Echelon System

Echelon System
Pendekatan


__ADS_3

Saat Nathan tengah membuat akselerator energi, Xiao Mei turun dari lantai dua membawakan makanan dan minuman untuk dirinya.


"Apa yang sedang kamu kerjakan?" Tanya Xiao Mei merasa tertarik saat melihat alat yang sedang dibuat oleh Nathan.


Xiao Mei meletakkan minuman dan roti kering di meja dan memperhatikan Nathan dari samping sambil melipat kedua tangannya.


"Bukannya kalau mau berbicara lebih baik memperkenalkan siapa dirimu dulu?" Nathan balik bertanya tanpa memandang sedikitpun kearah Xiao Mei.


Mendapat teguran dari Nathan, Xiao Mei tertawa gugup dan segera memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. "Aku Xiao Mei, bukannya kakaku sudah memperkenalkan kita sebelumnya?"


"Ya, memang benar. Tapi aku lebih suka berkenalan langsung. Aku Nathan..." Balas Nathan yang tetap fokus mengerjakan akselerator ditangannya.


Xiao Mei mengangguk pelan dan menunggu Nathan menjawab pertanyaan yang sebelumnya dia tanyakan. Tetapi selang beberapa menit pria itu masih saja tidak menjawab yang membuatnya sedikit kesal.


"Jadi benda apa yang sedang kamu buat menggunakan rongsokan itu?" Tanya Xiao Mei yang mengulami pertanyaan pertamanya kepada Nathan.


"Akselerator energi... Singkatnya alat yang menyerupai batrai tetapi perfomanya jauh lebih baik. Dan yang pasti dapat bertahan lama..." Balas Nathan dengan raut wajah kesulitan saat memutar skrup.


Melihat Nathan yang kesusahan saat sedang membongkar barang rongsokan milik kakaknya, Xiao Mei berinisiatif membantu untuk membukakan skrup yang tampak macet.


Hanya dengan sedikit trik, Xiao Mei dengan mudahnya membuka semua skrup yang sedang ingin Nathan buka. Ia kemudian menyerahkan kembali rongsokan itu kepada Nathan.


Raut wajah Nathan seketika menjadi memerah karena merasa malu kalau ternyata energi gadis yang terlihat rapuh itu lebih besar darinya hingga membuat dirinya sendiri heran.


"Terimakasih..." Ucap Nathan singkat sebelum mulai melanjutkan pembuatan akselerator energi untuk tubuh android Echelon nantinya.

__ADS_1


"Tidak masalah... Memangnya akselerator itu nantinya akan kamu gunakan untuk menggerakan apa?" Balas Xiao Mei sambil menanyakan kegunaan akselerator yang tengah dibuat Nathan.


"Tubuh android, setelah ini aku akan membuat tubuh android yang nanti menggunakan akselerator ini..." Balas Nathan yang mulai mengelas rangkaian diatas meja.


Mendengar perkataan Nathan seketika membuat raut wajah Xiao Mei menjadi buruk, karena jujur saja ia tidak menyukai robot maupun pembuatnya.


"Kenapa laki-laki sama saja seperti anak kecil... Memangnya apa gunanya benda besi bergerak itu?" Gumam Xiao Mei dengan kesal sambil terus mengata-ngatai robot.


Nathan berhenti sejenak mengelas dan menengok kearah Xiao Mei yang duduk diatas meja sebelahnya. "Apa yang kamu katakan itu benar, semua laki-laki memang seperti anak kecil, tapi keadaan dan logika yang memaksa kami untuk bersikap dewasa..."


Merasa tersindir dengan perkataan Nathan, Xiao Mei berdecih kesal dan membuang mukanya kesamping. "Untuk apa kamu membuat tubuh android, apa untuk pemuas nafsumu saja?"


"Apa kamu gila? Tentu saja tidak, meskipun aku membuatnya semirip mungkin dengan manusia tapi tentu aku tak berniat melakukannya. Ini hanya permintaan seseorang saja..." Ucap Nathan menepis tuduhan tak berdasar Xiao Mei.


Nathan menghela nafas panjang dan menatap Xiao Mei. "Sebenarnya apa isi otakmu itu, jangan terus memikirkan hal semacam itu..." Balas Nathan yang merasa otak Xiao Mei hanya berisi hal-hal dewasa saja.


