
Di sebuah parkiran supermarket, terlihat Tanaka dan kawan-kawan nya tengah mengobrol membahas tentang bagaimana cara untuk membuat performa mobil mereka lebih baik lagi, sebab masih heran dengan kekalahan kemarin.
Namun saat Tanaka tengah mengobrol bersama teman-teman nya, seorang pria asing yang tak dikenal datang dan berhenti dihadapan mereka semua.
"Apa? Ada apa denganmu!?" Tanaya Tanaka dengan kesal saat melihat ada seorang pria asing yang wajahnya ditutup masker dan mengenakan topi berhenti seolah menantangnya.
Bukannya menjawab, pria asing tersebut justru diam dan memasukan tangannya ke dalam saku yang jelas membuat Tanaka serta teman-teman nya terpancing emosi.
Kent yang merasa kesal lalu maju terlebih dahulu untuk menghajar pria asing tersebut. Namun tiba-tiba tubuhnya langsung ambruk setelah menerima tinju mentah di bagian perutnya.
Melihat kecepatan tinju dari pria asing tersebut yang langsung membuat Kent tak sadarkan diri, Tanaka dan teman-temannya merasa geram lalu mengeroyok pria asing tersebut.
Tetapi usaha mereka tampaknya sia-sia saja dan kelompok mereka kini benar-benar terlihat sangat menyedihkan karena lagi-lagi dikalahkan oleh satu orang saja.
"Wajar saja dia dapat mengalahkan kalian dengan mudah, ternyata memang benar kalian terlalu lemah..." Ucap pria asing tersebut yang merujuk kepada Nathan.
Tanaka yang tengah kesakitan menatap pria asing tersebut dengan kesal. "Kamu siapa? Apa yang kau inginkan, sialan!" Tanya Tanaka sambil mengeratkan giginya.
Pria asing itu terkekeh mendengar pertanyaan dari Tanaka, ia kemudian merendahkan tubuhnya dan mendekat kearah pemuda tersebut yang tengah tersungkur di jalan.
"Apa kamu ingin membalas dendam kepada pemuda itu? Aku bisa membantumu kalau kamu mau, tapi ada hal yang harus kamu bayar nantinya. Bagaimana?" Tanya Pria asing.
Mendengar tawaran yang diberikan oleh pria asing tersebut, sejenak Tanaka memikirkan nya sambil melihat kearah teman-temannya yang sedang merintih kesakitan sepertinya.
Tanaka mengepalkan tangannya dan menatap pria asing tersebut tajam. "Baik aku menerimanya berapapun bayaran!" Balas Tanaka yang sudah ditutup oleh rasa balas dendam nya.
Jawaban dari Tanaka jelas membuat pria asing tersebut senang, ia kemudian mengambil sebuah koper dan menunjukkan beberapa serum kepada Tanaka.
"Kalau kamu dan teman-temanmu mau memiliki kekuatan fisik yang sama seperti ku, suntikan serum ini ke tubuh kalian..." Ucap pria asing sambil menyerahkan koper tersebut kepada Tanaka.
__ADS_1
Awalnya Tanaka sempat ragu-ragu dan tidak percaya dengan perkataan dari pria asing tersebut, namun karena tak bisa menerima kekalahannya atas Nathan, Tanaka langsung menghilangkan rasa ragunya.
"Berapa banyak yang kamu minta?" Tanya Tanaka.
"Aku tidak butuh uang darimu, bawakan saja pria itu kepadaku sebagai bayarannya..." Ucap pria asing sebelum menghilang di kegelapan meninggalkan Tanaka dan teman-temannya.
*******
Di sisi lain yang baru saja sampai di hotel, dengan raut wajah lesu masuk ke dalam kamar hotel miliknya dan terkejut saat melihat keadaan yang sangat berantakan.
Merasa ada penyusup di kamar hotelnya, Nathan langsung menjadi waspada dan mencari keberadaan penyusup yang telah mengacak-acak ruangannya.
Takkk!!!
Suara benda jatuh seketika terdengar di telinga Nathan yang sumbernya berasal dari dapur, dengan langkah pelan Nathan berjalan dan menemukan seseorang tengah mengambil makanan dari kulkasnya.
Nathan lalu mengambil sapu yang ada didekatnya dan hendak memukul penyusup tersebut dari belakang. Namun saat penyusup itu berbalik seketika Nathan menjadi kaget.
