Echelon System

Echelon System
Penentuan Pemenang


__ADS_3

Setelah tiga pembalap tereliminasi, kini tinggal tujuh pembalap yang terus memacu mereka di jalan raya. Meski sangat berbahaya karena ada banyak kendaraan umum yang berlalu lalang, tampaknya tidak membuat mereka takut mengingat pemenang balapan akan mendapatkan mobil milik peserta lain dan juga uang taruhan sebelumnya.


Mobil yang dikendarai oleh Nathan dan Eimi tampaknya lagi-lagi harus berhadapan dengan pembalap lain, tetapi bukan satu melainkan empat sekaligus.


Keempat pembalap tersebut terus memepet mobil yang dikendarai oleh Nathan dari samping, belakang, dan depan yang membuat laju mobilnya terkunci.


Bahkan dengan sengaja keempat pembalap itu menabrak mobil milik Eimi hingga tergores dan membuat beberapa bagian mobil terkelupas.


"Ada apa dengan mereka ini!?" Ucap Eimi yang kesal karena mobil barunya sudah dirusak oleh keempat pembalap tersebut.


"Bukannya hal semacam ini sudah biasa dalam balapan liat. Jadi terima saja kalau mobilmu lecet..." Balas Nathan dengan santai.


Mendengar perkataan dari Nathan, Eimi berdecih kesal dan menatap pria di samping nya dengan tajam. "Aku tidak mau tau, kamu harus mengganti semuanya!"


"Tenang saja..." Balas Nathan dengan santai.


"Sekarang bagaimana caranya kita lepas dari kuncian mereka?" Tanya Eimi sambil memperhatikan seorang pembalap yang tersenyum licik kearahnya dari balik jendela.


Senyuman tipis terukir diwajah Nathan, pria itu kemudian mengeluarkan sebuah alat berbentuk bola tenis meja yang membuat Eimi merasa heran.


"Benda apa itu?" Tanya Eimi yang baru pertama kali melihat bola tenis meja dengan bentuk cukup aneh ditangan Nathan.


"Ini semacam EMP yang dapat membuat arus listrik menjadi tidak stabil, apa kamu mau melihat cara kerjanya?" Ucap Nathan yang langsung diangguki oleh Eimi.


Nathan lalu menekan tombol kecil berwarna merah yang ada pada alat ditangannya dan melemparkan benda tersebut keluar jendela mobil.


Begitu bola tersebut menyentuh permukaan jalan, gelombang kejut arus listrik seketika menyebar dengan jangkauan 10 meter dan membuat semua kendaraan yang ada didalam jangkauan tersebut mati.


Dalam kejadian tersebut hanya mobil yang dikendarai oleh Nathan yang tidak mati dan selebihnya mengalami mati mesin hingga membuat kemacetan dijalan.


Melihat keempat mobil pembalap yang sudah tidak memiliki tenaga lagi, Nathan langsung menabrak salah satu mobil yang ada di samping nya hingga membuat mobil pembalap tersebut terguling.


Nathan kemudian menyalip melalui celah yang terbuka dan melaju kencang menyusul para pembalap lain meninggalkan keempat pembalap sebelumnya.

__ADS_1


"Dari mana kamu mendapatkan alat semacam itu? Beritahu aku juga. Aku ingin membelinya!" Tanya Eimi sambil menarik-narik jaket Nathan, karena sangat menginginkan alat itu.


"Alat itu tidak dijual untuk umum dan hanya dimiliki oleh para pasukan khusus saja. Jadi jangan harap memilikinya..." Balas Nathan.


"Lalu bagaimana bisa kamu mendapatkan nya, apa kamu seorang tentara atau semacamnya?" Tanya Eimi.


"Tidak, aku hanya orang biasa..." Balas Nathan sambil menggelengkan kepala.


"Dasar menyebalkan!" Merasa Nathan tidak mau berbagai informasi mengenai alat tadi kepadanya, seketika membuat Eimi kembali merasa kesal dan memalingkan wajahnya dari Nathan.


Di sisi lain Nathan hanya bisa melihat tingkah Eimi dengan heran dan memilih untuk fokus menyelesaikan balapannya.


Balapan kini semakin sengit dengan hanya tersisa nya tiga mobil saja. Para pembalap semakin meningkatkan kecepatannya saat akan melewati jalur perlintasan kereta api yang masih aktif.


Tanaka yang berada di posisi pertama tampaknya dengan mudah melewati jalur perlintasan kereta api dan melaju kencang meninggalkan Nathan serta seorang pembalap lain.


