Echelon System

Echelon System
Pelayaran Perdana


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian tepatnya pada awal Januari tahun 1943, sebuah kapal phinisi terlihat sudah sepenuhnya jadi dan tengah berada di belakang rumah Nathan.


"Uh... Sepertinya kita salah tempat saat membuatnya. Bagaimana caranya kita membawa kapal ini kepantai?" Ucap Kevin yang meskipun senang kapal mereka jadi tetpi ia bingung cara memindahkannya.


Tidak hanya Kevin saja yang bingung tetapi mereka semua juga, bahkan tak sedikit warga yang melihat pekerjaan mereka adalah sia-sia.


Namun tidak dengan Nathan yang terlihat sangat puas saat melihat kapal pertama nya jadi, ia tidak memikirkan hal lain seperti memindahkan kapal itu karena menganggapnya hal mudah.


"Tidak perlu khawatir, besok pagi kapal ini sudah bisa langsung berlayar. Apa kalian sudah menyiapkan semua keperluan untuk berlayar selama beberapa bulan kedepan?" Ucap Nathan yang dibalas anggukan oleh rekan-rekannya.


"Kalau begitu sampai jumpa dan sebaiknya besok kapal itu sudah ada di bibir pantai..." Ucap Harry sebelum pergi bersama dengan yang lainnya meninggalkan Nathan dan Emilia.


Setelah teman-teman mereka pergi, Emilia berjalan menghampiri Nathan yang tengah memandangi kapal phinisi itu dan memeluknya dari belakang.


"Bagaimana kamu akan membawanya kesana?" Tanya Emilia sambil menyandarkan dagunya diatas pundak Nathan.


"Lihat saja nanti ak-" Sebelum Nathan menyelesaikan perkataan nya ia tiba-tiba merasakan nyeri saat Emilia menggigit lehernya.


Nathan menghela nafas dan menggendong Emilia yang tengah meminum darahnya kedalam rumah untuk mengemasi barang bawaan mereka.


Malam harinya diam-diam Nathan menyelinap keluar dan menghampiri kapal phinisi yang akan ia pindahkan saat ini.


Setelah memastikan kalau tidak ada orang disekitar sana, Nathan menekan jam tangannya untuk memakai pakaian tempur yang beberapa waktu ia tidak gunakan lagi.


Perlahan kapal phinisi sepanjang 70 meter tersebut mulai Nathan angkat sendirian dan ia bawa terbang menuju laut yang berjarak seratus meter dari bibir pantai sebelum ia pasang jangkar lalu tinggalan disana.


Ketika kembali ke rumah dengan hati-hati naik keatas kasur agar tidak membuat Emilia bangun sebelum akhirnya ia dapat memejamkan mata.


Tanpa Nathan sadari Emilia terlihat membuka matanya dan menyaksikan bagaimana pria itu berubah lalu membawa terbang sebuah kapal.


Emilia tersenyum tipis karena kini ia dapat mengetahui kalau sosok yang waktu itu melindungi kapal Yorktown adalah suaminya sendiri.


"Habis dari mana kamu, Nathan?" Tanya Emilia yang sekitika membuat mata Nathan terbuka lebar sebelum pria itu memutuskan untuk berpura-pura tertidur.

__ADS_1


Menyadari Nathan yang sedang pura-pura tidur Emilia langsung membalik tubuh pria itu, agar menghadap kearahnya dengan paksa hingga ia dapat melihat kelopak mata Nathan yang bergetar.


Emilia kemudian menekan jam tangan yang tidak pernah lepas dari lengan Nathan dan seketika partikel-partikel hitam mulai menyelimuti tubuh pria itu membentuk pakaian tempur.


"Sudah kuduga kalau itu kamu..." Ucap Emilia sambil tersenyum puas saat melihat perubahan suaminya.


Nathan melepas helm yang menutupi kepalanya dan terlihat gugup sekaligus heran kenapa Emilia dapat mengetahuinya.


"Bagaimana kamu mengetahuinya?" Tanya Nathan sambil mengembalikan kembali pakaian tempurnya menjadi jam tangan.


"Kamu seharusnya lebih hati-hati lagi saat ingin menggunakan itu, aku bisa melihatnya dengan jelas dari jendela." Balas Emilia.


Nathan tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebab dipergoki oleh Emilia. "Y-Ya kalau begitu aku tidak perlu menjelaskan nya lagi kepadamu. Um... Ini sudah malam, aku ingin tidur kamu juga..."


