Echelon System

Echelon System
Menuju Prefektur Koichi


__ADS_3

Malam ini juga Nathan memutuskan berangkat menuju Prefektur Koichi bersama dengan Hirota, meski jam sudah menunjukkan pukul 1 malam dan mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih 11 jam dengan menggunakan mobil.


Ditengah perjalanan akibat kecapekan setelah menghabiskan waktu bersama dengan Eimi, perlahan Nathan menutup matanya dan tertidur di kursi belakang.


Menyadari tuannya yang ingin istirahat, Hirota lalu mematikan lampu mobil dan mengecilkan suhu AC agar membuat Nathan merasa lebih nyaman.


Untuk mengisi kesunyian Hirota menyetel musik klasik yang jelas nadanya tidak akan mengganggu waktu istirahat milik Nathan.


Hirota terus memacu mobilnya dengan hati-hati menembus udara dingin di malam hari dan tetap terjaga seolah tidak merasa ngantuk sama sekali.


Saat menjelang pagi hari Hirota menepi sejenak berinat untuk mengisi bensin yang sudah menipis di Pom bensin. Bertepatan dengan Hirota yang tengah mengisi bensin, Nathan terbangun dari tidurnya dan mengecek jam yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


Merasa perutnya perlu di isi, Nathan memutuskan untuk keluar dari mobil saat melihat ada supermarket di Pom bensin tersebut.


"Selamat pagi tuan... Apa ada yang bisa saya bantu?" Ucap Hirota saat melihat Nathan yang keluar dari mobil dan sedang merenggangkan tubuhnya.


Nathan menepuk perutnya dan tersenyum kearah Hirota. "Lapar..." Balas Nathan.


"Maafkan saya tuan, biar saya belikan makanan untuk anda!" Ucap Hirota dengan raut wajah yang merasa bersalah karena mengabaikan hal sekecil ini dan tidak mengantisipasinya terlebih dahulu sebelumnya.


"Kalau kamu pergi membeli makanan, lalu siapa yang akan mengisi bensin? Ada-ada saja..." Balas Nathan sambil menepuk bahu Hirota sebelum beranjak pergi menuju supermarket.


Hirota mengepalkan tangannya dan berfikir kalau ia sudah benar-benar gagal dalam tugas yang telah diberikan langsung Emilia.


Tidak mau mengulangi kesalahan seperti ini lagi, Hirota langsung menulis di buku catatannya tentang jam berapa Nathan bangun dan kebiasaan lapar setelah bangun tidur.


Disisi lain kini Nathan membeli lima bungkus Onigiri, Sandwich Buah, Satu Cup Ramen, dan tengah memakannya di dalam supermarket sambil menunggu Hirota mengisi bensin.


Kehadiran Nathan di supermarket tersebut jelas menarik perhatian para pengunjung terutama untuk para pelajar didaerah tersebut yang kebetulan mampir untuk membeli makanan.

__ADS_1


Seperti seorang publik figur, diam-diam para pengunjung di supermarket memotret Nathan yang sebenarnya jelas diketahui oleh pria itu.


Bahkan secara terang-terangan ada beberapa siswi SMA yang menaruh surat di atas meja Nathan, hingga ada total sepuluh lebih surat.


Tetapi jelas Nathan mengabaikan surat-surat yang diberikan kepadanya. Bukan karena Nathan tidak suka, melainkan ia hanya ingin menjaga citranya sebagai seorang pria cool.


'Sial, kalau saja tidak ada hukum dan tata krama di negara ini tentu saja aku akan membawa gadis-gadis sekolah itu. Huh....' Batin Nathan yang sangat berkebalikan dengan ekspresi dinginnya saat ini.


Cobaan untuk Nathan kini terasa begitu berat dimana ia harus mengabaikan para gadis SMA Jepang yang selama ini sudah dia impikan. Tetapi mau boleh buat apa, ada banyak orang dewasa di sana dan ia tidak ingin kehilangannya wibawanya sebagai seorang pria bisnis.


Akhirnya karena tidak tahan lagi dengan cobaan tersebut, Nathan buru-buru menghabiskan makanannya dan tak lupa membelikan makanan untuk Hirota.


"Cepatlah, kita pergi dari sini sekarang juga!" Ucap Nathan sambil memberikan tas belanja kepada Hirota sebelum masuk kedalam mobil.


