
Waktu Nathan sedang mengeringkan rambut sehabis mandi suara ketukan pintu terdengar yang sengaja dilakukan oleh seorang pelayan.
Tok tok tok!
"Tuan, saya membawakan ponsel Anda yang tergeletak di halaman rumah!" Ucap seorang pelayan dengan sopan.
"Ya, masuk saja kedalam!" Sahut Nathan yang sedang menyetel TV sambil mengeringkan rambutnya. Hal yang ingin tonton di TV adalah siaran mengenai kasus pembunuhan beberapa waktu lalu.
Seoarang pelayan yang memiliki paras kecantikan setara dengan super model masuk kedalam kamar Nathan sambil membawa ponsel ditangannya.
Langkah kaki pelayan yang bernama Via tersebut terhenti seketika dan pandangan kini tidak bisa lepas dari objek di hadapan nya.
Via kini dapat melihat Nathan yang setengah tidak berbusana tengah duduk di tepi kasur sedang menonton siaran televisi.
Glek!!!
Dengan sadar Via menelan salivanya saat melihat lekuk tubuh milik tuan nya tersebut dan ia berpikir bahwa wanita yang semalam datang juga melihat hal serupa hingga akal sehatnya menghilang seketika.
'Pantas saja wanita yang semalam ingin bersama dengan tuan dalam waktu lama hingga pagi hari...' Batin Via.
Nathan ketika melihat pelayan yang membawa ponselnya hanya termenung di depan pintu merasa bingung dan segera menyadarkan nya.
"Taruh saja di atas meja, Nona..." Ucap Nathan sambil mengalihkan pandangannya dari pelayan cantik tersebut supaya tidak memikirkan hal negatif.
Via yang mendengar suara dari tuan nya segera tersadar, dan langsung meletakkan ponsel yang dibawanya kemeja didekat Nathan.
Saat Via meletakkan ponsel di atas meja, Nathan tanpa sengaja dapat melihat CD milik wanita tersebut karena rok yang dipakai pelayanannya itu cukup mini.
'F*uck, kenapa dia tidak memakai pakaian tambahan dan membiarkan CD nya terlihat. Apa dia sengaja!?' Batin Nathan sambil melirik diam-diam.
Tanpa Nathan ketahui Via sudah menyadari bahwa pria tersebut tengah melihat CD miliknya secara diam-diam. Via tentu merasa malu namun disisi lain ia juga merasa senang karena Nathan tertarik kepadanya.
Beruntung di saat itu juga Nathan bisa mengontrol nafsunya dan segera menyingkirkan jauh-jauh pikiran kotornya tentang Via.
"Terimakasih sudah membawakan ponsel ku, kamu bisa melanjutkan pekerjaan mu kembali..." Ucap Nathan sambil mencoba mengontrol dirinya.
Via yang mendengar nya seketika terkejut dan membungkuk kearah Nathan sebelum akhirnya pergi keluar meninggalkan pria tersebut sedniri didalam.
__ADS_1
Saat sudah berada diluar kamar Via langsung disambut oleh para pelayan lain yang ingin menanyakan beberapa hal kepadanya.
"Bagaimana apa berhasil?" Tanya seorang pelayan kepada Via.
Via menggelengkan kepalanya yang membuat seluruh pelayan disana seolah kehilangan harapan namun ucapan Via setelahnya membuat mereka kembali bersemangat.
"Kali ini tidak berhasil, tetapi sepertinya tuan cukup tertarik namun mencoba untuk menahan diri. Beberapa trik tambahan mungkin akan berhasil..." Ucap Via.
Para pelayan yang bekerja dirumah Nathan sepertinya mulai bertindak agresif setelah semalaman mendengar tuan mereka sedang berhubungan dengan seorang wanita.
Disisi lain Nathan yang tengah menonton siaran televisi dikejutkan dengan sebuah pembunuhan. Para korbannya sendiri merupakan para anggota sebuah geng bawah tanah.
Dalam berita tersebut dikatakan bahwa seluruh anggota geng bawah tanah tewas dan beberapa orang sudah di tangkap setelah mereka menyerahkan diri.
Nathan yang melihat para pelaku tidak percaya begitu saja. Dengan tubuh lemah dan jumlah mereka yang hanya lima orang, jelas menimbulkan kecurigaan.
Sampai pada akhirnya foto-foto enam orang yang dulu berurusan dengan Nathan kembali dimunculkan di televisi dan dikatakan bahwa mereka juga merupakan anggota dari geng bawah tanah tersebut.
Meski enam orang tersebut sudah cukup lama tewas, pihak kepolisian dapat mengidentifikasi mereka setelah melihat tato dileher yang merupakan ciri khas geng bawah tanah tersebut.
Nathan seketika dapat menebak siapa pelaku utamanya dan jelas orang-orang tersebut sering ia temui diluar.
