Echelon System

Echelon System
Kembali


__ADS_3

Sesampainya diruang medis terlihat sudah banyak Marinir yang terluka dan Nathan segera membawa Harry menuju salah satu ranjang kosong.


Ia langsung disambut oleh seorang perawat yang dengan sigap membantunya untuk membaringkan Harry keatas ranjang.


"Apa kamu bisa cepat menolong temanku, dia sudah hampir kehabisan darah!" Pinta Nathan dengan nada bicara yang khawatir.


"Maaf, tapi para dokter sekarang masih sangat sibuk. Aku hanya bisa membantu membalut lukanya saja..." Balas suster tersebut yang terlihat tidak mampu menolong lebih jauh lagi.


Mendengar perkataan dari suster tersebut barusan, Nathan yang sudah terbawa suasana langsung memegang kerah baju suster tersebut dan menatap nya.


"Lakukan sesuatu, temanku sedang sekarat apa kamu tidak paham!?" Kata Nathan dengan penuh kekecewaan serta putus asa.


"Maaf, tapi aku benar-benar tidak dapat melakukannya!" Balas suster tersebut yang terlihat ketakutan dan ingin menangis setelah dibentak oleh Nathan.


Wajar saja untuk jika suster itu tidak mampu berbuat banyak membantu Harry, ia masih merupakan suster baru yang belum berpengalaman ditambah dia sendiri bukan lah seorang dokter.


Kevin dan Robby yang kebetulan ada disana untuk mengobati luka tembak di lengan mereka, saat melihat Nathan yang menahan seorang suster segera menghampirinya.


"Tenanglah, jangan bertindak seperti orang tidak berakal!" Ucap Kevin yang mencoba untuk menenangkan Nathan dan mencoba membantu suster tersebut.


"Bagaimana aku bisa tenang, Harry terluka karenaku!" Balas Nathan dimana ia kini benar-benar menyalahkan dirinya sendiri.


"Apa dengan kamu berteriak dan mengancam seorang suster dapat membuat semuanya lebih baik?" Kini Robby yang mencoba untuk membujuk dan menenangkan Nathan.


Akibat keributan yang dilakukan oleh Nathan, dokter Emilia yang ada diruangan nya keluar dan menampar Nathan saat melihat pria tersebut sedang mengancam bawahannya.


"Lepaskan!" Ucap dokter Emilia sambil menatap Nathan dengan tajam dan terlihat dingin kepadanya.


Nathan yang mendapat tamparan keras dari dokter Emilia kemudian melepaskan suster tersebut.


"Pergi dari sini, orang yang tidak memiliki etika tak diterima disini!" Ucap dokter Emilia tanpa melihat kearah Nathan dan tengah mengecek luka yang diderita oleh Harry.

__ADS_1


Menyadari perbuatan yang ia lakukan salah dan melihat Harry mulai diperiksa oleh dokter Emilia, Nathan kemudian pergi meninggalkan tempat medis.


Sejenak dokter Emilia menatap kepergian Nathan dan lalu fokus kembali untuk melakukan operasi kepada Harry yang sedang terluka parah.


Nathan kembali terbang dengan pesawat lain karena pesawat miliknya sudah tidak sanggup untuk bertempur lagi.


Tanpa bantuan seorang navigator Nathan terbang sendiri untuk membantu pilot pesawat lain yang masih berusaha untuk memukul mundur Armada kapal Kekaisaran Jepang.


"Tamparan langsung dipipi ternyata sakit juga..." Gumam Nathan sambil menyeka darah dibibirnya akibat tamparan keras sebelumnya.


Beberapa saat kemudian Nathan telah mendekat kearah kapal pengangkut milik pihak Jepang dan berniat menjatuhkan bom kearahnya.


Tetapi sebuah pesawat tempur milik Jepang tiba-tiba muncul dan menembaki pesawat milik Nathan. Alhasil sayap dan ekor pesawat miliknya mengalami kerusakan.


Nathan yang sudah cukup dekat dengan kapal pengangkut Jepang terus memaksakan diri meskipun terus dihujani tembakan dari pesawat dibelakangnya.


Seorang pilot Sekutu yang kebetulan melihat pesawat milik Nathan sedang ditembaki kemudian terbang mendekat dan membantunya, hingga membuat pesawat milik Jepang yang menembaki Nathan berhasil dijatuhkan.