Mendapat permintaan dari Nathan, Hirota hanya bisa mengangguk meski sedikit bingung kenapa tuan nya ingin buru-buru pergi.


Hirota tidak terlalu memikirkan nya dan mengiyakan permintaan Nathan meski mobil mereka belum terisi bensin sepenuhnya.


"Kenapa kamu tidak makan, apa kamu tidak suka?" Tanya Nathan saat melihat Hirota yang hanya meletakkan makanan yang ia beli sebelumnya.


"Bukan begitu tuan, tapi saya sedang menyetir dan tidak boleh makan..." Balas Hirota.


"Bukannya ada mode auto pilot? Cepat habiskan makanan itu sekarang!" Ucap Nathan dengan mata setengah terbuka.


Mendengar nada bicara Nathan yang ditekankan, Hirota dengan cepat mengaktifkan mode auto pilot pada mobil dan memakan makanan yang sudah dibelikan oleh Nathan meski harus melanggar aturan lalu lintas.


Nathan tersenyum tipis saat melihat Hirota mau makan. Pria itu kemudian menutup sekat yang membuat Hirota tidak dapat mendengar maupun melihat apa yang ia lakukan dibelakang.


"Mau sampai kapan kamu diam terus, Echelon?" Tanya Nathan sambil memperhatikan jam tangan miliknya.

__ADS_1


"Apa tuan masih mengingatku? Saya pikir anda sudah lupa..." Balas Echelon menyindir Nathan yang tidak pernah berbicara kepadanya selama beberapa waktu belakangan.


"Maaf aku terlalu sibuk belakangan ini..." Ucap Nathan sambil tertawa canggung.


"Ya saya tau Anda belakangan ini sibuk untuk bercinta dan berburu wanita seperti serigala..." Timpal Echelon yang seketika membuat Nathan terdiam.


"Jadi apa yang Anda inginkan? Sekarang tidak ada hal lagi yang bisa saya berikan untuk Anda..." Tanya Echelon dengan acuh.


Nathan menghela nafas panjang saat mendengar nada bicara Echelon yang terdengar kesal terhadap nya. "Awalnya aku ingin membicarakan tubuh Android untukmu, tapi sepertinya kamu tidak suka. Lupakan saja..."


Begitu Nathan mengucapkan hal tersebut, tangannya langsung menjadi nyeri dan kesemutan akibat ulah Echelon yang sengaja menyetrum nya dengan tegangan tinggi.


"Baik-baik aku mengerti... Kalau begitu pilih saja model mana yang mau kamu. Aku sudah menyimpan nya, kamu bisa melihat nya sendiri..." Ucap Nathan.


Seketika Echelon berhenti menyetrum Nathan dan layar hologram langsung menyala dari jam tangan di lengan pria tersebut memperlihat beberapa model tubuh Android.


Tak perlu waktu lama Echelon langsung memilih bentuk Android yang dia inginkan nantinya dan menunjukkan kepada Nathan.


"Apa kamu yakin memilih yang ini? Kamu mau menggoda pria mana dengan bentuk ini?" Tanya Nathan dengan raut wajah heran saat melihat bentuk Android pilihan Echelon.


Echelon bukannya menjawab malah menyetrum Nathan yang membuat pria tersebut langsung mengerti kalau ia tidak mau memberikan jawaban.


"Oke aku akan membuatkan nya setelah kembali nanti..." Ucap Nathan.


Nathan menghela nafasnya dan berpikir untuk liburan sementara waktu selama sebulan setelah menemui keluarga Yamamoto nantinya.


Yang Nathan pikirkan saat ini hanya satu yaitu menghabiskan waktu sendirian dan bersenang-senang, karena sadar setelah kembali nanti akan ada banyak perkerjaan yang harus dia lakukan.


Merasa bosan Nathan kemudian menyalakan TV untuk mencari sedikit hiburan. Tetapi bukannya hiburan yang dia dapat melainkan berita tentang kecelakaan akibat balap liar di TV.

__ADS_1


Sudut bibir Nathan berkedut saat melihat menyaksikan berita tersebut dan ia benar-benar tersinggung dengan perkataan dari reporter TV yang membicarakan kejadian akibat perbuatannya semalam.


__ADS_2