"Berapa lama untuk mengidentifikasi DNA orang tersebut, Echelon?" Tanya Nathan dengan raut wajah yang sudah tidak sabar menunggu.
"Karena sampel yang ada bawa bercampur dengan DNA dari Anda, kemungkinan proses identifikasi membutuhkan waktu beberapa jam, tuan..." Balas Echelon.
Mengatahui proses identifikasi masih berlangsung lama, Nathan menggigit kuku jarinya sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
Ponsel milik Nathan tiba-tiba berbunyi dan melihat bahwa yang menghubunginya adalah Alia. Entah mengapa wanita tersebut menghubungi Nathan padahal mereka baru saja bertemu pagi tadi.
"Hallo... Ada apa kamu menghubungi ku, Alia?" Tanya Nathan dengan penasaran.
"Memangnya ada yang salah ketika aku menghubungi kekasihku sendiri?" Sahut Alia dengan nada merajuk.
Nathan yang mendengar nada bicara Alia langsung memijat keningnya dan berkata, "Bukan seperti itu, maksudku bukannya kita baru saja bertemu tadi lalu kenapa kamu menghubungiku?"
Dari balik telepon Alia terkekeh dan segera membalas, "Bisakah kamu menemaniku berbelanja, ayahku melupakan beberapa bahan dan aku harus segera membelinya...."
__ADS_1
Mendengar permintaan dari kekasih nya dan melihat bahwa waktu identifikasi masih lama, Nathan akhirnya berpikir untuk menemani Alia.
"Baiklah, aku akan segera ketempat mu..." Ucap Nathan sebelum menutup telpon nya dan bergegas pergi.
Saat hendak keluar rumah Nathan melihat bahwa cara berpakaian para pelayan di rumahnya yang hari ini menjadi cukup terbuka seperti salah satu pelayan sebelumnya.
Sambil menutup matanya Nathan berjalan dengan langkah cepat menuju pintu utama dan ketika ia hendak keluar tiba-tiba seorang pelayan menghentikannya.
"Anda ingin pergi kemana tuan?" Tanya pelayan cantik tersebut sambil membungkukkan sedikit badannya kearah Nathan.
"Hanya ingin jalan-jalan saja, memangnya ada apa?" Nathan balik bertanya.
"Maaf, tapi apakah saya boleh menemani tuan untuk memastikan keamanan Anda?" Ucap pelayan.
"Tidak perlu kamu dan yang lainnya dirumah saja, aku tidak akan lama!" Balas Nathan yang kemudian pergi meninggalkan para pelayanannya dirumah.
Melihat Nathan yang terlihat acuh dan seolah menahan diri, kepala pelayanan tersebut tersenyum tipis dan memikirkan sebuah rencana.
Beberapa menit kemudian Nathan tiba di restauran Taste Resto menggunakan jasa taksi online karena sekarang sudah tidak mempunyai kendaraan pribadi.
Begitu masuk kedalam ia melihat bahwa tempat tersebut sedang ramai pengunjung, dan kemudian Nathan mencari keberadaan Alia.
Seseorang tiba-tiba mengejutkan dari belakang dan ketika dicek ternyata dia adalah Alia yang kini terlihat sangat cantik menggunakan dress berwarna biru muda.
Untuk sejenak Nathan terpana dengan pesona Alia. Rambut cokelat bergelombang sebahu, tatapan mata yang menenangkan, dan sedikit riasan tipis diwajah membuat Alia seketika menjelma menjadi malaikat di hadapan Nathan.
"Kenapa kamu menatapku terus, apa ada yang aneh dengan wajahku?" Tanya Alia yang merasa malu saat diperhatikan terus oleh Nathan.
Nathan seketika sadar dari imajinasinya dan berkata, "Tidak ada yang aneh, hanya saja kamu terlihat cantik kali hari ini..."
Mendengar pujian dari kekasihnya Alia merasa getaran didalam dadanya dan merasa sangat senang namun ia juga merasa kurang puas dengan perkataan Nathan.
"Hari ini? Jadi maksudmu sebelumnya aku tidak cantik?" Tanya Alia sambil menatap Nathan dengan kesal.
Melihat Alia yang kesal Nathan mengelus kepala wanita cantik tersebut dan melangkah keluar dari restoran sambil berkata, "Ayo kita tidak ingin kehabisan stock bukan?"
Raut wajah Alia berubah seketika dan ia kemudian berjalan menyusul Nathan dari belakang sambil tersenyum sendiri.
__ADS_1
Tanpa disadari oleh mereka para pengunjung di restauran terutama pelanggan pria terdiam saat melihat Alia yang dihari-hari biasa tidak terlalu mencolok, kini justru malah mengejutkan mereka dengan keindahannya.
Disisi lain Pak Danang yang melihat kepergian putrinya bersama dengan Nathan tanpa sadar hampir mematahkan spatula ditangan nya, dan hal itu membuat para karyawan nya menjadi ketakutan.