Dengan canggung Nathan membaringkan tubuhnya kembali dan menghadap berlawanan arah dengan Emilia karena wanita itu berhasil mengetahui perubahan nya.


Emilia tersenyum puas dan memeluk Nathan dari belakang karena merasa senang kalau suaminya ternyata sangat kuat.


*******


Tidak hanya mereka bertiga saja yang merasa tak percaya, tetapi juga Julia, Amanda, dan Gisela yang heran dengan keanehan tersebut.


"Emilia, bagaimana suamimu bisa memindahkan kapal sebesar itu sendirian kesana?" Tanya Amanda sambil menunjuk kearah kapal.


"Dia membawa terbang kapal itu..." Jawab Emilia dengan polos yang membuat Julia, Amanda, dan Gisela melihatnya dengan aneh.


"Nanti kalian akan tahu sendiri, ayo cepat kita harus segera berangkat!" Ucap Emilia sambil berjalan menghampiri sekoci yang ada dibibir pantai.


Dengan menggunakan dua perahu sekoci mereka menghampiri kapal phinisi dan naik keatas nya sebelum bersiap-siap untuk melakukan pelayaran perdana mereka.


Delapan layar kapal mulai dibentangkan dan membuat kapal tersebut perlahan melaju meninggalkan pantai San Francisco.


Kevin terlihat begitu senang saat mendapatkan tugas untuk mengemudikan kapal, sementara Harry dan Robby bertugas sebagai navigator.

__ADS_1


Disisi lain Nathan dengan santai tiduran diatas ayunan nya menikmati pelayaran tersebut, sementara para wanita bertugas di dalam kapal.


Beberapa jam setelah berlayar kapal mereka terpaksa dihentikan saat sebuah kapal perang yang sedang berpatroli.


Kapten kapal tersebut kemudian menginjakan kakinya bersama beberapa anak buahnya diatas kapal phinisi untuk menanyai beberapa hal.


"Siapa pemimpin dikapal ini?" Tanya Kapten tersebut sambil melepaskan sarung tangan putih yang ia kenakan.


Harry, Kevin, dan Robby mendorong satu sama lain sebelum akhirnya sepakat untuk membuat Nathan terpaksa mengurusi orang-orang itu.


"Ya, ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Nathan sambil tersenyum hangat meskipun jelas ia sangat terpaksa dan malas.


"Bisa kalian jelaskan tujuan kalian dan dokumen kapal ini. Kalau dilihat sepertinya kalian merupakan Marinir melihat kalung yang kalian gunakan. Apa kalian melakukan disersi dan kabur tugas?" Tanya Kapten tersebut menyelidik.


Nathan menggaruk kepalanya dan jelas ia sangat malas kalau harus menghadapi orang yang banyak bertanya seperti Kapten muda dihadapannya.


Tak lama para wanita yang menyadari kalau kapal mereka berhenti naik keatas deck kapal untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Keempat wanita itu cukup terkejut dan merasa heran mengapa kapal mereka dihentikan oleh sebuah Kapal perang yang memiliki meriam-meriam besar.


Emilia yang melihat raut wajah malas Nathan saat menghadapi Kapten kapal tersebut kemudian menghampiri nya.


"Ada apa sampai kamu menghentikan kapal kami, Kapten Charles?" Tanya Emilia yang mengenali Kapten tersebut.


Charles yang melihat kehadiran Emilia dikapal tersebut langsung merapihkan bajunya dan raut wajahnya seketika melunak.


Pria itu tampak terkejut saat melihat Emilia ada disana begitupun dengan para Marini yang mengenali siapa wanita tersebut.


"Ya, aku sedang berpatroli disekitar sini dan menemukan kapal tanpa bendera milik kalian. Kalau boleh tahu kenapa nona Emilia ada disini?" Tanya Charles dengan ramah.


"Tentu saja berlayar bersama suami dan teman-teman ku, memangnya apa lagi? Apa kamu bisa membiarkan kami pergi, atau apa kamu perlu aku beri suntikan lagi dibagian itu?" Ucap Emilia sambil merangkuk lengan Nathan.


Charles seketika memegang pantatnya dan mengingat kejadian memalukan waktu mendapatkan perawatan dari Emilia dulu.

__ADS_1


Dengan enggan serta merasa sakit hati karena baru mengetahui Emilia yang sudah menikah, akhirnya ia meninggalkan kapal phinisi tersebut dan membiarkan mereka kembali berlayar.


__ADS_2