinya karena tak ingin dijodohkan oleh pria manapun.


"Apa yang dia maksud. Menjodohkan ku? Yang benar saja! Aku tidak mau menikahi om-om bertubuh gempal dan mesum!" Kata Eimi yang membayangkan kalau pria yang di jodohkan oleh ayahnya ada seorang pria paruh baya bermuka jelek.


Saat hampir sampai ditempat yang sudah dijanjikan, Eimi yang tengah berhenti dilampu merah tak sengaja melihat Tanaka kekasihnya yang tengah mengobrol dengan salah satu temannya dipinggir jalan.

__ADS_1


Awalnya Eimi tampak baik-baik saja dan ingin menghampiri mereka, namun niatnya itu seketika diurungkan ketima Eimi melihat Tanaka yang tiba-tiba berciuman dengan temannya sendiri.


Melihat kejadian ini jelas membuat beban pikiran Eimi bertambah dan tidak menyangka pria yang ia cintai justru berselingkuh dengan temannya sendiri, padahal sudah ada rencana untuk mereka berdua menikah dan menjalani hidup bersama dikota lain.


Merasa sangat kecewa Eimi kemudian pergi menggunakan mobilnya dan membuat lalu lintas menjadi kacau akibat ulahnya yang menerobos jalan.


Sambil menangis Eimi mengemudikan mobilnya sebelum berhenti sejenak dipinggir jalan untuk meluapkan semua kekesalannya dan perasaan kecewa.


Ponsel tiba-tiba berbunyi dan Eimi menyeka air matanya lalu melihat kalau ada panggilan dari kekasihnya yaitu Tanaka. Dengan kesal Eimi mematikan panggilan tersebut dan bahkan sampai menghancurkan ponsel IPhone 13 Pro miliknya.


"Kenapa tidak ada satupun orang yang mengerti apa yang aku rasakan. Terlalu banyak orang munafik didunia ini!" Kata Eimi dengan kesal sambil menghantam kan ponselnya ke dasbor hingga layarnya pecah.


Pandangan Eimi kemudian tertuju kearah bar yang ada disebrang jalan dan untuk pertama kalinya ia memutuskan masuk kedalam bar tersebut lalu memesan minuman dengan kadar alkohol cukup tinggi.


Didalam bar Eimi mulai menari bersama para pengunjung lain menikmati musik yang dimainkan oleh Dj. Namun tak jarang ia menghajar beberapa pria mendekatinya karena tidak mau disentuh oleh pria sembarangan.


Setelah puas dan merasa lelah Eimi lalu duduk dan memesan minuman kepada bartender. Gelas demi gelas minuman sudah Eimi tenggak dan perlahan membuat kepala pusing karena mabuk.


"Apa lihat-lihat, apa matamu ingin aku congkel sialan!?" Tanya Eimi dengan kesal kepada pria disampingnya tersebut yang tidak lain adalah Nathan.


Nathan yang tidak mau berurusan dengan wanita mabuk memilih untuk mengabaikan nya dan meminum minumannya sambil menghisap rokok.


Merasa tidak terima karena telah diabaikan oleh pria tersebut, Eimi dengan kesal menarik kerah baju Nathan dan menatap pria tersebut.


"Jangan mengabaikan sialan! Apa kamu tidak tahu-" Sebelum sempat menyelesaikan perkataan nya, karena merasa sangat pusing dan mual akhirnya Eimi muntah hingga mengenai jaket milik Nathan sebelum pingsan.


Nathan tentu saja reflek menangkap Eimi yang sudah pingsan dengan kesal. "Dasar wanita gila, ini sangat menjijikkan!" Kata Nathan.


Pria itu kemudian membayar tagihannya dan juga Eimi lalu melepaskan jaket dengan harga lima belar ribu dollar miliknya yang kotor kearah tempat sampah sebelum pergi keluar bar sambil menggendong wanita cantik tersebut.


Dengan kesal Nathan membawa Eimi ke mobilnya karena tidak tega meninggalkan wanita cantik yang tengah pingsan itu sendirian didalam bar.


Saat sampai diparkiran Nathan melihat sekelompok pria dengan mobil sport mereka tengah berfoto dengan mobilnya dan ia tentu mengenali mereka.

__ADS_1


Sekelompok muda-mudi itu tidak lain adalah orang-orang yang Nathan temui sebelum nya di jalanan dan memiliki sedikit masalah dengannya.


Pria yang sebelumnya bermasalah dengan Nathan tidak lain adalah Tanaka kekasihnya Eimi, wanita yang tengah ia papah.


Tanaka yang melihat kekasihnya mabuk dan dipapah oleh pria lain tentu saja cemburu. "Hei sialan, lepaskan tangan kotormu itu dari tubuh pacarku!"


Mendengar perkataan dari Tanaka jelas tidak membuat Nathan tak percaya begitu saja, sebab penampilan pria itu dan teman-temannya seperti anak nakal.


"Pacar? Jangan bercanda bocah..." Kata Nathan sambil tersenyum tipis kearah Tanaka dan teman-temannya yang tengah berfoto di mobilnya.


"Sialan, apa maksudmu hah!?" Ucap Tanaka dengan kesal sebelum menerjang Nathan dan ingin menghajar pria tersebut.


Nathan dengan mudah menghindari serangan dari Tanaka dan menendang kaki pria tersebut hingga membuatnya terjatuh dengan keras.


"Dasar lemah..." Sindiri Nathan yang dengan sengaja ingin menyulut emosi Tanaka dan teman-temannya.


Merasa terhina Tanaka kemudian kembali ingin menghajar Nathan dan kali ini ia dibantu oleh teman-temannya untuk melumpuhkan pria tersebut.


Nathan kini dihadapkan oleh dua puluh orang pria sekaligus yang mengepungnya dari berbagai sisi. Tetapi dengan santainya ia lalu menggendong Eimi dan mulai meladeni sekumpulan geng tersebut dengan mudah.


Satu persatu pria mulai Nathan lumpuhkan dan ia beri hadiah cedera yang cukup parah hingga sampai patah tulang. Bahkan tak sedikit dari mereka yang tergeletak tak sadarkan diri dengan luka lebam penuh darah.


Setelah selesai melumpuhkan Tanaka dan teman-temannya, Nathan melihat kearah para wanita yang juga ikut dalam rombongan tersebut dan membuat mereka tampak ketakutan.


Nathan kemudian berjalan kearah mobilnya dan membuat para wanita yang tadi berfoto menyingkir. Ia kemudian masuk kedalam dan memangku Eimi karena mobil itu sendiri sebenarnya hanya khusus untuk satu orang saja.


Nathan kemudian membawa Eimi ke tempatnya tinggal dan setelah sampai di hotel, Nathan lalu meletakkan tubuh Eimi di kasur yang ada di kamar lain sebab tempat yang ia pesan sendiri memiliki beberapa kamar seperti unit apartemen.


Tetapi tiba-tiba Eimi membuka bajunya karena merasa kepanasan yang membuat Nathan mencoba untuk membantunya agar tidak melepaskan pakaian.


Namun tanpa diduga Eimi langsung memeluk Nathan dengan erat dan tertidur yang membuat pria tersebut tidak bisa bergerak kemana-mana.


"Wanita gila..." Nathan berdecih kesal dan terpaksa malam itu ia tidur dengan posisi dijadikan guling pribadi oleh wanita yang tidak ia kenal, tanpa ada niat sedikitpun untuk menodainya meski junior nya sudah terpancing sekarang.

__ADS_1


__ADS_2