Merasa kalau akan terlambat untuk melewati perlintasan kereta api saat melihat ada satu kereta yang akan lewat, pembalap nomor dua yang tidak mau ambil resiko akhirnya memilih untuk berhenti.


Begitu sampai di perlintasan, Nathan langsung menarik tuas rem tangannya dan melakukan drift dimana membuat bagian depan mobilnya hampir bertabrakan dengan moncong kereta yang lewat.


"Apa kamu sudah gila hah! Aku belum mau mati sialan!" Kata Eimi sambil memukul Nathan karena sudah hampir membuatnya mati.


"Kamu ini kenapa... Lihat kita baik-baik saja sekarang..." Balas Nathan sambil menghalangi dirinya dari pukulan Eimi.


Eimi mendengus kesal dan memalingkan wajahnya kembali. Jujur saja sekarang ia hampir saja ngompol akibat perbuatan Nathan dan Eimi jelas tidak menyukai hal tersebut.


Nathan hanya bisa diam dan kembali mempercepat lajunya untuk menyusul Tanaka yang sudah melaju jauh didepannya.


Hingga beberapa saat kemudian Nathan berhasil menyusul Tanaka dan berada tepat dibelakangnya. Kini hanya tersisa mereka berdua saja dan akan segera sampai digaris akhir.


*******


Di markas kepolisian terdekat, seorang petugas yang menerima laporan dari masyarakat tentang adanya balap liar segera melaporkan ke atasannya.

__ADS_1


Seorang pria berusia 40 tahun yang tengah duduk santai sambil membaca berkas-berkas di ruangan nya seketika merasa terganggu dan kesal dengan salah satu bawahannya yang tiba-tiba masuk.


Tetapi setelah menerima laporan dari anak buahnya, emosi pria tersebut langsung menghilang dan justru ia malah tersenyum lebar hingga tertawa.


"Jangan hanya diam di sana, cepat kumpulkan personel untuk mengangkap para 'Hashiriya' itu!" Ucap Kepala Polisi kepada bawahannya.


"T-Tapi Pak, balapan itu diikuti oleh beberapa anggota geng Yakuza!" Balas seorang polisi.


"Huh! Tidak masalah, lagipula kenalan ku yang dulu merupakan anggota geng itu sudah kembali. Cepat kumpulkan teman-teman mu, kita akan bersenang-senang malam ini!" Ucap Kepala Polisi.


*******


Kembali pada Nathan dan Tanaka, saat garis finish sudah ada di depan mata, keduanya segera memacu mobil mereka lebih cepat dan menggunakan tenaga tambahan berupa Nitro.


Saat melihat body mobil milik Nathan yang mulai melewatinya, Tanaka merasa kesal dan merasa kalau mobilnya tidak dapat melaju lebih kencang lagi yang akan membuatnya kalah.


Akhirnya tanpa pikir panjang Tanaka dengan nekat membanting stir nya ke mobil Nathan dan bermakna membuat pria itu mengalami kecelakaan.


Namun sayangnya Nathan yang sudah mengantisipasi hal itu langsung menginjak rem dan membuat Tanaka gagal menabrak.


Melihat kalau dirinya gagal dan akan menabrkan sebuah mobil, Tanaka dengan cepat berusaha mengerem hingga membuat mobilnya berputar-putar seperti gasing, sebelum berhenti dipinggir jalan.


Di saat itu Tanaka hanya bisa memukul stir mobilnya saat melihat Nathan berhasil sampai digaris finish terlebih dahulu yang membuatnya sangat kesal.


Setelah balapan selesai, Nathan keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Tanaka yang baru saja sampai disana untuk berbicara dengannya.


"Semuanya sekarang sudah selesai. Mulai saat ini jangan ganggu aku dan Eimi, atau kamu akan menyesal nantinya..." Ucap Nathan memperingati Tanakan.


Tanaka berdecih kesal dan berkata singkat, "Baiklah...."


Setelah berbicara dengan Tanaka, Nathan kemudian menghampiri Eimi dan teman-temannya. Tetapi tepat disaat itu terdengar suara sirine polisi serta sebuah helikopter dengan lampu sorot yang membuat semua orang di sana kabur.


Nathan dengan cepat masuk kedalam mobil dan membiarkan Eimi untuk menyetir berusaha menghindari penangkapan dari pihak kepolisian yang akan membuat mereka kerepotan nantinya.

__ADS_1


__ADS_2