Usai menghancurkan satu kapal pengangkut Jepang, Nathan berniat untuk kembali sebab pesawatnya sudah mengalami kerusakan parah dan jika dipaksakan maka sayapnya akan patah.


Dari kejauhan Nathan melihat sebuah pesawat tempur milik Jepang menabrakan diri ke kapal Induk Yorktown dan membuat kerusakan ringan.


Satu pesawat lagi milik Jepang terbang mendekat kearah kapal Induk Yorktown berniat menabraknya juga dan jelas Nathan tidak bisa membiarkannya begitu saja.


Begitu mendekat Nathan segera menambaki pesawat tersebut dari belakang, namun disisi lain ia juga ditembaki oleh navigator pesawat tempur itu.


Pesawat tempur milik Jepang yang ingin melakukan kamikaze berhasil Nathan tembak jatuh tetapi ia juga harus menyusulnya setelah mesin pesawat nya terbakar dan sayap kanannya patah.


"F.ck!" Ucap Nathan sebelum pesawat tempur miliknya jatuh menabrak air laut dengan keras disebelah kanan Induk Yorktown.


Nathan yang masih sadar berusaha keluar dari pesawatnya yang mulai tenggelam untuk menyelamatkan diri. Namun ia tampak kesulitan akibat tersangkut pada sabuk pengaman dan terkunci didalam cockpit.

__ADS_1


Air mulai memasuki cockpit pesawat dan perlahan memenuhinya. Nathan sudah mulai kehabisan nafas ditambah dengan tekanan air laut yang seolah ******* tubuhnya.


Tubuh Nathan kini sudah sangat lemas dan ia sudah mulai kehabisan nafas. Kesadaran Nathan perlahan memudar dan ia hanya bisa menerima nasib tenggelam bersama dengan pesawat nya.


*******


Dikegelapan bawah laut yang memiliki tekanan tinggi. Sebuah mata merah menyala dan sosok itu kemudian bangkit lalu melesat kepermukaan kemudian terbang menuju suatu tempat.


Sosok tersebut tidak lain adalah Echelon yang menerima sinyal bahaya dari tuan nya. Sinyal itu berasal dari sebuah alat yang sengaja Nathan injek di lengan nya untuk mengantisipasi bahaya seperti ini.


Dengan kecepatan tinggi Echelon yang mengendalikan pakaian tempur milik Nathan melesat untuk menyelamatkan tuan nya dari bahaya.


*******


Ditengah pertempuran yang terjadi antara pesawat tempur milik Kekaisaran Jepang dan pihak Sekutu, tiba-tiba sebuah benda hitam melesat dan menabrak satu pesawat tempur Jepang yang tengah ingin melakukan kamikaze hingga hancur.


Para marinir AS yang melihat kejadian tersebut tepat di hadapan mereka sangat terkejut dan melihat benda asing itu masuk kedalam laut.


"Benda apa itu barusan?" Tanya seorang marinir kepada beberapa rekannya di saat mereka tengah memadamkan api yang membakar deck kapal induk.


"Entahlah, jangan terlalu dipikirkan dan lebih baik cepat memadamkan api sialan ini sebelum menimbulkan kerusakan lebih parah!" Balas seorang marinir.


Tak berselang lama kapal induk Lexington harus menerima kerusakan parah hingga para krunya diharuskan segera meninggalkan kapal induk tersebut.


Hal ini diakibatkan karena kapal induk Lexington menerima dua buah bom dan dua torpedo yang dengan telak mengenainya usai diserang secara bertubi-tubi oleh pesawat tempur Jepang.


Melihat salah satu kapal induk pihak musuh terbakar hebat, para pilot Jepang merasa sangat senang dan menargetkan kapal induk Yorktown.


Ketika seorang pilot pesawat tempur Jepang ingin menabrakan diri kearah kapal induk Yorktown setelah kehabisan amunisi. Tiba-tiba ada delapan benda asing berukuran kecil muncul dari dalam air dan membentuk sebuah kubah pelindung transparan dengan pola sarang lebah.


Melihat pelindung cahaya transparansi tersebut bukan nya takut pilot pesawat tempur Jepang tersebut justru penasaran dan tak berselang lama kejadian aneh muncul.

__ADS_1


Disaksikan oleh kru kapal induk Yorktown dan Admiral Frank, pesawat tempur Jepang hancur dan meledak saat menabrak kubah pelindung yang mereka sendiri tidak tahu asalnya.


__ADS_2