Eimi yang juga terkejut saat melihat kedatangan Nathan, tanpa sengaja menjatuhkan kue yang ingin dia makan ke lantai.
"Ah sial..." Eimi menggerutu kesal ketika melihat kue miliknya jatuh dan segera memungutnya kembali mengabaikan Nathan yang menatap dengan heran.
"Hei, aku sedang berbicara denganmu disini. Kenapa kamu bisa ada ditempat ku?" Kata Nathan yang sedikit kesal karena diabaikan oleh gadis cantik tersebut.
Eimi yang tengah membersihkan sisa kue di lantai dengan kesal melirik kearah Nathan. "Aku kabur dari rumah semalam!"
"Kenapa kamu kabur dari rumah?" Tanya Nathan yang penasaran.
"Saat baru sampai di rumah aku langsung di marahi oleh ayahku dan dia terus saja menyudutkan ku untuk menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku kenal! Menyebalkan!" Balas Eimi dengan kesal.
__ADS_1
"Lalu apa yang kamu lakukan ditempat ku? Bodoh!" Tanya Nathan sambil menjitak kepala Eimi melihat kebodohan wanita tersebut.
Eimi tiba-tiba menjadi diam dan berdiri. Ia kemudian mendekat kearah Nathan dan menatap mata pria itu. "Bisakah aku ikut dengan mu? Aku akan melakukan apa saja asal kamu mau membawa ku pergi dari negara ini. Kumohon!"
Melihat Eimi yang memohon kepadanya jelas membuat Nathan menjadi sedikit pusing. "Tidak bisa, aku tidak bisa membawamu. Apa kamu bodoh mengatakan hal semacam itu kepada pria yang baru kamu kenal?"
"Aku tidak masalah kamu mau melakukan apa saja denganku, tapi kumohon bawa aku pergi Nathan. Aku tidak mau dijodohkan dengan pria tua gemuk dan mesum!" Balas Eimi.
Sudut bibir Nathan seketika berkedut dan merasa kalau gadis cantik tersebut telah salah paham. "Tidak, sekarang ikut denganku. Aku akan membawamu pulang kerumahmu!" Ucap Nathan sambil menyeret Eimi.
"Lepaskan tanganku, aku tidak mau pulang!" Ucap Eimi sambil berusaha melepaskan diri dari cengkraman Nathan.
Karena Eimi terus saja memberontak, akhirnya Nathan langsung menggendong gadis cantik tersebut keluar dari hotel dan berangkat menuju kediaman Eimi.
Eimi yang berada di dalam mobil Nathan terus saja memberontak dan merasa ia telah salah menilai pria tersebut yang ia kira bakal menolongnya.
Tetapi sekeras apapun Eimi memberontak ia tetap saja tidak bisa lepas dari Nathan dan hanya bisa menangis sambil memukuli tubuh pria tersebut.
"Dasar pria sialan, aku membencimu!" Ucap Eimi sambil memukuli tubuh Nathan dengan kesal sekaligus putus asa.
"Berhentilah merengek, ini semua demi kebaikan mu dan juga hubungan kamu dengan keluarga mu..." Ucap Nathan sambil mengemudi menuju kediaman Eimi.
"Kebaikan apanya, aku pasti hanya akan berakhir menjadi budak untuk memuaskan nafsu!" Balas Eimi sambil menangis terisak.
"Jangan berpikir negatif terus. Cobalah untuk berpikir lebih positif, mungkin saja setelah perjodohan ini kamu bisa lepas dari kekangan keluarga mu..." Ucap Nathan.
"Apa yang kamu tau tentang ku sialan. Kamu sama sekali tidak tau! Cepat turunkan aku sekarang juga atau aku akan berteriak!" Kata Eimi sambil memasang raut wajah kesal sekaligus marah.
"Silahkan saja teriak... Sampai suaramu habis pun tidak ada yang bisa mendengar mu..." Balas Nathan.
__ADS_1
Perjalanan yang dipenuhi keributan di dalam mobil kemudian berlanjut sampai akhirnya mereka telah sampai dikediaman keluarga Eimi yang cukup megah.
Nathan kemudian turun dari mobil sambil memegangi Eimi agar tidak kabur dan terlihat kondisi pria tersebut kini sangat berantakan akibat ulah gadis cantik itu.