Wajah Xiao Mei mendadak menjadi merah seakan perkataan Nathan memang sebuah kebenaran. Xiao Mei memang tidak bisa mengelak apa yang dikatakan oleh Nathan karena dirinya sendiri adalah pembuat komik dewasa.


Hal ini sudah lama Xiao Mei kerjakan dan selalu coba ia tutupi dari kakaknya sendiri. Alasan Xiao Mei membuak komik dewasa sendiri karena ia memerlukan uang untuk kehidupan sehari-hari, tetapi disisi lain Xiao Mei ingin menyalurkan pikiran liarnya karena sering diganggu oleh para rentenir.


Xiao Mei hanya ingin membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya jika semisal di jadikan alat transaksi oleh kakaknya. Dan tentu saja ia pasti tidak akan setuju.


Tetapi sepertinya kini Xiao Mei akan berhenti menggambar komik dewasa setelah mengintip saat Nathan dan kakaknya melakukan transaksi sebelumnya.


Gadis cantik itu sangat bersyukur karena tidak dijadikan alat transaksi, jika terjadi sekalipun Xiao Mei sore ini berencana untuk kabur sendiri dari kota Underground.

__ADS_1


"Terimakasih karena sudah membantu kami... Aku tau bahkan tanpa bantuan kakakku sekalipun, kamu pasti dapat membuat benda itu sendirian..." Ucap Xiao Mei dengan suara lirih namun dapat didengar oleh Nathan.


Nathan tidak menjawab perkataan dari Xiao Mei dan memilih untuk mengabaikan nya. Jujur saja dari awal Xiao Mei mendatangi nya, Nathan berusaha menahan nalurinya sebagai seorang pria karena selain cantik Xiao Mei memiliki tubuh yang sangat indah.


'Tidak heran kalau mereka merebutkan gadis ini. Sial... Tahanlah sebentar lagi sampai kita pulang, Junior...' Batin Nathan sambil berusaha mengalihkan pandangan dari Xiao Mei.


Melihat ekspresi dingin diwajah Nathan, Xiao Mei menjadi heran karena selama ini banyak pria dikota Underground yang menyukainya bahkan dari kalangan atas juga ada.


Kini ada seorang pria yang justru tidak tertarik kepadanya dan membuat rasa penasaran didalam diri Xiao Mei muncul. "Apa kamu penyuka sesama jenis?" Tanya Xiao Mei.


Sontak pertanyaan yang dilontarkan oleh Xiao Mei membuat Nathan tersedak saat sedang minum. "Otakmu sepertinya memang benar-benar bermasalah dan perlu dicuci. Aku masih normal, kenapa kamu menanyakan hal semacam itu?"


"Ya karena kamu terlihat tidak menyukai ku, padahal banyak pria dikota ini yang memperebutkan ku..." Balas Xiao Mei dengan polos yang membuat sudut bibir Nathan berkedut.


"Apa menurutmu penampilan fisik saja dapat menarik seseorang? Dasar gila..." Ucap Nathan yang merasa sedikit kesal karena dituduh menjadi penyuka sesama jenis.


Kali ini Nathan benar-benar ingin fokus untuk mengerjakan akselerator miliknya. Bahkan Nathan sampai menggunakan earphone dan menyalakan musik dengan volume keras agar tidak mendengar celotehan dari Xiao Mei.


Merasa sedang diabaikan saat berbicara, Xiao Mei menendang-nendang kaki Nathan agar pria itu mau berbicara kepadanya. "Hei, apa kamu mendengarku? Aku sedang berbicara denganmu sekarang..."


Karena tidak mendapat respon dari Nathan, Xiao Mei langsung mengambil earphone yang dipakai Nathan dan membuangnya. "Permisi Pak, kamu seharusnya tidak mengabaikan lawan bicaramu!"


"Apa kamu tidak lihat aku sedang bekerja disini, Nenek?" Nathan balik bertanya dan mengejek kembali Xiao Mei yang memanggilnya Pak barusan.


"Siapa yang kamu panggil nenek hah? Aku masih berusia dua puluh tahun! Dasar pria menyebalkan, aku harap sampai mati tidak ada wanita yang menyukaimu!" Ucap Xiao Mei dengan kesal sebelum meninggalkan Nathan sendirian.

__ADS_1


__ADS_2